Be Honest

Be Honest
Kehadiran Bos baru


__ADS_3

Julie merasakan ada keanehan yang terjadi pagi ini. Sejak masuk ke kantor, dia melihat semua wanita begitu rapi. Adel yang biasa acak-acakan pun juga tampil feminim dengan terusan batik.


"Kenapa si?" tanya Julie penasaran.


"Kamu ga baca di grup?" Adel balik bertanya.


Julie membuka ponselnya. Dia semalam sangat lelah dan tidak sempat membaca pesan.


'Gaes, besok ada pimpinan baru di kantor. Dia baru pulang dari America dan masih single.'


"Katanya ganteng dan macho banget." bisik Adel sambil senyum-senyum sendiri.


Julie tidak dapat menahan tawanya. Jadi semua wanita di kantor tampil begitu cantik hanya untuk seorang pria yang bahkan mereka belum pernah melihat wajahnya.


Saat ini Adel Dan Julie tidak langsung ke ruangan, tapi ke aula rapat di lantai 10. Di sana semua staff sudah menunggu sambil sibuk mengobrol sendiri.


Adel menarik Julie untuk menyelinap maju ke depan. Di depan, Raisa dan Emily juga sudah menunggu dengan penampilan yang luar biasa cantik. Penampilan mereka bahkan seperti mau ke pesta kondangan.


"Hey, kemarin lo apain Julie?" protes Adel sambil mendorong Raisa.


"Ye,,, lo apaan sih.. orang cuma kasih lem." jawab Raisa dengan polos. Tapi dia segera menutup mulut karena Emily memelototinya.


"Awas aja lo. Gue aduin lo ke pimpinan yang baru."ancam Adel.


"Selamat pagi semua.." William berdiri di depan dengan menggunakan mic.


"Pagi, Pak." jawab seluruh karyawan serentak.


"Seperti yang sudah saya katakan kemarin melalui manager, hari ini saya ingin memperkenalkan partner kerja saya yang juga akan mengambil pimpinan di sini bersama dengan saya." jelas William dengan semangat. "Silakan masuk."

__ADS_1


William menengok ke arah pintu, membuat semua mata memandang ke arah yang sama dengan William.


Seorang pria masuk ke ruangan. Dia berjalan dari belakang, dan otomatis kerumunan karyawan yang menghalangi jalannya segera menyingkir dan bergeser, sebagian ke kiri dan sebagian ke kanan.


Semua memandang pria itu tanpa berkedip. Ya, meskipun pakaiannya casual, hanya kemeja yang di dobel vest dan celana kantor, tapi body nya sangat bagus seperti model L-men. Wajahnya juga tegas dan aura begitu berwibawa.


Julie menutup mulutnya ketika pria itu mendekat. Dia tersenyum ramah pada Julie sebelum akhirnya naik ke sebelah William.


"Perkenalkan, saya Timothy Gunawan. Mulai hari ini saya akan membantu William untuk mengelola perusahaan ini."


Semua menyambut bos baru mereka dengan bertepuk tangan.


"Gila, keren banget yah..Gak apa deh William untuk si Emily, gue sama dia aja." kata Adel yang sangat senang dengan bos baru mereka.


Yang lain pun sama tertariknya dengan Adel. Mereka tidak mau bubar karena masih ingin memandangi 2 serbuk berlian yang bagaikan aktor Korea itu.


"Aku memang mengenal dia." jawab Julie jujur.


"Whaaaat?" Adel mengguncangkan badan Julie dengan kencang, membuat dada Julie jadi sakit.


"Hai.." Tim menghampiri Adel. Spontan dia melepaskan Julie sehingga membuat Julie terhuyung ke belakang.


Tim dengan sigap menopang badan Julie.


Adegan itu tentu saja membuat beberapa orang yang melihatnya iri pada Julie.


"Tim, lepasin." omel Julie karena Tim masih memegangnya.


Tim? Julie memanggil pria itu hanya dengan namanya? Adel bukan heran lagi, tapi dia shock.

__ADS_1


Apakah Julie sedekat itu dengan bos yang baru?


"Kenalkan, saya Timothy." Tim mengulurkan tangan pada Adel. Adel dengan semangat menyambut salam Tim dengan kedua tangannya.


"Adel, teman Julie." ucapnya sekalian promosi.


"Minggir." Raisa mendorong Adel ke samping. Kini dia yang berhadapan dengan Timothy. "Saya Raisa pak.. masih single." Raisa mengambil tangan Timothy dengan paksa.


Timothy hanya tersenyum kaku. Dia segera menarik tangannya, karena tidak mau berlama-lama dengan Raisa.


"Halo, Pak Timothy.. Saya Emily, bagian digital marketing." Emily menggeser Raisa. Dia tersenyum lebar pada Timothy.


Timothy memandang Emily yang berpenampilan sangat seksi. Dia menggunakan kemeja dengan kancing yang sengaja dibuka hingga belahan dadanya hampir terlihat.


"Timothy." jawab Tim singkat, lalu seperti Raisa, dia segera menarik tangannya.


"Nona Julie, anda bisa ke ruangan Saya sebentar?"


Tim menoleh pada Julie yang berdiri di belakangnya.


Julie yang sejak tadi melamun karana kehadiran Tim, akhirnya tersadar. Dia segera pergi mengikuti Timothy untuk ke ruangannya.


Adel berdecak kagum pada Julie. Belum ada satu bulan, tapi Julie sudah berhasil menarik perhatian dari 3 pria sekaligus. Niko, William dan sekarang Timothy. Jelas sekali Julie bukan gadis biasa.


Di sisi lain, William memperhatikan interaksi anak buah nya bersama dengan Tim. Mereka terlihat sangat senang dengan kehadiran bos baru, termasuk juga Emily. Dia bahkan menggunakan baju yang sangat seksi, pasti sengaja untuk menggoda Tim. Tapi itu bukan masalah besar untuk William.


Saat ini, William lebih memperhatikan Julie. Wanita itu terlihat akrab sekali dengan Tim. Kemarin William mengikuti mereka sampai ke kost an Julie. Dia dengan jelas melihat Tim memeluk Julie, selain itu mereka makan begitu lama. Ketika William meneleponnya, Tim langsung setuju untuk membantunya di Xpose.


Siapa sebenarnya Julie yang dapat membuat seorang Timothy tergerak untuk mengurus kantor?

__ADS_1


__ADS_2