
*Note.Tanda pagar # khusus Bejo dan rombongannya yang memakai bahasa cina.*
3 orang mengendarai Kuda menuju kerajaan Langit dengan cepat. Mereka adalah Bejo,Jali dan Qian Lie Han.
Tak terasa mereka sudah menempuh 30 Km kemudian mereka berjalan pelan agar kudanya tak kelelahan.
"Tuan... Apakah tidak berbahaya jika kita hanya bertiga saja..." ucap Qian Lie Han .
"Tidak...Apa yang anda takutkan jika kita bertiga?" ucap Bejo #.
"Aku takut kita di sergap oleh gerombolan Srigala yang di pimpin Srigala emas." ucap Qian Lie Han.
"Tenang Saja.... Kami bisa mengatasinya..." ucap Bejo #
Bejo melihat jalan yang di laluinya begitu mudah,lalu ia kepikiran menggunakan sepeda montor trail.
"Berhenti dulu...." ucap Bejo#.
Mereka pun berhenti.
"Ada apa tuan...?" ucap Qian Lie Han.
"Apakah perjalanan selanjutnya itu medannya sama seperti yang kita lalui tadi?" ucap Bejo #.
"Iya sama...." ucap Qian Lie Han.
Bejo mengeluarkan drone kecil,dan hape dari cincin ruangnya.
"Benda apa yang di pegang oleh Bejo...." ucap Qian Lie Han dalam hati memperhatikan benda asing.
Kemudian Bejo menerbangkan Drone itu. Ia melihat ke layar hape untuk memantau kondisi sekitar yang akan di lalui.
"EH.....!!!??? Bisa terbang....." ucap Qian Lie Han dalam hati terkejut.
"Kita pakai montor trail saja bro... Biar lebih cepat... Jika pakai kuda kasian kudanya..." ucap Bejo pada Jali.
"Aku seh ngikut aja Bos..." ucap Jali.
Bejo menurunkan dronenya.Lalu ia turun dari kuda setelah itu mengeluarkan 2 unit sepeda montor beserta 1 Helm full face dan 2 Helm biasa yang ada kaca pelindungnya.
"Benda apa itu tuan?" ucap Qian Lie Han penasaran dengan montor Trail yang di keluarkan oleh Bejo.
"Ini namanya Kuda Besi.." ucap Bejo #.
"Ooo...Kuda Besi..." ucal Qian Lie Han.
"Kita tinggalkan saja kuda ini di sini...Kita naik Ini..." ucap Bejo #.
Qian Lie Han turun dari kudanya,kemudian berjalan mendekati sepeda montor. Ia memperhatikan bentuknya lalu menyentuhnya.
"Apakah ini di tarik dengan Kuda?" ucap Qian Lie Han.
"Tidak... Oh iya... Apakah di sana ada yang jual Kuda? Kalau ada berapa harganya" ucap Bejo#.
"Ada tuan... harganya 300 keping emas. " ucap Qian Lie Han.
"Hem...Uangku hanya 7245 keping emas... cukuplah..." ucap Bejo dalam hati.
"Oke...
"Kita tinggalkan Kuda ini di sini...." ucap Bejo#.
Mereka mengikat kudanya.
"Dek Sari...." ucap Bejo memanggil Sari lewat Radio.
Qian Lie Han celingukan mencari seseorang .
"Iya Kang Mas,ada apa?...." suara Sari.
"Kuda aku tinggal di sejauh kurang lebih 32 Km ..Kita naik montor kesana..." ucap Bejo.
"Bejo mengobrol dengan siapa?" ucap Qian Lie Han dalam hati penasaran karena ia melihat tak ada lawan bicaranya,temannya Bejo hanya diam.
"Oke Kang Mas...Hati - hati di jalan..." suara Sari.
"Broo... Keluarkan granat 4 buah,taruh di balik baju..." ucap Bejo.
"Siapp.. Bosss.." ucap Jali.
