Be Honest

Be Honest
Kecelakaan Romano


__ADS_3

Rumah Sakit International.


Romano menutup pintu perlahan. Dia harus berbesar hati karena lagi-lagi dia gagal menikah dengan Ana. Sekarang, Ana bahkan harus di rawat intensif di rumah sakit.


Romano mencari keluarga Wilson yang lain. Dia ingin memberitahu mereka tentang kondisi Ana. Ya Romano kembali mengendarai mobil dengan cukup cepat menuju kediaman keluarga Wilson.


Sesampainya di rumah, Para EO sudah membereskan semua dekorasi. Romano mencari keberadaan Ny.Wilson ke ruang kerja mereka. Ruangan itu kosong. Romano sudah akan menutup pintu itu kembali, tapi pandangannya beralih pada jam tangan yang tergeletak di meja. Romano mendekat dan mengambil benda itu. Dia meniti jam tangan yang tidak asing baginya. Dan untuk memastikan lagi, Romano membalik jam itu. Pada bagian tali, terukir nama RS.


"Kenapa jam tangan Dad bisa ada di sini?" Romano menggenggam erat jam tangan ayahnya.


Dia segera teringat hari dimana sebelum Tuan Smith alias ayahnya, kecelakaan. Dia pamit akan pergi ke rumah Tuan Wilson yang saat itu sedang sakit. Tapi, naas nya, sebelum sampai di rumah Tuan Wilson, ayahnya malah kecelakaan dan akhirnya meninggal. Jam itu seharusnya tidak berada di rumah ini.


"Romano, kamu sedang apa di sini?" Jerry masuk ke dalam ruang kerja dan memergoki Romano sedang memegang sebuah jam.


Romano segera meletakkan kembali jam tangan yang seharusnya adalah milik ayahnya.


"Jer, dimana David dan Mom mu?" tanya Romano gugup.


"Apa yang kamu pegang itu?" Jerry mengambil jam yang menarik perhatian Romano. Jam tangan itu sudah mati, dan tidak ada yang spesial.


"Jamnya milik siapa? Aku tertarik pada jam tangannya." tanya Romano penasaran.


"Oh,, ini David menemukan jam ini ketika dia menabr..." ucapan Jerry terhenti ketika David menyeruak masuk. Dia merebut jam yang di pegang Jerry lalu memasukkan jam itu ke dalam saku celananya sendiri.


"Kenapa sembarangan masuk ke dalam?" omel David.


Romano melipat kedua tangannya. Dia heran kenapa David terlihat panik dan gugup. Apakah David tau jika jam itu milik ayahnya? Atau David tau soal kecelakaan ayahnya?


"Romano, bagaimana keadaan Ana?" Ny.Wilson juga ikut datang ketika mendengar suara keributan dari dalam ruang kerja suaminya.

__ADS_1


"Anda harusnya berada di rumah sakit. Tapi kenapa anda semua ada di sini? Apa kalian tidak peduli dengan keadaan Ana?" Romano menyindir secara frontal ketiga orang di depannya.


Beberapa hari di rumah keluarga Wilson, Romano memang menyadari keanehan mereka. Mereka tampak tidak peduli pada Ana. Bahkan saat Ana berada di rumah sakit, mereka malah sibuk sendiri. Entah apa yang mereka lakukan di rumah.


"Tentu saja kami peduli pada Ana." jawab Ny.Wilson cepat.


"Apakah anda tau, jika Ana sakit dan sepertinya cukup parah?" pancing Romano lagi.


"Sakit apa?" tanya David bingung.


"Sakit hati karena perlakuan kalian." "Ana sudah tahu kebohongan kalian semua." Romano memicingkan mata sambil menatap satu persatu David, Jerry dan Nyonya Wilson.


"Romano! Kamu sepertinya mabuk." kata Nyonya Wilson yang mulai takut dengan Romano.


"Bukankah kalian ingin menikahkan ku dengan Ana supaya bisa menguasai warisan Ana?"


"Jangan bicara omong kosong, Romano." seru Ny.Wilson setelah menampar Romano dengan keras. Perkataan Romano sama saja dengan apa yang Ana katakan tadi pagi.


Romano terkekeh. Dia mengusap pelan pipinya yang terasa sakit. Ana memang benar. Keluarganya memang merencanakan sesuatu yang jahat.


"Akui saja, Nyonya. Bukankah itu rencana kalian?"


"Ya,kamu sudah tau jawabannya kan? Dan kamu harus menikah dengan Ana meskipun kita akan melakukan di rumah sakit." Ny.Wilson memberi kode supaya David dan Jerry membawa Romano.


Tapi, Romano tidak bodoh. Dia dapat menghindar, dan bahkan dapat memutar balikkan keadaan dengan memelintir tangan David.


"Aku akan pastikan kalian tidak akan bisa membodohi Ana lagi."


Romano mendorong David hingga pria itu terjatuh ke sofa. Dia lalu berjalan dengan santai keluar dari rumah Wilson.

__ADS_1


Ny.Wilson, David dan Jerry saling berpandangan. Mereka mencoba mencerna apa yang akan Romano lakukan.


"Mom, sepertinya dia merekam pembicaraan kita tadi." Ucap David dengan wajah pucat. Jika Romano mengirimkan rekaman pada pengacara mereka, maka sudah dapat dipastikan mereka tidak akan mendapatkan apa-apa.


"Cepat kejar Romano." Ny.Wilson mendorong kedua anaknya untuk bergerak cepat.


*


*


*


Romano melihat spion belakang. Dia tentu tau jika David sedang mengikutinya. Tapi, Romano tidak panik. Dia dengan tenang menambah kecepatan mobilnya sampai melebihi batas yang diharuskan. Mereka berdua saling mengejar seperti adegan di film-film action.


Ponsel Romano berdering di saat fokusnya sedang tertuju pada jalan yang curam dan semakin sepi.


Rumah sakit menelepon.. pasti ada sesuatu yang terjadi pada Ana. Dia mengangkat telepon dengan tangan kirinya.


"Ya, ada apa?"


"Pemeriksaan Ana sudah keluar dan Ana dinyatakan mengidap leukimia stadium akhir."


'Ciiiiiiiiiiiit...' Romano terkejut dan menekan rem sekuat tenaga. Namun sayang, mobilnya keluar dari pembatas jalan dan meluncur cepat ke arah hutan dan


'BRAK' mobil Romano menabrak pohon.


David menghentikan mobilnya, karena Romano sudah tidak terlihat lagi. Tapi, dia mendengar ledakan dan api yang cukup besar dari dalam hutan.


"Romano!" pekiknya. Sudah dapat dipastikan, Romano tidak akan selamat dalam kecelakaan itu.

__ADS_1


__ADS_2