
Bejo perlahan berjalan mengitari sosok tersebut.Kemudian terbang agar lebih jelas melihatnya.
Di tengah - tengahnya terdapat sebuah kolam,lalu Bejo melihat kepala yang melingkar tersebut.. Betapa terkejutnya Bejo saat mengetahui sosok yang melingkar tersebut.
"Tak mungkin......!!!??" ucap Bejo dalam hati tak percaya apa yang ia lihat.
Sosok yang melingkar itu adalah ular berkepala seperti naga bewarna putih polos,namun tak memiliki kaki seperti Paijo.Panjangnya kira - kira 120 meter.
Nampak ular naga itu tertidur.
"Kenapa ada ular naga di sini? Pantesan aja tadi aku merasakan aura yang kuat" ucap Bejo dalam hati.
Bejo nampak berpikir bagaimana caranya untuk menundukkan naga itu.
"Ahaaaa....Aku tahu... " ucap Bejo dalam hati.
Bejo melayang mendekat ke arah kepala Naga itu.
Tiba - tiba naga itu membuka matanya. Ia merasakan ada sesuatu yang mendekat,tapi tak melihat sesuatu yang mencurigakan.
"Diampuut.... Malah melek lagi..Kalau bertarung dah mati duluan aku." umpat Bejo dalam hati.
Kemudian naga itu memejamkan matanya lagi.
Bejo melayang tepat di depan kepala sang Naga. Lalu menggigit jarinya.
Bejo meneteskan darahnya,tapi sayang,darahnya langsung membeku. Hingga darah itu tak menyerap di kulit naga tersebut.
Sang naga mencium aroma darahnya Bejo lalu ia terbangun.
Grroooaaarr........
Sang naga menambah auranya,agar sosok yang di dekatnya itu menjauh.
"Waaassssuuu.... Malah bangun dan auranya makin kuat lagi." umpat Bejo dalam hati.
Bejo menjauh dari naga tersebut.
Nampak naga itu mencari sesuatu,naga itu mengendus - endus darah Bejo yang membeku.
Bejo berusaha mempertahankan tubuhnya agar tidak membeku dan menahan aura yang di pancarkan naga tesebut. Lalu Bejo mengeluarkan Pil pemulih Qi lalu menelannya.Lalu mengeluarkan kain kemudian melilitkan di mulutnya.
Bejo mengaktifkan elemen cahayanya,untuk mengurangi efek aura sang ular naga.
Bejo teringat dengan sebuah artefak yang ia dapat di pulau melayang,artefak itu memiliki 4 tiang. Fungsinya untuk menyedot energi Qi lawan.
Bejo menunggu sang naga tenang,karena Naga itu sedang berputar mencari sesuatu sambil memancarkan auranya.
"Untung aku punya ilmu menghilang.Jika tidak bisa amsiong aku..." ucap Bejo dalam hati.
Bejo mengeluarkan seteguk darah,karena tak kuat menahan aura sang Naga.
Karena tak menemukan sosok yang di cari,naga itu kembali ketempat semula,lalu memejamkan mata. Naga itu tertidur lagi.
"Nah gitu donk... Kamu tidur lagi.." ucap Bejo dalam hati.
Begitu Bejo hendak meletakkan Pilar tersebut,Bejo mengurungkan niatnya,sebab bila ia menggunakan pilar tersebut,maka dirinya juga ikut terserap energi QInya.
Kemudian Bejo menelepati Paijo.
"Bro... Tahu letak energi Qi ular berkepala Naga?"
"Hem.....
" Ya aku tahu Bos...Emang ada apa?" ucap Paijo telepati.
"Ada ular besar berkepala naga di depanku. Kekuatannya lumayan kuat,aku tak sanggup mengahadapinya bahkan dirimu saja belum mampu menghadapinya,aku mau menyegel energi Qi ular itu" ucap Bejo telepati.
Lantas Paijo memberi tahu letak energi Qi ular naga tersebut.
Begitu Bejo mengetahui,lantas Bejo melesat ke atas ke ular naga tersebut sambil memperhatikan letak energi Qi yang di beri tahu oleh Paijo.
"Ketemu..." ucap Bejo dalam hati.
