BEJO

BEJO
PULAU MELAYANG bag 2


__ADS_3

Pukul 12.12


Nampak 3 kapal bersandar di pulau melayang,kemudian mereka turun,lalu tak lama kemudian datang lagi 1 kapal .


Ratusan orang turun dari kapal itu. Namun posisi mereka sangat jauh dari rombongan Bejo.


Di posisi rombongan Bejo berada.


"Mawar emas fungsinya buat apa kang Mas?" ucap Yeni penasaran.


"Buat pil kecantikan dek.. Meskipun usia sayang sudah kepala 5, wajah dan kulit nampak seperti seorang gadis berumur 17 tahun. Tapi aku butuh bunga melati perak,dan gingseng emas untuk membuat pil itu sayang." ucap Bejo.


"Ooo...Begitu..." ucap Yeni.


Rombongan Bejo berada di dekat tebing.Mereka istirahat sebentar. Nampak anak buah Bejo mengamati wilayah sekitar dengan teropongnya.


"Bosss... Coba bos lihat ke arah tebing sana." ucap Jali sambil menunjuk arah.


Bejo lantas melihat ke arah tebing memggunakan teropongnya.


"EH....Itu melati perak broo... Aku kesana dulu,kalian di sini saja.." ucap Bejo#.


"Siap Bosss..." ucap anak buah Bejo.


Bejo lalu melesat ke tebing sambil menggunakan jurus menghilang dan menghilangkan aura keberadaannya,jarak antara tebing dengan Bejo sekitar 170 meter.


Tak lama kemudia Bejo sampai lalu mengambil tanaman itu seakar - akarnya. Tinggi tebing itu 200 an Meter,Bejo berada di tengah tebing.


Bejo melihat ada tanaman Gingseng emas sebanyak 8 buah,lalu mencabutnya.


"Poni... Tolong ya...."ucap Bejo telepati.


"Siap boss..." ucap Ponijan telepati.


Ponijan mengambil lalu masuk ke dalam batu dimensi,setelah itu ia keluar lagi,kemudian hinggap di pundak Bejo lalu naik di kepala Bejo.


Nampak di dekat tanaman itu ada beberapa lubang berdiameter hampir 2 meter.


"Hem....Ini lubang apa ya? lubang ular apa lubang angin atau lubang sarang burung." ucap Bejo dalam hati penasaran.


Bejo mendekati lubang itu lalu melihat ke dalam. Nampak ada seekor ular besar yang sedang tidur di dalam lubang di belakangnya terdapat puluhan ekor ular yang ukuran lebih kecil, dan ada beberapa tulang hewan dan manusia.


"Jangkreekk... Untung aku menghilangkan aura keberadaanku,jika tak maka ular ini akan merasakan kehadiraanku." ucap Bejo dalam hati.


Bejo melihat ada 6 kalung yang terdapat batu liontin.


"Poni....Itu kalung apa yang di dekat ular paling besar...?" ucap Bejo telepati.


Ponijan lantas melihat ke arah ular besar,di dekatnya ada 6 kalung tergeletak.


"Aku gak tahu Bos..." ucap Ponijan telepati.


"Bisa ambil apa enggak?" ucap Bejo telepati.


"Bisa bos..Tapi ular itu langsung terbangun.Lalu ular - ular lainnya juga ikut terbangun." ucap Ponijan telepati.


"Ya sudah,biar aku saja yang ambil.." ucap Bejo telepati.


Bejo berjalan secara perlahan. mendekati kalung tersebut yang jaraknya 4 meter.


Ular itu merasakan tiupan angin berkurang,lantas membuka matanya. Ia melihat tak ada yang menutup pintu lubang rumahnya.


"Diampuuut... Bangun lagi...


"Tidur lah...Ayoo tidur lagi...." ucap Bejo dalam hati.


Karena tak merasakan ada kejanggalan lantas ular itu menutup matanya lagi.


"Selameettt..."ucap Bejo dalam hati sambil mengusap dadanya.


