BEJO

BEJO
RAJA KERAJAAN LANGIT TEWAS


__ADS_3

Bejo melihat 4 titik hitam melayang di langit,Lalu Bejo mengarahkan teropongnya ke arah 4 titik hitam tersebut.


"EH......!!!??? Bejo terkejut saat melihat 4 titik tersebut.


Nampak 4 orang melayang ,salah satunya wanita,Pakaian Mereka hitam bergaris biru. Rambut mereka bewarna hitam semua.


"Siapa ya mereka...


Bejo penasaran dengan ke empat sosok tersebut.


"Kalau mereka ikut menyerang.. Aku akan membunuh mereka" ucap Bejo dalam hati.


Bejo mencoba melihat tingkat kultivasi ke 4 orang tersebut.


"Siaalll....


".Kalau dari jauh aku tak bisa melihat tingkat kultivasinya." ucap Bejo dalam hati dongkol. Sebab Bejo tadi mencoba melihat tingkat kultivasi 4 orang tersebut,tapi hasilnya nihil


sosok yang melayang itu lantas melesat pergi menjauh.


"Broo... Gantikan posisiku" ucap Bejo pada Muhtar yang berdiri di sampingnya.


"Siap Bos..." ucap Muhtar


Bejo melesat ke arah perguruan gunung emas .


Tak lama lama kemudian Bejo sampai. ia menghampiri pasukan yang siaga.


"Ayo kita kepung mereka..." ucap Bejo #.


"Siap tuan Muda..." ucap para pasukan gabungan.


"Elang 2 ,Elang 4,Elang 6 ,Elang 7..Segeralah ke posisi penyergapan." ucap Bejo # .


"Siap tuan muda " suara Para pemimpin pasukan.


Bejo dan pasukannya turun melewati jalan rahasia,agar tidak di ketahui oleh musuh.


40 menit kemudian Mereka Berada di posisinya masing.


Pasukan kerajaan Langit di kepung 3 penjuru ,mereka tak mengetahui keberadaan pasukan Bejo,Karena melewati Parit yang Lebarnya 3 meter kedalaman 2 meter,Lalu parit itu di tutupin kayu lalu Kain kemudian tanah di dekat pasukan musuh berada.


Begitu di dekat pasukan Musuh,mereka menuju posisinya yang telah di tentukan oleh Bejo.


Bejo melihat pasukan Musuh menggunakan teropongnya.


"Hem...


"Kalian datang kesini ramai - ramai...


"Jangan harap kembali pulang dengan selamat." ucap Bejo dalam hati melihat pasukan musuh Berbaris rapi menunggu komando Jendral mereka.


"Persiapkan panah kalian" ucap Bejo#.

__ADS_1


Para pasukan menyiapkan anak panahnya.


"Serang...."ucap Bejo#.


Pasukan pemanah melepaskan anak panahnya.


Wuuusshh....Wuuusshh....Wuuuusshhh....


Wuuusshh....Wuuusshh....Wuuuusshhh....


Wuuusshh....Wuuusshh....Wuuuusshhh....


Bejo melihat dengan teropongnya nampak pasukan yang semula berbaris rapi tiba - tiba mereka terkejut melihat Ribuan anak panah melesat ke arah mereka dari segala penjuru.


Mereka tak menyangka akan di serang oleh perguruan gunung emas.


Trang....Traang....Traang... Traanng... Suara pedang beradu dengan anak panah.


Pasukan sniper Bejo juga tak mau ketinggalan,Mereka menembaki para pasukan musuh dari kejauhan.


Aaaaaa......


Aaaaaaa.....


Aaaaa.....


Teriakan pasukan yang terkena panah.


"LINDUNGI YANG MULIA....."Teriak salah satu Jendral sambil menghalau serangan panah menggunakan Pedang, di saat ia menahan serangan dengan menebas anak panah,tiba - tiba kakinya terasa sakit. Ia melihat sekilas kakinya berdarah tapi tak ada panah yang menancap.


