Be Honest

Be Honest
Kehadiran Romano


__ADS_3

Pria itu membawa Willy ke rooftop hotel, di mana terdapat helipad lengkap dengan helikopter warna hitam miliknya. Dia membiarkan Willy di sana sampai dia sadar. Sembari menunggu, pria itu bersandar dengan santainya pada badan helikopter.


Pria itu kemudian menelepon nomer Julie dengan menggunakan William. Sudah cukup lama dia mengikuti Julie sepanjang hari dari pagi sampai malam. Dia merasa sudah saatnya untuk membawa wanita itu kembali ke America.


"Halo, Will? kenapa menelepon lagi?" suara Julie tampak serak dan sedikit lirih. Dari suaranya itu, sudah dapat di pastikan jika Julie baru saja terbangun dari tidur.


"Ini bukan William. Pacar mu itu sekarang sedang tidak sadar."


"Apa yang kamu katakan? Di mana William?" kini suara Julie terdengar begitu terkejut dan bahkan setengah berteriak.


"Naik saja ke rooftop dan kamu dapat melihat dia."


'Ana Wilson, sebentar lagi kita akan bertemu..' Pria itu tersenyum lebar. Dia membenarkan pakaian dan rambutnya untuk menyambut Julie.


Bersama dengan itu, William mulai sadar. Dia memegang tengkuknya yang masih terasa sakit. William melihat ke sekelilingnya untuk mencari orang yang telah memukulnya sampai pingsan.


'Buk' belum sempat Willy berdiri dengan benar, seseorang sudah memukul wajahnya. Willy menengok ke arah seorang pria yang sedang menatapnya dengan pandangan membunuh.


"Hey, aku tidak mengenal mu, kenapa kamu memukul aku?" ucap William dengan emosi.


'Buk' 'Buk' Pria itu tidak peduli dengan William. Dia masih saja memukuli nya sampai pria itu tidak berdaya.


"Bagaimana rasanya?" Pria itu berjongkok di depan Willy yang sudah babak belur.

__ADS_1


"Romano Smith!" suara Julie menggema di rooftop.


Willy dan pria bernama Romano itu kompak menengok ke arah Julie yang mengenakan piyama dan sandal jepit.


Romano mendekati Julie. Dia tidak percaya jika wanita cantik di depannya adalah Ana Wilson. Ana masih hidup setelah dinyatakan meninggal beberapa waktu lalu.


"Ana.. i miss you.." Romano memeluk Ana. Ana tampak tidak memberontak. Dia sudah mengenal Romano sejak kecil, jadi pria itu sudah seperti kakaknya sendiri.


"Bagaimana kamu tau aku di sini?" ucap Julie terbata.


"Tentu saja, karena aku Romano Smith." Aku datang menjemput mu. Ayo kita pulang, dan kita menikah." Romano mengurai pelukannya. Dia masih tidak bosan menatap wajah Ana dan mata coklatnya yang begitu cantik. Wanita itu bahkan lebih cantik sekarang daripada terakhir mereka bertemu.


"Tidak, Rom. Aku sudah betah di sini. Lagipula, aku sudah punya pacar yang begitu baik, juga beberapa teman yang mengerti aku." tolak Julie mentah-mentah.


Willy begitu penasaran dengan apa yang mereka bicarakan. Dia mendengar samar-samar Romano memanggil Julie dengan Ana. Apa mereka saling mengenal? Mereka bahkan berpelukan dengan mesra.


"Maksud kamu, ini pacar mu yang kamu bilang baik itu?" tanya Romano sambil tertawa sinis.


Julie membantu Willy dengan memapahnya supaya pria itu tidak jatuh.


"Ya, ini William pacarku."


"Siapa dia, Jul?" tanya William yang dengan penuh tanda tanya.

__ADS_1


"Dia calon istri ku." jawab Romano cepat.


"Jul, apa benar?" Willy menengok ke arah Julie yang kelihatan gugup.


Julie hanya mampu mengangguk lemah. Ini adalah alasan Julie pergi kabur dari rumah keluarga Wilson.


Flashback on


Malam itu, Julie terbangun karena dia lapar dan ingin mencari sesuatu di dapur. Dia melihat lampu ruang kerja ayahnya masih menyala. Pintu ruangan itu juga sedikit terbuka. Entah mengapa langkah kaki Julie justru mendekati ruangan itu, lalu dia mengintip ke dalam.


Di dalam Ny.Wilson sedang duduk di tengah dengan wajah muram. Di depan Ny.Wilson dua kakaknya, David dan Jerry mondar mandir sambil memegang satu kertas.


"Mom, apa Dad sudah tidak waras? Kenapa dia limpahkan semua harta Wilson ke Ana? Seharusnya kita yang mendapatkannya, Mom." protes David kakak tertua Julie.


"Diam lah. Mom sedang berpikir, bagaimana caranya mengambil alih harta Julie." Ny.Wilson begitu gelisah karena kedua anaknya begitu kesal.


"Mom, gadis itu harus menikah dengan Romano Smith. Pria yang sok tau dan menyebalkan itu. Dia bisa membuat kekacauan jika dia sampai menikah dengan Julie." Jerry ikut-ikutan menambah keruh suasana.


"Mom punya ide.. Kita percepat pesta pernikahan Ana dan Romano. Jika mereka sudah menikah dan hartanya sudah jatuh ke tangan Ana, kita bisa singkirkan saja mereka berdua." Ny.Wilson tersenyum senang karena ide brilian dadakannya.


"Mom, tapi Romano itu sangat pintar." David menimpali Mom nya.


"Oke, kita atur saja nanti. Yang penting, jangan sampai Ana tau kalau Dad memberikan seluruh kekayaan ini padanya. Dia bisa besar kepala."

__ADS_1


Mereka bertiga mengangguk. Harta keluarga Wilson memang sangat banyak. Mereka tidak akan rela jika semua itu jatuh kepada Ana."


__ADS_2