Balas Dendam Sang Putri

Balas Dendam Sang Putri
Terjebak dalam Jebakan Sendiri


__ADS_3

"Kak Ainsley." Adu Arsyita menatap dalam mata Ainsley. Kesedihan, ketakutan bercampur di matanya.


"Aku takut kak, tolong aku. Aku mau sama kak Ainsley." Ucap Arsyita meronta-ronta.


Dor


"Diam!" Bentak pengawal yang memegang Arsyita. Satu peluru telah di layangkan keatas membuat gadis mungil di cengkramannya membisu. Tubuhnya menggigil ketakutan, keringat dingin mengalir di dahinya.


"Lepaskan dia, jangan harap kalian bisa hidup tenang jika dia terluka sedikit pun." Gertak Ainsley yang dibalas pria berkacamata hitam itu dengan senyum smirknya.


"Nona Ainsley, sejak kapan anda peduli kepada gadis kecil?"


"Berhenti bermain-main dengan saya! Apa yang sebenarnya kalian cari?!" Seru Ainsley dengan penuh penekanan.


"Agatha, dimana dia?" Tanya pria itu.


"Siapa Agatha? Mengapa kalian mencarinya disini?" Tanya Ainsley pura-puta tidak tau.


"Tidak usah berpura-pura lagi." Ucapnya melempar beberapa foto yang telah diberikan oleh pengawalnya.


Di foto terlihat Keana sedang bersama dengan Ainsley, Keana yang berada di sekolah, Keana berangkat dari bandara bersama Claudia, dan foto-foto lain yang menunjukkan bahwa Keana berada di Negara itu dan Ainsleylah yang telah menyembunyikannya selama ini.


Senyum smirk terbit di bibir Ainsley.


"Ternyata kalian adalah suruhan dari dia. Apa dia menyuruh kalian untuk menghabisi pewaris tunggal Daniswara Corp?" Ucap Ainsley menekan kata pewaris tunggal Daniswara Corp. Dia, dalang dibalik kejadian yang menimpa keluarga Keana.


"Sepertinya anda sudah tau tujuan kami. Serahkan dia maka kalian bisa membawa gadis kecil ini pergi."

__ADS_1


"Cihh..., saya tidak akan pernah menyerahkan Keana kepada orang-orang seperti kalian." Ainsley mengangkat tangannya, memberikan kode untuk menyerang.


Pengawal yang memegang Arsyita ingin menekan pelatuk pistolnya, tapi dengan cepat anak buah Ainsley menembak betisnya sehingga ia tersungkur menahan sakit di betisnya.


Beberapa anak buah Ainsley mendekat. Menyadari dirinya sedang terpojok, pria itu langsung menarik Ainsley lalu mengambil sebuah pisau yang di simpan dibalik jasnya.


"Jangan mendekat! atau nyawa dia akan dalam bahaya." Ancamnya meletakkan pisau itu di leher Arsyita.


Ainsley melangkah, semakin mendekat kearah pria itu.


"Berhenti!" Ancamnya semakin mendekatkan pisau keleher Arsyita.


Ainsley tak menghentikan langkahnya, dia terus mendekat ke arah pria itu. Sedangkan sang pria terus mundur tanpa melepaskan pisau dari leher Arsyita. Kedua pengawalnya yang tersisa sudah diamankan oleh anak buah Ainsley.


"Tuan..., nona Agatha berhasil kami bawa." Lapor seseorang melalui earphone IEM yang di pakai pria itu.


"Tentu, tuan. Keluarlah tuan, saya berada di luar. Saya tau mereka melumpuhkan semua mafioso kita yang menjaga rumah tua itu." Ucap pria yang melapor melalui earphone IEM tadi.


"Kalian tidak usah menyerahkan nona Agatha, aku sudah menangkapnya dengan caraku sendiri. Haha..., kalian benar-benar bodoh, tertipu dengan jebakan kami. Kalian pikir kalian bisa dengan mudah menangkap ku? Ohh tidak, kalian salah besar." Oceh pria berkaca mata hitam itu menyombongkan dirinya.


"Ohh ya? Keana sedang bersama orang kepercayaan saya. Anda tidak usah menipu saya." Jawab Ainsley tak percaya.


"Nona Ainsley yang terhormat. Jika anda tidak mempercayai saya, maka pergilah dan periksa di mobil kalian. Apakah nona Agatha masih disana atau...," Pria itu menggantung kalimatnya.


"Clau, dimana Keana?" Tanya Ainsley melalui earphone IEMnya.


"Sorry, Queen. Mereka menyerang kami dan saya tidak bisa mengalahkan mereka. Maafkan saya yang tidak becus menjaga nona Keana, mereka..., mambawa nona Keana pergi." Jawab Claudia penuh sesal.

__ADS_1


Kemarahan tampak jelas di wajah Ainsley. Dia kemudian melangkah perlahan mendekati pria itu.


"Berhenti! Saya tidak main-main dengan ucapan saya. Lagi pula tujuan saya sudah terpenuhi. Saya sudah tidak memerlukan gadis kecil ini lagi." Ancamnya lagi.


Ainsley menghentikan langkahnya saat melihat pria itu benar-benar menempelkan pisaunya ke leher Arsyita.


"Buka jalannya."


Ainsley enggan untuk meninggalkan tempatnya, namun melihat Arsyita yang sangat ketakutan membuatnya tidak punya pilihan selain memberikan jalan kepada pria itu. Anak buah Ainsley mengikuti apa yang Ainsley lalukan, mereka membuka jalan untuk pria kejam itu.


"Akhirnya kalian patuh juga. Coba kalian mengikuti perintahku dari tadi, maka gadis kecil ini tidak akan menjadi tersiksa seperti ini."


Mobil hitam terparkir di jalan. Pintu belakang mobil terbuka, menunggu pria itu untuk masuk. Pria itu melepaskan Arsyita setelah masuk kedalam mobil.


"Thank you gadis kecil. Sampai jumpa lagi." Ucapnya sebelum menutup pintu mobil.


Senyum sinis tersungging di bibir Ainsley saat pria itu telah masuk kedalam mobil hitam tersebut.


"Namun, ternyata kamu lebih bodoh." Ucap Ainsley.


"Apa yang kalian lakukan?! Lepaskan aku." Gertak pria itu di dalam mobil.


"Berani-beraninya kalian!!"


♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


#Kepada para pembaca setia novel ku, author minta maaf hari ini upnya lama. Soalnya tadi ada urusan jadi cuman bisa nulis setengah dari cerita. Tapi tenang aja, author hari ini up kok.

__ADS_1


Jangab lupa tinggalkan jejak, dukungan kalian akan membut author makin mencintai kalian. Lop you, muachh😘😘😘😙😙😘😙😅


__ADS_2