Mereka mengeluarkan granat lalu menaruh di balik baju.
Bejo memakai Helm biasa,Setelah itu ia memakaikan Helm biasa pada Qian Lie Han.lalu Bejo naik sepeda montor. Jali yang memakai helm full face.
"Mari duduk di belakangku" ucap Bejo # pada Qian Lie Han.
Qian Lie Han nampak kebingungan. Jali menghampirinya lalu memberi contoh.
Setelah itu Qian Lie Han mengikuti apa yang di contohkan Jali.
"Pegangan..." ucap Bejo.#.
Bejo menyalakan sepeda montor,begitu juga dengan Jali.
"EH....!!!??? Qian Lie Han terkejut.
Lalu Bejo dan Jali menjalankan montor tersebut.
Qian Lie Han melompat dari montor karena terkejut Benda itu bisa jalan sendiri tanoa di tarik kuda.Ia lalu jatuh terguling - guling.
Bejo dan Jali mengerem.
"Kenapa turuun....?" ucap Bejo #.
"Maaf... Aku terkejut.. Mengapa Benda itu bisa jalan sendiri tanpa di tarik kuda...? " ucap Qian Lie Han. sambil berdiri.
"Dasar wong ndesooo..." ucap Jali.
"Ini kita yang menjalankan,bukan jalan sendiri... Ayoo Cepat naik...Keburu malam..." ucap Bejo #.
Qian Lie Han naik kembali ke montor.
"Tunjukkan arahnya..." ucap Bejo.#.
"I..Iya Tuan..." ucap Qian Lie Han memeluk erat tubuh Bejo.
"Gak usah takut.... Jangan lompat lagi,kalau lompat nanti di terkam sama Srigala yang lewat.."ucap Bejo #.
Bejo dan dan Jali menjalankan kembali montornya.
"Ini memakai Mesin.... " ucap Bejo #sambil mengendarai montor.
Qian Lie Han yang awalnya takut kini tidak merasakan takut.Lalu ia memberikan arah jalan,karena dirinya hapal jalan tersebut.
"Apakah di tempat tuan memakai Kuda Besi?" ucap Qian Lie Han.
"Iya... " ucap Bejo #.
Bejo memacu sepeda montor tersebut sangat cepat dan gesit,ia memghindari pepohonan .
"Benda ini sungguh hebat... Aku akan berkunjung ke Indonesia untuk membeli kuda Besi ini..." ucap Qian Lie Han dalam hati.
Tak terasa mereka sudah berjalan selama 5 jam,Mereka berhenti di bawah Pohon.
"Jangan turun..." ucap Bejo#.
__ADS_1
Bejo mengeluarkan 2 Jerigen berisi Pertamax,Lalu memberikan 1 jerigen pada Jali.
Mereka mengisi tangki BBM.
"Itu air apa tuan?" ucap Qian Lie Han.
"Ini namanya bahan bakar,kalau Kuda biasa bahan bakarnya kan dari rumput.. Nah kalau kuda Besi bahan bakarnya ya Ini namanya Bensin.." ucap Bejo #.
Bejo mengeluarkan 2 biskuit ,2 botol air minum dan 2 permen kopiko dari cincin ruangnya.
Bejo memberikan 1 biskuit, 1 botol air minum dan 1 permen kopiko pada Qian Lie Han.
Setelah mereka makan dan minum,mereka melanjutkan lagi perjalanan.
Saat matahari sudah tenggelam,Mereka tetap meneruskan perjalanan.
"Mengapa kuda Besi Ini bisa mengeluarkan cahaya Tuan?" ucap Qian Lie Han.
"Karena ada lampunya..." ucap Bejo #.
AAAAUUUU......Suara lolongan Srigala.
Bejo mengambil granat dari balik bajunya.
"Jangan kaget nanti ada bunyi ledakan..." ucap Bejo#.
"Ledakan apa tuan..." ucap Qian Lie Han.
