
Setelah melewati beberapa kali sidang, hakim memutuskan Dika didakwa hukuman penjara seumur hidup. Karena pria itu mengakui semua perbuatannya. Termasuk pembegalan yang menyebabkan korban kehilangan nyawa, dan Pak Bakir ketiban sial menjadi korban salah tangkap.
Dika menerima putusan hakim dengan iklhas, tanpa keinginan untuk naik banding. Pria itu merasa, dosanya sudah sangat menumpuk dan harus ditebus. Dengan tinggal di penjara, tentu saja. Selama Dika menjalani proses persidangan, tak sekalipun Winda menjenguk suaminya. Wanita itu berusaha melupakan, bahwa punya hubungan dengan Dika.
Surat cerai juga diterima Dika, tak lama setelah dia mendekam di penjara. Rupanya, Winda serius mengurus proses cerai dari pria itu. Sungguh malang. Bagai sudah jatuh, tertimpa tanga, kejatuhan kaleng cat dan keselek kuas. Lengkaplah penderitaan Dika.
Setelah putusan hakim dibacakan, itu juga saat terakhir Dika melihat Rika. Wanita itu hadir di persidangan dengan perut besarnya. Tapi, setelah putusan hukuman bagi Dika dijatuhkan, perempuan itu tak menampakkan batang hidungnya lagi. Hilang tanpa jejak.
Winda sudah menemui Bu Bakir dan Nabila untuk meminta maaf. Keduanya memaafkan Winda, karena sebenarnya, yang salah adalah suaminya. Tuhan sudah memberikan hukuman yang setimpal bagi Dika, dan sebagai manusia, mereka haruslah saling memaafkan. Setelah hari itu, Winda sering membawa Tasya ke tempat Bu Bakir dan Nabila, mereka menjadi semakin akrab. Saat libur, Tasya sering menginap di rumah Nabila.
Rika ternyata bukan hamil anak dari hubungannya dengan Dika. Wanita itu bahkan tak tau, siapa ayah dari anaknya. Rika menjalin hubungan dengan beberapa pria, jauh sebelum tinggal di rumah Winda. Dan terus berlanjut setelah tinggal di rumah Winda. Rika melakukannya di sela waktu mengasuh Tasya.
Saat Tasya di sekolah, Rika malah menemui pria-pria itu. Mengetahui dirinya hamil, Rika berencana untuk menjebak Dika, agar menikahinya. Rencananya terancam gagal karena kecurigaan Bik Sari. Karena itu, Rika memang sengaja mengatur rencana, agar dia ketahuan berbuat m*sum dengan Dika di rumah.
Dugaannya kalau Dika bakal mendapat harta gono-gini setelah bercerai dengan Winda, terpaksa pupus. Dika tak sekaya dugaannya. Semua harta adalah warisan orang tua Winda. Dika tak mendapatkan bagian sepeserpun. Karena itu, Rika berusaha menjebak korban lain untuk menikahinya.
Usaha Rika berhasil, saat ini ada seorang duda tua yang mau mengakui anak dalam perut Rika adalah anaknya. Meski anak-anak pria itu dari pernikahannya terdahulu menentang, Rika tetap nekad menikah dengan duda itu. Nikah bawah tangan, tentu saja. Rika hanya berpikir, ada yang membiayai persalinannya, itu saja. Untuk selanjutnya, dipikir belakangan. Sesimple itu, prinsip hidup dari janda Sueb.
Emm, siapa lagi ya ...
__ADS_1
Ah, Dessy. Dessy kembali berpacaran dengan Raka. Kedua orang tua mereka merestuinya. Mama Raka sudah meminta maaf kepada Dessy dan keluarganya, karena perbuatan tak menyenangkan pada Dessy di masa lampau. Keluarga mereka bahkan meresmikan pertunangan Dessy dan Raka, meski mereka berdua masih duduk di bangku SMA. Orang kaya memang suka berbuat aneh-aneh. Nabila dan ibunya, diundang pada pesta pertunangan Dessy dan Raka. Tak lupa, keluarga Rio juga turut hadir di sana.
Akhirnya, terbuka fakta, Nabila sepupu Dessy dan Nabila mantan Rio yang anak napi, adalah orang yang sama. Mama Rio sangat murka. Wanita itu menuduh mama Dessy membohonginya. Tentu saja Tante Anna mengelak, dia cuma mengatakan Nabila keponakannya, dan tidak bermaksud agar Rio berpacaran dengan Nabila.
Semua hanya ambisi dari mama Rio, bukan mama Dessy. Dengan murka, mama Rio mengajak suami dan anaknya segera meninggalkan pesta, yang diikuti keduanya dengan setengah hati.
Papa Rio merasa tak enak dengan tuan rumah, karena kelakuan istrinya itu. Setelah berpamitan, pria itu segera menyusul istri dan anaknya.
"Hadeh! Ngakunya dari keluarga kaya, tapi tak punya sopan santun. Amit-amit jabang bayi," kara mama Dessy sambil mengelus perutnya.
"Jeng Anna hamil? Dessy mau punya adik?" tanya Bu Bakir.
"Iya, Mbak. Ini masih jalan delapan minggu, jadi belum kelihatan," jawab mama Dessy malu-malu.
"Amin! Iya nih, Mbak. Biar bisa melanjutkan usaha papanya."
"Hah? Mama hamil?" tiba-tiba Dessy sudah ada di situ.
"Iya nih, Sayang. Kamu mau punya adik."
__ADS_1
"Hadeh! Mama gak sadar umur, masa udah tuir mau punya bayi sih? Gak asik."
Dessy ngambek, dan meninggalkan mamanya dengan kesal. Bu Bakir menghibur Tante Anna, dan Nabila mengejar Dessy.
Selesai ...
Cerita Bapakku Bukan Penjahat sudah tamat 😁
Maaf kalau endingnya kurang berkenan bagi para pembaca semua. Author menerima kritik dan saran yang membangun, agar kedepannya bisa menciptakan karya yang lebih baik lagi.
Terima kasih sudah mengikuti cerita ini, yang meski sempat terbengkalai beberapa lama, dan mengalami banyak revisi untuk dapat kontrak dari NovelToon.
Sampai ketemu di karya Author yang lain ya ...
~ Pacar Posesif
~Di Ujung Penantian
~Playing Victim
__ADS_1
~Pacar Antik
Happy reading ...