Be Honest

Be Honest
Mendekati Julie


__ADS_3

Timothy merebahkan diri pada ranjangnya. Dia masih belum percaya jika Julie adalah Ana Wilson. Tim juga bisa, mendapat sedikit gambaran dari percakapan mereka di pantai tadi. Sejak Tuan Wilson meninggal, keadaan rumah tidak begitu baik. Julie juga bilang, dia tidak dapat membedakan apakah keluarga nya tulus atau hanya pura-pura saja.


Tim menyusun opsi dalam otaknya mengenai teka teki ini:


1.Biasanya ketika kepala keluarga meninggal, mereka pasti akan menurunkan usaha pada anak-anaknya. Tuan Wilson punya 2 anak laki-laki. Jadi, pasti meraka yang akan mewariskan usaha dan harta milik ayahnya. Mungkin, Tuan Wilson tidak membagi dengan adil harta untuk anaknya sehingga suasana rumah tidak baik. Julie tidak nyaman dengan semua itu dan akhirnya kabur.


2.Harta itu jatuh kepada Julie karena Julie adalah kesayangan dari Tuan Wilson. Keluarga yang lain tidak terima dan akhirnya mereka berencana menangkap Julie.


"Sepertinya opsi kedua." Tim bicara pada dirinya sendiri.


Tim memandang kembali foto profil Julie yang sedang tersenyum di pantai. Julie tampak begitu berbeda dengan foto Ana yang ditunjukkan oleh Edward. Pada foto itu, Ana sama sekali tidak tersenyum. Sudah pasti, wanita itu lebih bahagia ketika menjadi Julie.


"Jul, berhubung aku sudah menyelamatkan kamu, sekarang aku akan menjaga kamu selama ada di sini." Lagi-lagi Tim bicara sendiri sambil menatap Foto Julie.


"Tim, kamu dari mana saja dengan Julie?" tanya William yang tiba-tiba masuk ke kamar Tim.


Ya, Tim tidak memiliki tempat tinggal di Indonesia, jadi William menampung Tim sementara untuk tinggal di apartemen nya.


"Aku hanya menghiburnya karena dia sedih." ucap Tim tanpa menengok ke arah William. "Wanita mu yang selalu mencari masalah dengan Julie." sindir Tim.

__ADS_1


Dia sudah menyelidiki jika Emily selalu membully Julie. Alasannya juga karena Emily cemburu dengan perhatian William pada gadis itu.


"Dia bukan pacar ku." jawab William cepat. "Aku hanya tidak enak saja dengan ayahnya."


"Jangan suka memberi harapan palsu, Will.. Kalau sudah cemburu, wanita itu lebih mengerikan daripada harimau." Tim tertawa puas. William memang tipe orang yang selalu menyambut siapapun yang mendekati nya.


"Julie itu berbeda, Tim. Dia membuat ku jatuh cinta pada pandangan yang pertama."


Tim berdiri dari ranjang. Dia tidak suka mendengarkan bualan dari William.


"Berpikirlah 1000x jika ingin mendekati Julie." pesan Tim sebelum pergi ke kamar mandi. Ada nada khawatir dalam diri Tim. Bagaimana William bisa menghadapi keluarga Wilson yang sangat berkuasa itu? William akan bagaikan gembel di mata keluarga Julie.


*


*


*


"Will, apa yang menarik sih dari wanita itu." teriak Emily yang begitu emosi.

__ADS_1


'Banyak lah. Dia pintar, rajin, kalem.' jawab William dalam hati.


"Em, aku tidak ada perasaan dengan mu. Kalau kita begini terus, itu sama saja membuang waktu mu." William menyandarkan badan pada kursi nya.


"Will,, tolong jangan bicara omong kosong seperti ini. Kamu ingat kan.. apa yang sudah.."


"Daddy mu lakukan?" potong William. "Ya, aku sangat paham dengan itu. Dan aku akan segera melunasi hutang ku tahun ini. Jadi, jangan jadikan itu alasan."


Emily terperangah. William benar-benar serius kali ini. Dia sudah game over dengan William karena memang tidak ada alasan bagi Emily untuk memaksa William lagi.


"Seperti nya kamu tertarik dengan Tim." William mengalihkan pembicaraan. "Aku akan bantu kamu untuk mendekati Timothy. Bagaimana?" William menopang kedua dagu nya dengan tangan. Dia yakin Emily pasti akan tertarik dengan tawarannya kali ini.


Emily terdiam sesaat, berusaha untuk mencerna semua ini. Hubungannya dengan William juga hanya cinta bertepuk sebelah tangan. Saat ini dia hanya perlu mencari pengganti yang lebih baik dari William.


"Oke, baik lah."


"Bagus.. Kita akan adakan acara kantor untuk pergi ke Korea. Nanti di sana kamu bisa merayu Tim."


"Will, aku tidak tau ternyata kamu licik sekali." sindir Emily.

__ADS_1


"Ya, aku sama liciknya dengan mu." William menimpali dengan santai.


"Aku kembali dulu ke depan." Emily menyudahi pertemuan nya dengan William. Dia malas berlama-lama di sana. Emily bukan tipe orang yang akan menangisi seorang pria. Prinsip nya adalah mati satu, tumbuh 1000. Tapi, Emily tidak akan melepaskan Julie dengan mudah. Dia terlalu menonjol di kantor ini. Emily masih akan terus memikirkan cara untuk mengerjai Julie.


__ADS_2