
Keadaan kantor Xpose berubah setelah 8 bulan Julie dan Tim pergi. Pernikahan William-Emily membuat heboh seluruh kantor. Tapi kehidupan mereka tidak berjalan dengan baik. William lebih suka menghabiskan waktu di kantor, padahal Emily sedang hamil tua.
Adel juga sudah pacaran dengan Niko. Niko mengakui perasaan nya pada Adel setelah Julie memberitahunya jika Adel akan berhenti kerja. Karena takut kehilangan Adel, akhirnya Niko buru-buru menembak Adel. Dan saat ini, mereka bagaikan ABG yang baru pacaran karena ke mana-mana berdua. Ya, meskipun Julie sudah memberikan Adel jam tangan yang mahal, Adel tetap menyimpannya sebagai tanda kenang-kenangan. Dia baru akan menjual jam itu jika sudah kepepet dan berhenti bekerja.
"Hey, bagaimana kabar teman mu itu?" tanya Niko seraya membukakan pintu mobil untuk Adel.
"Kita VC dia saja." ajak Adel. Dia juga sudah lama tidak berkomunikasi dengan Julie. Dia bahkan tidak tau di mana posisi mereka.
"Hai, Jul.. Tim.. bagaimana kabar kalian?" Adel melambaikan tangannya pada Julie dan Tim yang tampak bahagia dengan latar belakang pemandangan gunung.
"Kami baik di sini.. Kamu bagaimana dengan Niko?"
"Kami juga baik-baik, Jul." Jawab Niko karena Adel mengarahkan kameranya ke Niko.
"Kalian sekarang ada di mana?" tanya Adel kepo.
"Kami di Swiss. Kamu harus ke sini, karena di sini sangat bagus." Julie mengarahkan ponsel ke pemandangan di belakangnya.
"Sudah, Jul. Jangan pamer ke Adel, nanti dia minta liburan ke sana." teriak Niko.
Julie dan Tim tertawa. Niko bisa menjual mobil nya jika dia pergi traveling seperti mereka.
"Jual saja jam nya, Del. Beli lah rumah yang bagus dan juga mobil yang bagus. Sisanya untuk biaya pernikahan kalian." saran Julie. "Tapi, aku tidak tau apakah itu cukup, atau tidak."
"Ya ampun, Jul.. dengan uang itu kita bahkan bisa undang 10 kampung sekaligus." canda Adel. Dia jadi ingat betapa polosnya Julie waktu pertama kali mereka bertemu. Julie tidak dapat membedakan uang rupiah dengan baik.
"Ya, jangan lupa undang kami." Julie kembali tertawa.
__ADS_1
"Jul, aku senang sekali melihat kamu bahagia bersama Tim." ucap Adel tulus. Julie orang yang baik, jadi dia pantas mendapatkan pria yang baik seperti Timothy.
"Ya, dia begitu sabar menghadapi ku." bisik Julie supaya Tim tidak mendengar.
"Okey.. have fun kalian.. jangan lupa kabari kalau kalian berada di Indonesia."
Adel mematikan ponselnya. Dia kemudian menengok ke kursi kemudi, tepatnya pada Niko yang sedang bersenandung sendiri.
"Kenapa, beb? Kamu baru sadar kalau aku tampan ya?" Ucap Niko yang menyadari jika Adel terus menatapnya.
"Yee.. ge er banget sih.." "Kamu tampan, tapi kalau di lihat dari lubang sedotan." Ejek Adel.
'BRAK' Karena Niko yang tidak fokus menyetir, dia tidak sadar jika dirinya di tabrak dari belakang.
Adel terpentok dashboard, sedangkan Niko terkena stir. Mereka berdua sama-sama tidak sadarkan diri.
*
*
*
Adel tersadar. Dia melihat sekeliling ruangan. Saat ini, Adel berada di kamar hotel. Adel mencoba bangun meski kepalanya sakit. Dia baru ingat jika setelah bunyi keras, semua berubah menjadi gelap. Tapi, kenapa sekarang dia di hotel? Di mana Niko?
"Kamu sadar juga." seseorang menghampiri Adel.
Dia bertubuh tinggi besar, punya hidung yang mancung dan mata coklat.
__ADS_1
"Siapa kamu?" Adel beranjak dari ranjang dan memasang mode siaga. Sudah pasti orang ini berniat jahat karena dia tidak membawa Adel ke rumah sakit, malah membawanya ke hotel.
"Santai saja, Nona. Aku tidak tertarik dengan wanita sepertimu." ucap nya dengan nada mengejek.
"Mana pacar ku?"
"Pacarmu sudah aku amankan. Aku akan bebaskan bergantung dengan jawabanmu." Pria itu mendekat dan memepet Adel sampai ke dinding.
"Jangan macam-macam atau aku akan berteriak." ancam Adel.
"Silahkan saja. Kamar ini kedap suara. Jadi, sampai suaramu habis pun mereka tidak akan mendengar."
"Lalu, apa mau mu?"
"Cepat katakan, di mana Ana Wilson berada." "Maksud ku, Julie."
"Kamu siapa bertanya tentang Julie?"
"Julie itu adik ku."
"Pasti kamu ingin berbuat jahat kepadanya." tebak Adel.
Ekspresi pria itu berubah. Bagaimana Adel tau jika dia akan memaksa Ana untuk menikah dengan Romano?
Setelah mengetahui Ana masih hidup, Ny.Wilson bergerak dengan cepat. Dia menyuruh David untuk pergi mencari Ana sampai di Indonesia, karena GPS pada jam tangan itu menunjukan lokasi di tempat Adel.
"Cepat lah, aku tidak punya banyak waktu. Kamu harus beritahu di mana Julie atau aku akan bawa pacarmu ke America."
__ADS_1