
Bejo mengeluarkan dronenya,lalu menerbangkan ke arah hutan mati tersebut. Ia ingin meneliti dahulu sebelum masuk ke hutan mati.
Nampak di layar tak ada tanda - tanda kehidupan,lalu drone tersebut menangkap gambar puluhan tulang belulang.Ada yang besar ada pula yang kecil.
"EH....!!!??? Bejo terkejut.
Sebab tulang belulang itu ada tengkorak manusia.
"Aneh... Mengapa di sana gak ada tanda - tanda kehidupan...
"Jangan - jangan daerah itu ada sesuatu yang menyebabkan ini semua" ucap Bejo dalam hati.
Bejo memajukan lagi dronenya.
Nampak ada sebuah kolam yang airnya bewarna hitam pekat.
"Kolam apa itu? Kok seperti air comberan..." ucap Bejo dalam hati.
"Kang mas menemukan apa?" ucap Sari#.
"Kolam hitam dek... Sepertinya itu penyebab mengapa tanaman sekitarnya pada mati,makhluk hidup juga ikut mati..." ucap Bejo#.
"Makhluk hidup mati..?? Berarti itu kolam beracun kang mas..." ucap Shanti#.
"Kolam racun ya...." ucap Bejo#.
"Iya... Sama saja daerah itu terdapat bahan radio aktif,sehingga makhluk hidup tidak bisa hidup..." ucap Shanti#.
"Hem... Aku punya elemen racun..Apakah aku harus berendam di air kolam itu agar elemen racunku terbuka?" ucap Bejo dalam hati.
"Kang mas....Kita tidak usah pergi kesana..Kita memutar saja..." ucap Yeni#.
Bejo mengembalikan dronenya.
"Kalian tunggu di sini saja,aku akan kesana sendirian..." ucap Bejo#.
"Heeeeeeh.....!!!!??? Semua orang yang mendengar ucapan Bejo tercengang.
Tak lama kemudian drone yang di kendalikan Bejo sudah kembali,lalu Bejo menyimpannya.
"Bos...Mending bos jangan kesana... Jika bos tewas kita yang kena omelan para nyonya Bos..." ucap Jali #.
"Tenang... Aku bisa menyembuhkan diriku sendiri..." ucap Bejo#.
"Kang mas jangan kesana... Aku takut kang mas kenapa - kenapa" ucap Yeni#.
Bejo mengusap rambut Yeni.
"Aku ingin membuka elemen racunku dek..Aku kan punya elemen cahaya..Jadi sayang tenang saja ya..." ucap Bejo.
"Kak... " ucap Ayu.
"Iya dik...Ada apa?" ucap Bejo#.
Ayu mendekat ke Bejo.
"Kak Bejo punya elemen cahaya kah?" ucap Ayu lirih.
Bejo menganggukkan kepalanya.
"Oke... Aku tinggal dulu ya....Jangan ada yang kesana" ucap Bejo#
"Tolong jagain mereka ya broo..." ucap Bejo telepati ke Kakashi dan Ponijan.
"Siap Bosss..." ucap Kakashi dan Ponijan telepati.
Kemudian Bejo melesat ke arah hutan mati tersebut sambil mengaktifkan elemen cahayanya.
Bejo melayang di ketinggian 50 meter lalu terbang. Wusshh.... Bejo melesat sangat cepat dari biasanya.
"Jangkreeeek.......!!!." ucap Bejo dalam hati.
Bejo kaget,karena baru pertama kali mencoba melesat memakai elemen cahaya.
Baru 1 detik Bejo sudah mencapai 500 meter.
Lalu Bejo Berhenti.
"Ternyata lebih cepat memakai elemen cahaya daripada elemen angin.Untung aku terbang,jika aku lari apa gak nabrak pohon" ucap Bejo dalam hati.
Bejo kembali melesat ke arah kolam hitam.
