
Salah satu orang melihat ada seorang Anak kecil meringkuk ketakutan di dekat tembok pagar. Kemudian orang itu mengarahkan serangannya ke anak kecil tersebut.
***
Sebelum musuh melihat anak kecil di dekat tembok pagar*
Booooom.... Suara serangan dari rombongan orang - orang yang berada di ranah dewa.
"Nak...Jangan keluar..." ucap Xian Sei Qing lirih.
"Ayah tak perlu khawatir,mereka tak bisa melihat aku" ucap Bejo # lirih.
"Iya Yank...Lebih baik jangan..." ucap Yeni lirih.
Bejo menggunakan ilmu menghilangnya.
"EH.....!!!?? Semua orang melihat bejo hilang terkejut. kecuali istri Bejo,Qian Lie Han,dan Jali.
"Aku harus menemukan Ling Ling...
"Kalian tidak perlu khawatir...
"Oh iya yah...Gimana caranya ayah mengeluarkan suara yang sangat nyaring" ucap Bejo # lirih.
Xian Sei Qing lantas memberi tahu caranya.
"Oke yah...Aku keluar dulu.." ucap Bejo#.
Bejo kemudian melilitkan kain di mulutnya lalu berjalan ke arah pintu keluar,lalu pintu itu di geser sedikit,Kemudian Bejo keluar pintu rahasia.
Bejo muncul di luar perguruan,lalu melesat masuk ke perguruan melalui jalan rahasia.
Booom...... Suara ledakan serangan.
Bejo mencari Ling - Ling sambil menahan sekuat tenaga Aura yang di keluarkan musuh. Bejo mengeluarkan darah dari mulutnya,untung ada kain,sehingga darahnya tak sampai muncrat dan menetes
"Jangkreek....Kuat banget auranya..." ucap Bejo dalam hati.
Boooomm...
Boooomm....
Booomm.... Bangunan hancur di serang.
"Sial di mana itu Ling Ling." ucap Bejo dalam hati kebingungan mencari keberadaan Ling Ling. Kondisi perguruan sangatlah luas,banyak bangunan hancur,pintu masuk ke ruang bawah tanah telah tertimbun material bangunan.
Lalu Bejo mempunyai Ide. Bejo berjalan ke arah Tembok Pertahanan,lalu Bejo kembali kejalan masuk tadi,Setelah itu melesat ke bawah.
Bejo berada di tanah lapang tempat di mana pembantaian pasukan musuh. Bejo mengeluarkan 2 Bom berdaya ledak tinggi,Granat tangan,Radio,bungkusan kain yang isinya mata panah,paku dan Pil penyembuh luka dalam.
Bejo membuka penutup mulutnya,Nampak kain itu bewarna merah akibat darah yang keluar dari mulutnya.
Bejo menelan Pil,setelah pulih,ia menggali tanah,Dengan kedalaman 30 Cm, lalu meletakkan Bom ,di atas Bom di letakan mata anak panah yang belum di pasang kayu, menutupi dengan tanah dan daun. Lalu menggali tanah lagi berjarak 15 meter dari Bom semula,Bejo menaruh paku di atas Bom lalu menimbunnya dengan tanah ,lalu di tutup pakai daun,di tengah - tengah di letakkan radio HT,kemudian di tutupin daun.
"Beres...Tinggal memancing dia datang..." ucap Bejo dalam hati.
"HA...HA...HA....HA...HA....HA...."Bejo tertawa menggunakan Qi.
Salah satu musuh yang melihat anak kecil meringkuk di dekat tembok pagar,lantas hendak menyerangnya.
"EH.....!!!?? ke 12 orang itu terkejut mendengar suara orang tertawa termasuk yang akan membunuh anak kecil.
Kemudian Bejo menarik pin granat lalu melempar ke arah 30 meter darinya.
BOOOOM..... Granat tangan meledak
Bejo melihat ke 12 orang itu melesat ke arahnya.
"Nah... Terpancing kan..." ucap Bejo dalam hati.
Bejo mengambil jarak 100 meter dari Bom yang ia letakkan.Lalu mengeluarkan, radio HT,Teropong biasa,Pistol yang memakai peredam dan isi ulang pistol. Kemudian masuk dalam lubang bekas pasukan pemanah bersembunyi,agar tak ikut terpental ketika bom itu meledak.
Bejo menggunakan teropongnya untuk melihat musuh.lalu Bejo menelan pil penyembuh untuk mengurangi rasa sakit akibat terkena aura musuh.
Nampak 12 orang melayang di udara.Mereka mencari sosok yang tertawa tadi.
"Toloooong.......uhuuuk...uhuuuk.." suara radio #seperti suara kakek kakek.
"Apa kalian mendengar suara itu?" ucap Pria 1.