Bejo menggigit Pin granat lalu melempar ke samping kiri. Ia melakukan itu supaya Srigala yang di dekat mereka pergi menjauh karena mendengar suara ledakan.
Wuuuut.... Tak...Tak. Granat itu menggelinding.
BOOOOMM........ Granat itu meledak.
"EH....!!!?? Qian Lie Han terkejut,tapi tak sampai ia melompat dari montor. Karena sebelumnya sudah di beritahu,jika tidak maka dirinya akan melompat dari sepeda montor.
Wuuuttt....Tak...Tak.... Granat menggelinding.
BOOOMMM........
Jali pun mengikuti Bejo,ia melemparkan granatnya..
BOOOMM.....
Srigala yang di dekat mereka mendengar suara ledakan yang sangat nyaring segera menyingkir.
BOOOOMMM...
Mereka bergerak sepanjang malam.
Tak terasa mereka melihat cahaya lampu obor dari kejauhan.
"Apakah itu Desa...?" ucap Bejo.#.
"Benar tuan...." ucap Qian Lie Han.
"Apakah masih jauh lagi?" ucap Bejo.. #.
"Masih 1 hari lagi tuan..." ucap Qian Lie Han
Bejo mematikan Lampu,Jali juga mematikan lampunya,ia memakai kamera malam untuk melihat .
Begitu jaraknya 50 meter dari gerbang desa ia turun. Lalu memasukkan ke dua sepeda montor Trail ke dalam cincin ruang beserta Helm.
"Kita masuk gerbang desa itu,lalu nanti kita keluar di gerbang desa yang satunya.." ucap Qian Lie Han.
"Ooo... Begituuu..." ucap Bejo #
"Kita masuk Desa dek.. Tapi kita hanya lewat.." ucap Bejo.
Tak lama kemudian mereka sampai di gerbang Desa.
Nampak 2 orang berjaga di gerbang desa tersebut.Desa itu di kelilingi pagar terbuat dari pohon yang di tebang.
"Wuuiiihh... Keren... Ada yang ngeronda... Maling mah gak bakalan bisa masuk..." ucap Bejo dalam hati.
"Berhenti,Tunjukkan Identitas kalian.." ucap salah satu penjaga Gerbang.
Qian Lie Han memgeluarkan plat Identitasnya. Lalu menyerahkan kepada petugas jaga gerbang.
Petugas jaga memeriksa plat tersebut,lalu memgembalikan plat identitas kepada Qian Lie Han.
"30 keping perak....
Bejo mengeluarkan 3 keping emas lalu memberikan pada petugas jaga gerbang.
"Kebanyakan ini Tuan..." ucap Penjaga gerbang.
"Ambil saja... Itu rejeki buat kalian..." ucap Bejo#
"Terima kasih banyak.....
"Buka gerbangnya..." ucap Penjaga gerbang kepada temannya.
Pintu gerbang di buka.
Krriiiiiiiieeetttt..... Suara pintu Gerbang.
Rombongan Bejo masuk.Mereka melihat kuda terikat. Muncul sebuah ide di kepala Bejo.
Bejo menghampiri penjaga gerbang.
"Maaf Tuan... Boleh kami pinjam kudanya untuk ke gerbang satunya.. Sebab kami terburu - buru." ucap Bejo pada petugas jaga gerbang.
Nampak petugas jaga berpikir.
Bejo mengeluarkan 100 keping emas.
"Kami hanya pinjam sampai di gerbang,tidak sampai keluar gerbang,saya akan beri anda 100 keping emas.. " ucap Bejo #.
"Baiklah....Silahkan... Tapi jangan sampai keluar desa ini..." ucap petugas jaga gerbang.
Bejo memberikan 100 keping emas pada petugas jaga.Lalu mereka menaiki 3 kuda tersebut,kemudian memacu kuda itu.
Bejo melihat suasana desa itu mirip di Film cina yang ia tonton di hapenya.
