
"Kalau ada apa - apa hubungi aku..." ucap Bejo.
"Siaap Bos..." ucap para pasukan Elit.
Mereka pun berjalan ke dalam Goa.
"Kenapa Kang Mas masuk lagi? Kan kemarin sudah..." ucap Yeni.
"Ada satu cabang lagi yang belum aku masukin dek..." ucap Bejo.
"Ooo... Begitu...." ucap Yeni.
"Kak...." ucap Indah.
"Iya Indah..Ada apa?.."ucap Bejo.
"Kakak mendapat penempatan tugas di mana?" ucap Indah.
"Di Kalimantan tapi belum sempat kesana malah nyasar di sini..." ucap Bejo.
"Kenal Kamsono gak kak?" ucap Indah.
"Kamsono...??? dia tinggal di mana ?" ucap Bejo.
"Dia tinggal di Kebayoran lama,dia salah satu pengajar di Akademi militer itu,Kata Kamsono seh kenal sama Kak Bejo.." ucap Indah.
"Ooo...Kamsono itu... Iya aku kenal,Sempat aku kerjain dia waktu di hutan.Dia siapamu Ndah." ucap Bejo.
"Pacarku Kak...." ucap Indah.
"Oalah...Pacarmu ta..." ucap Bejo.
"Buseett... Berarti dia selingkuh dari Indah..." ucap Bejo dalam hati. Sebab Bejo pernah melihat Kamsono bermesraan dengan cewek lain,lalu Bejo mengerjai Kamsono,dengan melemparkan sarang lebah ke Kamsono yang sedang mojok di semak - semak yang agak jauh dari kemah. saat melatih para taruna - taruni di hutan.. Besoknya Kamsono libur tak ikut melatih,karena badannya bengkak di sengat lebah.
Kembali ke cerita.
Mereka sudah sampai di lorong goa satunya,Mereka berhenti karena ada kerangka tulang belulang manusia tertancap panah.
"Tunggu di sini... Sebab aku merasa di sini ada jebakan..." ucap Bejo.
"Hati - hati Kang mas..."
"Iya Mas..."
"Siap Boss...."
"Hati - hati Kak..."
Bejo mengeluarkan pedang katana lalu berjalan sambil memperhatikan dinding goa .
Kaki Bejo menginjak tali,Tiba - tiba muncul Panah melesat ke arah Bejo.
Wuuusshh....Wuuusshh....Wuusshh....
Bejo dengan sigap menangkis anak panah tersebut menggunakan pedangnya.Ada beberapa mengenai Bejo,tapi panah itu tak dapat melukai bejo.
"Sial... Ternyata jebakannya memakai pemicu tali,aku sedikit lengah tak memperhatikan bawah." ucap Bejo.
Mereka yang melihat Bejo jadi dag dig dug.
Bejo menandai tali tersebut dengan pita merah . Lalu berjalan perlahan. Ia melihat ada tali lagi,Lalu memberi tanda. Sambil mengambil cincin ruang di kerangka tulang.
Tak terasa Bejo berada di ujung goa itu.
Terdapat sebuah tulisan yang terukir di dinding.
CAHAYA MENERANGI KEGELAPAN.
AGAR MANUSIA TIDAK SELALU DI DALAM
KEGELAPAN.
MENGALAH BUKAN BERARTI KITA KALAH.
JANGANLAH MUDAH TERTIPU APA YANG
KAMU LIHAT.
HITAM BISA MENJADI PUTIH ,PUTIH BISA MENJADI HITAM.
"Hemm...Apa maksud tulisan ini ya.." ucap Bejo.
"Kang Mas.." suara Yeni di radio.
"Iya Dek..Kalau mau kesini,jangan injak tanda pita merah,sebab ada tali pemicu yang bisa mengeluarkan panah." ucap Bejo.
Bejo meraba - raba dinding go'a. ia merasakan ada angin yang keluar dari sela - sela Batu dan ada beberapa bulatan ke dalam.
"Hem.... Neh Sepertinya pintu,tapi mana tombolnya ya..." ucap Bejo sambil meraba - raba mencari tombol ,ia berpikir pintu itu terbuka melalui tombol rahasia.
Tak lama kemudian rombongan Yeni datang.
"Jalan buntu ya Mas..?" ucap Novita.
"Ini ada pintu,tapi aku gak tahu tombol bukanya.." ucap Bejo.
Di dekat mereka ada beberapa batu bulat pipih dan terdapat ukiran.
