BEJO

BEJO
APES YANG KE DUA KALI DAN SERANGAN MONSTER.


__ADS_3

"Saya hanya ingin mengatakan mengapa putri Liu Yi Fei di usir dari pulau ini" ucap Bejo#.


"Karena putriku melanggar peraturan,orang yang keluar dari pulau ini tak boleh kembali lagi" ucap Xi Wei Tang.


"Putri Liu Yi Fei keluar pulau dalam keadaan gawat karena mencari obat.. Apakah tak ada keringan hukuman untuk dia?" ucap Bejo#.


Bejo melihat air mata menetes di pipi Xi Wei Tang.


"Tidak ada.. Peraturan dari leluhur harus di patuhi dan di jalankan,tidak ada toleransi ataupun keringan hukuman..." ucap Xi Wei Tang.


Xi Wei Tang nampak tegar,tapi di hatinya merasa sakit karena harus berpisah dengan putrinya. Demi menjaga peraturan Leluhur mereka.


"Jangkreeek... Siapa seh yang membuat peraturan itu..." ucap Bejo dalam hati,ia mencoba agar Liu Yi Fei tetap berada di kerajaan Es.


"Baiklah... Tapi ada hal yang lebih penting. Yaitu segerombolan monster sedang menuju kemari.." ucap Bejo#.


"APAAAAAA.....!!!??? ucap semua orang yang hadir di ruangan tersebut terkejut.


"Apakah yang kau ucapkan itu kebenaran?" ucap salah satu mentri.


"Iya.. Aku tidak berbohong. Sekitar 24 dupa para monster itu akan tiba di sini..." ucap Bejo#.


"Bagaimana ini yang mulia Ratu... Yang kita khawatirkan benaran terjadi..." ucap mentri yang lain.


Nampak Xi Wei Tang berpikir.


"Kami bersedia membantu,tapi dengan syarat Liu Yi Fei dan yang lainnya tidak di keluarkan dari pulau ini..." ucap Bejo#.


Nampak para bawahan Ratu Xi Wei Tang saling berbicara satu sama lain.


"Berapa jumlah monster yang datang kemari ?" ucap Xi Wei Tang.


"Aku tak tahu pasti yang mulia Ratu.. Mungkin 500 ribu atau bisa jadi lebih dari itu..." ucap Bejo#.


"Bagaimana kalian membantu,sedangkan kalian saja tak punya energi Qi " ucap Mentri lainnya yang belum pernah melihat Bejo dan rombongannya.


Bejo mengarahkan auranya ke orang tersebut.


Nampak orang itu mengeluarkan seteguk darah akibat terkena aura Bejo karena tak kuat menahan serangan aura dari Bejo.


Bejo menarik kembali auranya.


Orang yang di sampingnya nampak terkejut melihat temannya memuntahkan darah.


"Mereka mempunyai Phoenix pasti bisa mengatasinya..


"Iya betul itu.. Aku setuju dengan dia,Sebab kekuatan kita tidak cukup untuk menghadapi gerombolan monster itu...


"Yang mulia Ratu... Saya setuju dengan penawaran tuan Bejo itu...


"Iya kami juga setuju yang mulia Ratu..


Mereka pun setuju dengan syarat yang di ajukan oleh Bejo.


"Baiklah... Aku terima persyaratanmu tuan Bejo...


"Lalu... Langkah apa yang kau ambil untuk menghadapi gerombolan monster itu.." ucap Xi Wei Tang.


"Aku akan memanggil pasukanku..." ucap Bejo#.


"Pasukanmu? Ada dimana mereka ?" ucap Xi Wei Tang.


"Ada di suatu tempat yang sangat jauh. Yang mulia Ratu tidak perlu memikirkannya. Kita harus segera menyelamatkan warga dahulu,agar mereka tak di serang,sebelum terlambat. Karena waktu kita tak banyak.." ucap Bejo#.


Mereka pun mengkuti ucapan Bejo,Xi Wei Tang memerintahkan bawahannya untuk mengungsikan penduduknya ke kerajaan ES.