Bejo mengambil 6 kalung tersebut,lalu menyimpannya ke dalam cincin ruang. Lalu ia berjalan keluar secara perlahan.


Bejo memasuki lubang lainnya,lalu Bejo melihat 1 lempengan besi sebesar telapak tangan. Lempengan itu ada lubang kecil.


"Hem....Ini buat menahan serangan,sama seperti baju anti peluru." ucap Bejo dalam hati.Bejo menyimpan lempengan tersebut. Lalu Bejo keluar kemudian masuk ke lubang satunya yang lubayan agak besar dari lubang sebelumnya.


Bejo melihat ular itu tertidur,tapi di atas kepalanya terdapat batu berkilau seperti mahkota,


"Ooo...Ini mungkin pemimpin ular itu" ucap Bejo dalam hati.


Di belakang ular ada sebuah tanaman. Tanaman itu dapat tumbuh karena ada lubang di atasnya. Sehingga sinar matahari dapat masuk.


"Tanaman apa itu?" ucap Bejo dalam hati. Lantas Bejo melesat melompati ular tersebut.


Ketika sudah sampai,ia melihat puluhan timun besarnya seperti belimbing telunjuk.


"Ini tanaman buat menjadikan tubuh lebih kuat" ucap Bejo dalam hati.Lalu ia keluar.


Begitu sudah sampai di luar Bejo melesat melesat ke arah rombongannya.

__ADS_1


Baru 20 meter melesat dari tebing,Bejo mendengar suara pertempuran,tapi suaranya sangat kecil,karena penasaran Bejo terbang agak tinggi lalu memgeluarkan teropongnya.


Nampak puluhan orang sedang bertarung dengan monster yang berjarak 400 an meter darinya. Bejo melesat ke arah pertempuran tersebut.


Tak lama kemudian,Bejo melihat puluhan orang mengeroyok seekor gorila bewarna separo perak separo hitam,Tingginya 70 meter. Beberapa orang terluka dan tewas.


"Buset dah.... Itu Gorila lebih besar yang aku bunuh waktu itu,tapi ini warnanya ada peraknya,sedangkan yang aku bunuh warna hitam semua" ucap Bejo dalam hati.


Di dekat gorila ada sebuah gua.


"Hem... Aku masuk saja deh ke dalam gua itu.." ucap Bejo dalam hati.


"All... Aku mau mengecek Goa yang di jaga Gorila Perak..." ucap Bejo memeberi kabar pada rombongannya menggunakan radio.


Lalu Bejo melesat ke arah goa tersebut.


Begitu sampai di dekat goa,Bejo menghindari dari ayunan tangan Gorila yang menyerang puluhan orang yang menyerang dirinya. Begitu ada celah,Bejo langsung melesat sambil menggunakan elemen anginnya.


Kini Bejo berada di dalam goa,lalu Bejo Melihat tumpukan batu energi yang jumlahnya ribuan,dan sebuah batu panjangnya 50 cm.bentuknya seperti papan.


Bejo mengamati papan batu tersebut.


"Hem.....Ini kan artefak untuk membuat kapal atau benda bisa melayang. Jadi kapal mereka memakai artefak ini toh... " ucP Bejo dalam hati.


Lalu Bejo memasukkan semuanya dalam cincin ruangnya,lalu Bejo melihat sebuah peti ukuran 60 cm x 40 cm x 40 cm tak jauh dari tumpukan batu energi . Bejo menyimpan peti itu. Setelah tak ada lagi yang tersisa lantas Bejo melesat keluar goa.


Nampak Gorila perak itu mengalami luka - luka akibat serangan para manusia yang mencoba masuk dalam goa tersebut.


Bejo cuek lalu pergi melesat ke arah rombongannya.


Tak lama kemudian Bejo hampir sampai lalu ia menampakkan wujudnya.


Tap... Bejo mendarat di tanah.