Tak lama kemudian Bejo sampai di kolam hitam.
Kolam itu hanya berdiamater 4 meter saja
Hawa kolam racun itu sangat pekat.
"Untung aku punya elemen cahaya,jika tidak bisa mati aku..." ucap Bejo dalam hati sambil mengamati kolam hitam.
Bejo mencoba mencelupkan jarinya ke air kolam.
"Jangkreeeeek.........!!!!" Bejo terkejut. Karena merasakan jarinya seperti di gigit semut.
"Apakah aku harus masuk ke dalam kolam?
"Jika aku mati... Keluarga dan teman - temanku gimana?
"Kalau aku tak membuka elemen racun maka aku tak bisa membawa mereka pulang." ucap Bejo dalam hati.
Nampak Bejo berpikir.
5 menit kemudian.
"Aku masuk sajalah... Yang penting yakin aku gak akan kenapa - kenapa" ucap Bejo.
Bejo melepas pakaiannya,ia hanya memakai celana pendek saja.
Kemudian Bejo mengambil sebatang kayu untuk mengecek kedalaman kolam tersebut.
Pluk.... Sebatang kayu masuk dalam kolam.
Begitu Bejo menarik batang kayu.
"EH......!!!?? Bejo terkejut.
Sebab kayu yang terkena air itu meleleh.
Bejo mengeluarkan pedang berlian lalu memasukkan dalam air kolam.
Bejo mengangkat pedang tersebut. Nampak Pedang itu keropos terkena air kolam.
__ADS_1
"Buseet dah.... Keropos begini.. Jika aku masuk... Gimana ya...??
Bejo memasukkan jarinya lagi ke dalam air kolam.
"Aaaaaaarrrrggghhhh...... Bejo merasakan sakit,tapi ia tahan.
1 menit kemudian Bejo mengangkat jarinya.
Nampak jarinya masih utuh.
"Selamat... Berarti aman ini."ucap Bejo dalam hati.
Bejo memasukkan kalung batu di mensi dsn jam tangannya dalam cincin ruangnya.
Lalu mencelupkan kakinya ke dalam kolam.
Bejo menahan rasa sakit tersebut. Nampak air kolam itu sedada Bejo.
"Aaaaaaarrrrrrggggg....... Bejo merasakan kesakitan. Seperti tertusuk ribuan jarum
"AAAAAAARRRGGGGGGHHHHHH......."
"JUAAANCOOOOOOOOOOKKKK...." teriak Bejo.
Bejo hampir kehilangan kesadaran,Bejo terus berusaha menyerap racun tersebut.
"Aku gak boleh menyerah.... Jika menyerah maka keluargaku tidak bisa kembali ke Bumi." ucap Bejo dalam hati.
Perlahan tubuh Bejo menghitam,akibat efek terkena energi racun.
1 jam kemudian.
Bejo masih merasakan dirinya kesakitan,nampak sebuah drone mengawasi Bejo dari kejauhan yang di kendalikan oleh Sari.
5 jam kemudian.
"WAAAASSSSSUUUUUU.... " teriak Bejo masih merasakan sakit.
---***---
Rombongan Bejo
"Shan... Lu kan punya elemen cahaya. Coba lu susul suami kita.. Aku takut kenapa - kenapa" ucap Yeni.
"Iya dik Shanti... Coba kamu kesana.."ucap Sari.
"Bukannya aku gak mau,tadi kan suami kita berpesan jangan ada yang kesana. Aku gak mau di sebut istri tak mentaati perintah suami" ucap Shanti.
"Iya seh... Tapi aku khawatir banget Shan...." ucap Yeni.
"Sama aku juga khawatir.." ucap Shanti.
"Ya udah deh... Kita pantau dari sini saja.." ucap Sari.
Sari mengeluarkan dronennya,lalu menerbangkan drone itu ke arah Bejo pergi.
Tak lama kemudian Drone mendekat ke arah Bejo.