Tak lama kemudian dadanya terasa sakit. Kemudian ia roboh lalu meregang nyawa.


Pasukan musuh yang awalnya berjumlah 1.400 orang kini tersisa 400 orang.Mereka mengelilingi tenda sang Raja.


Pasukan Bejo menampakkan dirinya sambil menyerang dengan panah dan pisau terbang.


Pasukan musuh yang tersisa nampak kewalahan memghadapi serangan tersebut.


Satu persatu tewas terkena serangan.


****


Dalam tenda Raja.


"Yang mulia...Kita terkepung..." ucap Sang Jendral.


"Iya aku tahu... Mau gimana lagi..Nasi sudah menjadi bubur... Lebih baik aku mati saja.." ucap sang Raja sambil melihat pasukannya tewas satu persatu.


Array yang di pasang menahan serangan panah.


Sang Raja mengeluarkan batu komunikasinya.


"Aku gagal... Mereka memiliki seseorang yang ahli strategi perang" ucap Sang Raja.

__ADS_1


***


Bejo Maju melesat ke arah pasukan musuh yang tergeletak menuju tenda Raja di ikuti pasukannya.Ia mengayunkan pedang kayunya menebas kepala musuh yang tak berdaya.


Crasssh...Craaasshh...Crassh.....


Tak lama kemudian Bejo berdiri 20 meter dari tenda sang Raja.


Tenda itu masih di kelilingi 30 prajurit.


"MENYERAH ATAU KAMI SIKSA..." Teriak Bejo #.


Salah satu 30 prajurit itu menjatuhkan senjatanya. "Aku menyerah..." ucap orajurit tersebut.


Lalu prajurit lainnya ikut menjatuhkan senjatanya.


"HANCURKAN DANTIAN KALIAN" ucap Xian Sei Qing memakai Qi.


Lantas 30 prajurit itu menghancurkan dantiannya.


Nampak mulut mereka mengeluarkan darah setelah dantiannya hancur.Kini 30 prajurit itu hanya manusia biasa,bukan lagi sebagai kultivator.


"Busett.. Kenapa aku gak kepikiran kesitu ya..Jadi musuh yang aku tangkap gak akan terpotong kaki dan tangannya... " ucap Bejo dalam hati.


Bejo berjalan ke arah tenda.Begitu sampai di depan tenda.


"EH.....!!!??? Bejo terkejut .


Bejo melihat dua orang di dalam tenda bersimbah darah dengan pedang menancap di tubuhnya.


"Ya salam.... Sampai segitunya...Mending hidup daripada mati bunuh diri." ucap Bejo dalam hati.


Xian Sei Qing mendekati Bejo,setelah sampai ia pun terkejut.


Ke 30 pasukan musuh nampak di obatin lukanya oleh pasukan perguruan gunung emas. Mereka memperlakukan mereka dengan baik.


"RAJA TELAH TEWAS..."ucap Xian Sei Qing dengan Qi.


Bejo hendak masuk dalam tenda.


Jeduukkk... Kepala Bejo terbentur tembok transparang.


"JANCOOOOOOK..." teriak Bejo.


"Jancok.....???? " ucap semua orang mendengar ucapan Bejo kecuali anak buah Bejo.


Bejo menghancurkan Array itu dengan pedang kayunya.


Trang.....Traanggg...Traang...


Xian Sei Qing melihat pedang yang di pegang oleh Bejo nampak terkejut.


"Aku pikir itu pedang sungguhan.Tak Tahunya Kayu,Tapi mengapa bisa memenggal kepala ya.???." ucap Xian Sei Qing dalam hati penasaran

__ADS_1


Begitu mau di ayunkan lagi,tiba - tiba sesuatu melesat ke arah Bejo.


Orang - orang yang berada di sekitar Bejo terpental.


__ADS_2