Bejo keluar dari ruang singgasana bersama rombongannya.


Nampak Liu Yi Fei di hampiri oleh salah satu jendral,jendral itu memberi tahu bahwa yang mulia Ratu menangguhkan hukuman tersebut.


Bejo berjalan bersama rombongannya,ia mencari tempat yang cocok untuk membuat array teleportasi ke pulau melayang.


Bejo menemukan tempat yang cocok untuk membuat array teleportasi,yaitu sebuah tembok yang tingginya 7 meteran.


Huan Qin Fei memperhatikan Bejo dari jauh.


"Apa yang dia buat ya?" ucap Huan Qin Fei penasaran.


Bejo mengucapkan mantra dalam hati sambil menggerakkan jari dan tanganya.


Muncul sebuah diagram dan tulisan kuno. Kemudian simbol itu menempel ke dinding.


Bejo membuat dua array yang berbeda,agar pasukan Lebah bisa keluar lewat array yang satunya.


"Aku akan pergi ke istana lebah,kalian tetaplah di sini dan berjaga agar array ini tidak ada orang yang menghancurkan,bila hancur maka aku tak bisa kembali....." ucap Bejo.


"Siap boss...." ucap para anak buah Bejo.


"Kang mas...Aku ikut.." ucap Yeni.


"Aku hanya sebentar saja yank...Nanti akan ada jutaan lebah keluar dari array ini..." ucap Bejo.


"Hem....Baiklah...." ucap Yeni.


Bejo merapalkan mantranya,nampak diagram array teleportasi bercahaya,lalu Bejo berjalan ke array tersebut.


Rombongan Bejo melihat Bejo menghilang saat masuk ke dalam tembok. Lalu cahaya diagram array itu meredup.


Nampak Yeni mengeluarkan kertas array pelindungnya,kemudian menempelkan ke udara. Mereka berjaga depan belakang tembok tersebut.


----***---


Di dalam array teleportasi.


Bejo berjalan di sebuah lorong,lorong itu mengeluarkan cahaya seperti bintang di langit.


"Jadi begini ya kalau berjalan melewati array teleportasi..." ucap Bejo dalam hati.


Setelah 5 menit berjalan,Bejo melihat cahaya terang di ujung lorong.


Begitu Bejo keluar dari array,ia melihat Mei Lisa sedang tidur sambil memeluk sebuah foto.


"Sungguh kasian dia... Sepertinya dia cinta mati sama aku..." ucap Bejo dalam hati.


Bejo berjalan mendekati Mei Lisa.


Mei Lisa merasakan ada seseorang yang mendekat lalu ia membuka matanya sambil mengeluarkan auranya,kemudian ia terbangun,. Ia melihat seorang manusia bertopeng dengan rambut putih menghampiri dirinya Lalu ia menyerang pemuda bertopeng tersebut.


Mei Lisa mengeluarkan puluhan jarum sengat lebahnya.


Wuuush...Wuuusshh...Wuuusshh... Wuussh....


"Waaasssuuuuu..." umpat Bejo sambil terduduk karena menerima serangan aura dari Mei Lisa.Ia tak bisa bisa menghindar serangan jarum sengat tersebut.


Jleb.....Jleb....Jleb....Jleb...


Bejo terkena serangan jarum sengat tersebut,jarum itu menembus kulit Bejo..

__ADS_1


"Jangkreeeek......."umpat Bejo merasakan kesakitan saat jarum sengat itu menembus kulitnya.


Mei Lisa melesat maju untuk memukul kepala pemuda tersebut.


Lalu Bejo mengeluarkan mahkota raja lebah dari cincin ruangnya.


Jarak kurang Lebih 1 cm Mei Lisa menghentikan serangannya. karena Ia terkejut ketika melihat mahkota Raja lebah yang di pegang pemuda ada di depannya.


"Dari mana kamu dapatkan mahkota itu wahai manusia busuk..." ucap Mei Lisa tetap mengeluarkan auranya sambil menyelidik.


Uhuuuk.... Uhuuuk... Bejo memuntahkan darah dari mulutnya.