"Ayooo cepat mendekat,aku tak kuat menahan kalian..." ucap Bejo dalam hati menahan sekuat tenaga.
"Iya aku dengar...." ucap 11 orang.
"Tolooooog akuu....Uhuuuk...uhuuuk..." suara radio.#
"Suaranya dari sana...." ucap Pria 2 sambil menunjuk ke arah sumber suara.
Ke 12 orang itu lantas melesat ke sumber suara.
"Toloooongg...." suara radio.#
Ke 12 orang itu menjejakkan kaki di tanah sambil memancarkan Aura dewanya.
"Aku tak melihat siapapun di sini..." ucap Seorang wanita.
"Aku dengar asalnya di sini tadi..." ucap Pria 2.
"Tolooong....." Suara radio.#
"Nah tuh...Kalian dengar kan..." ucap pria 2.
Ke 12 orang itu mencari - cari sosok orang yang minta tolong itu. Pria 2 berjalan ke Radio yang tertutup daun.
"Suaranya dari sini..." ucap pria 2.
Teman - temannya mendekati ke pria 2 itu.
Pria 2 itu hendak menyuntuh daun yang menutupi radio HT.
"Tolooong....
"Tapi bohong.." suara radio#.
"BOOOOOOOOOOOOOM..............2 bom meledak.
12 orang itu terpental.
"Kesempatan...." ucap Bejo dalam hati.Bejo menelan Pil pemulih luka dalam akibat pancaran aura musuh. Setelah pulih,Bejo menyimpan pil dan teropongnya.
Bejo keluar dari lubang lalu menggunakan Qi untuk menembak,ia mengeluarkan elemen anginnya untuk bisa bergerak lebih cepat
Bejo melihat 2 orang terkapar mengeluarkan darah di mulutnya.Mereka terluka akibat tekanan yang di keluarkan Bom itu sangatlah kuat,serta beberapa besi menacap di tubuhnya.
Bessshhh.....
__ADS_1
Bessshhh......
2 orang merasakan bahaya tapi tak sempat menghidar karena terluka akibat ledakan itu.
2 orang itu tewas.
Bejo memasukkan jasadnya ke dalam cincin ruang.
Bejo melesat ke arah yang lainnya.Nampak 3 orang sedang berusaha untuk duduk.
Besshhhh......
Beeessshh....
Beeeessshh....
3 orang hendak menghindar namun tak tahu arah serangan. Tiba - tiba mereka merasakan dadanya amat panas,lalu melihat ke dadanya yang tepat di jantung.
Nampak darah keluar,lalu mereka ambruk.Bejo menyimpan jasadnya ke dalam cincin ruang.
Bejo melesat dengan sangat cepat.Ia melihat 4 orang duduk mencabuti besi yang menancap di tubuhnya.
Beessshh.....
Mereka terkejut mendengar suara itu di dekat mereka,tapi mereka tak melihat orang asing.
Besssshhh.....
Besshhh......
Bessssshhhh...
4 orang itu roboh, dengan kepala berlubang akibat terkena peluru.
Bejo kembali menyimpan jasad ke empat orang tersebut.
Bejo melihat 1 orang pria berhasil menyembuhkan diri,lalu berdiri.
"Jangkreek.... Telaat...." ucap Bejo dalam hati lalu segera menjauh dari tempat itu.
Pria yang selamat lantas memeriksa keadaan teman - temannya.
Tak lama kemudian ,orang yang selamat itu melihat temannya tertindih pohon yang tumbang,leher tertancap mata panah,matanya mendelik,besi menancap di jantungnya. Lalu ia melihat teman satunya,kondisinya tak jauh berbeda,hanya tak tertindis pohon.
"KURAAAANG AJAAAAAR..... AKAN AKU BUNUH KALIAAAAAN......" ucap pria itu sambil mengeluarkan auranya.
Kemudian pria itu hendak mencari teman - teman yang lain.
"BAJINGAAAAAAAAAAAAN.....
"AAAAAAAAARRRGGGGHH..... " teriak pria itu sambil menghancurkan pohon yang masih utuh berdiri,karena tak menemukan teman - temannya.
Boooomm..... Pohon itu hancur terkena serangannya.
Tiba - tiba saja.
BOOOOOOM......... Suara ledakan dari arah barat.
Orang itu langsung melesat ke arah sumber ledakan.
Jarak ledakan itu 15 Km dari tempat orang itu berada.
Tak lama kemudian ia sampai ke sumber ledakan. Orang itu meningkatkan ke kewaspadaanya.
Booom...... Terdengar suara ledakan lagi yang sangat jauh.
Begitu seterusnya,Tak terasa sampai di wilayah kota Awan.
Booomm..... Ledakan di dekat tembok.
Prajurit penjaga yang mendengar suara ledakan lantas menghampiri sumber ledakan itu.
