
Pada akhirnya Amerta hanya mengawasi, tanpa beraksi setelah mendengar penjelasan dari Kakaknya.
"Sebaiknya kita libur saja hari ini dan bersenang-senang saja dulu. Biar mereka juga tidak curiga. Dimana Arya?" Tanya Liu yang mencari keberadaan Arya padahal tadi di sampingnya.
"Itu, dia Pasti langsung bersenang-senang. Lihat kelakuannya seperti anak kecil,"
"Aku mendengarmu, kau mau?" tanya Arya menawarkan kembang gula pada Amerta.
Karena Ameta penasaran dengan rasanya ia pun mengambil kembang gula yang ditawarkan Arya.
"Tuh, kan enak," kata Arya lagi yang tidak peduli dengan keramaian.
lagipula Liu memberikan hari libur. Jadi saat kerajaan sedang kacau dengan pembunuhan secara diam-diam yang terjadi.
Amerta dan lainya bersenang-senang di pasar malam, tahu jika banyak pengawal yang memperhatikan mereka.
"Baiklah, aku akan menyuruh anak buahku untuk, membunuh satu pejabat saja.Agar mereka terkecoh bukan kita pelakunya," kata Liu yang juga ikut bergabung dengan Arya dan Amerta.
Pasalnya mereka berdua tidak bisa ditinggal, kalau dibiarkan Amerta dan Arya berdua pasti kan berakhir dengan penyerangan. Keduanya tidak ada yang mau mengalah. Dan jika sudah Duel, mereka tak pernah lihat situasi dan kondisi.
"Baiklah, Kak. aku juga akan bersenang-senang," kata Arya yang lebih bersemangat daripada Ameta yang memperhatikan sekitar sambil menikmati kembang gula pemberian Arya.
Arya paket pun tidak bisa cepat bereaksi dan menunggu saat para pengawal tersebut menghentikannya.
"Kalau berdua tidak jalan ini sebaiknya lewat jalan sebelah sana," kata pengawal ternyata menutup jalan tersebut dan hal itu jelas membuat Arya dan juga Amerta mengangguk mengerti serta berjalan mengikuti petunjuk dari.
__ADS_1
Jelas hal itu membuat mereka berjalan mengikuti arahan dari pengawal yang menyeluruh merak lewat jalan lain. alih-alih penasaran hal itu membuat Arya pun mengajak mereka ke arah tempat yang pengawal jaga.
“Aku penasaran, kita lihat kesana yuk,” ajak Arya pada mika yang ternyata mika juga sama penasarannya.
“Yuk, kita lihat apa yang sedang perikelakuan,” kata Mika bersemangat membuat mereka berdua bekerja sama.
secara diam-diam pergi ke tempat bangunan yang sedang dijaga oleh pengawal karena merasa khawatir dengan yang dilakukan dan dijaga para pengawal.
Melalui Pintu belakang mereka masuk, dengan menyamar sebagai pelayan. Arya dan Amerta berhasil masuk kebanguan tersebut.
Ternyata disana ada para petinggi kerajaan yang sedang berkumpul, seperti ada rapat khusus yang sedang di bahas oleh mereka.
“Wah. mereka sedang apa?” tanya arya merasa senang mendapatkan kesempatan buat mendengarkan rencana yang dibuat oleh petinggi kerajaan.
Yang ternyata mengadakan pertemuan di luar istana dan mengadakan rapat yang benar-benar membuat Karya uga penasaran dengan isi rapat tersebut yang akan mereka bahasa dan kesempatan bagi Alfa mendengarkan hal yang menarik.
Ujung-ujungnya akan sama seperti sebelumnya pasti dia mengantuk lagi.
Karena sebelum-sebelumnya juga begitu, ia tidak suka kegiatan yang diam saja, walau jadi pengintai membutuhkan skil agar tidak ketahuan dan penuh kehati-hatian.
“Kau kenapa tidak bersemangat begitu, kita mendengarkan sambil santai saja biar tidak menarik perhatian mereka.” kata arya yang mengamati situasi di sekitar untuk menyamarkan keberadaanya.