"Ini aku Bejo ...." ucap Bejo #


"Bejo...???


"Aku tak percaya kalau kau itu Bejo... Kau apakan suamiku....." ucap Mei Lisa marah...


"Mei Lisaa... Aku ini beneran Bejo.." ucap Bejo #.


Bejo membuka topengnya.


Uhuuuk....Uhuuuk....Uhuuuk... Bejo kembali memuntahkan darahnya.


"EH....!!!??? Mei Lisa terkejut saat pemuda itu mengetahui nama pemberian dari Bejo,dan melihat wajah yang sangat familiar , Kemudian ia menarik kembali auranya.


Mei Lisa segera mencabut jarum sengatnya lalu memeluk Bejo.


"Maaaf sayang...Maafkan aku.. Aku tak tahu jika itu dirimu..." ucap Mei Lisa sambil meneteskan air matanya,karena merasa bersalah menyerang Bejo.


"Iya gak apa - apa... Maaf aku baru bisa menemuimu..." ucap Bejo#.


"Hampir aja aku mati di tangan dia...Ini adalah yang ke dua kalinya,jika yang ke tiga mungkin aku akan tewas" ucap Bejo dalam hati.


Mei Lisa menyeka darah yang menempel di mulut Bejo.Lalu mencium pipi Bejo.


Emmmuaaach....... Emmuaachhh...


"Aku merasa bahagia sekali dirimu kembali kesini sayang..." ucap Mei Lisa.


"Aku butuh bantuanmu ... Akan ada serangan monster datang menyerang.. Kami tak sanggup melawannya..." ucap Bejo#.


"Baik sayangku,aku akan membantumu..." ucap Mei Lisa.


Bejo mengeluarkan pil pemulih Qi.Lalu menelan pil tersebut.


Glek....Gleek...Gleek...


"Untung saja aku masih sempat mengeluarkan mahkota itu,jika tidak aku akan mati...


"Nyesal aku buat array teleportasi di dalam kamarnya. Mending aku buatnya di luar saja jika tahu akan begini jadinya.." ucap Bejo dalam hati.


Setelah pulih,Bejo mengaktifkan elemen cahayanya untuk mengobati luka luar dan luka dalam.


Mei Lisa kemudian mengeluarkan suara agar semua Lebah berkumpul di halaman istana.Lalu memakaikan mahkota Raja di kepala Bejo.


"Mari sayang... Kita keluar..." ucap Mei Lisa.


Bejo dan Mei Lisa kemudian keluar dari kamar menuju halaman istana.


Bejo terkejut saat berada di luar. Ia melihat ribuan batu cahaya menghiasi istana tersebut,sebelumnya Bejo tak pernah keluar pada malam hari saat pertama kali di pulau melayang.


Nampak para pasukan Lebah memberi hormat pada Bejo dan Mei Lisa.


"Aku butuh bantuan kalian untuk menumpas monster yang datang menyerang di kerajaan ES.. Aku akan mengirim kalian memakai array Teleportasi." ucap Bejo#.


Bejo berjalan ke sebuah tembok istana,Lalu mengucapkan mantra dalam hati sambil menggerakkan jari dan tangannya.


Bejo mengeluarkan batu energi sebanyak 10 buah lalu meletakkannya di dekat array teleportasi. Bejo lakukan itu agar array itu terus terbuka.


"Kalian bisa masuk lewat array ini..


"Di sana banyak manusia,jangan kalian bunuh." ucap Bejo#.


"Baik yang mulia Raja..." ucap para pasukan lebah.


Sedangkan yang tak bisa bicara hanya mengeluarkan suara khasnya.


Bejo memghampiri Mei Lisa.


"Ayo kita berangkat sekarang..." ucap Bejo#.


Mei Lisa memegang lengan Bejo,lalu berjalan ke arah Array teleportasi.


Bejo mengaktifkan array teleportasi,diagram itu bercahaya,lalu Bejo masuk di ikuti pasukan Lebah.