Pria itu melesat ke arah Kota awan.
Kemudian pria itu melihat prajurit lalu membunuhnya,kemudian ia terbang melewati tembok lalu membunuh semua orang di dalam kota,lalu lanjut ke kerajaan Awan.
Bejo melihat kejauhan dari atas pohon.
"Apakah sudah ketemu Ling - Lingnya.." ucap Bejo menggunakan radio.
"Sudah Bos..." suara Jali.
"Segera bersembunyi lagi,aku takut dia kembali ke sana" ucap Bejo.
"Siap Boss..." suara Jali.
Bejo mengeluarkan potongan daging srigala emas lalu memakannya,kemudian botol air minum
"Maafkan aku ya...Membawa banteng masuk ke dalam tempat kalian,lalu Bantengnya mengamuk." ucap Bejo dalam hati.
Bejo mengeluarkan teropong jarak jauh,lalu mengarahkan ke arah bangunan.
Nampak pria itu melayang sambil membunuh semua orang - orang.Tak ada yang bisa melawan,karena mereka tak kuat menahan aura pria itu yang berada di ranah Dewa.
30 menit kemudian ,Pria itu selesai membantai,lalu pergi ke arah perguruan gunung emas.
"Ayah....." ucap Bejo#
"Iya Nak..." suara Xian Sei Qing.
"Suruh orang - orang ayah jangan mendekat atau tinggal di pemukiman,dan juga suruh ketua Xin dan Ketua Quo untuk memberi tahu keluarganya yang masih di perguruan untuk segera bersembunyi." ucap Bejo#.
"Siap nak...."suara Xian Sei Qing.
Bejo memunculkan wujudnya
"Poni...Keluarlah..." ucap Bejo telepati.
Ponijan lantas keluar.lalu hinggap di dahan pohon.
"Kemana orang itu Boss.." ucap Ponijan telepati.
"1 orang ngamuk ,9 orang aku bunuh,2 nya gak tahu aku broo.Soalnya keburu 1 orang sudah kembali pulih dari cideranya." ucap Bejo.
"Se...Se..Serius Bos...Bos bunuh mereka..." ucap Ponijan telepati tak percaya.
"Iya....Aku bunuh dia dengan Bom daya ledak tinggi,dan senapan.9 orang dah aku bunuh,lalu aku lihat 1 orang dah pulih dengan cepat,lalu aku cepat - cepat menjauh,lalu aku keluarin granat tanganku untuk memancing dia mengikuti ledakan granat,ternyata rencanaku berhasil,gak terasa malah nyasar ke sini aku broo...Mana gak hapal jalan lagi..." ucap Bejo
"Bejo'er...Apakah kamu baik - baik saja nak..." suara Xian Sei Qing.
"Bosss hebat....Aku saja belum mampu Bos..." ucap Ponijan telepati.
"Aku baik - baik saja Yah...Cuman aku tersesat saja.. Aku gak tahu sekarang ada di mana" ucap Bejo #.
"Tersesat...Di sana apakah ada desa atau pemukiman gitu" suara Xian Sei Qing.
__ADS_1
"Ada hanya saja sudah hancur di serang orang itu.. Bentar ku periksa Yah... Oh iya...Jangan keluar dulu sebelum keadaan membaik." ucap Bejo #.
"Siap Nak..."suara Xian Sei Qing.
"Broo..ayo kita lihat keadaan penduduk di sana" ucap Bejo.
"Siap boss..." ucap Ponijan telepati,
Ponijan lompat ke pundak Bejo
Bejo melesat ke pemukiman yang di serang Pria misterius.
Tak lama kemudian,Bejo sampai. Ia tak menemukan orang - orang yang selamat akibat serangan tersebut.
"Bos...Ini seperti kota..." ucap Ponijan telepati.
"Bisa jadi broo,Tapi kota apa? " ucap Bejo karena ia baru masuk ke wilayah itu.
Ponijan lantas turun lalu membesar.
"Naik ke punggungku boss.." ucap Ponijan telepati.
Bejo menaiki Ponijan.
----***----
Pria yang beranah dewa itu sampai di perguruan gunung emas, ia mengambil jasad temannya,lalu mengambil cincin ruang temannya itu,lalu menyimpan jasad temanya ke dalam cincin ruang.
"Di mana mayat teman - temanku yang lain?" ucap pria itu kebingungan.
Pria itu mengitari bekas ledakan Bom. Namun ia tak menemukan jasad teman yang lainnya.
"Apa mereka selamat lalu pergi..?
"Aku akan periksa kembali ke tempat itu.." gumam pria itu.
Lalu pria itu melesat ke arah bangunan perguruan gunung emas.
"Gak ada....." ucap Pria itu,lalu Ia meratakan bangunan perguruan gunung emas,lalu melesat ke arah lainnya.