Bejo berencana menyegel energi Qi pada ular naga tersebut,segel ini berbeda dengan segel yang ia lakukan pada ratu lebah. Sebab bentuk tubuhnya lebih besar daripada ratu Lebah.
Bejo mendekat kemudian mengucapkan mantra sambil menggerakkan jari dan tangannya.
Muncul diagram kuno,lalu Bejo meletakkan telapak tangannya pada tubuh sang ular naga.
Sang ular naga merasakan sesuatu menyentuh tubuhnya,namun sudah terlambat,Bejo sudah menyegel energi Qi pada ular naga tersebut.
Bejo menelepati Paijo.
"Broo.. Aku sudah menyegel energi Qi ular naga tersebut. " ucap Bejo telepati.
Ke empat hewan keluar dari batu dimensi.
Sang ular naga terkejut melihat ada 4 hewan suci di depannya.
"Pantes saja bos bilang kita gak sanggup,ternyata kekuatannya hampir ke ranah Dewa..." ucap Paijo dalam hati melihat ular naga tersebut.
Sang ular naga hendak menyerang Paijo,namun Ponijan dengan gesit melompat lalu memukul kepala sang ular naga tersebut.
Booooom...... Kepala ular naga itu terhempas ke tanah.
"Selamet.... Untung bos dah menyegel energi Qi ular neh..." ucap Paijo dalam hati.
Bejo menampakkan dirinya,lalu berjalan menghampiri ular naga tersebut.
Paijo lantas lompat lalu menduduki kepala ular naga tersebut.Lalu memukul - mukul kepala ular naga tersebut.
Plak....Plaakk...Plakk...Plak...Plaak....
"Kamu mau menerkamku...Enak aja.. Aku ini Leluhurmu tahu...." ucap Paijo mendengus kesal.
"Aku kok bisa mendengar ucapan ke empat hewan kontrakku ya tanpa telepati?" ucap Bejo dalam hati heran bisa mendengar ucapan ke empat hewan kontraknya tersebut.
Sang ular naga hendak mengeluarkan kekuatannya,tapi sayang ia tak merasakan kekuatannya itu keluar. Lalu ia mengaduh kesakitan.
"Ampuun....Ampuuun....Ampuun tuan..." ucap ular naga tersebut.
"Kita apakan ini ularnya Kakak pertama?" ucap Kakashi.
"Kita buat sate saja... Mayan ini dagingnya bisa meningkatkan kekuatan kita..." ucap Ponijan.
"Jangan tuan...Ampuun.. Dagingku rasanya tidak enak..." ucap ular naga putih.
Bejo duduk jongkok memperhatikan kepala ular naga tersebut yang di pukul - pukul oleh Paijo.
"Kamu mau mati atau hidup?" ucap Bejo#.
"Aku mau hidup tuan...Ampuun....." ucap ular naga.
"Apa yang di ucapkannya itu Jan...?" ucap Bejo telepati ke ponijan.
"Dia ingin hidup bos..." ucap Ponijan telepati.
"Tanpa telepati aku bisa mendengar ucapanmu bro.." ucap Bejo.
"EH...!!!?? Ponijan tekejut.
"Serius boss....??" ucap Ponijan tak percaya.
"Iya aku serius....
"Tapi aku gak bisa mendengar ucapan ular putih ini...
"Dah cukup...Jangan di pukul terus,nanti gegar otak tuh" ucap Bejo.
Paijo lantas menghentikan aksinya memukuli kepala ular naga tersebut.Kemudian melompat.
"Baiklah... Aku akan membiarkanmu hidup,tapi dengan syarat.. Kamu harus setia dan patuh padaku..." ucap Bejo#.
"Baiklah... Aku bersumpah akan setia dan patuh pada tuan.Bila aku berhianat maka aku akan mati" ucap ular naga putih.
__ADS_1
"Baiklah...
"Itu kolam apa di sana itu?" ucap Bejo # sambil menunjuk sebuah kolam. Kolam itu tak membeku meskipun udaranya sangat dingin sekali.
"Itu adalah kolam energi es tuan..." ucap ular naga putih.
"Kolam energi es boss..." ucap Ponijan.
"Ooo....Kolam energi Es....
"Baiklah...Aku akan masuk ke sana..." ucap Bejo#.
