
Ketika Bejo baru dua langkah masuk dalam rumah,tiba -tiba Muhtar menghubunginya.
"Boss... Mereka menyakan perihal benda terbang di langit menuju hutan. Kita jawab apa Bos..." suara Muhtar.
Bejo menghentikan langkahnya.
"Bilang saja tidak tahu,kita ke sini memakai kapal laut,jangan bilang pesawat,beritahukan pada yang lain,termasuk teman - temannya istriku.." ucap Bejo
Nampak 2 orang yang berjaga di depan pintu nampak heran dengan ucapan Bejo,sebab ucapan Bejo tak di mengertinya.
"Siap Bos..." suara muhtar.
Bejo berjalan menyusuri rumah Xian Sei Qing.
Lalu ia mendengar suara tawa. Kemudian Bejo menghampiri sumber suara tersebut.
Nampak orang tua Ayu,Ayu,Paramitha,ke empat istrinya dan ada 4 orang yang belum Bejo kenal. sedang mengobrol.
Mereka menceritakan tingkah konyol Ayu saat perjalanan menuju ke perguruan.
Yeni melihat Bejo berdiri di dekat pintu.
"Kang mas....Sini..." ucap Yeni #.
Bejo berjalan menghampirinya.
Ayu mendekati Bejo lalu memeluk Bejo dari samping.
"Kak....Mereka menertawaiku..." ucap Ayu.
"Emangnya adik melakukan apa?" ucap Bejo # heran.
"Saat teman - teman kakak Tidur,Ayu mengikat kaki teman - teman kakak...Lalu Ayu kagetin mereka lalu mereka terbangun dan terjatuh... Begitu kak.."ucap Ayu.
Bejo lantas membayangkan anak buahnya di kerjai oleh Ayu ,Bejo menahan tawanya.
Bejo mengusap rambut Ayu.
"Jahil banget ini cewek...Pantesan istri - istriku pada ngeluh sama sikapnya.." ucap Bejo dalam hati.
Ayu melepaskan pelukannya.
"Bejo'er...
"Ini adalah Adikku bernama Fei Feng Qing ,yang di sebelahnya adalah istrinya bernama Jialin Qing. di sebelahnya adalah putrinya bernama Shashuang Qing dan di sebelahnya adalah putranya bernama Hua Lie Qing.." ucap Xian Sei Qing.
Bejo menghampiri Fei Feng Qing lalu menyodorkan tangan.
Fei Feng Qing menyambut tangan Bejo.
"Bejo Li Hua...Panggil saja Bejo.." ucap Bejo #.
"Fei Feng Qing...Panggil saja Paman Fei.." ucap Fei Feng Qing.
Lalu Bejo manangkupkan tangannya ke arah Jialin Qing,Hua Lie Qing dan Shashuang Qing.
"Salam Bibi...Salam Adik ponakan.." ucap Bejo#.
Kemudian Bejo duduk di kursi.
"Maaf tadi kami tak menyambut kalian,sebab tadi ada masalah yang harus aku kerjakan secepatnya.Dan aku mengucapkan banyak terima kasih atas apa yang Bejo lakukan pada keponakanku,jika tak ada Kalian....Maka perguruan ini akan binasa." ucap Fei Feng Qing.
"Ya gak apa - apa Paman..." ucap Bejo #.
Ayu mengambil buah anggur lalu menghampiri Bejo,lalu duduk di pangkuan Bejo.
"Asem...Padahal masih ada kursi kosong,kok malah duduk di pangkuanku" ucap Bejo dalam hati.
__ADS_1
"Kemarin...Utusan kekaisaran datang kemari,mereka mencurigai perguruan ini di balik serangan itu.." ucap Fei Feng Qing.
"Mengapa mereka mencurigai perguruan ini Paman Fei.?" ucap Bejo # berusaha tenang.
