
Tim baru meninggalkan Julie selama 3 menit, tapi wanita itu sudah menghilang. Tim mencari ke sekitar tempat dia meninggalkan Julie dan hasilnya nihil. Tim berlari keluar sambil menengok ke segala arah dengan memanggil nama Julie.
"Julie..." teriak Tim.
Orang-orang di sekitar Tim memandangi pria itu dengan tatapan aneh karena Tim berteriak-teriak memanggil nama Julie seperti orang gila.
Tim sudah memeriksa bagian dalam dan luar kantor sebanyak 5x. Tapi dia tidak menemukan jejak Julie.
Di tengah kebingungan Tim, ponselnya berdering tanda pesan masuk.
Dari Julie!
Tim, maaf. Sepertinya kita tidak bisa menikah. Aku akan pergi dan kamu jangan mencari aku lagi.
Deg. Tim merasakan jantungnya berhenti sesaat. Dia membaca berulang kali pesan dari Julie. Apakah benar Julie pergi? Atau dia mengirim itu karena dipaksa oleh seseorang?
Tim mencoba berpikir jernih. Dia tidak boleh menyimpulkan jika Julie benar-benar pergi karena keinginannya sendiri.
Hal yang pertama Tim akan cari tau adalah CCTV. Tapi, dia tidak membawa laptop dan peralatan lainnya.
"Halo Ed, maaf mengganggumu lagi." Tim akhirnya menelepon Edward.
"Kamu kemana saja, Tim?"
"Ceritanya panjang, Ed. Intinya aku akan menikah dengan Ana Wilson, tapi sekarang dia menghilang."
"Whaaaat!" teriak Edward dengan nada melengking. Dia tentu saja terkejut dengan perkataan Tim. "Kamu tidak waras, Tim. Beraninya kamu menyentuh seorang Ana."
__ADS_1
"Aku menyukainya, Ed. Bagaimana lagi?" ucap Tim dengan putus asa.
"Carilah orang yang normal, Ed." "Maksudku, orang yang setara."
"Edward, semua sudah terlanjur." "Sekarang, bagaimana? Aku butuh bantuanmu untuk mengecek beberapa CCTV."
"Okey, aku akan kabari secepatnya." Edward tidak bisa, berdebat lagi karena nada Tim terdengar begitu sedih dan putus asa.
Tim menunggu dengan cemas sambil mencoba menghubungi Julie. Tapi nomer Julie sudah tidak aktif.
'Jul,,, kamu kemana?' batin Tim dalam hati. Dia mengendurkan dasi yang terasa mencekik lehernya. Semoga saja Edward cepat menemukan posisi Julie.
30 menit menunggu, akhirnya Edward menelepon Timothy. Tim langsung mengangkat pada dering yang pertama. Dia sudah tidak sabar untuk mendengar kabar Julie.
"Dimana Julie?" sergap Tim tanpa mendengarkan Edward lebih dulu.
"Sepertinya rekaman CCTV nya sudah di hapus. Aku tidak bisa menemukan keberadaan Julie." "Memangnya apa yang dia katakan sebelum pergi?"
Tidak ada suara balasan dari Edward. Mungkin Edward sedang berpikir.
"Bro, sudahlah.. lupakan Ana atau Julie. Kamu kembali saja temani aku di Amerika." Edward mencoba memberi solusi pada temannya yang pasti tengah galau itu.
"Ed... aku akan mencari Julie dulu."
"Akan sulit menemukan Julie. Kalaupun dia kembali pada keluarga Wilson, kamu tidak akan bisa menemuinya."
Tim mematikan ponselnya secara sepihak. Sebenarnya dia tidak bermaksud untuk tidak sopan pada Edward, hanya saja saat ini pikirannya kacau.
__ADS_1
"Aaaarrrrgh" teriak Tim sambil mengacak-acak rambutnya.
"Tinggal sebentar lagi Jul kita menikah. Kenapa kamu menghilang?"
*
*
*
Tim kembali ke hotel tempat mereka menginap kemarin. Dia yakin masih ada rekaman CCTV yang belum di hapus.
Ketika membuka kamar, Tim melihat banyak bunga mawar di pintu masuk dan juga di ranjang. Tim lupa jika dia menyuruh pegawai hotel untuk mendesain kamar mereka dengan cantik untuk malam pertama dengan Julie.
"Kamu menyedihkan sekali, Tim." ucapnya pada diri sendiri.
Tim mengalihkan fokus dengan segera membuka laptopnya. Dia akan mencoba dengan segala cara sampai menemukan Julie. Meskipun dia harus pergi ke tempat keluarga Wilson, Tim akan memperjuangkan cintanya pada Julie.
Setelah berkutat cukup lama, akhirnya Timp bisa mengakses CCTV hotel. Dia melihat dengan teliti pergerakan orang di sekitar kamar mereka, di lobi, dan restoran. Tim tidak menemukan apapun yang mencurigakan. Bahkan orang yang mengejar merekapun tidak mengikuti mereka ke hotel.
"Ayo, berpikir Tim."
Tim memijit pangkal hidungnya. Tapi, beberapa saat kemudian, dia teringat sesuatu. Dia kembali memutar pelan-pelan pada bagian resepsionis. Sejak tadi, Tim berfokus pada orang-orang mencurigakan yang berjas hitam atau menggunakan jaket hitam. Tim tidak melihat tamu lain yang bisa saja orang suruhan keluarga Wilson. Terakhir bertemu Romano pun, pria itu menggunakan pakaian normal dan tidak tampak seperti penguntit.
"Got it." Tim menekan tombol pause pada pria tinggi tegap yang menggunakan kaos polo warna kuning. Meskipun tidak terlalu jelas, gesture pria itu bukan seperti rakyat biasa. Dia berjalan dengan penuh wibawa. Dan, Tim seperti tidak asing dengan pria itu.
"Dimana aku pernah melihatnya? Apa dia salah satu anggota keluarga Wilson?"
__ADS_1
Jika itu benar salah satu kakak Julie, berarti saat ini Julie berada di Amerika.
Tanpa buang waktu lagi, Tim segera membereskan semua pakaiannya untuk menyusul Julie.