"EH......!!!?? Ke empat istri Bejo dan Ayu terkejut.
Sebab kulit Bejo berubah menjadi hitam legam.
"Kok suami kita menjadi hitam begitu?" ucap Yeni heran.
"Mengapa tubuh suami kita menghitam mungkin terkena efek kolam hitam itu.." ucap Shanti #
"Apakah bisa menghilang ?" ucap Yeni.
"Aku gak tahu ,semoga saja tidak hitam selamanya.." ucap Shanti#.
----***-----
Kolam air hitam.
Perlahan,area yang terkena dampak aura kolam racun berkurang.
Pagi hari jam 8.20.
Bejo merasakan elemen racunnya mulai retak.
"Bangkek.... 12 jam lebih baru retak..." ucap Bejo dalam hati.
Bejo terus menerus menyerap energi racun tersebut sambil menahan rasa sakit yang melanda di sekujur tubuhnya.
"JAANCOOOOOOOOOOKKK...... " teriak Bejo mengungkapkan rasa sakitnya.
5 jam kemudian.
Retakan demi retakan muncul pada segel elemen racun.
"Waasssuu... Suwi tenan cooook..." ucap Bejo dalam hati.
Pohon yang semula berada di dekat rombongan Bejo tak ada daun,perlahan memunculkan daunnya. Tanah yang awalnya tandus kini di tumbuhi rumput.
---***---
Rombongan Bejo.
Muhtar berjalan ke arah tenda istri Bejo.
"Nyonya Yeni...." ucap Muhtar.
Tak lama kemudian Yeni,dan Sari keluar.
"Iya ada apa?" ucap Yeni.
"Ada sesuatu hal keanehan yang terjadi nyonya..." ucap Muhtar.
"Keanehan?? Keanehan apa itu? " ucap Yeni.
"Mari ikut saya nyonya..." ucap Muhtar.
Mereka pun berjalan.
Tak lama kemudian mereka sampai di perbatasan antara hutan mati dan hutan lebat.
"Dimana ke anehan itu?" ucap Yeni.
"Lihatlah pohon itu nyonya.." ucap Muhtar sambil menunjuk pohon.
Yeni melihat pohon yang di tunjuk oleh Muhtar memperhatikan secara seksama. Nampak ada titi kecil bewarna hijau yang menempel di di ranting pohon.
__ADS_1
Lalu Sari memgeluarkan teropongnya.
"Gak ada yang aneh..." ucap Yeni.
"Itu pohon awalnya kering nyonya,tak ada daun yang tumbuh,sekarang ada daunnya,bahkan rumput di tanah juga mulai tumbuh." ucap Muhtar.
"Yang di katakan Muhtar itu benar dik Yeni...
"Itulah keanehan,seharusnya pohon itu tak memunculkan daunnya.. Coba lihat sendiri" ucap Sari sambil memberikan teropongnya pada Yeni.
Yeni menerima teropong itu lalu melihat ke arah pohon dan tanah.
"Iya... Mengapa bisa begitu?" ucap Yeni heran.
"Aku tak tahu nyonya..." ucap Muhtar.
----***----
Kolam air hitam.
Sore hari.
"Guaateeellll tenan coook..Cookk.... Sudah sore gini belum juga terbuka elemen racunku....." ucap Bejo dalam hati sambil menahan rasa sakitnya.
Perlahan kawasan hutan mati menyusut.
Malam hari.
Bejo berusaha menahan rasa sakit dan ngantuknya.
"ARRRRRRGGGHHHH......
Retakan demi retakan muncul.
----***----
Pagi hari.
luas hutan mati kini tersisa 1/4 saja saja dari total luas wilayah hutan mati tersebut.
Siang harinya.
Bejo merasakan rasa sakitnya berkurang. Hawa energi Racun kin mengecil,5 meter dari kolam. Bejo merasakan retakannya mulai nampak banyak. Ia terus menyerap energi racun tersebut.