Yeni menyenteri tulisan pada dinding tersebut,kemudian mengamati.
Novita duduk di batu bulat pipih.
Yeni melihat Novita menduduki batu itu menjadi penasaran,sebab bentuknya sama dengan yang ada di dinding. tapi beda ukurannya.
"Kang Mas... Sepertinya ini batu buat buka pintunya deh." ucap Yeni.
Bejo berjalan ke batu - batu tersebut.
"Asem.... Kirain ini batu buat tempat duduk saja" ucap Bejo dalam hati. Lalu Bejo membawa batu - batu itu ke dekat lubang dinding Goa,lalu meletakkan ke dalam lubang tersebut sesuai ukurannya.
Bejo mengeluarkan tangga lipat,karena ada beberapa lubang letaknya agak tinggi.
Pluk..... Batu terakhir masuk.
Tiba - tiba dinding Goa bergetar. Bejo dengan sigap turun dari tangga.
Dinding Goa terbuka lebar Menyerupai pintu,Tingginya 3 meter dengan lebar 4 meter.
Muncul cahaya saat pintu itu terbuka.Cahaya itu sampai keluar goa.
"WAAAAHHH.......!!!! Mereka takjub melihat isi dalam goa tersebut, Ada sebuah altar berbentuk persegi,Di altar itu ada perhiasan,Uang koin emas,Pedang,tombak dan ada peti mati di samping altar. Obor menyala yang menempel di dinding goa. Ada Batu bentuknya oval seperti telur di tiap sudut altar.
Ruangan itu berukuran 20 X 6 meter.
Mereka pun masuk kedalam.
"Jangan ada yang menyentuh harta itu.." ucap Bejo.
"Boss... Kita bisa kaya Bosss. ." ucap Muhtar.
"Iya Kaya...Tapi ini bukan milik kita... Tuh yang di dalam peti mati yang punya..." ucap Bejo.
"Mbah... Boleh minta hartanya...." ucap Jali.
"Boleh...Silahkan Ambil..." ucap Jali mengubah suaranya.
"Diaampuut......" ucap Bejo.
Yeni nampak membungkukkan badannya ke peti mati sampai 3 kali.
"Ayo kita membungkuk 3 kali,untuk menghormati yang ada di dalam peti mati itu.." ucap Bejo.
Mereka pun membungkukkan badannya tiga kali.
Tiba - tiba muncul suara tanpa wujud.
"Siapa yang mengijinkan kalian masuk..?" suara tanpa wujud.
"EH.....!!!??? Mereka terkejut.
"Jangan ada yang keluar... Jali...Muhtar...Jaga pintu,Jangan ada yang keluar... Sebab Diluar ada jebakan." ucap Bejo.
__ADS_1
"Siap Bos..." ucap Jali dan Muhtar.
"Di luar tidak ada tanda larangan masuk,jadi kita gak bersalah bila kami masuk ....."ucap Bejo.
Muncul wujud seorang kakek - kakek di atas peti mati.
"Jangan ada yang bergerak...." ucap Bejo. Ia takut rombongannya ada yang lari keluar lantas menginjak jebakan.
"Oh iya... Aku lupa..Maklum aku sudah tua,umurku sudah 2 juta tahun lebih." ucap Kakek # tersebut.
"Haaaaaah........!!!!?? 2 Juta tahun..????.." ucap Mereka serempak #.
"Iya...Umurku sudah 2 juta tahun,aku hanyalah Roh... Kutinggalkan sedikit serpihan jiwaku yang tertinggal di dalam peti matiku.Aku menunggu seseorang yang bisa masuk dalam ruanganku dan aku gak bisa berlama - lama di sini... Ambillah semua yang ada..Dan ingat..Bunuhlah yang pantas di bunuh jika orang itu berbuat kejahatan.Bejo Hadi Kusumo...Aku serahkan peninggalanku padamu.Jaga dan rawat mereka" ucap Kakek # tersebut lalu menghilang.
"Eh.....!!??" Bejo terkejut kakek itu mengetahui namanya.
"Tungguuuuuu....." ucap Sari #
Yeni mendengar Sari bisa bicara bahasa china menjadi heran,sebab ia tahu Sari tak bisa bahasa china.
Nampak Jali dan Muhtar berkomunikasi dengan teman - temannya.Menayakan perihal cahaya yang keluar dari dalam goa.
"Mbak Sari,bisa bahasa China..?" ucap Yeni #.Memastikan pendengarannya tidak salah.
