Be Honest

Be Honest
Jalan-jalan dengan Julie


__ADS_3

Pagi itu, Tim bangun lebih dulu. Dia langsung mengambil ponsel untuk memberi pesan pada Julie.


Jul, bagaimana keadaan mu? Apakah sudah lebih baik?


Tidak lama, ponsel Tim bergetar. Julie ternyata sudah bangun dan langsung membalas pesannya.


Terima kasih Tim. Aku berhutang budi 2x pada mu. Bagaimana cara aku membalasnya?


Tim tersenyum saat sebuah ide terlintas dalam kepalanya.


Cukup jalan-jalan dengan ku hari ini, Jul. Bagaimana?


Julie tidak lagi membalas pesan Tim. Halamannya pun sudah tidak online lagi.


'Apa Julie menolak?' Tim sedikit kecewa karena Julie hanya diam saja.


Tapi, tidak lama ponsel Tim berdering. Julie calling..


"Tim, sorry tadi aku sedang bicara dengan Adel."


"Ya, no problem, Jul." jawab Tim senang.


"Jadi, kita mau jalan-jalan ke mana?" tanya Julie penasaran.


"Apakah kamu setuju?"


"Ya,, aku juga malas ikut acara gathering hari ini. Tapi aku tidak ingin membohongi William." kata Julie lirih.


Tim lupa jika Julie sudah berpacaran dengan William. Dan Tim tau, Julie tidak akan berbohong, karena dia selalu berkata jujur.


"Ya, kamu beritahu saja lewat pesan, jika kamu tidak ingin ikut acara dan akan pergi dengan ku."

__ADS_1


"Apakah dia tidak akan marah?" tanya Julie polos.


"William bukan tipe yang sangat protektif, Jul. Percaya pada ku." jawab Tim dengan nada yang meyakinkan. Padahal dalam otaknya, Tim sedang berpikir apakah itu termasuk sebuah kebohongan.


"Okey, jam berapa kita, berangkat?"


"Kamu mandi saja sekarang. Nanti aku akan jemput kamu di kamar, 30 menit lagi."


"Oke, sampai nanti Tim."


*


*


*


Julie bukan tipe wanita yang ribet. Dia bisa siap sesuai dengan waktu yang diberikan oleh Tim, 30 menit. Julie hanya menggunakan kaos biasa dan celana jeans. Dia juga tidak perlu banyak memoleskan make up karena wajahnya memang sudah cantik dan glowing.


Julie tersenyum pada Tim yang juga berpenampilan sederhana seperti dirinya. Tanpa sengaja mereka juga menggunakan warna kaos yang sama, yaitu biru tua, sehingga mereka tampak seperti pasangan couple.


"Sudah siap berpetualang hari ini, nona?" tanya Tim sambil mengerlingkan satu matanya.


"Siap, Pak." jawab Julie dengan semangat. Jujur, dia senang pergi dengan Tim. Terakhir kali Tim mengajaknya ke pantai, Julie merasakan dirinya begitu bebas dan bahagia. Hanya Tim pria yang bisa membuat Julie nyaman tanpa perasaan takut atau khawatir. Mungkin ini karena Tim sudah membuktikan ketulusannya pada Julie. Dia menolong Julie, merawatnya sampai sembuh, menghiburnya, bahkan membawanya kabur ke Indonesia. Sekarang pun, Tim masih menjadi sahabat yang baik untuk Julie.


"Hari ini, kamu milik ku Jul. Jadi jangan jauh-jauh dari aku." Tim menggenggam erat tangan Julie, lalu mengajaknya jalan menuju lift.


Sampai di lift pun, Tim tidak melepaskan pegangan tangannya. Julie hanya bisa tersenyum malu ketika orang-orang dalam lift memandang mereka.


"Kita mau ke mana, Tim?"


"Kita akan naik kereta dan pergi ke Jeongdongjin beach." ucap Tim yang tidak kalah semangat dengan Julie. "Kamu suka pantai, kan?"

__ADS_1


"Ya, sangat suka."


Mereka berdua saling menatap, lalu karena canggung, keduanya melengos, satu ke kanan dan satu ke kiri.


*


*


*


Tim dan Julie melakukan perjalanan cukup jauh dengan kereta. Julie kagum pada Tim yang begitu terampil dalam melihat peta. Mereka pun bisa tiba di pantai tanpa tersesat.


Hamparan pantai yang luas dan suara khas ombak membuat Julie merasakan kedamaian. Dia begitu senang dan seperti yang lalu, Julie langsung turun ke air.


Tim mengikuti Julie bermain air karena dia takut jika pria itu akan menyeret Julie dan membawanya pergi ke America.


"Tim.. kamu benar-benar backpacker sejati." teriak Julie kegirangan.


"Kapan-kapan aku akan mengajakmu pergi ke tempat lain lagi." janji Tim. Tim juga sama seperti Julie. Dia menyukai pantai, apalagi saat sunset.


"Ya, katakan saja kapan dan ke mana." jawab Julie semangat.


"Ya, tapi kamu harus janji padaku jika kamu tidak akan kembali ke America." Tim mengulurkan jari kelingkingnya untuk membuat pinky promise dengan Julie.


"Tentu saja. Aku tidak akan kembali ke sana." Julie meraih jari kelingking Tim dan mengaitkan dengan jari kelingkingnya.


"Tapi, bagaimana kalau ada orang yang datang dan membujuk mu untuk pergi?" lanjut Tim lagi. Dia penasaran dengan isi kepala Julie.


"Mana mungkin keluarga ku ke sini. Kamu ada-ada saja." Julie tertawa mendengar pertanyaan Tim yang makin aneh.


"Ya sudah.. nanti setelah puas bermain di sini, kita akan makan dan lanjut ke tempat lainnya." ucap Tim pada Julie yang malah melamun.

__ADS_1


Julie bertepuk tangan senang. Setelah hampir 30 tahun hidupnya, akhirnya dia bisa benar-benar merasakan apa yang di namakan kebebasan.


__ADS_2