
Sementara itu, Willy berjalan dengan gontai menuju kamar Tim. Dia harus bicara pada Tim, kenapa Tim begitu memperhatikan Julie. Tim bahkan tadi menggantikan pakaian Julie, jadi pasti pria itu sudah melihat seluruh badan Julie.
Setelah mengantarkan Julie ke tempat Adel, Willy turun ke bawah untuk mencari Tim. Tapi, pria itu tidak ada. Akhirnya Willy memutuskan kembali ke atas dan mencari Tim di kamarnya.
Willy menekan bel pintu dengan tidak sabar.
'Ceklek' pintu terbuka. Willy langsung menyeruak masuk. Tapi, ternyata bukan Tim yang ada di sana, melainkan Emily. Dan penampilan Emily saat ini hanya menggunakan dalaman saja.
"Kamu ngapain di kamar Tim dengan pakaian seperti ini?" tanya Willy heran. Apa Tim sedang melakukan sesuatu dengan Emily?
"Kamu lama sekali, Tim..apa kamu sedang melihat Julie?" Emily mengerjap kan mata beberapa kali, karena dia melihat Tim ada 2.
Willy yakin saat ini Emily sedang mabuk. Tadi dia sempat menemui wanita itu di bar sebelum menemukan Julie pingsan di sauna. Emily sudah minum cukup banyak, tapi dia tidak menyangka jika akhirnya Emily akan mabuk.
"Kamu jahat Tim. Kamu sama saja dengan Willy. Kenapa kalian begitu suka pada Julie?" Emily mulai memukul dada Willy.
"Coba, apa kamu tidak perhatikan, aku lebih menarik daripada Julie." Emily berdiri dan menunjukan badannya yang mulus dan berisi. Memang siapapun yang melihat Emily tidak akan menatap ke arah lain, termasuk William. Dia merasa aliran darahnya berdesir ketika menyaksikan pemandangan di depannya.
"Em, perbedaannya adalah Julie begitu elegant dan dia wanita baik-baik, sedangkan kamu.." William tidak melanjutkan ucapannya karena otaknya kini di penuhi pikiran jorok.
"Wanita itu benar-benar pandai mencari perhatian.Harusnya aku singkirkan saja dia tadi."
__ADS_1
"Tadi?" Willy memicingkan matanya.
"Ya, tadi. Tadi aku sudah menguncinya di sauna." Emily mendekat pada Willy dan meraba dadanya.
Willy terkejut. Dia mencengkram tangan Emily dengan kasar.
"Jadi, kamu yang mencelakai Julie?" sentak Willy.
Emily tersenyum. "Iya, aku yang menguncinya." ucapnya tanpa dosa.
"Emily! apa kamu tau, perbuatan mu itu bisa membuat Julie meninggal?" kali ini Willy benar-benar marah pada Emily.
Willy yang sudah tersulut emosi mendorong Emily ke ranjang. "Jika kamu memang benar-benar ingin di perhatikan, baik lah. Aku akan memperhatikan mu malam ini." Willy melepaskan kaosnya. Dia menindih badan Emily dan untuk selanjutnya, Willy dan Emily melakukan apa yang seharusnya tidak mereka lakukan. Willy yang sedang emosi tidak sadar jika perbuatan itu salah, sedangkan Emily yang sedang mabuk justru menikmati nya.
*
*
*
Kamar 245
__ADS_1
'Ting Tong' Tim menekan Bel. Dia saat ini kembali mengecek penampilannya. Tim menyamar menjadi petugas cleaning servis. Tim sebenarnya tidak pandai berakting, tapi dia begitu ingin tau siapa yang mengawasi Julie. Dia sudah menggunakan masker, kacamata dan topi. Tim juga menggambar tahi lalat di pipinya supaya orang itu tidak mengenali Tim.
Pintu terbuka. Sesosok pria blesteran asia-America tampak berdiri di depan pintu dengan setengah sadar. Dia menatap Tim cukup lama, tapi kemudian dia berjalan masuk dan kembali tidur ke ranjang.
"Bersihkan saja, lalu cepat keluar." ucap Pria itu pada Tim.
"Baik, pak." Tim membereskan makanan ringan yang berserakan di lantai dan juga minuman yang tumpah di meja. Syukur lah pria itu tidak menyadari penyamarannya. Tim melihat pria itu baik-baik sambil mencocokan dengan foto keluarga Wilson. Tampaknya pria itu bukan kakak-kakak Julie. Lalu bagaimana cara mencari tau identitas pria itu? Tim melihat dompet tergeletak di sofa. Dia lalu menengok ke belakang. Pria itu tampaknya sudah tertidur, jadi ini kesempatan yang bagus untuk Tim. Perlahan Tim mengambil dompet itu, dan membukanya.
"Jangan pikir aku tidak tau apa yang kamu lakukan." suara di belakang Tim mengejutkannya. Ketika kembali menengok, Tim mendapati Pria itu sudah bersandar pada head board. Karena sudah tertangkap basah, akhirnya Tim melepas topi dan maskernya.
"Saya melihat anda sudah mengikuti Julie beberapa kali. Jadi saya curiga dengan anda." ucap Tim to the point.
Pria misterius itu tersenyum sinis. "Luar biasa sekali insting mu, Timothy Gunawan."
Tim menahan ekspresi terkejutnya. Pria di depannya itu bahkan tau nama lengkap Tim.
"Aku tidak berurusan dengan mu. Aku hanya berurusan dengan Nona Wilson." Kali ini pria itu berdiri berhadapan dengan Tim.
"Jadi kamu tau kalau.. "
"Ya, Ana Wilson masih hidup."
__ADS_1