"Asem...Malah nempel kyak perangko saja... Kalau Yeni lihat gimana neh" ucap Bejo dalam hati sambil berjalan.


Bejo hendak melepaskan tangan Mei Lisa tapi ia teringat jika butuh bantuan, tapi kalau gak segera di lepas yang ada Yeni akan marah.


"Aku harus apa coba kalau di hadapi situasi seperti ini" ucap Bejo dalam hati.


Tak lama kemudian Bejo melihat cahaya,lalu Bejo keluar dari array teleportasi.


Yeni melihat ratu Lebah menggandeng Bejo nampak marah. Lalu menghampiri Bejo.


"Lepaskan tanganmu dari tangan suamiku..." ucap Yeni#.


"Aku tak mau... " ucap Mei Lisa cuek.


Yeni kemudian melayangkan pukulan,tapi Mei Lisa menyerang duluan dengan auranya.


Yeni terduduk karena tak kuat menahan auranya Mei Lisa. Lalu memuntahkan seteguk darah.


Pasukan Elit hendak menyerang namun keburu Bejo berkata #.


"Hentikan....."


Mei Lisa menarik kembali auranya.


"Jangan serang istriku...." ucap Bejo#.


Bejo menghampiri Yeni,pegangan Mei Lisa di lengan Bejo terlepas.


"Kang mas...Dia jahat.. Dia menyerang dengan auranya..." ucap Yeni.


"Iya.. Maaf ya sayang...


Bejo memapah Yeni untuk berdiri.


"Oh iya yank.. Bukain arraynya donk,karena di belakangku banyak pasukan Lebah hendak keluar..." ucap Bejo.


"Oke... Tapi aku gak mau di nempel seperti tadi.." ucap Yeni.


"Iya sayangku...Cintaku..." ucap Bejo.


Yeni melepas array pelindungnya.

__ADS_1


Para pasukan Lebah keluar dari array teleportasi satu persatu.


Prajurit yang melihat ada puluhan manusia lebah nampak terkejut.


"Apaaaa.....!!!??? Manusia lebah....!!


Lalu di susul para lebah lainnya. Hingga Langit kerajaan es tertutup oleh pasukan Lebah.


Semua orang melihat banyak lebah melayang di udara nampak ketakutan.


"KALIAN JANGAN TAKUT,LEBAH ITU ADALAH PASUKANKU.."ucap Bejo # memakai Qi.


Semua orang yang mendengar suara Bejo tak lagi ketakutan.


"Dari mana datangnya Lebah ini...


"Ukurannya sangat besar sekali,berbeda dengan lebah yang aku temui...


"Iya.. Sekali sengat bisa mati.Lihat tuh jarum sengatnya.. Besar sekali...


---***----


Di ruang singgasana Ratu es.


Seorang prajurit datang mengahadap ke Xi Wei Tang.


"Mohon maaf yang mulia ratu, di langit di penuhi oleh Lebah raksasa,ada pula yang berbentuk seperti manusia..." ucap prajurit tersebut.


"APAAAA!!!!??? semua orang terkejut,lalu bergegas keluar untuk melihatnya.


Setelah sampai di luar,mereka sangat terkejut.


"Dari mana Lebah - lebah ini?" ucap Xi Wei Tang heran dan penasaran.


"Hamba dengar,itu adalah pasukan tuan Bejo yang mulia ratu." ucap prajurit jaga.


"Dimana Bejo sekarang?" ucap Xi Wei Tang.


"Ada di sana yang mulia Ratu..." ucap prajurit jaga.


Xi Wei Tang kemudian melesat ke arah temoat di mana Bejo berada. Jarang 10 meter dari Bejo,ia melihat ada sebuah mahkota melekat di kepala Bejo dan seorang wanita yang juga memakai mahkota.


"Apakah Bejo seorang Raja?" ucap Xi Wei Tang dalam hati.


Lantas Xi Wei Tang berjalan menghampiri Bejo.


---***---


"Sial... Jika tak ada istrinya maka aku bisa menempel terus.." ucap Mei Lisa dalam hati.


"Kenapa kang mas biarkan dia menempel?" ucap Yeni.