"Kurang ajar.... Aku tak menemukan penyerang misterius itu... Jika aku temukan akan aku hancurkan dantian dia lalu aku siksa.." ucap pria itu dalam hati sambil terbang.
Tak lama kemudian Pria itu melihat perguruan lainnya,Lalu membunuh semua orang di perguruan itu,lalu pergi lagi, Begitu seterusnya,setiap pria itu menjumpai pemukiman ia membunuh semua orang,tak peduli anak -anak,orang tua semuanya di bunuh.
Hingga akhirnya ia berada di pesisir pantai.
Nampak puluhan kapal nelayan hancur,perkampungan juga hancur setelah pria itu menghabisi semua orang.
"Di mana teman - temanku ya....
"Oh iya...Kan ada batu komunikasi,kenapa gak kepikiran kestu tadi,buang - buang energiku saja.." ucap Pria itu.
Pria itu mengeluarkan batu komunikasinya.Lalu mengalirkan Qi
"Kamu dimana? Ini aku lagi di pesisir pantai." ucap Pria itu.
10 menit kemudian cincin ruangnya bergetar.Lalu pria itu mengeluarkan batu komunikasi lainnya,kemudian mengalirkan Qi.
"Kita berada di pulau sebelah yang banyak monsternya..Cepatlah kemari.."suara batu komunikasi.
"Syukurlah kalian tak apa - apa..." ucap Pria itu,lantas ia melesat ke arah pulau lainnya.
----***----
Di hutan setelah Bejo dan Ponijan mengelilingi kota Awan sambil mengambil harta benda.
Nampak Bejo mengeluarkan semua mayat orang yang kekuatannya di ranah Dewa yang ia simpan lalu mengambil cincin ruangnya,Begitu hendak di simpan dalam cincin ruangnya,tiba - tiba salah satu cincin itu ada yang bergetar.
"Broo...Kenapa cincin ini bergetar? "ucap Bejo heran.
"Gak tahu aku bos...Coba keluarin semuanya.
Bejo mengeluarkan isi cincin ruang yang bergetar.
Nampak ada botol isinya pil,Pedang,2 buah pilar yang tingginya 4 meter,Batu suci,dan 11 batu komunikasi.
"Mungkin batu itu bos..." ucap Ponijan telepati sambil menunjuk batu komunikasi.
Bejo memgambil batu komunikasi tersebut.
"Caranya pakainya gimana Broo..? waktu itu di kasih tau,cuman lupa" ucap Bejo.
"Tanyakan saja sama ayah angkat Boss.." ucap Ponijan telepati.
"Siapa saja yang dekat dengan ayah angkatku berikan radionya.." ucap Bejo memakai radio.
"Siap Boss...Ditunggu" suara Muhtar.
"Ada apa Nak?" suara Xian Sei Qing.
"Aku dapat batu Komunikasi,batu itu bergetar,bagaimana cara gunainnya yah?" ucap Bejo#.
Xian Sei Qing lantas memberi tahu cara pakainya.
Lalu Bejo mencobanya,ia mengalirkan Qi pada batu yang bergetar.
"Kamu dimana? Ini aku lagi di pesisir pantai." suara batu komunikasi.
"Aku jawab apa ya?.....
Bejo teringat tentang cerita Qian Lie Han tentang pulau yang di huni banyak monster.
Lalu Bejo mengambil Batu komunikasi lainnya,kemudian mengalirkan Qi.
"Kita berada di pulau sebelah yang banyak monsternya..Cepatlah kemari.." ucap Bejo.
Begitu seterusnya sampai batu komunikasi terakhir. Kemudian Bejo menyimpan semuanya ke dalam cincin ruang.
Bejo meletakkan 9 mayat itu kedalam lubang yang sebelumnya di buat oleh Ponijan,Lalu menutup lubang itu.
Bejo mengeluarkan peta.
"Tadi itu kota awan,kota awan letaknya di sini,jadi arah perguruan gunung emas ada di sana broo" ucap Bejo sambil menunjuk arah.
Bejo menyimpan petanya,Kemudian Bejo menaiki Ponijan,Bejo menggunakan ilmu menghilangnya,Ponijan melesat ke arah perguruan gunung emas.
Tak lama kemudian Bejo sampai,Ponijan mengecilkan tubuhnya kembali lalu melompat ke pundak Bejo .
Bejo berjalan ke arah pintu rahasia,ia merasakan tubuhnya sangat lelah.
Lalu masuk ke dalam,Bejo di sambut ke empat istrinya. Begitu hendak memeluk Sari,Bejo ambruk pingsan.
"Kang Mas......" Seru ke empat istrinya.
"Bossss....." ucap anak buah Bejo.
__ADS_1
"Tuan Mudaaa....." ucap orang - orang.
"Bejo'er....." ucap keluarga angkat Bejo.