Tak lama kemudian mereka sampai di gerbang desa satunya.
"Permisi... Ini kuda milik teman kalian yang kami pinjam yang ada di gerbang sana.." ucap Bejo #.
"Taruh saja di sana..." ucap petugas jaga gerbang.
Mereka menaruh kuda itu.
"Kami ingin keluar Tolong bukakan pintunya..." ucap Bejo.#.
Petugas jaga membuka gerbang,Lalu Mereka keluar dari desa tersebut.
Mereka berjalan sejauh 70 meter,lalu mengeluarkan Sepeda montornya.
"Apakah anda mengantuk?" ucap Bejo # bertanya pada Qian Lie Han.
"Sedikit..." ucap Qian Lie Han.
Bejo mengeluarkan minuman kratingdaeng 3 kaleng dan 6 Sosis siap makan,lalu memberikan pada Qian Lie Han dan Jali.
__ADS_1
Mereka Makan dan meminum minuman tersebut.
"Meskipun aneh,tapi rasanya sangat enak..." ucap Qian Lie Han dalam hati merasakan Sosis dan minuman Kratingdaeng.
"Oh iya Tuan... Sebelum Kita masuk desa,Tuan berbicara pada siapa?" ucap Qian Lie Han.
"Aku berbicara pada istriku menggunakan alat " ucap Bejo #.
"Ooo... Begitu.." ucap Qian Lie Han.
Bejo mengeluarkan kaca mata untuk melihat malam hari dari cincin ruangnya,
"Ini adalah alat untuk melihat secara jelas ketika malam hari,meskipun tak ada cahaya sinar bulan.." ucap Bejo.
"Bisa lihat tanpa sinar bulan? " ucap Qian Lue Han.
Bejo memakaikan alat itu pada Qian Lie Han.
"EH.....!!!?? Iya tuan... Aku bisa lihat... " ucap Qian Lie Han terkejut,karena bisa melihat dengan jelas.
Lalu mereka melanjutkan perjalanan lagi.
Jalan yang mereka lalui sangat lebar,Bisa muat 2 mobil. Mereka melaju di tengah malam tanpa penerangan.Sebab Bejo takut ada orang melihat cahaya dari sepeda montor .
"Mereka ini manusia atau apa? Biasanya 4 hari memakai kuda.. Ini tak sampai satu hari sudah mau sampai..Belum lagi Benda asing yang mereka pakai. Selalu membuatku penasaran. Bahkan mereka bisa melihat di tempat gelap menggunakan benda ini" ucap Qian Lie Han dalam hati.
Sejam kemudian mereka akan Sampai di gerbang pintu masuk menuju kerajaan.
Bejo kuat tidak tidur selama 3 hari 3malam bila menjalankan misi yang sangat berbahaya,Karena selama pendidikan di akademi Militer,Bejo selalu di latih oleh para staf ABRI yang profesional,Sehingga Bejo berhasil melakukan serangkaian Ujian dengan nilai sangat memuaskan.
"Bejo memasukkan sepeda montornya kedalam cincin ruang,di ikuti dengan Jali,Lalu melepaskan kamera malam yang di pakai Qian lie Han.Lalu mereka berjalan kaki.
"Bos... Bos sudah sampai mana?" ucap Ponijan Telepati.
"Masuk gerbang menuju kerajaan Broo.." ucap Bejo telepati.
"Aku ikut boleh gak Bos..." ucap Paijo telepati.
"Kalau bisa jangan... Jika kekuatanmu masih lemah..." ucap Bejo telepati.
"Baiklah... Kekuatanku memang masih lemah Bos..." ucap Paijo telepati.
"Mereka akan melihat hanya anda saja yang berjalan sendirian,Jadi anggap saja Anda berjalan sendirian..Apa anda mengerti..?" ucap Bejo#.
"Maksud tuan apa?" ucap Qian Lie Han belum paham.