"Jangan masuk tuan...Itu air bisa membuat tuan mati membeku..." ucap ular naga putih.
"Katanya air itu bisa membuat bos mati membeku.." ucap Ponijan.
"Aku akan baik - baik saja..." ucap Bejo#.
Bejo menyentuh tepat dimana energi Qi ular naga putih itu berada. Lalu melepas segelnya.
"Kalian berjagalah di sini... Ingat... Jangan berkelahi..." ucap Bejo.
"Siap Boss...." ucap ke empat hewan kontrak Bejo.
Kemudian Bejo melesat ke arah kolam tersebut.
Begitu sampai dipinggiran kolam. Bejo merasakan seperti tertusuk ribuan jarum.
"Jangkreeek....Belum masuk aja seperti ini apa lagi aku masuk" gumam Bejo.
Bejo memasukkan Jam dan radionya lalu mengeluarkan pedang biasa ,lalu mencelupkan ke dalam kolam. kemudian mengangkat pedang tersebut.
Nampak separuh pedang membeku,lalu pedang itu patah.
"Wuuiiiih..... Langsung patah.....Terus kalau aku masuk gimana neh.. " ucap Bejo dalam hati.
Sementara Paijo dan yang lainnya nampak saling mengobrol.
"Kalau aku gak masuk... Elemen ESku gak terbuka,lalu aku gak bisa pulang...
Bejo nampak bimbang.
"Masuk sajalah... Semoga tak sesakit kolam racun..." ucap Bejo memantapkan hatinya.
Bejo mengucapkan do' a sebelum masuk ke dalam kolam. Begitu selesai membaca do'a Bejo melompat.
"Auwoooooo.........
Byuuuuurrrrr..........
Bejo masuk kedalam air kolam.Nampak kepala saja yang muncul. Badan Bejo seketika membeku,tapi tidak kepalanya. Bejo berusaha agar bisa bernafas.
Ular naga putih melihat Bejo melompat ke dalam kolam nampak menjatuhkan rahangnya kebawah.
"JUANCOOOOOOK...........
Bejo teriak. Karena merasakan tubuhnya terasa tertusuk riabuan jarum.Rasa sakit itu melebihi kolam racun.
"AAAAARGGGGH......
"IBUUUUUUUUUUUU.......
Bejo menaham rasa sakit tersebut.
"Itu majikanmu gila atau apa? kok masuk kedalam kolam itu" ucap ular naga putih heran.
"Majikanku mencoba menyerap energi pada kolam itu.
"EH... Ngomong - ngomong berapa lama kamu ada di sini." ucap Paijo.
"Kalau gak salah sudah 12 ribu tahun" ucap ular naga putih.
"Lama juga ya...
"Apakah salju daerah ini dari perbuatanmu?" ucap Ponijan.
"Hem... Itu karena aku dan juga kolam itu
"Apa yang di ucapkan oleh majikanmu itu? kok aku tidak paham" ucap ular naga putih.
"Majikanku lagi mengumpat..." ucap Paijo.
Kepala Bejo perlahan ikut membeku Bejo memggunakan elemen cahayanya agar bisa bernafas,tapi tak bisa bicara.
"Diampuutt.... Aku gak bisa berteriak untuk melepas rasa sakitku.." ucap Bejo dalam hati.
Tapi sayang,Es itu mengurung Bejo,hingga Bejo tak bisa bernafas.
Perlahan elemen ES Bejo mulai sedikit retak.
"Ooo...Mengumpat... Baru tahu aku umpatan itu...." ucap ular naga putih.
Kakashi melihat Bejo membeku lantas melesat ke arah Bejo.
"Gaisss... Ayoo bantu aku..." ucap Kakashi.
Paijo,Ponijan dan Djarwo lantas melesat ke arah Bejo.
Meskipun Djarwo memiliki tubuh kura - kura,ia bisa melesat dengan cepat,karena menggunakan elemen anginnya.
"Alirkan energi kita pada Bos..." ucap Kakashi.
Ke empat hewan kontrak Bejo lantas mengalirkan energinya pada Bejo.
Nampak energi dari empat hewan kontrak Bejo mengalir ke arah Bejo.
