
Ana tidak bisa kabur lagi sekarang. Beberapa orang sudah masuk ke dalam kamar untuk mendandani dia dan juga membantu Romano berganti pakaian.
Romano tentu semangat menjalani pernikahan ini. Dia sebenarnya tidak ingin memaksa Ana, tapi dia juga menyukai Ana bukan sebagai adik, tapi sebagai seorang wanita. Seperti yang dia bilang pada Ana, Romano akan menjamin jika Mom dan kakak-kakaknya tidak akan bisa menyingkirkan Romano atau mendapatkan harta warisan Ana.
Ana Wilson tidak membutuhkan waktu lama untuk bisa tampil dengan sempurna. Dia terlihat begitu anggun dan menawan dengan gaun pengantin bertabur berlian. Romano sampai tidak percaya menatap wanita yang sebentar lagi akan menjadi istrinya itu.
"Done.. Kalian boleh keluar. Yang lain sudah menunggu."
Romano melingkarkan tangan Ana pada pergelangan tangannya. Dia membawa Ana perlahan untuk menuruni tangga. Semua tamu yang sudah hadir bertepuk tangan menyambut calon pengantin. Ana sama sekali tidak tersenyum. Dia hanya menatap lurus ke depan dengan pandangan kosong.
Apakah kehidupannya benar-benar akan berakhir dengan Romano? Bagaimana dengan Tim? Kenapa sampai sekarang pria itu tidak menyusulnya kemari?
Ana dan Romano duduk di kursi yang sudah diperuntukkan bagi mereka. Ny.Wilson menatap putrinya dengan bangga. Ana adalah definisi kecantikan yang sempurna. Dia memang seorang keturunan keluarga Wilson. Untung saja kecelakaan itu tidak membuat wajahnya menjadi rusak.
"Sayang, Mom senang karena akhirnya bisa melihat kamu menikah dengan Romano." Ny.Wilson memeluk Ana dengan erat.
"Ya, Mom.. setelah ini Mom akan menyingkirkan aku dan Romano, kan?" bisik Ana.
__ADS_1
Ny.Wilson terkejut. Bagaimana Ana bisa tau?
"Aku kabur karena Mom merencanakan sesuatu yang jahat padaku." aku Ana. Dia melepaskan pelukan Mom nya, lalu tersenyum lebar seolah tidak terjadi apa-apa pada mereka.
Ny.Wilson tidak punya kesempatan untuk bertanya pada Ana karena para tamu dan wartawan sedang mengamati interaksi keduanya.
*
*
*
"Apa kamu ingin pergi ke tempat Julie Wilson?" tanya Edward sembari menyerahkan kunci mobilnya.
"Ya..tentu saja. Aku harus mendengar sendiri dari Julie." ucap Tim yakin.
"Meskipun dia sudah menikah dengan orang lain?"
__ADS_1
"Apa maksudmu, Ed?"
Edward menyalakan Televisi di ruang tengah. Tim hampir pingsan ketika menyaksikan Julie menggunakan gaun pernikahan dan di sebelahnya ada Romano yang sedang tersenyum lebar.
"Aku sudah bilang, Tim. Lebih baik kamu tidak usah ke sana." Edward menepuk pundak Tim.
"Ed, aku harus ke sana sekarang sebelum terlambat." Tim berlari keluar secepat kilat. Dia menyalakan LCD pada mobil untuk menghubungkan pada siaran pernikahan Julie-Romano.
Pikiran Tim sangat kacau sekarang. Dia tidak menyangka jika Julie malah akan menikah dengan Romano. Apakah ini akhir dari kisahnya dengan Julie?
Tim tidak berkonsentrasi menyetir karena dia lebih berfokus pada layar. Dia hampir saja menabrak mobil lain karena menyetir dengan ugal-ugalan. Hati Tim semakin pedih ketika Romano dan Julie sudah berhadapan dan akan mengucapkan janji pernikahan mereka.
Romano dengan lancar mengucapkan di depan semua undangan, tinggal Julie. Wanita itu tampak terdiam sesaat. Tim menepikan mobilnya karena tidak sanggup lagi meneruskan perjalanan yang mungkin masih memakan waktu 15 menit. Tim terlambat. Dia memukul setir dengan kesal. Rasanya dada Tim seperti di hantam batu besar.
"Anaaaa..." suara mereka memecahkan keheningan dalam mobil. Tim menengok kembali. Ana jatuh pingsan sebelum mengucapkan janjinya.
Apakah ini trik Ana supaya terbebas dari perjodohan ini? Entah apa yang Ana pikirkan, yang jelas mereka tidak jadi menikah. Tim masih memiliki kesempatan untuk menemui Ana. Dia kembali menjalankan mobilnya menuju rumah sakit yang disebutkan oleh Ny.Wilson.
__ADS_1