Be Honest

Be Honest
Kantor Xpose


__ADS_3

Jam 7 pagi..Julie sudah bersiap di lantai bawah dengan penampilan super rapi. Dia menggunakan celana hitam panjang yang di padu dengan blouse bunga-bunga dan cardigan hitam.


"Yuk, Jul.." Adel muncul dengan penampilan yang berantakan. Blouse nya belum di masukkan, rambut nya masih acak-acakan, dan dia menggigit roti di mulutnya.


Julie mengikuti Adel dengan setengah berlari. Mereka berdua baru berhenti di parkiran. Dia memperhatikan Adel yang sedang memindahkan motor satu persatu dengan cekatan.


"Wah, kamu hebat sekali seperti tukang parkir." puji Julie. Dia baru pernah melihat seorang wanita begitu terampil menggeser beberapa motor tanpa kesusahan seperti ini.


Adel hanya melirik ke arah Julie, karena kata-kata Julie itu lebih mirip seperti hinaan ketimbang pujian.


"Tolong buka gerbang nya, Jul." perintah Adel yang masih sibuk memindahkan motor sekaligus memakan rotinya.


Julie mengangguk, lalu dengan segera dia membuka pintu gerbang yang sedikit berat. Setelah Adel lewat, Julie kembali menutup gerbangnya dengan sekuat tenaga.


"Kita boncengan?" tanya Julie lagi-lagi dengan nada penuh keraguan.


"Ya iyalah.. mau naik apalagi? ini yang paling cepat sampai ke kantor." Adel melemparkan helm ke arah Julie.


Julie dengan cepat menangkap helm dari Adel. Mau tidak mau, dia menggunakan helmnya, lalu naik ke boncengan. Julie harus sedikit tau diri karena Adel yang akan membantunya mendapatkan pekerjaan. Jika dia terlalu banyak permintaan, bisa-bisa Adel membatalkan niatnya.


"Pelan-pelan ya Del.. aku takut kalau jatuh." pesan Julie saat Adel mulai menyalakan motornya.


"Baik, Tuan Putri." Adel mulai menjalankan motornya dan seketika itu dia merasakan pinggangnya di cengkram kuat oleh Julie. "Jangan bilang kamu juga tidak pernah naik motor?"


Julie tidak menjawab karena dia sibuk berdoa. Adel memang benar. Julie tidak pernah makan di pinggir jalan, naik kendaraan umum, apalagi boncengan naik motor.

__ADS_1


Adel juga tidak bertanya lagi, karena dia fokus untuk mengendarai motornya. Dia harus menyalip beberapa motor dan berjalan di antara dua mobil.


"Del, please pelan-pelan." teriak Julie dari bangku penumpang.


"Sabar, setengah jam lagi sampai." balas Adel yang juga berteriak supaya suaranya terdengar oleh Julie.


*


*


*


Kantor Xpose


Adel berhenti di tempat parkir yang sudah penuh dengan motor karyawan lain. Ya, Adel terlambat 10 menit, karena dia tidak tega membawa Julie untuk mengebut.


"Ayo, Jul."


Belum sempat mengumpulkan nyawa, Adel kembali menarik Julie masuk ke dalam kantor yang besar itu.


Kantor Xpose adalah perusahaan e-commerce yang bergerak di bidang jual beli perlengkapan elektronik. Kantor ini bernuansa putih dan biru tua. Dari desain interiornya, Julie bisa menebak jika pemilik nya pasti masih muda. Ya, kantor ini tidak membosankan karena memiliki konsep minimalis modern.


"Jul, duduk dulu di sini ya.. aku absen dulu." Adel berlari cepat melewati resepsionist lalu menghilang di balik tembok.


Alih-alih menunggu Adel, Julie memutuskan untuk pergi ke toilet. Dia sudah menahan buang air kecil sejak tadi. Dengan mudah Julie dapat menemukan letak toilet karena melihat tanda yang dipasang pada tembok.

__ADS_1


Julie sudah masuk ke dalam bilik. Dia begitu lega karena toilet di sini adalah toilet duduk.


"Tidak bisa begitu,, kamu juga harus mengurusnya. Aku tidak bisa mengurusnya sendiri." suara itu terdengar menggema di toilet wanita.


Julie menutup mulut dengan satu tangannya. Dia tidak bisa menutupi rasa shock nya ketika mendengar suara itu. Masalahnya adalah, itu suara pria.


Apakah di Indonesia toilet wanita di campur dengan toilet pria?


'Tok.. tok' Pintu toilet Julie diketuk dari luar.


"Kenapa lama sekali?" ucap pria itu.


Julie membuka kenop pintu, dan keluar sambil menunduk.


"Hey, kenapa kamu di sini?" pria itu menghalangi Julie dengan badannya.


"Tentu saja untuk buang air kecil." jawab Julie tanpa melihat pria itu.


"Iya, aku tau.. tapi kenapa kamu buang air kecil di toilet pria?"


"Toilet pria?" tanya Julie bingung. Dia menengok pada tanda di depan. Dan benar saja, Julie salah masuk toilet.


Julie kini menatap pria berwajah blesteran berusia 30 an itu dengan tatapan yang sulit dijelaskan. Pria itu pun menatap Julie keheranan.


"Maaf,," ucap Julie saat dia tersadar. Julie buru-buru keluar sambil menutupi wajahnya dengan tangan.

__ADS_1


"Aneh sekali dia." pria itu menggelengkan kepala karena dia baru menemui ada orang yang salah masuk toilet.


__ADS_2