Ular naga putih menghampiri Bejo sambil memperhatikan.
Perlahan es yang menyelimuti kepala Bejo menghilang.
"AAAAARGGGH........ Bejo teriak kesakitan.
"Bantuin Bos kita...." ucap Kakashi pada ular naga putih.
"Aku gak ada di perintahkan oleh dia.. Jadi buat apa aku bantu..." ucap ular naga putih.
"BANTUIN AKUU.......AAAARRGGHHH....." ucap Bejo #sambil mengerang kesakitan.
"Baiklah...." ucap ular naga putih.
Nampak ular naga putih mengalirkan energinya kepada Bejo.
---***---
Di daerah perbatasan .
Perlahan Es yang menyelimuti pulau itu mulai mencair. Warga yang dekat dengan perbatasan tumpukan ES nampak terkejut dengan fenomena alam tersebut.
"Mengapa es ini mencair?" ucap warga 1
"Iya... Padahal matahari tidak terlalu panas..." ucap warga 2.
"Apakah akan terjadi sesuatu yang buruk?" ucap warga 3.
"Entahlah... " ucap warga 2.
"Gimana kalau kita laporkan pada kerajaan,siapa tahu mereka mengetahuinya" ucap warga 1.
"Ayooo..." ucap mereka serempak.
Kemudian para warga itu bergerak menuju kerajaan ES.
Setelah menempuh beberapa jam,mereka pun sampai.
Lalu mereka melaporkan kejadian itu pada prajurit jaga di gerbang.
__ADS_1
Lalu prajurit penjaga gerbang lantas masuk ke dalam kerajaan untuk melaporkan laporan warga tersebut.
---***---
Nampak Xi Wei Tang duduk di ruang istana bersama puluhan bawahannya. Mereka membahas persoalan yang terjadi pada kerajaan dan juga masyarakat.
Nampak prajurit berjalan masuk kedalam.
"Mohon maaf yang mulia Ratu. Aku telah lancang masuk ke dalam. Sebab ada hal penting yang harus aku sampaikan." ucap prajurit tersebut.
"Iya... Hal penting apa itu?" ucap Xi Wei Tang.
"Warga perbatasan mengadu,bahwa mereka melihat tumpukan salju mencair yang mulia ratu.." ucap prajurit.
"Dimana warga itu.." ucap Xi Wei Tang.
"Ada di pintu gerbang yang mulia ratu" ucap prajurit
"Bawa mereka kesini" ucap Xi Wei Tang.
"Siap....Aku akan membawa mereka yang mulia Ratu" ucap prajurit.
Prajurit itu lantas keluar dari ruangan tersebut.
"Apakah ini kutukan yang mulia ratu..?" ucap salah satu bawahan.
"Semoga saja bukan..." ucap Xi Wei Tang.
Sebab berita tentang putrinya keluar dari pulau telah menyebar ke seluruh penjuru kerajaan.
Setelah lama menunggu,akhirnya para warga datang. Lalu para warga itu di tanya oleh Xi Wei Tang.
Para warga menjawab apa yang mereka lihat dan saksikan.
Lalu para warga itu keluar dari ruangan kemudian pulang kerumah.
Xi Wei Tang lantas menyuruh salah satu jendralnya untuk mengecek perbatasan.
Sementara di sisi rombongan Bejo.
Nampak ke empat istri Bejo sedang cemas.
Mereka merasakan sesuatu yang menimpa Bejo.
"Apakah kita susul saja suami kita?" ucap Shanti.
"Jangan...Kita tidak boleh keluar dari kerajaan tanpa sepengetahuan suami kita.." ucap Sari.
"Tapi aku merasakan tak enak menimpa pada suami kita.." ucap Shanti.
"Aku juga begitu... Tapi mau gimana lagi... Tanpa ijin dari suami kita,kita tak bisa kemana - mana" ucap Sari.
Yeni nampak berjalan keluar kamar.
"Mau kemana kamu dik ?" ucap Sari.
"Aku mau menyusul suami kita.." ucap Yeni.
Sari segera menahan Yeni.
"Jangan keluar,bila adik keluar.. Maka suami kita akan sangat marah besar....Adik mau Kang mas Bejo marah sama adik?" ucap Sari.
