BEJO

BEJO
TAWARAN UNTUK SHANTI


__ADS_3

Jam 11.45.


Bejo membuka matanya.


"Hoooaaammm....Jam berapa ini" ucap Bejo.


Bejo melihat jam tangannya.


"Asem....Gara - gara lembur jadi kesiangan aku bangunnya...


Bejo menyingkirkan Tangan Me Mei dan Shanti.Lalu Bejo bangun lalu turun.Bejo berjalan ke kamar mandi.


Me Mei membuka matanya,Lalu bangun.


"Shan...Banguuun..." ucap Me Mei sambil menggoyangkan tubuh Shanti.


"Masih ngantuk aku Mei..." ucap Shanti sambil merem.


"Lu gak ikut mengantar Bejo?" ucap Me Mei.


Me Mei membuka matanya lalu bangun.


"Hooooaaammm..... Badanku rasanya mau copot Meii.."ucap Shanti.


"Gimana gak mau copot,gempuran Bejo sangat hebat..." ucap Me Mei.


Mereka berdua turun,lalu ke kamar mandi.


Dokk....Dok...Dok....Suara pintu di gedor oleh Shanti.


"Aku lagi mandi kak..."suara Bejo dari dalam kamar mandi.


"Bukain Yank...Aku pengen mandi bareng. " ucap Shanti.


Bejo membuka pintu kamar mandi lalu mereka masuk.


Mereka mandi bareng,lalu bermain lagi didalam kamar mandi selama sejam setengah mereka keluar kamar mandi.


"Tadi Katanya badan lu terasa mau copot,kok tadi ikutan?" ucap Me Mei.


"He...He...He... He...Habisnya enak seh Mei..." ucap Shanti.


Setengah jam kemudian mereka di dapur.


Bejo membantu masak,Mereka hanya masak mie instan di campur telur dan sosis saja.


Setelah selesai makan,Me Mei dan Shanti pergi ke kamar tidur untuk dandan.


Bejo menunggu di ruang keluarga sambil mengecas hapenya.Karena tadi malam gak sempat ngecas keburu di serang oleh Shanti dan Me Mei.


"Cewek itu gak mandinya aja yang lama,dandan juga lama... Sungguh ribet... Kalau cowok tinggal pakai baju,celana,sisiran..sudah selesai tinggal cuss berangkat.." ucap Bejo dalam hati.


Hampir sejam Bejo menunggu,lalu Shanti dan Me Mei menghampiri Bejo yang sedang menonton tv


"Ayoo Yank...Kita berangkat." ucap Shanti.


Bejo menoleh.


"Wuuiiihhhh.... Sayang cantik sekali...." ucap Bejo. sambil berdiri.


"Iya donk sayang....EH..!!!. Tadi sayang bilang apa?" ucap Shanti.


"Sayang cantik sekali.." ucap Bejo.


"Kakak gak cantik ya Jo...?" ucap Me Mei cemberut.


"Kak Me Mei cantik juga Kok... Putri kerajaan saja kalah cantiknya dengan kakak.." ucap Bejo.


"Gombaall..." ucap Me Mei.


"Sayang bilang sayang padaku jadi pengen lagi aku yank..." ucap Shanti.


"Jiangkreek..." ucap Bejo dalam hati.


"Keburu sore Shanti....Nanti Ortu gue keburu datang..." ucap Me Mei.


Mereka pun berjalan keluar. Me Mei mengeluarkan mobilnya di dalam garasi.


Sedangkan Shanti dan Bejo menunggu di luar pagar rumah.


Hiukali tiba - tiba lewat dan berhenti didekat Bejo.


"Mau kemana Lu Jo..." ucap Hiukali.


"Mau ke rumah pak Bagas Bang..." ucap Bejo.


Bejo memgeluarkan 1 batang coklat lalu memberikan pada Hiukali.


"Neh Bang aku ada coklat untuk abang.." ucap Bejo.


"Gue gak suka coklat Jo...Yang suka coklat itu adek Gue..." ucap Hiukali.


"Ya kasihkan saja ke Ayu bang.." ucap Bejo.


"Oke thanks ya....Dan hati - hati di jalan" ucap Hiukali.


"Iya bang..."ucap Bejo.


Hiukali melanjutkan lagi jalannya untuk mengantar paket.