"Di sana ada sekelompok orang menyerang seekor gorila perak yang menjaga goa,lalu aku masuk ke dalam goa itu....


Bejo mengeluarkan papan batu dan peti kayu. Peti itu atasnya seperti atap rumah,ada ukiran seperti sisik hewan,Lalu ada 2 ekor naga di atas atap tersebut saling bertemu.


"Ini yang aku temukan dalam goa tersebut." ucap Bejo#.


Bejo berusaha membuka peti itu,namun tak bisa.


Salah satu wanita dari perguruan gunung emas lantas mendekat lalu memegang papan batu tersebut.


"Hem....Ini artefak untuk membuat kapal kita melayang tuan muda.." ucap wanita itu.


Boooooommm.... Suara benturan yang nyaring saat Bejo memukul peti itu.


Kotak itu masih utuh ketika Bejo memukulnya. Ada energi tak kasat mata melidungi kitak tersebut.


"Iya... Tapi aku tak tahu apa isi di dalam peti ini.... Aku pukul saja gak hancuur" ucap Bejo#.


"Di Bom saja Bosss..." celutuk Surya.


"Hemm.... Sepertinya juga percuma,batu yang besarnya sekapal saja bisa hancur aku pukul tanpa Qi.. Ini tadi aku pukul memakai Qi tak hancur.." ucap Bejo#


Ponijan melihat sesuatu di tengah kotak tersebut.


"Bos....Coba perhatikan di tegah kotak itu.. Sepertinya itu kunci untuk membuka" ucap Ponijan telepati.


Bejo yang mendengar ucapan Ponijan lantas melihat di tengah kotak. Ada 4 cekungan seperti telapak kaki hewan.


"Iya.... Tapi bentuknya seperti telapak kaki anakan hewan broo..Telapak kaki ayam sama kucing saja ..Yang dua lagi aku gak tahu..." ucap Bejo telepati.


"Sudah lah...Aku simpan saja kotak ini..." ucap Bejo#.


Ponijan melihat cap kaki itu merasa familiar,tapi ia lupa.


Bejo menyimpan kotak peti dan papan batu tersebut.


Sssstttt......... Suara mendesis yang arahnya dari tebing tempat Bejo mengambil melati perak.


"kalian Cepat saling berpegangan tangan jadi 1 kelompok...Aku merasakan ada bahaya mendekat ke kita" ucap Bejo#.


Mereka yang mendengar langsung cepat berkumpul lalu saling berpegang tangan. Bejo memegang tangan Paramitha lalu menggunakan ilmu menghilangnya dan memasang array pelindung.


"Jangan ada yang bergerak atau bicara." ucap Bejo.


"Siap tuan muda..." ucap para wanita perguruan gunung emas. Sedangkan yang lainnya tak bicara.


Muncul 7 ekor ular cobra yang sangat besar. Salah satu ular terdapat batu yang menempel di kepalanya.


"jangan menjawab ucapanku,Ular itu tak bisa melihat kita,kalian jangan melepaskan pegangan tangan" ucap Bejo lirih.


Ssssshhhhht.... Ular itu mendesis sambil menjulurkan lidahnya. Panjang ular itu mencapai 300 meteran,Sisanya di bawah 300 meter.


Nampak salah satu wanita dari perguruan gunung emas hendak teriak,lalu mulutnya di dekap oleh yang lainnya.


Ada juga yang mengompol. Karena sangking takutnya melihat ular raksasa tersebut.

__ADS_1


Salah satu ular mencium aroma asing lalu mendekati aroma tersesebut,


Duuuuk....Duuukk....


Ular itu menabrak array pelindung.


"Asem...Mereka mendengar suara benturan saat aku memukul peti itu,lalu pada keluar.." ucap Bejo dalam hati.


Sejam kemudian Ular - ular itu lantas pergi karena tak melihat gangguan.


Bejo dan yang lainnnya mengusap dadanya bernafas lega.