Yeni nampak mengeluarkan air matanya,lalu Sari memeluk Yeni.
---***---
1 Hari kemudian di dalam goa.
Ke empat hewan kontrak Bejo sudah tak bisa mengalirkan energinya,yang tersisa hanyalah ular naga putih. Sebab energi ke empat hewan kontrak Bejo sudah hampir habis.
"Kamu lanjutin saja... Kita - kita sudah tak sanggup lagi..." ucap Paijo.
"Iya... " ucap ular naga putih.
Bejo masih merasakan rasa sakit,elemen ES Bejo sudah mulai banyak retakan. Tapi belum ada tanda - tanda retakan itu akan pecah.
---***---
Kerajaan ES.
Nampak 5 Km dari kerajaan ES yang dulunya di tutup salju,kini nampak tanah. Karena tumpukan salju itu perlahan mencair.
Rumput - rumput mulai tumbuh,dan pohon yang sebelum tak ada daun,kini muncul dedaunan.
Xi Wei Tang nampak bingung akan fenomena alam tersebut,ia mondar mandir di dalam kamarnya. Ia merasa senang karena daerah yang tak tertutup salju menjadi luas untuk lahan pertanian,dan ia juga merasakan bahwa itu adalah kemurkaan dari leluhurnya.
"Apakah leluhur marah karena putriku keluar dari pulau...
"Kalau iya... Aku harus bagaimana....." ucap Xi Wei Tang dalam hati.
"Yang mulia putri Liu datang menghadap..." ucap salah satu dayang istana yang berjaga di depan pintu kamar.
Lalu Liu Yi Fei masuk kedalam kamar ibunya menghampiri ibunya.
"Bunda... Apakah ini ada hubungannya dengan diriku?" ucap Liu Yi Fei.
Liu Yi Fei mengetahui kabar tentang salju yang mencair.
"Tidak Yi'er... Ini tidak ada hubungan dengan dirimu..
"Oh iya... Dimana pujaan hatimu itu?" ucap Xi Wei Tang mencoba mengalihkan pembicaraan.
"Ahh.. bunda ini.. Aku tak punya pujaan hati.." ucap Liu Yi Fei.
"Bunda lihat pujaan hatimu tak ada nampak..." ucap Xi Wei Tang.
"Dia pergi keluar... Aku tak tahu dia kemana..." ucap Liu Yi Fei tanpa sadar.
"Ooo... Begitu... Jadi benar dia pujaan hatimu Yi'er..." ucap Xi Wei Tang.
"EH.....!!!??? Liu Yi Fei terkejut dan tersadar akan ucapannya tadi.Mukanya memerah.
"Putri Bunda sudah besar... Jadi itu wajar bagi seorang manusia jatuh hati pada seseorang.." ucap Xi Wei Tang.
***
Para pasukan Elit Bejo.
Sebagian menjaga ke empat istri Bejo sebagian menjaga mertua dan kakek Tang Seng.
"Boss pergi kemana? Kok sampe sekarang gak ada muncul" ucap Jali.
"Mana aku tahu... Sebab aku mencoba menghubungi lewat radio tak bisa.." ucap Muhtar.
"Eh... Btw... Kok aku merasa lebih enak tinggal di sini ya dari pada di bumi" ucap Jali.
"Emang kamu mau menetap di sini?" ucap Muhtar.
"Enggak... Cuman aku betah saja tinggal di dunia kultivator..." ucap Jali.
"Aku malah teringat sama istriku,semoga saja dia tak kenapa - kenapa" ucap Muhtar.
----***----
Di suatu tempat yang sangat jauh dari pemukiman. Yang dulunya tertutup salju yang tebal kini tak lagi,nampak sebuah goa. Goa itu selebar 8 meter,tingginya 20 meter.Goa itu tertutup Batu yang ada ukiran dan tulisan.
Lalu ada bagian yang retak,bagian tersebut kemudian jatuh.
Tiba - tiba saja batu yang menutup pintu goa itu bergetar, Lalu runtuh.
Muncul seekor monster dari pintu goa tersebut.
Kemudian di ikuti puluhan monster lainnya.
__ADS_1
Para monster itu berlarian keluar dari goa tersebut hingga jumlahnya ratusan ribu.