BEJO

BEJO
MERENCANAKAN PENYERANGAN


__ADS_3

Pukul 06.40


Bejo terbangun sambil melihat jam tangannya.Karena ia mendengar banyak suara aktifitas para penduduk


"Hoooaaammm.....Sudah pagi rupanya,...


Bejo melihat jam tangannya.


"3 jam aku tidur." gumam Bejo.


Bejo mengeluarkan 2 Botol yang berisikan air hujan,lalu 2 lembar kain dan 1 botol Aqua 1 literan dari cincin ruangnya.


Bejo meminum air aqua.Kemudian Bejo membasahi kain tersebut menggunakan air hujan untuk mengelap mukanya,lalu ia mengelap badannya Lalu ia memakai peralatan agar badannya tidak bau saat berkeringat.


Bejo membangunkan Jali.


"Broo... Banguun... Dah siang..." ucap Bejo sambil menggoyangkan lengan Jali.


Jali kemudian Bangun.


Bejo memberikan Botol dan kain tersebut.


"Itu air hujan buat ngelap badanmu." ucap Bejo.


Jali mengelap muka lalu badannya dengan kain basah.


"Dunia kultivator itu seperti di film - film China ya Bos...."ucap Jali.


"Iya... Teknologi mereka masih tertinggal jauh. Masih memakai Pedang,panah dan tombak saat perang.." ucap Bejo.


Bejo memasukkan kembali bantal ke cincin ruangnya lalu menggulung kembali karpet lalu memasukkan ke cincin ruang.


Bejo mengeluarkan kompor portable lalu Panci kecil,lalu 3 bungkus Pop mie,1 renteng kopi hitam, 3 gelas,1 sendok dan rokok elektrik.


Bejo memasak air tersebut.


"Seandainya aku bertemu Jin 76... Pasti aku meminta keluargaku di kirim kesini Bos.." ucap Jali.


"Terus mereka mau ngapain jika di sini..?" ucap Bejo.


"Jualan Cilok,Ikan bakar,Sate... Pokoknya kuliner masakan nusantaralah.." ucap Jali.


"Keluargamu pedagang?" ucap Bejo.


Air yang di rebus Bejo telah mendidih,lalu Bejo membuat minuman kopi 2 gelas.


"Iya Bos... Keluargaku pedagang di Balikpapan Kalimantan timur.." ucap Jali.


" Heeeee.....!!!!??Jauh amat broo ,apa kamu asli orang kalimantan.?" ucap Bejo terkejut.


"Saya mah asli Bandung Bos.. Lalu sempat pindah ke Jogja selama 6 Tahun disana sama ortu,saat itu umurku 6 tahun lah. Kemudian pindah lagi ke Balikpapan."


"Oalah.. Ngono to...pantes aku dengar cara bicaramu ada logat sunda,tapi bicaranya medok Jawanya...Aku pikir sampeyan ini blasteran antara jawa dan sunda..." ucap Bejo sambil memberikan secangkir kopi pada Jali.


"Aya - aya wae Bos ini mah... Bahasa Bandung masih bisalah sedikit,tapi kebanyakan bahasa Jawa yang aku bisa..." ucap Jali.


"Apakah sampeyan sering di ajak david mancing?" ucap Bejo.


"Iyaa. . Kok Bos tahuu?" ucap Jali.


"Di antara para pasukan Elit,hanya sampeyan yang membawa alat pancing kemana - mana dan David hobi mancing." ucap Bejo.


"Iya Bos... Tuan muda David sering mengajakku untuk menemani kalau dia mancing.Lalu dia bilang padaku agar selalu bawa alat pancing di dalam tas,karena dia malas bawa. Makanya pas berangkat aku bawa alat pancing,aku khawatir jika tuan muda David ikut,lalu dia mancing gak ada alat pancing,bisa mengomel seharian" ucap Jali.


Qian Lie Han terbangun .


"Oalah... Begitu ta... Tapi ada gunanya juga sih,Kemarin sampeyan mancing banyak dapat ikan. Gede - gede lagi..." ucap Bejo.


"Iya boss... Ikannya Gede - gede di sini,beda sama ikan yang aku pancing seperti biasanya.." ucap Jali.


"Mau Kopi....?" ucap Bejo # menawarkan ke Qian Lie Han.


"Kopi...?" ucap Qian Lie Han.