" Itu karena keponakanku akan di ambil oleh pangeran untuk di jadikan selir,Lalu mereka menangkapi orang - orang yang selalu berbuat onar,ada pula dari perguruan aliran hitam. Mereka menanyakan perihal peristiwa itu,Mereka tak puas dengan jawaban yang di berikan,kemudian salah satu prajurit yang biasa mengawal pangeran itu selamat dari insiden itu mengatakan bahwa pangeran akan kembali kesini 2 bulan lagi untuk mengambil keponakanku untuk di jadikan selir. Dari keterangan itu lantas pihak kekaiasaran mengutus salah satu Jendralnya kesini,mereka datang kemarin,lalu memeriksa semua bangunan ini,karena tak menemukan hal - hal yang mencurigakan lantas mereka pergi. " ucap Fei Feng Qing.
Ayu menyuapi Bejo.
"Beeghhh.. Mereka langsung curiga kesini...Untung saja datangnya kemarin,jika pas hari ini apa gak bentrok kita kalau mereka memeriksa cincin ruang." ucap Bejo dalam hati.
"Waktu itu kalau gak salah,kak Sari bilang kalau kak Bejo ke kerajaan Langit saat Ayu masih di hutan.." ucap Ayu.
"Iya... Tapi itu gak jadi dek... Sebab aku dengar di sana terjadi kekacauan sebelum tiba di sana..Dari pada kenapa - kenapa di sana.." ucap Bejo # alasan.
"Heeeh...!!?? Ngapain Bejo kesana?" ucap Fei Feng Qing dalam hati penasaran.
"Apakah Bejo juga berasal dari indonesia?" ucap Fei Feng Qing.
"Iya benar... Kenapa Paman Fei?" ucap Bejo #.
"Mengapa Bejo ingin pergi ke kerajaan Langit?" ucap Fei Feng Qing curiga.
"Kita mau beli bahan makanan, bahan untuk membuat kapal,karena bahan makanan kita menipis,dan kita juga dalam perjalanan untuk kembali pulang..," ucap Bejo #.
"Ooo.... Begitu..." ucap Fei Feng Qing.
"Masuk akal juga... " ucap Fei Feng Qing dalam hati.
"Apakah mereka akan datang kembali kesini Paman Fei? " ucap Bejo#
"Entahlah... Bisa iya dan juga tidak... Oh iya... Kalau gak salah 15 hari yang lalu kita melihat sesuatu yang terbang di langit,Ketika aku ingin mengejarnya sudah menghilang arahnya ke hutan srigala.. Apakah kalian melihatnya?" ucap Fei Feng Qing.
"Tidak lihat Paman,Yang terbang itu apa? Apakah naga?" ucap Bejo#.
"Sial...Berarti ada yang lihat pesawat terbangnya..." ucap Bejo dalam hati.
"Kalau naga dia panjang bentuknya,ini seperti burung,tapi anehnya burung itu tak mengepakkan sayapnya.." ucap Fei Feng Qing.
Tiba - tiba Ayu merasakan sakit yang hebat di kepalanya.
Ayu memegang kepalanya yang terasa sakit
Tiba - tiba Ayu mendapat sekilas ingatannya.
Ayu mendapat sebuah ingatan dirinya melihat benda terbang di langit,lalu benda itu turun ke tengah hutan,karena penasaran,Ayu pun pergi ke dalam hutan srigala.
"Kak....Sakit kepala Ayu..Kaaaaak.... Aduuuuhh....Sakiittt." ucap Ayu .
"Dek Shanti... Adakah obat sakit kepala? ucap Bejo #.
Shi Juan Qing menghampiri putrinya
"Ada kang mas..." ucap Shanti #
"Gege...Panggilkan tabib Qinyan kemari...." ucap Shi Juan Qing yang nampak mencemaskan putrinya itu.
Shanti mengeluarkan obat sakit kepala beserta air minum lalu mendekat ke Ayu,kemudian menyodorkan obat.
"Tenanglah Shi'er.. Ada nak Shanti di sini..." ucap Xian Sei Qing.
Ayu menerimanya lalu menelan obat itu.Lalu meminum air dalam botol.
"Apa yang kamu berikan pada putriku itu nak?" ucap Shi Juan Qing penasaran akan bentuk pil yang di berikan pada putrinya.
