Be Honest

Be Honest
Mencari Informasi


__ADS_3

Tim kembali ke bawah, tepatnya ke tempat sauna tadi. Tim begitu kebingungan karena sampai saat ini dia belum bisa menemukan keberadaan orang yang mengikuti Julie. Sudah pasti orang itu begitu profesional sampai apa yang dia lakukan pun tidak terlacak. Pertama, soal Ban William. Sewaktu Tim mengecek, rekaman CCTV di tempat kejadian sudah hilang. Kedua, nomer telepon dan alamat pengiriman surat juga tidak dapat di lacak bahkan oleh master IT sekelas Edward.


"Sayang, kamu dari mana saja?" Emily berjalan sempoyongan ke arah Tim. Seperti biasa, dia bergelayutan manja pada Tim. Tim dapat mencium bau alkohol yang cukup menyengat dari badan Emily. Entah berapa banyak dia minum. "Katanya sebentar, kok lama banget sih?" rancu nya tidak jelas.


"Merepotkan saja mantan William ini." Tim menjauhkan kepala Emily yang bersandar pada dada bidangnya.


"Mantan? Kapan aku pernah berhubungan dengan mu?" Sekarang Emily mengira pria di depannya adalah William.


Tim menghela nafas kasar. Dia belum selesai menyelidiki masalah yang satu, kini timbul masalah yang lain. Sebenarnya, Tim tidak peduli pada Emily, tapi dia ingat tanggung jawab nya sebagai atasan. Akhirnya Tim memutuskan untuk membawa Emily ke atas. Dia menarik lengan Emily dengan kasar menuju ke dalam lift.


"Hey, kenapa kamu tidak memperlakukanku dengan lembut seperti Julie?"


"Karena tingkah mu membuat semua orang risih." jawab Tim. Dia tidak berharap Emily akan mendengarkannya, karena Tim hanya kesal saja dengan wanita itu. Tim berulang kali menahan badan Emily yang bagaikan tidak punya tulang kaki.


"Aku mual.." ucap Emily sambil menutup mulut dengan kedua tangannya.


"Jangan sekarang, nanti saja saat sudah berada di kamar mu." omel Tim. Dia berharap pintu lift cepat terbuka. Tim tidak tahan lagi dengan kelakuan Emily.


'Ting' begitu terbuka, Tim kembali menarik Emily menuju kamarnya. Tapi, masalahnya, Tim tidak tau tepatnya kamar Emily.

__ADS_1


"Hey, kamar mu di mana?"


"Kamar? Itu.." Emily menunjuk sebuah pintu dengan tulisan 208.


"Itu kamar Willy."


"Emmph.." Emily tampak tidak tahan lagi dengan rasa mualnya.


"Ya sudahlah, kamu ke kamar ku saja." Tim akhirnya membuka pintu kamarnya. Hal yang pertama dia lihat adalah ke arah ranjang, karena tadi dia meninggalkan Julie dan Willy di sana. Tapi, mereka sudah tidak ada di dalam. Apakah Julie sudah kembali ke kamarnya?


Emily langsung berjalan ke toilet. Tim merasa jijik dengan suara jackpot yang dikeluarkan Emily. Karena tidak ingin berdua saja di kamar, akhirnya Tim memilih untuk keluar. Dia harus pergi ke kamar Julie untuk memastikan wanita itu ada di sana.


Tim pergi ke kamar 207 di mana Julie dan Adel tidur. Tim menekan bel dan menunggu di depan dengan panik. Tidak lama pintu terbuka. Adel muncul dengan rambut berantakan.


"Apakah Julie ada di dalam?" Tim sedikit melongok kan kepala untuk melihat Julie.


"Ya, dia sudah tidur. Katanya anda tadi menyelamatkan Julie?"


"Ya.. Kamu tolong jaga dia malam ini." pesan Tim.

__ADS_1


Adel mengangguk. Dia kembali menutup pintu karena tidak ada lagi yang Tim bicarakan.


Sementara itu, Tim memutuskan untuk ke bawah lagi, dan minta untuk membuka kamar yang baru, sekaligus ada yang ingin dia tanyakan pada resepsionis.


"Selamat malam, Tuan.. apa yang bisa saya bantu?"


"Saya ingin mencari kamar kosong untuk malam ini."


"Bukanlah anda rombongan dari Indonesia?"


"Ya, tapi saya butuh satu kamar lagi."


"Baiklah. Mohon tunggu sebentar." Pelayan hotel tersenyum ramah pada Tim.


"Ahjussi, apa anda melihat seorang pria menggunakan topi dan masker hitam check in di sini juga setelah kami datang?" tanya Tim dengan bahasa Korea yang fasih.


"Anda bisa bicara bahasa Korea?" pelayan hotel itu tampak senang karena Tim bisa berbicara dengan bahasa mereka.


"Ya, sedikit." "Saya ingin tau karena teman saya itu tidak jelas. Apakah dia menyusul kami ke sini atau tidak." Tim mengarang sedikit cerita supaya Pelayan hotel itu memberikan informasi.

__ADS_1


"Ya.. dia datang. Dia ada di kamar 245, berbeda satu lantai dengan anda." "Ini, kunci anda."


"Terima kasih, Ahjussi." Tim menerima kartu yang di berikan Resepsionis. Kecurigaannya benar. Seseorang jelas, mengikuti mereka. Tim sudah mengantongi kamar milik orang itu. Sekarang dia hanya perlu mencari tau siapa orang yang mengikuti mereka. Apa dia yang mengunci pintu sauna sampai Julie pingsan seperti tadi?


__ADS_2