"Enggak bisa... Kenapa emangnya?" ucap Sari belum menyadarinya #.
"Lah itu bisa...." ucap Yeni.
"Masa seh... " ucap Sari belum sadar.
Bejo menjadi heran dan penasaran,lalu mengeluarkan buku array untuk memastikan.
"Coba mbak baca ini buku.." ucap Bejo untuk memastikan.
Sari pun membacanya.
"Nah itu bisaa...!" ucap Yeni.
"EH....!!! Iya....Kok aku jadi bisa ya.." ucap Sari keheranan.
Lantas Bejo memberikan Buku itu pada yang lainnya. Mereka bisa membaca buku tersebut.
"Kang Mas... " ucap Shanti
"Iya Dek...." ucap Bejo.
"Apakah kakek itu yang mengirim kita kesini?" ucap Shanti.
"Bukaan Yank..Wajahnya gak mirip,cuman rambutnya saja yang sama - sama putih.." ucap Bejo.
"Kok dia tahu nama lengkap Kang Mas?" ucap Yeni Heran.
"Nah itu dia membuatku bingung... Mau aku tanyakan tadi.malah kabur gitu aja...Gak sopan..." ucap Bejo.
Bejo dan yang lainnya mendekati harta karun.
Bejo mengambil salah satu pedang yang tergeletak. Lalu membukanya.
"Hem.... Pedang Berlian....." ucap Bejo.Lalu Bejo memasukkan dalam cincin ruang.
"Kita bawa ini semua,lalu kita bagikan..." ucap Bejo.
Bejo memasukkan semua harta benda tersebut,Setelah itu ia melibat batu oval.Lalu ia menghampiri batu itu sambil mengamati.
"Itu telur apa batu ya...?? Apakah ini yang aku jaga dan rawat...
".Ambil sajalah..." gumam Bejo.
Setelah itu mereka keluar dari ruangan itu.Begitu mereka keluar,pintu itu kembali tertutup. Batu yang menempel nampak menyatu,tak ada celah sedikitpun.
Bejo melihat tali jebakan sudah hilang.
selang 20 menit kemudian mereka sampai di tenda.
"Melina...Apakah Stevan sudah sembuh.." ucap Bejo #. Ia mencoba apakah yang tak ikut bisa bahasa cina atau tidak.
"Sudah mendingan Kak..." ucap Melina#
"Eh....!!!!?? Bejo terkejut. Melina bisa bahasa Cina.
Mereka semua berkumpul.
"Ada apa Kang Mas..." ucap Shanti.
"Apa kalian ingat saat cahaya dari ruangan itu muncul?" ucap Bejo.
"Iya " ucap mereka yang ikut dalam goa.
"Cahaya itu menyebabkan kalian bisa bahasa cina..." ucap Bejo.
"Masa seh Bos..?" ucap Wira.
"Kamu tinggal dimana Wir..." ucap Bejo#.
"Di cikampek Bos... Kenapa Bos...?" ucap Wira.
"Tuh bisa... Tadi aku bicaranya pakai bahasa Cina Arip prawira" ucap Bejo.
"Oh iya.... Aseeek... Jadi aku bisa cari cewek di sini..." ucap Wira kesenangan.
"Kira - kira Cantik -cantik gak ya cewek di sini..." ucap Choki.
"ya pasti cantik atuh Chok... Mungkin kecantikannya melebihi kekasihmu itu...Kecuali Nenek - nenek" ucap Muhtar.
Mereka akhirnya menyadari bahwa mereka bisa bahasa Cina,padahal mereka tak pernah belajar bahasa cina. Ada rasa senang dan juga sedih,Senang bisa bahasa cina dan sedih tak bertemu keluarga dan teman - teman di Bumi.
Lalu Bejo mengeluarkan isi cincin yang ia dapat,hanya uang logam,Pakaian, pil pemulih energi dan penyembuh tingkat rendah saja,Lalu membagikan harta yang tadi di dapat serta memberikan cincin ruang pada orang yang belum memiliki cincin ruang.Para pasukan Elit mendapatkan sebuah pedang,Yeni dan Tang Seng juga mendapatkan pedang.
"Besok kita lanjutkan perjalanan, " ucap Bejo.
"Siap Bosss....." ucap mereka serempak kecuali Tang Seng.
"Aku tak menduga itu bisa terjadi di dunia ini... Syukurlah mereka bisa bahasa cina..Jadi mereka tak kerepotan untuk berkomunikasi jika bertemu dengan orang asing." ucap Tang Seng dalam hati.