"Ini yang namanya kopi..." ucap Bejo # sambil menunjukkan secangkir kopi padanya.


"Mau.... Itu apa. ?" ucap Qian Lie Han sambil menunjuk kompor,Mie dan kopi.


"Ini untuk memanaskan air,ini Mie instan,lalu ini Kopi.." ucap Bejo #.


Bejo menyalakan kompornya.


"EH.....!!!??? Qian Lie Han tersentak kaget,lalu menghampiri kompor tersebut kemudian memperhatikan secara seksama.


"Ini benda mirip seperti yang aku lihat saat di hutan bersama kalian,tapi bedanya ini kecil...Sedangkan di hutan agak besar...Mengapa api ini bewarna biru?


" ucap Qian Lie Han.


"Warna biru karena alat ini masih bagus,jika sudah jelek maka bewarna merah..." ucap Bejo # sambil mengaduk kopi setelah itu memberikan pada Qian Lie Han.


Qian Lie Han mencicipi kopi tersebut.


"Heemm...Pahit...Maniss.. Enaak..


"Bejoo...Ini apa namanya?" ucap Qian Lie Han.


"Itu namanya kopi." ucap Bejo #.


"Padahal tadi sudah aku kasih tahu ...Apa dia minta tempe ya..." ucap Bejo dalam hati.


Bejo merebus air lagi untuk memasak mie Instan.Lalu membuka bungkus Mie,lalu membuka bumbunya kemudian menuangkan dalam mie.


Qian Lie Han diam memperhatikan Bejo.


"Kamar mandi di sini ada di mana?" ucap Bejo #.


"Ada di bawah..Apakah kalian mau ke kamar mandi?" ucap Qian Lie Han.


"Iya.. Tapi setelah kita makan..." ucap Bejo # sambil menuangkan air panas ke dalam wadah Mie,kemudian menutup rapat.


Bejo Menghishap rokok elektrik,lalu menghembuskannya.


Whuuuuuuuffftt... Muncul banyak asap.

__ADS_1


"EH.....!!!??? Qian Lie Han kaget tiba - tiba mulut Bejo mengeluarkan banyak asap.


"Mau coba..?" ucap Bejo # sambil menyodorkan rokok elektriknya.


Qian Lie Han menerimanya,Kemudian Bejo memberi tahu caranya.Lalu ia mencobanya.


Whuuuufffttt... Muncul asap di mulut Qian Lie Han.


"Ini apa namanya? " ucap Qian Lie Han penasaran.


"Ini namanya rokok elektrik..." ucap Bejo.#


Bejo membuka tutup pop Mie.


"Berapa harga benda ini?" ucap Qian Lie Han.


"Kalau tidak salah 350 ribu lah,.." ucap Bejo# asal menjawab,sebab rokok itu ia temukan dalam pesawat.


"Apaaa.....!!! 350 ribu... ? Mahal sekali." ucap Qian Lie Han.


"Murah itu... 1 keping koin emas bisa mendapatkan benda ini,bahkan bisa lebih.." ucap Bejo#.


"Maksudnya?" ucap Qian Lie Han tidak paham.


Bejo memberikan Pop Mie pada Jali dan Qian Lie Han.


"Makan dulu,habis itu kita lanjut lagi.." ucap Bejo #.


Mereka pun makan.


"EH....!!!?? Qian Lie Han terkejut dengan rasa Mie yang ia makan. Lalu ia makan dengan lahap.


tak sampai 10 menit mereka selesai makan.


"Makanan ini sungguh enak....Sungguh...Aku ingin mengunjungi ke Negaramu, " ucap Qian Lie Han.


Bejo mengeluarkan Dompet dari cincin ruangnya lalu mengeluarkan 1 lembar 100 ribu.


"Ini uang yang kami pakai,jika 1 keping koin emas bisa mendapatkan 40 lembar. 1 lembar ini 100 ribu.." ucap Bejo #.


Qian Lie Han memgambil uang yang di pegang Bejo. Lalu memperhatikan uang kertas tersebut.


"Apakah ditempat kalian tidak ada yang memakai uang emas dan perak? " ucap Qian Lie Han.


"Ada,tapi itu bukan di negara kami...Oh iya... Di mana letak kamar mandinya yang ada tempat buang kotoran..?" ucap Bejo #.


"Ayo ikutin aku...Aku juga sekalian mau mandi.." ucap Qian Lie Han.