"Aku menggunakan jurusku untuk masuk kedalam,jadi yang terlihat hanya anda saja,dan anda jangan menoleh kebelakang. " ucap Bejo #.
"Ooo.. Begitu..Baiklah aku paham" ucap Qian Lie Han.
Bejo memegang pundak Jali.
"Jangan bicara ya Broo.." ucap Bejo.
Jali menganggukkan kepalanya.
Penjaga melihat 1 orang berjalan kaki di tengah malam keheranan.
"Berhentiii.... Tunjukkan identitasmu.....
Qian Lie Han mengeluarkan Identitasnya lalu memberikan pada petugas jaga.
"10 keping Emas biaya masuk .....
Qian Lie Han mengeluarkan 10 keping emas lalu memberikan pada petugas jaga.
"Ternyata benar,hanya aku saja yang mereka lihat,mereka tak melihat Bejo dan anak buahnya.." ucap Qian Lie Han dalam hati. Ia tak berani menoleh kebelakang.
Petugas jaga menerima lalu mengembalikkan Identitas Qian Lie Han .
"Buka gerbangnya....." ucap Petugas jaga.
Mereka pun masuk kedalam.
"Hem.... Rupanya di sini temboknya dari batu yang di susun,"ucap Bejo dalam hati melihat tembok pagar tersebut.
Ketika jarak 80 meter dari gerbang
"Penginapan ada dimana..?" ucap Bejo # lirih.
"Ada di sebelah sana tuan..." ucap Qian Lie Han sambil menunjuk arah.
"Kita ke penginapan,pesan saja satu kamar..Hemmm 2 hari.." ucap Bejo#
"Baik tuan..." ucap Qian Lie Han.
Tak lama kemudian mereka sampai di penginapan.Penginapan ada 3 lantai.
Bejo diam memperhatikan Qian Lie Han.
"Penginapannya terbuat dari kayu,aku pikir di cor..." ucap Bejo dalam hati.
Lalu Qian Lie Han membayar sewa selama 2 hari.Setelah itu mereka berjalan ke kamar tidur.
Qian Lie Han membuka pintu kamar,Lalu Mereka masuk.
Bejo menampilkan wujudnya.
"EH....!!!??? Qian Lie Han terkejut tiba - tiba Bejo dan anak buahnya muncul.
"Maaf... Aku memgengagetkan anda..." ucap Bejo.
"Iya... Gak Apa - apa tuan..." ucap Qian Lie Han.
"Hem...Jangan panggil aku tuan terus.. Panggil saja Namaku..." ucap Bejo#.
"Baiklah Bejo....Kita sekarang ngapain?" ucap Qian Lie Han.
"Untuk sementara kita tidur dahulu... Kita berdua tidur di bawah.. Anda tidur di tempat tidur.." ucap Bejo #.
Bejo Mengeluarkan karpet buat alas tidur,Lalu bantal dan selimut .
"Jangan keluar tanpa sepengetahuanku ya Broo. Ini aku mau tidur.. " ucap Bejo telepati pada Ponijan Dan Paijo.
"Siap Bos..." ucap Ponijan dan Paijo telepati.
Mereka pun tidur..
Baru 20 menit terlelap tiba - tiba suara Shanti terdengar di telinga Bejo.
"Kang Mas... " suara Shanti.
"Iya Dek ada apa." ucap Bejo lirih.
"Dia berbuat ulah..." suara Shanti.
"Dia ?? siapa yang buat ulah itu dek...?" ucap Bejo.
"Ayu... Dia nyariin Kang Mas... Dia gak percaya kalau Kang Mas pergi ke kerajaan langit" suara Shanti.
"Bius saja Dek... Aku istirahat dulu ya,soalnya baru sampe,." ucap Bejo.
"Siap Kang Mas... Selamat tidur.. Emmuaaachhh.." suara Shanti.
Bejo memejamkan mata lagi,lalu tertidur.
__ADS_1
-