3 jam kemudian.
Air kolam yang awalnya hitam,kini kembali jernih.
Kraaackkk... Pyaarrrrr....... Segel elemen Racun terbuka.
"Akhirnya terbuka juga elemen racunku" ucap Bejo dalam hati.
Bejo kemudian membilas tubuhnya,lalu Bejo keluar dari kolam tersebut.
Nampak tubuh Bejo tak lagi menghitam,kini kukitnya bewarna putih seperti kulit orang china.
" Seperti berendam di kolam susu saja,kulitku memjadi putih." ucap Bejo dalam hati yang melihat warna kulitnya berubah.
Bejo mengeluarkan pakaiannya,Jam tangan, batu dimensi dan makanan.lalu Bejo memakai pakaian dan kalung batu dimensi,setelah itu makan.
Tak lama kemudian Bejo selesai makan lalu melesat ke arah rombongannya.
"Perasaan waktu aku kesini gak ada rumput yang tumbuh...Kok sekarang ada ya...Lalu semua pohon mulai bersemi kembali " ucap Bejo dalam hati sambil terbang.
Tak lama kemudian Bejo sampai.
"Maaf... Anda siapa?" ucap Alvian yang berjaga.
"Heeeeh....!!!?? Masa kamu gak ingat aku bro" ucap Bejo.
"Boss....!!!??? Kaukah itu?" ucap Alvian
"Iya... Kalau bukan aku lantas aku ini siapa?" ucap Bejo.
"Pangling aku bos...Bos habis kesalon kah?" ucap Alvian.
"Iya... Di sana ada salon...petugasnya cewek, cakep - cakep broo.. Mau kah ?" ucap Bejo.
"Cewek mana kang mas..." ucap Yeni tiba - tiba muncul.
"Jangkreek....." ucap Bejo dalam hati.
Alvian pergi menjauh.
"He...He...He...He... Tadi Alvian nanya kenapa kulitku berubah dek... Ya aku jawab asal...Begitu " ucap Bejo sambil menggaruk - garuk rambutnya.
Yeni memperhatikan Bejo dari atas kebawah .
"Kok kulit kang mas jadi putih begitu?" ucap Yeni penasaran.
"Gak tahu aku yank...." ucap Bejo.
Lalu Bejo menemui yang lainnya.
Mereka terkejut melihat perubahan pada kulit Bejo.
Sejam kemudian mereka melanjutkan lagi perjalanan .
Mereka melewati hutan mati,yang kini sudah mulai bersemi kembali. Ketika rombongan Bejo melewati tumpukan tulang belulang,Bejo melihat ada banyak batu kristal,lalu Bejo mengambilnya.
Anak buah Bejo ikut membantu. Tak terasa batu kristal yang di kumpulkan sangat banyak sekali. Lalu Bejo menyimpannya.
3 jam kemudian.
Mereka mendengar suara dengungan suara yang di timbulkan dari sayap hewan,
"Kok kedengarannya seperti tawon ya..." ucap Bejo.
"Boss... 100 meter arah jam 11 aku lihat ada tawon sangat besar" ucap Dody yang berada di depan.
Bejo mengeluarkan teropongnya,lalu melihat ke arah jam 11
Nampak pukuha Lebah itu besarnya seperti botol saus kecil terbang menghisaap madu.
"Tawon apa ya itu?" ucap Bejo dalam hati melihat banyak sekali tawon berterbangan.
Seekor lebah melihat rombongan Bejo,lalu menyerangnya.
Wira yang di dekat lebah itu melihat ada tawon besar lantas menebasnya menggunakan pedang.
Craasssshhh..... Tubuh tawon itu terbelah. Aroma cairan tawon itu sampai ke kelompok tawon lainnya.
__ADS_1
Tiba - tiba ribuan lebah terbang ke arah rombongan Bejo.