"Gimana ya yank... Aku itu bingung,Aku butuh bantuannya.Mau melarang... Aku sungkan,gak di larang nempel terus kayak perangko." ucap Bejo sambil menggaruk - garukkan kepalanya meski tak gatal.


"Sial... Aku tak paham apa yang mereka bicarakan..." ucap Mei Lisa dalam hati


"Apakah kang mas sempat bercinta dengan dia?" ucap Yeni.


"Enggak yank... Suwer di samber gledek.. Aku gak bercinta dengan dia tadi.." ucap Bejo sambil mengangkat 2 jari membentuk angka V.


Xi Wei Tang bersama para pengawalnya sudah sampai di tempat Bejo.


"Maaf .. Apakah para lebah ini adalah pasukan tuan ?" ucap Xi Wei Tang.


"Benar yang mulia ratu... Para lebah ini adalah pasukanku" ucap Bejo#.


"Dan aku adalah Ratu lebah..." ucap Mei Lisa.


"Jadi.....???


"Tuan selama ini adalah Raja Lebah...?" ucap Xi Wei Tang.


Xi Wei Tang pernah membaca sebuah buku,yang isinya menceritakan pulau melayang,salah satunya adalah Lebah raksasa.


"Benar yang mulia Ratu.. Aku adalah Raja Lebah.." ucap Bejo #.


"Apakah tuan berasal dari pulau melayang?" ucap Xi Wei Tang untuk menyakinkan.


"Iya... Aku berasal dari pulau melayang..." ucap Mei Lisa.


Deg..... Jantung Xi Wei Tang rasanya hendak copot.


"Salam hormat yang mulia Raja dan yang mulia Ratu,maaf... Kami tidak tahu jika anda adalah seorang penguasa." ucap Xi Wei Tang.


"Iya... Salammu aku terima,jika saja suamiku tak melarangku untuk membunuh manusia,sudah aku bunuh kalian dari tadi karena tak sopan denganku.." ucap Mei Lisa.


"Sadiis rek cewek ini....." ucap Bejo dalam hati.


Jali menghampiri Bejo.


"Bos..... Para monster itu sudah hampir tiba ke sini.." ucap Jali.


"Oke....


"Kalian di sini saja.. Jangan ada yang keluar" ucap Bejo.


Bejo kemudian melesat ke atas.Lalu mengeluarkan teropongnya.




"Jangkreek..... Banyak betul monsternya.. Untung aku punya pasukan lebah.." ucap Bejo dalam hati melihat jumlah Monster yang bergerak ke arah kerajaan Es.


Bejo melihat para Monster itu membawa senjata. Yang paling depan adalah gerombolan manusia badak dan Srigala.


Bejo menyimpan kembali teropongnya.


"DENGARKAN AKU WAHAI PASUKANKU... DI SANA ADA MONSTER YANG SEDANG MENUJU KEMARI..AYOO KITA HABISI MEREKA..." ucap Bejo # memakai Qi.


"Broo kemarilah..." ucap Bejo menelepati Kakashi.


Kakashi melesat ke arah Bejo.


"Perbesar tubuhmu..." ucap Bejo.


Kakashi memperbesar tubuhnya,lalu Bejo hinggap ke punggung Kakashi.


"Phoenix.....!!!??? Mei Lisa terkejut melihat ada burung Phoenix melayang di udara.Lalu ia melesat ke arah Bejo.


"Rajaku... Dari mana burung Poenix ini" ucap Mei Lisa penasaran.


"Dari Jatinegara.... Ayo kita berangkat" ucap Bejo#


"Jatinegara????" ucap Mei Lisa bingung dengan nama daerah tersebut.


Pasukan elit Bejo sebagian naik ke tembok,lalu mengeluarkan senjata apinya.

__ADS_1


Nampak para monster itu bergerak sangat cepat,ada pula yang lambat,kini para monster itu sudah berada di jarak 500 m dari kerajaan ES.


"MAJUUUUUU......." ucap Bejo memakai Qi sambil maju menyerang.


__ADS_2