Be Honest

Be Honest
Tempat tinggal baru Julie


__ADS_3

"Welcome,," Adel mempersilahkan Julie untuk masuk ke dalam kamarnya lebih dulu. Julie masuk dan memandang ruangan yang tidak terlalu luas itu dengan raut wajah kurang nyaman. Ruangan itu hanya ada satu buah ranjang berukuran kecil, satu buah lemari, satu meja kayu dan kursi di depannya. Julie beralih pada sebuah pintu di sebelah meja. Pintu itu adalah pintu kamar mandi. Kali ini Julie melongo dan kehabisan kata-kata melihat keadaan kamar mandi di sini, terutama karena toiletnya. Toilet jongkok itu adalah hal yang sangat buruk untuk Julie.


"Del, apakah bisa kalau aku batalkan saja kost di sini?" tanya Julie sambil menutup kembali pintu kamar mandi.


"Tidak bisa, Jul. Uang yang sudah masuk ke Bu Yati, tidak bisa dikembalikan." jelas Adel. "Apakah kamu gak nyaman?"


Julie menangguk. "Aku tidak bisa menggunakan toilet seperti itu." jawab Julie jujur.


"Kamu itu dari mana? Sepertinya kamu bukan orang Indonesia."


Julie duduk di pinggir ranjang. Dia baru bertemu dengan Adel beberapa saat lalu, tapi Julie merasa nyaman untuk bicara dengan Adel. Dan sepertinya Adel itu orang yang baik. Dia bahkan menyebut Julie, temannya.


"Aku baru datang dari America. Jadi, aku tidak paham dengan keadaan di sini." Julie memulai ceritanya.

__ADS_1


"Wah.. Orang Bule.." Adel menatap Julie kagum. Julie tidak terlalu tampak seperti orang bule pada umumnya. Dia lebih mirip dengan orang Asia. Hanya mata coklat Julie saja yang seperti orang bule. Itupun tidak nampak jika dilihat sekilas.


"Ibu ku orang chinese, dan ayah ku orang America." jelas Julie yang menebak isi pikiran Adel.


"Jadi, kenapa kamu ke sini?"


Pertanyaan Adel kali ini membuat Julie diam. Dia bukannya tidak ingin menjawab, tapi ini terlalu rumit untuk diceritakan pada orang lain.


"Apakah kamu bisa bantu aku?" akhirnya Julie memilih opsi untuk mengalihkan pembicaraan.


"Aku butuh menukar uang ku dan juga butuh simcard."


"Ooo,, urusan itu,, serahkan saja sama Adel." jawab wanita itu sambil menepuk dadanya dengan bangga.

__ADS_1


Julie tersenyum. Ini awal yang bagus karena Julie bisa menemukan orang yang baik. Setidaknya jika dia tidak dapat tempat tinggal yang bagus, Julie masih bisa punya teman yang dapat membantunya.


"Kamu pasti capek, istiahat saja dulu. Nanti malam aku akan ke sini membawa pesanan mu."


Adel beranjak dari kursi, lalu meninggalkan Julie sendiri.


Julie merebahkan badannya di ranjang sambil menatap langit-langit kamarnya yang baru. Dalam lamunan nya, Julie kembali membandingkan keadaanya dengan rumahnya di America. Kamar pembantu di sana bahkan 5x lebih luas dari kamarnya sekarang. Tapi, Julie tidak mungkin menyewa tempat yang lebih bagus dari ini karena uangnya hanya tersisa beberapa lembar saja.


Julie mengambil ponselnya. Dia membuka softcase nya dan membaca kembali catatan dari Tim yang sempat dia simpan. Julie sangat suka dengan ilustrasi kupu-kupu yang ditulis oleh Tim. Keadaan Julie sama seperti kupu-kupu raja yang bermigrasi. Dan rasanya sayap Julie sudah patah lebih dari 70 persen. Keadaan ini sungguh menguras tenaga dan emosinya.


Ya, kehidupan Ana dan Julie akan sangat berbeda 180°. Ana tinggal nyaman di rumah yang bagai istana. Dia juga selalu mendapat fasilitas yang terbaik. Selain itu, Ana bisa mendapatkan apapun dan juga memiliki banyak orang suruhan. Sedangkan Julie, dia harus tinggal di tempat yang hanya sepetak, dia harus bekerja dan menggunakan toilet jongkok.


Julie yakin kost ini hanya permulaan. Karena untuk ke depan, pasti akan lebih banyak masalah yang dia hadapi. Tapi, satu hal yang Julie syukuri adalah dia bisa lepas dari banyaknya kebohongan yang dibuat oleh para anggota keluarga Wilson.

__ADS_1


"Julie, kamu pasti bisa." ucap Julie pada dirinya sendiri.


Piihan sudah dibuat, dan Julie harus menjalankannya. Lagipula, jika sudah mendapatkan pekerjaan yang baik, Julie bisa pindah ke tempat yang lebih sedikit luas.


__ADS_2