
Rasa kagum Arya kepada Sang jenderal tidak sampai disitu saja dia juga mampu dan rela membantu anak-anak dari Sang jenderal membangun kembali rumah dari jenderal yang selama ini yang mana rumah dari Jendral kan sudah hancur dan porak-poranda dan sudah tidak bersisa lagi.
Arya beserta Ameta juga sedang berusaha untuk membangun kembali rumah mereka lumba impian mereka dan rumah yang dibanggakan oleh mereka karena mereka benar-benar ingin mengembalikan rumah jenderal dan memberikan kejayaan keluarga Feng dan Hal itu membuat mereka berusaha untuk mendirikan rumah tersebut walaupun dengan harta jarahan yang mereka dapatkan dari orang-orang yang mereka bunuh.
Lagi hari seperti biasa Liu Feng pergi ke pasar untuk membeli material dan selanjutnya mengawasi pembangunan sehari penuh di tempat keluarga jenderal.
Amerta yang di atas tanah yang dulu merupakan rumahnya kini mereka membangun lagi rumah yang baru dan juga senang selalu membantu kakaknya memberikan kebutuhan kebutuhan untuk pembangunan rumah tersebut.
Seperti biasa Arya yang ditugaskan untuk mengawasi sekitar dan untuk melihat apakah ada pengawal dari kerajaan atau tidak setelah tuga orang terbunuh secara berturut-turut dan tidak ditemukan siapa pelakunya serta masih menjadi buronan, karena perampok tersebut tidak ada yang melihat wajahnya dan belum bertemu dengannya dan tidak ada yang tahu siapa dia sebenarnya.
__ADS_1
Jelas saja hal itu menjadi masalah besar bagi kerajaan dan banyak sekali perdana menteri dan pejabat pejabat lainnya merasa ketakutan akan teror dari perampok tersebut dan banyak dari mereka yang menyimpan harta benda mereka ke tempat ke tempat yang lebih aman, padahal yang diincar oleh dirimu bukanlah tempat ataupun harta benda mereka tapi mereka sendiri nyawa mereka untuk menggantikan nyawa Sang jenderal yang sudah dihukum oleh mereka semua bahkan tidak ada yang membela sang Jendral saat itu.
"Aku membutuhkan beberapa material lupa yang berjaga di sini aku akan pergi ke pasar untuk membeli material-material tersebut," kata Liu yang saat itu menyuruh Amerta untuk berada di sana dan membiarkan dia pergi ke pasar untuk membeli beberapa material tanpa disangka ada pengawal yang datang ke sana langsung mencari dan ingin berbicara dengan Liu.
Tapi pengawal yang berkelakuan buruk tersebut sengaja membuat keributan di sana karena tidak melihat video Mereka pun menghancurkan material yang digunakan untuk pembangunan tersebut membuat Henna marah dan maju menghadapi pengawal itu.
"Apa maksud kalian menghancurkan semua ini ini adalah tempat kami untuk membangun rumah kalian tidak boleh menghancurkan semua ini kalian melanggar undang-undang yang ada di kerajaan ini kamu sudah meminta izin kepada Sang Raja dan raja sedang memikirkan. Kenapa kalian bertindak semena-mena dan seenaknya saja begitu menghancurkan material-material kami. Kami tidak memiliki masalah dengan kerajaan dan kamu tidak memiliki urusan dengan kerajaan, kenapa kalian begitu ketika kepada rakyat kalian sendiri, padahal kami sedang berusaha untuk membangun rumah kami sendiri dan tidak meminta uang dari kerajaan, tapi kenapa kalian perilaku buruk kepada kami," kata Amerta yang saat itu tidak terima dengan perlakuan dari para pengawal tersebut dari para pengawal tersebut tidak menghiraukan perkataan dari sana karena menganggap dan hanya seorang anak kecil apalagi seorang wanita biasa.
Para pengawal yang tidak mengetahui kehebatan dari sana sehat itu pun mencoba berlawanan sehingga saat itu mereka bertarung bersama-sama pada kenyataannya itu kalah dan tidak bisa mengalahkan Amert yang memiliki ilmu tenaga dalam yang hebat.
__ADS_1
Apalagi yang memiliki ilmu pedang teratai angin yang dimiliki oleh sinar saat itu langsung menghancurkan para pengawal tersebut dan memukul menurut para pengawal hingga para pengawal tidak bertemu dengan Rio saat itu dan pulang dengan keadaan yang babak belur dilawan oleh Vina dan melaporkan semua itu kepada sang raja.
"Ada seorang wanita yang menyerang kami nggak membuat kami babak belur seperti ini Aku merasa itu adalah adik dari bank karena kekuatannya cukup repot apalagi mata mereka matanya yang berwarna coklat seperti Sang jenderal dan dia benar-benar adik aang," kata Pengawal yang ketakutan pulang kembali ke kerajaan dan memberitahu tentang zina kepada sang raja sang raja pun tidak percaya hal itu karena diberi rezeki yang sudah ikut dibunuh saat itu tapi siapa yang mereka bakar saat itu orang yang sama-sama berusia 10 tahun yang mereka Kalau adik masih hidup.
"Kalian tidak usah mengada-ngada dan mengatasnamakan adik dari lubang Aku tidak percaya kepada kalian jangan membuatku merasa lucu karena kalian semua memberikan informasi yang salah hal yang sudah diberikan kesempatan untuk mengawasi Liu kang Tapi selama ini tidak memiliki kegiatan apapun yang berarti tapi banyak sekali perampokan yang ada di sini dan perampok itu belum tertangkap akan tidak ada yang tahu sama sekali dan tidak ada yang melihat wajahnya," tata usaha Raja mengalahkan menyalahkan para pengawalnya yang tidak muncul dalam menjalankan tugas.
Hal itu membuat sang raja benar-benar marah karena tidak menghasilkan apapun apalagi para pengawalnya tidak bertugas dengan baik dan selalu saja mendapatkan hasil yang buruk ketika mereka bertugas.
Tapi semua informasi itu jelas aja membuat Raja penasaran Apakah benar adik dari luka yang masih hidup padahal kan dia selalu sendiri jika hari itu dia sendiri yang membunuh dan membakar keluarga Liu kang Saat itu keluarga jenderal yang dibunuh semuanya dan dibakar.
__ADS_1
Hal itu pun tidak mungkin mereka bisa bangkit kembali dan hidup lagi jika mereka sudah tiada dan Sudah dibunuh oleh keluarga Kerajaan, tapi kenapa masih ada kabar tentang adik dari lubang yang masih hidup saat itu jelas aja membuat roti tidak percaya dan ingin pergi ke sana.
Tapi semua itu ditahan oleh keinginannya agar tidak pergi ke sana karena hal itu adalah orang lain yang mungkin mirip seperti adik dari menjadi sang raja pun tidak memikirkan hal itu dan melanjutkan penyelidikan tentang pencuri yang mencuri rumah para pejabat serta membunuh semua orang yang ada di rumah tersebut tanpa menyisakan satu orang pun, jadi tidak mudah untuk menginterogasi orang-orang yang sudah tidak ada lagi tidak ada saksi mata hidup jelas saja membuat sang raja pun makin pusing mencari pencuri tersebut.