Mobil Me Mei sudah keluar,lalu Bejo membantu menutup pagar,kemudian mengunci,setelah itu mereka masuk dalam mobil.Bejo duduk di samping Me Mei.


" Jo...." ucap Me Mei sambil menyetir.


"Iya kak cantik.." ucap Bejo sambil melihat spion.


Bejo melihat mobil Rendy membuntuti dari belakang.


"Kamu jangan gegabah dalam bertindak,pikirkan dulu matang - matang. Sebab kakak dengar kamu mematahkan tangan Kevin dan Johan." ucap Me Mei.


"Kakak tahu dari mana?" ucap Bejo.


"Dari temanku... Mereka akan balas dendam karena tak terima perlakuanmu... Jadi Kakak mohon sama kamu jangan bertindak gegabah,kakak tahu kamu kuat. Tapi pikirkan orang - orang yang di sekitarmu. Takutnya kena imbasnya,dan posisimu sangat jauh dari teman - temanmu lalu kamu gak sempat menolong teman - temanmu atau orang yang kamu sayangi." ucap Me Mei.

__ADS_1


"Iya Kak...Kemarin itu aku kesal saja...Lagi makan di gangguin." ucap Bejo.


"kontrol emosimu sayang...Kalau gak kamu kontrol bisa celaka nanti dirimu dan juga orang - orang yang kamu sayangi juga bisa celaka.." ucap Shanti.


"Iya Kak...Aku akan mencoba mengontrol emosiku." ucap Bejo.


"Kalau kamu emosi....Tarik nafas dalam - dalam...Lalu buang perlahan... Tarik lagi baru buang perlahan.. Buang pikiran negatifmu.."ucap Me Mei.


"Siap kak...Makasih atas nasehatnya..." ucap Bejo.


"Iya.....Kakak menasehatimu karena kakak sangat sayang sama kamu. Jangan tunjukin ke orang lain,apa lagi di depan umum kekuatanmu itu." ucap Me Mei.


"Aku juga sayang sama kakak..." ucap Bejo.


"Adik pintar..." ucap Me Mei.


"Pintar coblosin lubang kakaknya sampai terkapar tak berdaya..." ucap Shanti.


"Huahahahahahahaha......Shanti dan Me Mei tertawa.


"Lah...Kakak sendiri yang minta di coblosin." ucap Bejo.


"Kalau Yeni gimana Jo?" ucap Me Mei.


"Yeni hanya menantang saja Kak... Aku gak berani..." ucap Bejo.


"Maksud sayang?" ucap Shanti.


"Dia pakai baju transparan Kak...kelihatan onderdilnya... Tapi dia gak seperti kakak..." ucap Bejo.


"Yeni Perkhossa Sayang?" ucap Shanti.


"Enggak kak..Hanya nantangin saja,tapi aku gak berani pegang..." ucap Bejo.


"Oke... Kakak percaya..." ucap Me Mei.


"Bulunya lebat gak sayang?" ucap Shanti


"Plontos kak...." ucap Bejo.


"Terus gunungnya gedean mana sama punyaku Yank?" ucap Shanti.


"Gak tahu...Kan aku gak ada pegang kak..Jadi gak tahu gedean yang mana..Punya Kakak atau Yeni.." ucap Bejo.


"Kalau di lihat kan bisa bedakan tanpa menyentuh Jo..." ucap Me Mei.


"Hemm....Sama Kak... Kalau hanya di lihat.cuman beda warna saja.." ucap Bejo.


Mobil Me Mei masuk ke perumahan.


"Hem.... Biasanya kalau masuk akademi militer itu akan tinggal di Mess sayang. Setahun sekali baru boleh pulang... " ucap Shanti.


"Masa seh Kak....!!!?" ucap Bejo tak percaya.


"Iya Jo... Karena dirimu akan di latih menjadi prajurit TNI yang hebat,serta memiliki kemampuan untuk melenyapkan musuh dengan setrategi yang pintar dan cerdik..Yang mana rumahnya Jo." ucap Me Mei.


"Yang itu kak rumahnya..." ucap Bejo sambil menunjuk.


Mobil Me Mei berhenti 3 meter dari rumah Bagaskara,lalu pintu pagar terbuka,


Satpam berlari ke arah Me Mei.


"Silahkan masuk Non....Di tunggu sama bapak.." ucap satpam.


"Sayang ada bilang kalau mau kesini?" ucap Shanti.