"Itu obat pereda sakit kepala bu..." ucap Bejo#.
"Apakah Nak Shanti ini seorang Tabib?" ucap Fei Feng Qing.
__ADS_1
"Iya... Dia adalah tabib,tapi di tempat mereka namanya dokter" ucap Xian Sei Qing.
Bejo memijati pundak dan leher Ayu untuk mengurangi rasa sakit kepalanya
Bisa saja Bejo menyembuhkan memakai elemen cahayanya,tapi ia takut akan di buru banyak orang.
Rasa sakit yang di derita Ayu berangsur sembuh.
"Terima kasih Kak Shanti... Kak Bejo..." ucap Ayu.
"iya..." ucap Shanti dan Bejo.#.
"Ayu tadi mengingat saat Ayu berada di pinggir hutan,lalu melihat benda terbang itu menuju ke hutan Srigala,karena penasaran,Ayu mengejarnya... Setelah itu tak ingat lagi.." ucap Ayu.
"Dek... Apakah kalian ada cerita tentang pesawat kita?" ucap Bejo pada Shanti.
"Tidak Kang mas... Tadi Adik ayah angkatnya kang mas menanyakan hal itu pada kami, lalu di jawab oleh kak sari,bahwa kita naik kapal laut..." ucap Shanti.
???? Keluarga Ayu yang mendengar percakapan Bejo dan Shanti tak mengerti ucapan mereka.
"Kalian bicara apa? mengapa aku tidak mengerti apa yang kalian ucapkan" ucap Shi Juan Qing.
"Kita memakai bahasa daerah kami bu..." ucap Bejo #.
"Oooo....Begitu.." ucap Shi Juan Qing.
Fei Feng Qing mendekati Shanti.
"Boleh saya lihat pil itu Nona Shanti..." ucap Fei Feng Qing yang penasaran dengan obat yang di berikan kepada keponakannya.
Shanti mengeluarkan obat tersebut lalu memberikan pada Fei Feng Qing.
Fei Feng Qing memperhatikan bentuk pil tersebut lalu mengendus aromanya.
"Hem....Bentuknya pipih bulat,dan aromanya tidak sama... " ucap Fei Feng dalam hati.
Tiba - tiba ada seorang pemuda masuk dalam ruangan.
"Ampun ketua,hamba lancang masuk kemari...Hamba membawa kabar sangat penting.." ucap orang itu.
Xian Sei Qing lantas mendekat ke orang tersebut.
"Kabar penting apa yang kamu bawa?" ucap Xian Sei Qing.
"Di pintu gerbang ada Ratusan orang dari keluarga Dong... Mereka menuntut balas atas kematian putranya..." ucap pemuda itu.
Sari mendekati Bejo.
"Mengapa mereka menuntut balas kematian putranya?" ucap Xian Sei Qing heran dan penasaran.
"Kata mereka...Mereka melihat di batu jiwa bayangan terakhirnya itu terlihat rombongan tetua Qian yang membunuh putra mereka.." ucap Pemuda itu.
"Sial.... Aku lupa kalau di sini itu ada yang memakai batu jiwa.." ucap Bejo dalam hati.
"Kang Mas...Gimana ini" ucap Sari cemas,sebab ia juga ikut membunuh murid perguruan api langit.
"Panggilkan tetua Qian,suruh dia segera menghadap padaku.." ucap Xian Sei Qing.
"Tenang dek... Kita hadapi dengan kepala dingin..." ucap Bejo.
"Semuanya... Berkumpul di depan rumah Ayu.." ucap Bejo memakai radionya memanggil anak buahnya.
"Siap Ketua...." ucao Pemuda itu lalu pergi.
"Siap Boss...." suara anak buah Bejo.
Xian Sei Qing lantas membalikkan badannya ke arah Bejo.
__ADS_1
"Apakah nak Bejo tahu apa yang terjadi? mengapa keluarga Dong datang kemari?" ucap Xian Sei Qing.
"Iya ayah... Aku.......