
Sesuai janji Tim, dia hanya membawa Julie jalan-jalan dan kuliner. Mereka pulang larut malam ketika semua mungkin sudah tertidur.
Julie langsung kembali ke kamarnya, begitu juga dengan Tim.
Tim lega karena seharian ini, pria misterius itu tidak mengikuti mereka. Dia tidak mau ambil pusing karena justru bagus jika pria itu tidak muncul dan membawa Julie.
Kini Tim kembali akan menyelidiki kejadian kemarin. Edward sudah mengakses CCTV hotel. Tim hanya perlu melihat file yang dikirimkan oleh Edward. Tim masuk ke kamar yang sejak kemarin belum dia masuki. Tempat itu sangat berantakan. Beberapa barang jatuh ke lantai dan sprei di ranjang tampak sangat kusut. Tim merapihkan sprei nya, tapi dia terkejut karena ada noda darah di ranjangnya. Semalam Emily yang tidur di sini. Apa dia terluka?
Tim mengenyahkan pikirannya. Tidak seharusnya dia memikirkan wanita itu. Mungkin Emily datang bulan dan tidak sengaja darahnya mengenai sprei.
Laptop Tim sudah menyala. Dia langsung membuka email dari Edward. Dia memperhatikan baik-baik siapa saja yang masuk keluar sauna. Sampai akhirnya Julie masuk dan..
Dia bisa melihat dengan jelas wajah Emily yang mengendap-endap di dekat situ, menunggu orang-orang keluar.
Tim menekan tombol pause ketika Emily memang mengunci pintu sauna.
"Kurang ajar sekali dia." umpat Tim.
Tim hendak menutup laptopnya, ketika dia melihat ada pesan masuk lagi.
Tim, kamu harus lihat yang ini.. Ini bonus untuk mu
__ADS_1
Edward mengirim pesan dan ada beberapa video di bawahnya.
Tim yang penasaran tentu saja tidak akan melewatkan hal ini. Video itu mulai merekam William yang bergerak masuk ke dalam kamar Tim. Beberapa jam kemudian, Willy keluar dengan pakaian berantakan. Dia masuk ke kamarnya sendiri. Dan tidak lama, Emily keluar juga dari kamar Tim dengan keadaan yang sama seperti William.
"Emily dan William.." Tim mencoba mencerna apa yang terjadi.. "Mereka tidur bersama?" "Jadi noda itu?"
Tim melanjutkan kembali video kedua. Video itu juga menunjukkan Willy berbicara dengan Emily di Koridor dan akhirnya mereka berciuman.
"Ini sungguh gila." Tim menutup laptopnya karena tidak dapat menerima semua perlakuan Willy. Apa jadinya kalau Julie tau semua ini?
Willy memang tidak punya otak. Bisa-bisanya dia mengkhianati Julie seperti ini?
*
*
*
Apa mood William sedang baik hari ini? Kenapa pria itu tidak mencari dirinya, padahal Julie pergi bersama Tim sampai malam?
"Will, aku baru pulang dengan Tim, dan kami jalan-jalan ke pantai." ucap Julie dengan jujur.
__ADS_1
"Apa kamu senang?" tanya Willy sambil memegang tangan Julie.
"Ya..Aku suka sekali pantai. Bagaimana acara gathering nya?"
"Menyenangkan dan memuaskan." jawab Willy dengan penuh arti. Dia memeluk Julie dengan lembut dan mengusap punggungnya.
"Maaf ya Will, seharusnya aku ikut acara itu. Bukannya pergi dengan pria lain." Julie merasakan Willy begitu sabar menghadapi dirinya. Dia tidak marah atau kesal pada Julie.
"Take your time, sayang.."
Willy menatap Julie intens. Dia begitu cantik bahkan tanpa polesan make up. Willy mendekatkan wajahnya pada Julie, tapi seperti biasa, Julie langsung melengos sehingga Willy hanya mengenai pipi Julie.
"Sorry,Jul.." Willy meminta maaf karena ekspresi Julie menjelaskan perasaan kecewanya saat ini.
"Aku yang minta maaf, Will.. karena aku tidak ingin seseorang menyentuh ku sebelum menjadi pasangan suami istri." jawab Julie sambil menunduk.
"Itu yang membuat banyak laki-laki justru mengejar mu, Jul." "Kamu begitu sulit di taklukkan. " Willy mengacak-acak rambut Julie. "Sekarang, kamu istirahat dulu. Besok kita akan jalan-jalan."
Julie mengangguk. Dia pergi ke kamar tanpa banyak bicara lagi. Sedangkan William berbalik dan menatap ruangan 197 di depan kamar Julie yang tidak lain tidak bukan adalah kamar Emily.
'Kenapa aku terus memikirkan Emily?' tanya William pada dirinya sendiri.
__ADS_1
"Hey, ikut aku." seorang pria menepuk pundak Willy. Pria blesteran itu tampak menatap tajam William yang sedikit lebih pendek darinya.
"Siapa kamu?" William menepis tangan pria itu. Tapi beberapa detik kemudian, pria itu membuat Willy pingsan dengan satu pukulan pada tengkuk nya.