"Enggak ada kak... Ne hapeku belum aku hidupkan." ucap Bejo.


Mereka pun masuk kedalam.


Nampak ada Mobil Dinas milik pemerintah terparkir di halaman.


Sari yang melihat kedatangan Bejo datang menghampiri.


Mereka bertiga keluar dari mobilnya.


"Selamat datang Mbak Me Mei,mbak Shanti dan Mas Bejo..Saya Sari... Kalian di tunggu oleh ayah saya...." ucap Sari.


"Iya Kak...." ucap Me Mei dan Shanti.


"Iya mbak..." ucap Bejo


Mereka pun mengikuti Sari.


Sesampai di ruang tamu nampak Bagaskara memakai baju kaos putih berkerah,celana panjang. Ada 2 orang lagi,satunya memakai baju coklat muda berpangkat dan satunya memakai kaos merah celana Jins


"Nah... yang di tunggu - tunggu sudah datang..." ucap Bagaskara.


Bejo,Shanti dan Me Mei menyalami orang yang ada di ruang Tamu. Sedangkan Sari Naik ke lantai atas.


"Silahkan duduk...


"Perkenalkan... Namaku Bagaskara... Panggil saja pak Bagas...


"Yang ini (Bagaskara menunjuk orang memakai pakaian coklat muda) namanya Pak Arif, lalu yang Ini (orang kaos merah ) Pak Widodo. " ucap Bagaskara.


Shanti dan Me Mei nampak Tegang,karena mereka berpikir hanya memgantar Bejo di depan rumah Bagaskara lalu pergi,gak tahunya di suruh masuk dan sudah di tunggu oleh Bagaskara.


"Jangan tegang...Rileks aja...Anggap ini rumah kalian sendiri...


"Pak Arif.... Silahkan bapak sampaikan apa yang ingin di sampaikan. " ucap Bagaskara.


"Terima kasih pak Bagas....


"Sebelumnya kami minta maaf atas ketidaknyamanan ini,karena ini berhubungan dengan Mas Bejo,mbak Me Mei dan Mbak Shanti...


"Kemarin malam...Keluarga Kevin dan Johan datang ke kantor polisi menuntut Bejo untuk segera di tangkap karena telah mematahkan tulang putranya,kami menerima laporan itu lalu menindak lanjuti.


"Kami sudah selidiki dari beberapa saksi dan bukti di TKP,Hasilnya nak Bejo tidak bersalah hanya mendapat teguran saja. Mereka tak terima. Lalu pak bagas menelpon saya, meminta bantuan untuk mengawasi dan menjaga mas Bejo dan teman - teman mas Bejo. Takutnya mereka akan berbuat yang tidak - tidak..


Bejo hendak berbicara tapi di beri kode oleh bagaskara untuk diam.


"Beberapa orang suruhan keluarga Kevin dan Johan mendatangi tempat tinggal kalian. Kami sudah menangkap mereka,karena ada yang membawa senjata api secara ilegal....

__ADS_1


"Nanti kami akan mengawal kalian untuk pulang..."ucap Arif.


Bejo yang mendengar,langaung mendidih darah,ingin rasanya membunuh keluarga Kevin dan Johan.


Bejo mengangkat tangannya untuk minta izin bicara.


"Ya mas Bejo...Ada apa?" ucap Arif.


"Gimana kalau mereka aku habisin supaya mereka tak mengganggu teman - temanku" ucap Bejo marah dan emosi.


"Jo.... Ingat omongan kakak yang tadi..." ucap Me Mei #


"Ingat Kak..." ucap Bejo masih emosi. #


"Lakukan apa yang kakak bilang..." ucap Me Mei #.


Bejo lantas menarik nafas lalu membuang perlahan,menarik nafas lagi lalu membuang perlahan.


" Apakah kamu masih marah?" ucap Me Mei #


"Tidak Kak... Terima kasih ya Kak..." ucap Bejo#.


"Pak... Bejo ngomong apa sama Me Mei?" ucap Arif tak mengerti bahasa cina.


"Saya juga gak tahu...." ucap Bagaskara.


"Maaf.. Tadi saya bicara pada Bejo untuk mengontrol emosi Bejo.. Agar emosinya itu hilang. Sekarang Bejo tidak emosi lagi." ucap Me Mei.


"Oooo...Begitu..." ucap Arif dan Bagaskara.


