
Rumah keluarga Wilson tidak pernah berubah. Rumah itu tetap dingin dan tampak asing untuk Ana.
Begitu Ana datang, Ny.Wilson langsung memeluk anaknya. "Ana.. Mom sangat merindukanmu." ucap Ny.Wilson sambil mencium pipi Ana.
Jerry yang ada di sebelah Mom nya, menatap Ana tanpa berkedip. Wajah dan penampilan Ana sangat jauh berbeda sejak terakhir adiknya kabur. Dia sempat tidak percaya jika yang dibawa David adalah adiknya.
Ya, keluarga Wilson tau jika Ana telah kecelakaan dan menjalani operasi plastik dengan bantuan dari Edward Sebastian dan juga pria kurang ajar bernama Timothy Gunawan. Mereka baru menyadari jika Ana masih hidup, setelah melihat GPS dalam jam tangan Ana menunjukkan lokasi di Indonesia.
Keluarga Wilson yang punya banyak mata-mata, tentu saja dapat dengan mudah mendapatkan informasi soal Ana. Sayang sekali, ketika David menyusul ke Indonesia, Ana sudah pergi bersama dengan Tim. Mereka jadi harus mencari Ana lagi. Untung saja, David punya ide bagus untuk menekan teman Ana. Dia jadi bisa menghemat waktu dan akhirnya bisa membawa Ana kembali lebih cepat dari yang diharapkan Mom nya.
"Apa kamu baik-baik saja, sayang?" tanya Ny.Wilson sambil membelai rambut Ana yang tampak kurus.
"Ana jauh lebih baik ketika tidak tinggal di sini." jawab Ana penuh arti.
"Ana, kamu.." Ny.Wilson sudah hilang kesabaran.
"Mom.. Ana butuh istirahat. Yang penting dia sudah kembali. Jangan membuat Ana jadi takut." sela David sembari menahan tubuh Ny.Wilson yang sudah ingin ribut dengan Ana.
David merangkul adiknya, lalu mengajak Ana untuk naik ke dalam kamar.
Ana kembali ke kamarnya yang nyaman. Dia merebahkan badan segera setelah David pergi.
Seharusnya Ana tau jika cepat atau lambat dia akan kembali ke rumah keluarga Wilson. Sekarang, apa yang akan mereka lakukan pada Ana? Apakah mereka akan menikahkan dia dengan Romano sesuai dengan rencana awal mereka?
Ana memikirkan itu cukup lama sampai akhirnya dia tertidur.
*
*
__ADS_1
*
Seorang pria baru saja keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit bagian bawahnya. Dia hampir berteriak ketika melihat seorang perempuan tengah tertidur pulas di ranjang milik Ana.
"Dia sudah kembali?" ucap pria itu setelah memastikan jika wanita yang ada di kamar adalah Ana Wilson.
Pria itu segera naik ke ranjang untuk memandangi Ana yang terlihat sangat manis ketika sedang tidur. Dia juga menyingkirkan rambut Ana yang menutupi wajah cantiknya. "Kamu sudah tumbuh dewasa dan sangat cantik."
Ana terbangun ketika merasakan ada seseorang yang menyentuhnya.
"Hai, Ana.." sapa pria itu ketika Ana menatapnya.
"Romano?" Ana langsung bangun dari tidurnya. "Kenapa kamu di sini? Ini kamarku." teriak Ana.
Dia memandang Romano yang masih belum berpakaian dan hanya menggunakan handuk saja.
Ana melengos dan memilih untuk berdiri dan tidak berdekatan dengan Romano.
"Mereka bilang jika kamu setuju menikah denganku. Dan David sedang menjemputmu." tambahnya.
"Kamu percaya pada mereka?" tanya Ana curiga.
"Kenapa tidak?" "Mungkin kamu sudah sadar jika aku ini begitu menarik dan mempesona." jawab Romano percaya diri.
"Rom, jangan bercanda."
"Ana...bukankah ini suatu kesepakatan yang menarik?" "Duduk dulu, di sini." Romano menarik tangan Ana untuk duduk di meja rias, sedangkan dia duduk di pinggir ranjang, sehingga keduanya saling berhadapan.
"Aku tau kamu sangat mengharapkan sebuah kejujuran. Tapi, jangan mau kalah dengan keluargamu. Kita menikah saja. Semua harta akan jatuh ke tanganmu. Dan kamu tidak perlu takut, karena mereka tidak akan bisa menyingkirkan kita berdua." Romano memegang tangan Ana tanpa melepaskan pandangannya dari Ana.
__ADS_1
"Aku tidak mau, Rom. Aku tidak mungkin mengkhianati Timothy." Ana melengos lagi.
Dia tidak bisa memungkiri jika Romano memiliki pesona yang tiada duanya. Apalagi dengan bertelanjang dada seperti sekarang. Tapi, Ana masih mengharapkan Timothy untuk datang.
"Mana pria itu sekarang? Apa dia mencari mu?" Romano meraih wajah Ana, lalu menghadapkan kembali wajah Ana kepadanya.
"An, aku sudah memberi dia kesempatan. Tapi, dia tidak bisa menjagamu. Jadi, sekarang beri aku kesempatan untuk menunjukan rasa cintaku padamu."
"Romano.. jangan bicara lagi. Aku pusing." Ana menunduk.
"Aku sudah lama mengenalmu dan keluarga kalian. Sedangkan Timothy hanya orang asing yang kebetulan menyelamatkanmu." Romano tidak berhenti menghujani Ana dengan rayuan gombalnya.
Tapi, kali ini Romano bertindak secara pribadi tanpa suruhan dari Ny.Wilson, David atau Jerry. Dia memang mulai menyukai Ana sejak pertama mereka bertemu waktu masih sekolah dulu. Kini mereka sudah sama-sama beranjak dewasa. Romano berumur 26 tahun dan Ana berumur 23 tahun. Perasaannya bukan sekedar kakak adik, tapi perasaan laki-laki terhadap perempuan.
"Menikahlah denganku, Ana Wilson."
"Pakai bajumu dan cepat keluar dari sini." Ana sudah tidak tahan lagi Romano. Dia berdiri dan pergi ke balkon, menghindari pria itu.
"An, aku tidak bisa keluar. Sepertinya mereka mengunci kita dari dalam." teriak Romano.
Ana menengok sesaat, lalu dia kembali menatap keluar gerbang. Sudah pasti Ny.Wilson tidak ingin Romano keluar dan kali ini Ana sudah tidak bisa kabur lagi, kecuali dia mau melompat.
*
*
*
Sementara itu, tanpa sepengetahuan Ana dan Romano, Ny.Wilson dan kedua anaknya sudah mengubah ruangan di tengah menjadi ruang resepsi untuk pernikahan mereka besok pagi. Ny.Wilson juga tidak lupa memanggil media, supaya meliput pernikahan anak perempuan mereka. Kali ini rencana mereka untuk menikahkan Ana dan Romano tidak boleh gagal lagi.
__ADS_1