Be Honest

Be Honest
Sayang


__ADS_3

Hotel


Adel langsung memeluk Julie ketika Julie muncul di depan pintu kamar. Dia begitu panik karena semalam Julie tidak kembali. Julie hanya bilang akan pergi menemui seseorang, tapi dia malah menghilang. Ketika dia mengadu pada Tim, pria itu juga langsung ambil langkah seribu dengan wajah yang panik. Jadi, pasti ada sesuatu yang buruk.


"Jul, kirain kamu pergi tanpa pamit." omel Adel.


"Del, aku memang mau pergi.."


"Kamu serius, Jul?" Adel melepaskan pelukannya dan menatap Julie tidak percaya.


"Terimakasih atas bantuan mu selama ini." Julie menepuk pundak Adel sambil memberikan senyuman terbaiknya.


"Kamu mau ke mana, Jul?"


"Dia akan pergi denganku." Tim yang sejak tadi duduk diam memperhatikan mereka, kini angkat bicara.


Adel makin bingung lagi. Kenapa Julie malah pergi dengan Tim?


Tim berdiri. Dia merangkul pundak Julie, sengaja untuk membuat Adel makin pusing. Dan benar saja, Adel sampai melongo melihat Tim yang dengan berani merangkul Julie. Julie pun tidak protes sama sekali, justru dia malah tersipu malu karena Tim memandangnya tanpa berkedip.


"Jul, kenapa kamu begitu mesra dengan Pak Tim? Kenapa kamu pergi dengan dia?"


"Dia pacar ku." sahut Tim.


"Tiiim.." Julie protes karena Tim terlalu frontal bicara di depan Adel.


"Julie, plot twist macam apa ini. Aku pikir kamu dan William.." ucapan Adel terhenti. Dia sudah tidak bisa berpikir tentang hubungan asmara mereka bertiga.

__ADS_1


"Sudah lah, kamu cukup memikirkan diri mu sendiri saja, Del." jawab Tim lagi.


"Del, aku ingin memberi kamu sesuatu."


Julie melepaskan jam tangan mewahnya, lalu memberikan nya pada Adel.


"Ini untuk mu, Del." "Ini jam tangan asli."


"Ini kan jam yang harga 20 miliar itu?" Adel menelan ludahnya ketika menerima jam dari Julie. Dengan jam ini saja Adel bisa membeli rumah dan mobil, bahkan bisa buka usaha.


"Jul, aku makin bingung. Sebenarnya ada apa, Jul?" Adel mencoba berpikir, tapi kepalanya malah pusing.


"Del, aku memang bukan orang susah. Orang tua ku pengusaha di America. Hanya saja aku memutuskan untuk kabur." Julie akhirnya mengaku pada Adel.


"Jul.. serius?" tampak Adel belum percaya dengan ucapan Julie barusan.


"Lalu kalian mau ke mana?" tanya Adel yang masih belum beralih dari jam tangan Julie.


"Menikmati hidup, Del." ucap Julie sambil tertawa.


"Sudah, Anak-anak ngobrolnya ya.. kita harus berangkat ke bandara 1 jam lagi.." Tim menepuk tangannya supaya Adel-Julie berhenti curhat.


*


*


*

__ADS_1


Tim menggenggam tangan Julie melewati beberapa karyawan lain yang sudah duduk manis dalam pesawat. Mereka sampai menengok ke belakang di mana Tim dan Julie duduk bersama, untuk memastikan apakah mereka tidak salah lihat.


Julie tampak jauh lebih santai. Dia tidak akan peduli lagi dengan gosip yang akan beredar. Toh sebentar lagi dia akan pergi dari kantor Xpose.


"Gile, dia memang luar biasa.. Semua bos dia sikat." komen Anton.


"Muka nya sih kalem, tapi ternyata playgirl juga."


"Lo udah liat grup belum? Dia masuk kamar lho sama Pak Timothy."


Meskipun mereka berbisik-bisik, tapi Julie tetap bisa mendengar mereka.


Ya, di grup sudah beredar foto Tim yang menggendong Julie ke dalam kamar. Julie sudah menebak jika itu pasti kerjaan Emily. Sampai akhir pun, Emily selalu mencari masalah.


"Apa kita perlu cari pesawat lain, Jul?" tanya Tim yang melihat Julie kurang nyaman.


"Tidak perlu. Aku sudah biasa, sayang."


"Tunggu. Coba bilang lagi. Aku belum dengar." Tim mencondongkan telinganya ke dekat Julie.


Julie melihat beberapa pasang mata masih menatap tajam ke arahnya.


'cup' akhirnya Julie mencium pipi Tim. Dia sengaja supaya orang yang melihatnya makin panas dan penasaran.


Mendapat ciuman tiba-tiba dari Julie, Tim langsung meleleh. Dia memegangi pipinya sambil senyum-senyum sendiri.


"Aku sudah melewati batas ku, sayang. Pastikan kamu tidak selingkuh seperti William." bisik Julie.

__ADS_1


"Sampai kapanpun kita akan terus bersama, Juliana Wilson." Tim mengambil tangan Julie dan mengunci dengan tangannya. Perjalanan nya ke depan pasti tidak akan membosankan karena Julie akan terus bersamanya, sekaligus wanita itu bisa jadi Partner traveling nya.


__ADS_2