"Kita ini berada di wilayah Hukum dan undang - undang mas Bejo.. Jadi gak bisa berbuat seenaknya saja.Kalau Mas Bejo nekat melakukan itu...mas Bejo akan di penjara karena melanggar hukum.Menyelesaikan masalah jangan sambil emosi,selesaikan dengan kepala dingin. Seandainya Mas Bejo menghabisin keluarga Kevin dan Johan. Keluarga lainnya akan menuntut balas dendam pada mas Bejo. Hidup mas Bejo tidak akan tenang. " ucap Arif.


"Iya pak... Maaf tadi aku emosi sekali." ucap Bejo.


"Nanti kami akan mengawal kalian pulang kerumah.." ucap Widodo.


Shanti dan Me Mei masih nampak tegang.


"Mbak Shanti dan Mbak Me Mei sudah kenal lama dengan mas Bejo?" ucap Bagaskara.


"Sudah lama Pak...." ucap Me Mei dan Shanti.


"Sayang gak sama mas Bejo?" ucap Bagaskara.


"Sayang pak..." ucap Me Mei dan Shanti.


"Jika kalian menikah hari ini mau gak?" ucap Bagaskara.


"EH....!!!?? Shanti dan Me Mei terkejut.


"Pak....Maaf neh sebelumnya...


"Kita memang sayang kepada Bejo,tapi tak harus menikah juga kan pak... Contoh Bapak dengan Bejo. Bapak sayang kan sama Bejo. Bila Bapak di suruh nikah dengan Bejo. Bapak mau gak?" ucap Shanti.


"Diampuutt.... Pintar sekali dia merangkai kata.." ucap Bagaskara.


Ha...Ha...Ha...Ha...Ha...Ha...Widodo dan Arif tertawa.


"Mas Bejo sungguh beruntung punya guru yang sangat pintar juga cerdas, dan sangat cantik.." ucap Arif memuji.


"Bapak bisa saja...Kan aku jadi malu..." ucap Shanti.


Bejo menyerahkan kantong kresek yang tidak ada isinya kepada Shanti.


"Ini kak kresek...Buat nutupin malu Kakak..." ucap Bejo.


Ha....Ha....Ha....Ha....Ha....Ha....Ha...Semua tertawa kecuali Bejo dan Shanti.


"Mbak Shanti..." ucap Bagaskara setelah orang - orang berhenti tertawa.


"Iya Pak." ucap Shanti.


"Mau lanjut kuliah lagi apa tidak?" ucap Bagaskara.


"Maaf pak..Saya gak punya biaya buat lanjutin kuliah." ucap Shanti


"Bapak akan membiayai mbak Shanti sampai Lulus..."ucap Bagaskara.


Nampak Shanti berpikir.


"Terima saja kak...Kesempatan itu jarang sampai dua kali loh." ucap Bejo.


"Mau pak..Mauuuu." ucap Shanti kesenangan akhirnya bisa melanjutkan kuliahnya di bidang kedokteran.


"Baiklah... Nanti siapkan berkasnya,biar bapak yang mengurus biayanya.." ucap Bagaskara.


Yati datang di dekat Bagaskara.


"Ndoro... Makanannya sudah siap..." ucap Yati.


"Iya Bi..." ucap Bagaskara.


"Mari Pak Widodo,Pak Arif,Mas Bejo,mbak Shanti dan Mbak Me Mei kita makan dulu...." ucap Bagaskara.


Mereka pun berjalan ke ruang makan keluarga.


Setelah sampai Mereka pun makan bersama.


Tak ada yang berani bicara saat makan.


Selang 30 menit mereka selesai makan.


"Maaf Pak Bagas... Kami langsung pulang.. Sebab orang tua saya akan pulang " ucap Me Mei.


"Iya.... " ucap Bagaskara.


Shanti dan Me Mei bersalaman ke Bagaskara. Lalu Arif dan Widodo.


Bagaskara dan Bejo mengantar mereka sampai di halaman. Mobil Me Mei dibawa oleh Widodo,sedangkan Me Mei dan Shanti naik mobil Arif. Lalu Mereka menjalankan mobilnya.


Tin....Tiiin.... Suara klakson


Mereka melambaikan tangan ke arah Bagaskara dan Bejo.

__ADS_1


Bagaskara dan Bejo membalas melambaikan tangannya.


-


__ADS_2