Mereka pun berjalan ke bawah.Sebab kamar yang mereka sewa kelas ekonomi.Jadi tempatnya terpisah.


Tak lama kemudian mereka sampai.


"Ini tempat buang kotoran,dan yang itu buat mandi..." ucap Qian Lie Han.


"Oke..... Terima kasih..." ucap Bejo #.


"Sama - sama." ucap Qian Lie Han,Lalu ia masuk dalam kamar mandi.


"Aku mau nabung dulu Bro.." ucap Bejo #.


10 Menit kemudian Bejo selesai,lalu kembali ke kamar tidur.


Saat ia berjalan ke lorong kamar penginapan,Ia melihat tak ada orang.


"Poni..." ucap Bejo Telepati.


"Iya Boss..." ucap Ponijan telepati.


"Aman... Jika mau keluar sekarang." ucap Bejo telepati.


Ponijan kemudian keluar dari batu di mensi.


Bejo kemudian mendekap Ponijan lalu masuk dalam kamar.


Di dalam sudah ada Qian Lie Han.


"Kucing dari mana itu? " ucap Qian Lie Han melihat ada Ponijan di dekap oleh Bejo.


"Dari bawah... Kucing ini di kejar 5 kucing jantan...Karena kasian ya aku tangkap..." ucap Bejo # alasan.


Bejo mengecek batre radionya. Lalu menggantinya batre yang baru.


"Itu apa tuan?" ucap Qian Lie Han.


"Ini namanya Radio... Untuk menghubungi istriku yang ada di hutan.." ucap Bejo #.


"Oooo.... Begitu ,apakah seperti telepati?" ucap Qian Lie Han.


"Betul sekali....


Bejo mencabut kabel Headset.


"Cantik...." ucap Bejo #.


"Iya Ganteng..." suara Sari.


"EH....!!!?? Qian Lie Han melompat dari tempatnya karena sangking terkejutnya,Sebab Benda yang di pegang Bejo dapat mengeluarkan suara.


Jali masuk dalam kamar.


"Apakah mereka ini para Dewa yang menyamar?" ucap Qian Lie Han dalam hati.


Jali melihat Ponijan menjadi heran,


"Aku kok gak lihat Ponijan selama perjalanan ya? Tiba - tiba saja muncul...Apa di ngumpet di balik Bajunya Bosss..." ucap Jali dalam hati.


"Bagaimana keadaan di sana...?" ucap Bejo.#.


"Aman terkendali..Ini kita sejam lagi berangkat Kang mas.." suara Sari.#.


"Oke... Hati - hati di jalan." ucap Bejo #.


Bejo memasang Headset kembali lalu memasukkan di balik baju kemudian memakai Head Set.

__ADS_1


Lalu Bejo mengeluarkan radio HT dalam cincin ruangnya,Kemudian memberikan pada Qian Lie Han.Lalu memberi tahu cara penggunaannya. Setelah Qian Lie Han paham.


"Kita jalankan rencananya...


"Pertama kita berjalan ke dekat kerajaaan.Kedua Aku dan Temanku akan menyelinap masuk kedalam istana. Anda tunggu saja di penginapan,tapi sebelum itu belilah 3 ekor Kuda ,aku akan memberikan uangnya. Setelah kami selesai , aku akan menghubungi anda .. Kami akan menyusul anda di luar gerbang...Bagaimana?" ucap Bejo #


"Hem... Baiklah... Jadi aku mengantar kalian untuk melihat kerajaan,lalu setelah itu aku beli kuda,lalu kembali ke penginapan,Lalu Bejo menghubungiku memakai alat ini,setelah itu aku keluar membawa 3 kuda,Aku menunggu kalian di luar gerbang.. Apakah begitu?" ucap Qian Lie Han.


Bejo mengeluarkan 1.000 keping koin emas.


"Betul sekali...Ini uang buat beli kudanya..." ucap Bejo.#


Qian Lie Han menerima uang itu lalu memasukkan dalam cincin ruangnya.


Bejo mengeluarkan 15 alat peledak,lalu memberikan pada Jali. Jali memasukkan alat peledak itu dalam cincin ruangnya. Peledak itu menggunakan remot yang di bawa oleh Bejo


"Broo... Radiomu pindah ke channel 3." ucap Bejo.


"Siap Bos..." ucap Jali.