Tang Seng keluar tenda hanya untuk makan dan ke kamar kecil dan berolah raga,selebihnya ia bersemedi untuk memingkatkan energi Qi nya.
---***---
Jam 19.20
Bejo duduk dalam tenda bersama Yeni,Shanti,Sari dan Novita.
Bejo mengeluarkan 4 buah batu yang bentuknya seperti telur.
Mereka mengamati ke empat telur tersebut.
"Ini telur apa batu ya...?" ucap Bejo.
"Hem..... Telur dinosaurus ini Mas..." ucap Novita.
"Bisa jadi.... " ucap Bejo.
Lalu ia teringat lagi tentang cerita kultivator.
"Coba kita sama - sama mengalirkan Qi pada telur ini, Seperti yang ada dalam cerita yang aku baca.Soalnya di dalam cerita telur - telur ini akan menetas bila di aliri Qi." ucap Bejo.
Mereka pun mengalirkan Qi pada telur tersebut.
Selang 30 menit kemudian,tak ada tanda - tanda perubahan pada ke empat telur tersebut.
"Energiku habis Kang Mas..." ucap Yeni.
"Sama.....Aku juga..." ucap Bejo.
"Berarti salah itu Ganteng..." ucap Sari.
"Ya sudahlah.... Nanti aku pikirkan cara menetaskannya. Bila gak bisa juga tak buat ganjal saja ini batu" ucap Bejo.
Mereka pun duduk semedi menyerap energi Qi untuk memulihkan energi Qi mereka.
Sejam kemudian energi Qi mereka terisi penuh.Bejo memasukkan kembali telur - telur itu kedalam cincin.
__ADS_1
"Kang Mas...Kita nikah sekarang yuk.."ucap Yeni.
"Heeeeh......!!!??Bejo terkejut
"Aku gak mau menunggu sampai kita bisa kembali ke bumi,Keburu tua ." ucap Yeni.
"Terus siapa yang menikahkan kita?" ucap Bejo bingung.
"Para pasukan elit bisa tuh Kang Mas..." ucap Yeni.
"Hem...Kita harus bertemu dengan warga di sini... Lalu kita menikah.. Bagaimana?" ucap Bejo.
"Hem.... Sayang masukin dulu gimana...Habis itu kita nikah.." ucap Yeni.
"Sayang kesambet apaan seh? " ucap Bejo.
Sari dan Shanti memegang lengan Bejo.
"Kalian mau apa?" ucap Bejo heran sikap Sari dan Shanti.
"Kang mas diam saja ya....."ucap Yeni.
Yeni melepas celana Bejo.
"Asem.... Aku kok seperti mau di perkhosa ya.." ucap Bejo dalam hati.
"Dek Novi...Tolongin nah..." ucap Bejo.
"Adek gak bisa mas..." ucap Novita.
Nampak burung Bejo keluar dari sarangnya.
"Burung Kang mas gede banget.." ucap Yeni.
"Kok jadi panjang ya...Terakhir aku lihat gak seperti itu.." ucap Shanti salam hati.
Novita hanya diam saja melihat aksi Kakaknya,Shanti dan Yeni.
Yeni melahap burung Bejo,Perlahan Burung Bejo mengeras.
Bejo menikmatinya.Sebab sudah lama ia tak merasakannya.
"Kalian sudah janjian?" ucap Bejo.
"Iya..." ucap Shanti dan Sari.
"Diampuut...Ternyata mereka telah merencanakannya... " ucap Bejo dalam hati.
Yeni melepas pakaiannya,lalu melanjutkan melahap burung Bejo.
Bejo di rebahin oleh Shanti dan Sari.
Lubang Yeni telah basah.Lalu ia berdiri Kemudian menenpatkan ujung kepala burung Bejo di lubangnya,kepala burung itu masuk sedikit.
Lalu Yeni menekan ke bawah sambil menahan rasa sakit dan suaranya.
Breeettt..... Kepala burung menabrak sesuatu.
Baru seperempat yang masuk,Yeni menghentikan sementara. Tak lama kemudian,ia melanjutkan lagi menggerakkan pinggulnya naik turun. Perlahan burung Bejo amblas semua di dalam lubang Yeni.
"Sekarang Kang Mas resmi resmi menjadi suamiku dan Kang mas jangan bergerak." ucap Yeni.
"Iya sayang...." ucap Bejo.
"Asem.... Mana ada ceritanya jika Nge***t begini jadi istri" ucap Bejo dalam hati.