Arya memang ahli dalam bersembunyi dai yan hidup di kerajaan musuh telinga tidak bisa sembarangan, dia juga pandai membuat penyamaran. serang balas dendam yang sudah di mulai dengan Liu secara diam-diam, membuat merak harus ekstra hati-hati, karena hal itu juga akan menyulitkan mereka.
dengan seperti itu maka akan banyak keuntungan yang bisa Liu dapatkan selain menghemat kekutam, dan tenang merak juga bisa melawannya dengan santai, daripada harus bertarung sungguhan yang sangat mengerikan.
__ADS_1
Jadi semua ide penyerangan ada pada Liu yang selalu siaga menjaga adik-adiknya, dimana hal itu membuat Liu kadang khawatir dengan amerta mengetahui hubungan dekatnya dulu dengan gallardo yang merupakan pangeran kerajaan kazan yang sedang merak serang.
Sebenarnya bukan salah Gallardo tai kesalahan ada pada sang Raja, yang merupakan ayah dari pangeran. tapi mungkin pangeran juga tahu tragedi yang menggemparkan seluruh negeri itu pasalnya ia sudah cukup dewasa untuk mengetahui semua itu.
tidak dengn Amerta yang saat itu masih berumur sepuluh tahun saat keluarganya dibantai di depan matanya. dan hal itu jelas membuat Amerta harus berjuang sendiri hingga dibantu oleh pengeranalardo yang membuat aku merasa nyaman hingga pengkhianatan itu terungkap jelas membuat Amerta jadi benci dengan orang yang sudah pernah membantunya.
“Aku tidak menyangka mereka berencana untuk mencari kita,” ata Amet yang masih mendengar para pejabat kerajaan membahas tenant penyusup yang akhir-akhir ini meresahkan bagi mereka yang membuat banyak pejabat tinggi kerajaan tewas terbunuh secara misterius.
Jelas semua itu dilakukan oleh Liu dengan bantuan dari amerta dan Arya. Yang sengaja menghabisi pejabat negara secara pelan-pelan.
“kau tahu mereka sedang ketakutan jadi mereka berusaha untuk terlihat tenang, padahal mempatkan banyak penjagaan di luar sana, sudah jelas sekali jika amerika takut dengan kita,” kata Arya yang menembak situasinya dan mulai paham akan ketakutan para petinggi kerajaan yang sedang mereka berdua intai.
Bagaimana tidak mereka berdua adalah pelakunya yang sedang dibicarakan oleh para petinggi kerajaan, yang tidak tahu dan belum dapat menyimpan penghianat yang membuat banyak petinggi tewas. Raja sendiri juga bingung dengan kasus yang sedang terjadi.
“Apa kita bunuh saja mereka di sini,” kaa Amert saat itu memberi saran pada karya.
“Hus ngawur diluar banyak penaga,” kata Arya yang tidak menyangka jika Amerta memiliki rencana untuk membunuh mereka semua.
Padahal mereka semua sedang melakukan pertemuan dan di luar banyak sekali pengawal yang sedang berjaga.
Ide dari mana hingga membuat Amerta tidak berhati-hati dan malah memberikan ide untuk menyerang para petinggi kerajaan, yang sedang mengadakan pertemuan itu.
Padahal hal itu jelas sangat berbahaya jika mereka berdua sampai ketahuan oleh para pengawal, pasalnya para pengawal sangat banyak diluar sana dan berjaga di pasar malam juga banyak orang.
Pula mereka berdua juga diberikan waktu untuk libur, tapi karena rasa penasaran mereka berdua pun akhirnya mendengarkan apa yang dikatakan oleh para petinggi kerajaan yang sedang mengadakan rapat di luar istana tersebut dan hal itu jelas menarik perhatian Arya dan juga Amerta yang.
__ADS_1
"Baiklah aku akan tenang dan mendengarkan mereka semua. Aku tidak tahu apa yang sedang mereka bahas kau malah, tapi aku benar-benar sudah tidak sabar ingin membunuh orang itu, jika bukan Kakak bilang hari ini libur maka aku sudah menyerangnya," kata Amerta membuat Arya pun tersenyum.