Jali memindah channel radionya


Kemudian mereka keluar kamar penginapan.


Ponijan hinggap di pundak Bejo.


"Betul sekali... Tunggulah kami di luar gerbang." ucap Bejo.


"Siap...Laksanakan..." suara Qian Lie Han.


Bejo melihat pintu ruangan terbuka yang di jaga prajurit,Lalu Bejo masuk ruangan itu.Ia melihat wanita setengah baya sedang mengobrol dengan seorang wanita muda. Bejo meletakkan 2 Bom,lalu keluar dari kamar tersebut.


Bejo menyusuri tiap tiap ruangan yang pintunya terbuka,jika tertutup ia tak berani,karena dirinya tak bisa menembus dinding,hanya menghilang saja yang ia bisa.


Tak lama kemudian Bejo melihat ruangan yang luas,nampak orang - orang berkumpul,Ada satu orang yang mencolok dari penampilannya.


"Pasti dia rajanya..." ucap Bejo dalam hati.


Bejo menaruh Bom yang tak terlihat oleh mereka.


"Oh iya... Aku kan punya racun.. Aku teteskan saja... Biar modar sekalian...Punya anak kok gak di didik dengan benar" ucap Bejo dalam hati.


Bejo berjalan ke arah Raja,lalu meneteskan ke buah - buahan lalu minuman.,kemudian para bawahannya. Mereka sibuk membahas masalah pemerintahannya.Lalu Bejo berjalan keluar ruangan tersebut.


"Jali...Apa kamu sudah selesai.?" ucap Bejo lirih.


"Sudah Bos... Ini aku sudah keluar dari gerbang istana " suara Jali #.


"Good Job...Susullah Qian Lie Han ..Nanti aku menyusul." ucap Bejo.


"Siap Boss...." suara Jali.


"Poni...Kamu ada di mana?" ucap Bejo telepati.


"lagi berjalan ke arah gerbang Bos..." ucap Ponijan telepati.


"Oke...Aku akan keluar.." ucap Bejo telepati.


Bejo berjalan ke arah pintu gerbang sambil meletakkan Bom.


Tak lama kemudian Bejo sudah keluar dari gerbang.


"Kamu di mana Broo..." ucap Bejo telepati


"Di dekat penjual ikan Bos..." ucap Ponijan telepati.


"Oke... Tungguin aku di situ.." ucap Bejo telepati.


Bejo berjalan ke tempat yang sepi lalu menampakkan diri.Kemudian berjalan keluar gang.


Bejo mencari penjual ikan,lalu ia menemukannya,Ia melihat Ponijan duduk di bawah gerobak penjual ikan .


Ponijan menghampiri Bejo lalu naik ke pundaknya kemudian ke atas kepala.


Bejo bejalan menuju gerbang keluar istana.


"Untung Bomnya itu bisa di ledaakkan dalam radius 5 Km.. Jadi begitu aku sampai ke mereka kemudian aku ledakkan." ucap Bejo dalam hati.


"Poni..." ucap Bejo telepati.


"Iya Bos.." ucap Ponijan telepati.


"Apa yang kamu ambil?"ucap Bejo telepati.


"Harta benda mereka Bos dan arak.." ucap Ponijan telepati.


Bejo sudah keluar gerbang,ia melihat Jali dan Qian Lie Han berada di jarak 90 meter.


"Busett... Jadi kucing garong dong kamu broo.. ucap Bejo telepati.


"Aku kan Kucing imut Bos.. Bukan kucing garong.." ucap Ponijan telepati.


Tak lama kemudian mereka sampai.


Bejo mengeluarkan remot pemicu bom dari cincin ruangnya.Lalu memposisikan On lalu memberikan pada Qian Lie Han.


"Silahkan Tetua Han menekan tombol merah itu." ucap Bejo #.


Qian Lie Han menekan tombol bewarna merah.


BOOOM.....BOOOMMMM.....


BOOOMMM....BOOOMMM...


BOOMM......BOOMMM.....


Ledakan itu terdengar sampai ketempat mereka.


"Eh....!!?? Qian Lie Han terkejut.


Orang - orang yang berlalu lalang di jalan juga terkejut mendengar suara ledakan.


Nampak asap hitam membumbung tinggi ke langit.

__ADS_1


Bejo mengambil lagi alat itu,lalu memposisikan Off,kemudian memasukkan dalam cincin ruangnya.


__ADS_2