Yeni menaik turunkan pinggulnya sambil menahan suara dheshahannya . Lubang Yeni mengikuti gerakannya. Suara Yeni samar - sama terdengar keluar.
Shanti melepas pakaiannya,Lalu ikut bergabung.
Sari merasakan lubangnya basah melihat Yeni menikmati Burung Bejo.
Setengah Jam kemudian Yeni ambruk lemas.. Karena berulang kali lubangnya mengeluarkan cairan.Lalu ia menyingkir.
Plop... Suara burung Bejo terlepas dari cengkraman lubang Yeni.
Nampak ada Darah bercampur cairan di Burung Bejo.
Shanti naik di badan Bejo,lalu memegang burung Bejo setelah itu menempatkan ujung kepala burung di tempat lubangnya.
Blesh....
"Burungnya Kang Mas kok jadi panjang dan besar begini.." ucap Shanti merasakan burung Bejo berbeda dari sebelumnya di dalam lubangnya.
"Gak tahu aku Dek..." ucap Bejo.
Perlahan Shanti menggerakkan pinggulnya.Akhirnya Burung Bejo amblas seluruhnya.
Sari melepaskan pakaiannya lalu menaruh lubangnya di mulut Bejo.
"Beneran di perkhossa aku..." ucap Bejo dalam hati menikmati Burungnya keluar masuk dalam lubang Shanti.
"Ya ...Terus Mas... Jilatin lubangku" ucap Sari lirih menikmati lidah Bejo.
15 menit kemudian Shanti melepaskan Burung Bejo.Lalu Bejo merasakan Burungnya menyentuh lubang,ia tak dapat melihat,karena terhalang. Bejo merasakan burungnya seperti masuk dalam lubang Yeni yang sempit tadi,lalu menabrak sesuatu.
"Kok bersegel?? Jangan - jangan...." ucap Bejo dalam hati.
Sari pindah tempat. Bejo melihat Novita di atas tubuhnnya.
"Novita.....!!!??" Seru Bejo tak percaya apa yang ia lihat.
"Iya Mas...." ucap Novita.
"Kenapa kamu melakukannya...?" ucap Bejo.
"Karena adek suka sama Mas..." ucap Novita.
Novita menggerakkan pinggulnya perlahan.
Tiba - tiba ada suara dheshahan dari luar.
Yeni memakai Selimut lalu keluar dari Tenda untuk memeriksa.
Nampak Indah dan Zeni tak berpakaian sedang di kerubungi Prajurit elit yang tak tidak berjaga, Mereka bergiliran menggarap Indah dan Zeni.
"Oooo...Jadi mereka main juga...Tapi gak kan kubiarkan kalian menyentuh suamiku." ucap Yeni dalam hati.
Yeni kembali ke tenda, Ia melihat Novita bergerak naik turun sambil mendhessah,Novita tak lagi menahan suaranya,karena di luar Indah dan Zeni juga mengeluarkan suara dheshahan.
Tak lama kemudian muncul juga suara Dheshahan dari tenda lain.
"Buseet dah... " ucap Bejo dalam hati.
25 menit kemudian Novita ambruk karena lemas.
"Mas...Masukin dong..." ucap Sari yang berbaring di samping Bejo.
Novita melepaskan Burungnya Bejo,Nampak noda darah keluar dari lubang Novita.
Bejo Bangkit,lalu Shanti membersihkan burung Bejo memakai tissu,lalu melahapnya sebentar.
Bejo mengarahkan tepat di lubang Sari yang sudah licin.
Blessh... Breett.....Bejo merasakan menabrak dinding tipis.
Sari menahan rasa sakitnya. Perlahan Bejo mengerakkan pinggulnya.Hingga mentok menyentuh dasar lubang.
Rasa sakit yang di rasa Sari perlahan hilang di gantikan rasa nikmat yang belum pernah ia rasakan.
30 menit kemudian,Bejo selesai menggarap Sari,lalu Yeni minta di sodok lagi.
Tak terasa jam 3 pagi.
"Aku mau keluar..." ucap Bejo yang sedang menggarap Novita.
"Di dalam saja mas... Adek aman kok " ucap Novita.
Bejo mengeluarkan cairannya.
"Kang Mas sungguh hebat,bisa melayani kami berempat.." ucap Sari.
__ADS_1
"Iya dong.... Kalian juga hebat kok..." ucap Bejo.
Mereka kemudian tertidur,tanpa sehelai benang. Hanya selimut yang menutupi tubuh mereka.