Be Honest

Be Honest
Mulai Ragu


__ADS_3

David mematikan ponsel Ana setelah mengirimkan pesan untuk Timothy, alias kekasih Ana. Dia tidak habis pikir kenapa adiknya begitu bodoh memilih pria dari kalangan rakyat jelata yang tidak jelas asal usulnya. Tim bahkan berani mengajak adiknya menikah hanya dengan menggunakan dress murahan. Untung saja David datang tepat waktu. Dan yang lebih mengejutkan, dia tidak perlu memaksa adiknya untuk pulang, karena Ana tiba-tiba pingsan. David jadi bisa membawa Ana dengan mudah tanpa menarik perhatian orang-orang.


Saat ini mereka sudah melakukan penerbangan ke Amerika menggunakan pesawat pribadi mereka. David menatap adiknya yang jauh lebih kurus dan juga wajahnya sedikit pucat. Sudah 3 jam mereka terbang, tapi Ana belum sadar juga. Dia jadi sedikit khawatir pada Ana yang sudah terlalu lama pingsan.


"Ana, bangun." David menepuk pipi Ana.


Ana mendengar suara yang memanggilnya. Dia perlahan mulai membuka matanya. Kepala Ana masih terasa berdenyut dan badannya lemas. Ana bahkan sulit menggerakkan badannya.


"Da-vid?" ucap Ana lirih. Dia mulai menatap ke sekeliling. Ana tau persis jika dia sedang berada di dalam pesawat keluarga mereka.


"Kamu pingsan seperti orang mati." sindir David.


Ana mulai mencerna situasinya. Dia pingsan ketika berada di kantor Catatan sipil. Seketika Ana teringat dengan Timothy. Dimana pria itu?


"Mana Tim?" tanya Ana dengan setengah membentak.


David tersenyum sinis. "Untuk apa kamu mencari pria miskin itu?" "Dia yang menyerahkanmu kepadaku." David memulai kebohongannya. Dia tau bagaimana caranya supaya Ana bisa menurut setidaknya sampai mereka sampai ke Amerika 9 jam lagi.

__ADS_1


"Apa maksudmu? Kamu jangan menipuku." Ana mulai berani membentak kakaknya.


"Terserah kamu percaya atau tidak." "Tim mengajakmu menikah, itu semua hanya rencananya untuk bisa menyerahkanmu kepadaku." David melipat kedua tangannya seraya menatap Ana dengan intens. "Kamu pikir saja, mana ada pria yang mengajakmu menikah dalam waktu satu hari?" lanjut David yang berniat memanas-manasi Ana.


Rencana David tampaknya mulai berhasil karena sekarang Ana mulai panik.


"Jadi, lebih baik kamu mengikuti saran Mom untuk menikah dengan Romano."


"Aku tidak mau menikah dengan Romano." ucap Ana yang kini sudah menangis. Ana begitu frustasi jika mengingat kembali begitu bahagianya dia dengan Tim beberapa jam yang lalu.


"Kamu , Mom dan Jerry sudah sangat keterlaluan." Ana mulai terbawa emosi karena dia dipisahkan dengan Tim. Dan Ana juga bisa menebak apa yang akan terjadi setelah ini. Ny.Wilson akan tetap menikahkan dia dengan Romano, seperti rencana awal mereka.


"Kami justru sangat peduli padamu, Ana. Kenapa kamu selalu berpikiran negatif pada kami?"


"Aku tidak percaya padamu, Dave." Ana menghapus air matanya. Dia sudah tau apa yang akan dia lakukan begitu sampai di Amerika. Dia sangat yakin jika David berbohong soal Tim. Saat ini, Ana hanya ingin beristirahat kembali karena badannya masih lemas seperti kehabisan tenaga. Tidak biasanya Ana pusing dan lemas seperti ini. Dia memang kerap terserang sakit kepala, tapi dengan minum obat dari dokter pribadi mereka, Ana bisa sembuh dengan cepat.


*

__ADS_1


*


*


Setelah total penerbangan 12 jam, mereka sampai juga di Amerika. Ana langsung mengaktifkan ponselnya. Dia berharap Tim menelepon dan memberinya pesan. Tapi, harapan Ana pupus sudah. Dia tidak menemukan satupun pesan atau panggilan telepon muncul di ponselnya.


David tersenyum licik. Tentu saja adiknya tidak dapat melihat ratusan panggilan dari Tim, karena dia sudah menghapus semuanya ketika Ana kembali tertidur.


"Lihat kan? Dia mencampakkan mu, Ana." kata David dengan menekankan kata mencampakkan.


"Kamu itu memang gampang dibodohi." lanjut David sambil tertawa.


Ana mencoba menelepon Tim sebagai upaya terakhirnya. Tapi, Ana hanya terhubung pada pesan suara.


'Timothy Gunawan.. ada apa ini sebenarnya? Apakah kamu memang hanya ingin mempermainkan ku?' batin Ana cemas. Dia tidak ingin mempercayai perkataan David. Dia tentu tau jika kakaknya pandai sekali berbohong. Tapi, entah kenapa Ana mulai ragu dengan Timothy.


"Ana, ayo. Semua sudah menunggumu kembali."

__ADS_1


__ADS_2