"Selameeet.... Ularnya dah pergii.. " ucap Bejo.#


Bejo mengaktifkan elemen cahayanya,karena merasa keletihan akibat menggunakan ilmu menghilangnya terlalu lama.


Bejo teringat dengan kalung yang ada batu liontinnya yang ia temukan di sarang ular.Lalu ia mengeluarkan kalung tersebut. Bejo memasangkan kalung itu ke Yeni,lalu Sari,Shanti,Novita,paramitha dan Ayu.


Sedangkan lempengan besi Bejo berikan pada Tang Seng.


"Ini apa Jo'er.." ucap Tang Seng penasaran.


"Itu adalah artefak menahan serangan kek..." ucap Bejo.


"Berikan saja pada Yeni'er saja Jo..." ucap Tang Seng.


"Kakek pengen aku berantem sama ke tiga istriku karena tak dapat artefak itu?" ucap Bejo.


"Oh iya... Maaf..Kakek lupaa.." ucap Tang Seng.


"Saling pegangan tangan,kita pergi dari sini,jangan ada yang bersuara..." ucap Bejo#.


Mereka hanya menganggukkan kepalanya. Lalu mereka pergi menjauh dari tempat sarang ular.


Kini mereka sudah berada 500 meter dari tebing ular.


Traang... Tranggg...Trangg...


Boomm....Booom.....Booommm... Suara pertempuran.


"Serang terussss...." suara pria..


Rombongan Bejo berhenti. Bejo menampilkan wujudnya.


Bejo mengeluarkan drone,lalu menerbangkan ke arah sumber suara.


Nampak di layar ponselnya ada 2 ekor kalajengking raksasa sedang bertarung dengan 50 orang. Lalu Bejo menerbangkan dronenya ke arah yang lain.


"Di sana daerah monster kalajengking..


Bejo menunjuk arah yang yang monster kalajengking.


"Di sana ada monster laba - laba...


"Lalu di sana monster kelabang.." ucap Bejo#.


"Terus kita kemana Kang Mas?" ucap Yeni#.


"Hem.....Kita ke monster kelabang saja" ucap Bejo #.


Tiba - tiba Bejo melihat ada sekitar 90 an orang melesat ke arah rombongan Bejo berada di layar hapenya.


Bejo menurunkan drone tersebut,lalu menyimpannya.


Tak lama kemudian ke 90 an orang itu memghampiri rombongan Bejo.


Bejo melihat 1 orang berada di ranah pendekar Saint tingkat 7.


"Waahh..Waah... Ada yang berhasil sampai ke sini..


Mereka hanya melihat yang memiliki Qi hanya para wanita saja. Sedangkan para pria tak memiliki energi Qi.


"Serahkan semua yang kalian miliki,Maka kalian aku jamin selamat sampai keluar pulau ini. ucap Pria 1.


"Kak... Yang wanita itu juga...." ucap Pria 2 sambil menunjuk Novita dan Ayu.


Mereka melihat Bejo bisa mengeluarkan Qi nampak terkejut,sebab mereka tadi tak merasakan Bejo memiliki Qi.


Dooooorrrr........ Pistol itu memuntahkan timah panasnya,melesat sangat cepat mengarah ke pria yang mengingikan istri Bejo.


"EH.....!!!????mereka terkejut dengan suara yang terdengar dari benda yang di pegang Bejo.


Pria yang ingin mengambil Novita dan Ayu nampak dahinya berdarah.Lalu ambruk.


Orang - orang yang di sampingnya terkejut,melihat putra raja ambruk secara tiba - tiba. Padahal mereka melihat kelompok Bejo tak ada yang mencarkan serangan menggunakan jurus seperti orang - orang pada umumnya untuk menyerang lawan.


Nampak Pria yang pertama bicara tadi mengecek kondisi adiknya.Nampak dahi adiknya mengeluarkan darah.Lalu ia berdiri sambil menatap tajam Bejo.


"Kau apakan adikku....." ucap Pria 1 sambil emosi.

__ADS_1


__ADS_2