BEJO

BEJO
MAKHLUK PENUNGGU GOA ES.


__ADS_3

Bejo menghampiri Liu Yi Fei.


"Tuan Bejo.. Ini adalah Ibundaku bernama Xi Wei Tang...


"Dan ini adalah kakakku bernama Huan Qin Fei..." ucap Liu Yi Fei memperkenalkan keluarganya pada Bejo.


"Salam Yang mulia Ratu....


Bejo mengepalkan tangannya. Lalu di balas anggukan,begitu pula kepada kakakknya Liu Yi Fei.


"Di mana ruangan penjara itu berada?" ucap Bejo# karena ingin segera mengetahui siapa saja yang terlibat sebelum yang terlibat itu kabur duluan.


"Tuan mau apa di penjara?" ucap Liu Yi Fei penasaran.


"Aku mau menggali informasi,siapa saja yang terlibat.." ucap Bejo#.


"Ooo... Begitu.. Baiklah...Ikut saya tuan..." ucap Liu Yi Fei.


Mereka pun berjalan ke arah ruang penjara, tepat di mana Jin Mei Xouyan dan Xian Ji Fei di tahan.


Mereka berjalan melewati beberapa bangunan.


Tak lama kemudian,mereka pun telah sampai di depan pintu yang di jaga ketat.


Nampak seorang penjaga membukakan pintu. Begitu pintu terbuka,Bejo bersama ke empat istrinya masuk di ikuti keluarga Liu Yi Fei.


Nampak beberapa ruang tahanan ada yang kosong dan ada pula yang terisi.


"Yang mana orangnya?" ucap Bejo:.


"Itu tuan..." ucap Liu Yi Fei sambil menunjuk.


Bejo melihat seorang remaja dan seorang wanita di ikat dan di rantai.


"Lepaskan aku... Aku tidak berbuat kesalahan..Mengapa kau penjarakan kami..." ucap Jin Mei Xouyan emosi.


"Cih...Dasar wanita iblis... Luar cantik dalamnya busuk..." ucap Bejo#.


Penjaga membuka pintu ruangan tersebut,lalu Bejo masuk ke dalam.


Pria remaja yang melihat Bejo masuk nampak terheran,karena baru pertama kali melihatnya.


"Kurang ajaaar... Lepaskan aku... " ucap Jin Mei Xouyan.


Wanita itu terus saja mengoceh.


Bejo memgeluarkan botol spray obat bius,lalu menyemprotkan kepada mereka.


Tak lama kemudian mereka tertidur dengan posisi berdiri.Karena kedua tubuh mereka menempel di dinding,kedua tangannya terikat Borgol.


Bejo mengucap mantranya untuk mengetahui ingatan orang tersebut.


"Apa yang ia lakukan itu ?" ucap Huan Qin Fei penasaran.


"Dia mau membaca ingatan si jalaang itu kak.." ucap Liu Yi Fei.


Nampak semua ingatan di peroleh oleh Bejo,Lalu Bejo beralih ke sorang remaja. Lalu meletakkan jari di kening remaja tersebut.


"Hem.... Anak sama ibu sama aja busuknya..." ucap Bejo dalam hati.


"Aku baru tahu ada jurus seperti itu.. " ucap Huan Qin Fei.


Liu Yi Fei nampak memperhatikan Bejo.


"Sungguh tampan pemuda ini. Aku sampai terpesona dengan wajahnya.. Tapi sayang.. Istrinya ada 4..." ucap Liu Yi Fei dalam hati.


Setelah selesai membaca ingatan,kemudian Bejo memberi tahu kepada Liu Yi Fei,siapa saja yang terlibat.


Lalu Liu Yi Fei segera memerintahkan kepada anak buahnya untuk menangkap orang yang telah berkomplot dengan Selir Jin Mei Xouyan.


"Terima kasih tuan..Tuan telah menolong kami...Jika tidak ada tuan,mungkin kami akan binasa di khianti oleh mereka.." ucap Xi Wei Tang.


Bejo tersenyum lalu berkata#" Selama itu untuk kebaikan,maka aku akan membantu yang mulia Ratu..."


"Tuan asalnya dari mana kalau boleh aku tahu.." ucap Xi Wei Tang.


"Saya berasal dari Indonesia yang mulia Ratu..." ucap Bejo#.


"Indonesia....???


"Dimana itu tuan..." ucap Xi Wei Tang kebingungan,karena baru pertama kali mendengar nama tersebut.


"Sangat jauh dari sini yang mulia Ratu..." ucap Bejo#.


"Baiklah...


"Pengawal... Siapkan jamuan untuk para penyelamat kita...." ucap Xi Wei Tang.


"Baik yang mulia Ratu...." ucap pengawal.


"Mari....Kita kesana tuan..." ucap Xi Wei Tang.


Mereka pun berjalan keluar penjara.


Bejo melihat beberapa prajurit dan ada 4 orang di ikat berjalan.


"Weeeh... Cepat juga mereka meringkus penghianat kerajaan." ucap Bejo dalam hati melihat 4 orang yang di ikat,sebab 4 orang itu termasuk komplotan selir Jin Mei Xouyan.


Lalu Bejo melewati beberapa bangunan,kemudian memasuki sebuah bangunan.Bejo memasuki sebuah ruangan yang terdapat meja dan kursi. Nampak di meja tersaji makanan dan minuman.


"Silahkan Tuan dan Nyonya menikmati hidangan yang telah kami sediakan.." ucap Xi Wei Tang.


"Terima kasih yang mulia Ratu..." ucap Bejo#.


Mereka pun menyantap hidangan yang ada di meja,namun ada 1 makanan yang tak di sentuh,yaitu Babi panggang.


Selang 20 menit kemudia mereka selesai makan.


Lalu masuklah beberapa prajurit sambil membawa beberapa buah peti yang terbuat dari kayu,lalu di bukanya peti tersebut. Nampak uang emas dan perhiasan yang ada dalam peti tersebut.


"Terimalah hadiah ini sebagai rasa terima kasihku kepada Tuan dan Tabib agung,terutama Tabib agung,jika tidak ada tabib agung,maka kami akan mati ." ucap Xi Wei Tang.


"Woowww.... Banyak banget...Ambil gak ya...." ucap Bejo dalam hati.


Yeni mendekatkan wajahnya kekuping Bejo.


"Sayang... Ambil saja... Lumayan buat bekal nanti.." bisik Yeni.


"Jangan...Ambil saja perhiasan...Uang emas kita kan masih banyak..." ucap Bejo lirih.


"Buat jaga - jaga sayang... Kalau gak mau maka tak ada jatah untuk kang mas.." bisik Yeni.


"Iya.. Iya..." ucap Bejo lirih.


"Terima kasih yang mulia ratu..." ucap Bejo#.


Huan Qin Fei memperhatikan para wanita rombongan Bejo,ada 1 wanita yang membuatnya tertarik. Tapi tak berani untuk mengatakannya.


"Tuan Bejo...Mau kah tuan menjadi penasihat istanaku." Xi Wei Tang.


"Maaf yang mulia Ratu... Kami tidak bisa menetap lama di sini,sebab ada banyak keperluan yang harus kami selesaikan." ucap Bejo# menolak halus.


Nampak wajah Liu Yi Fei menekuk saat Bejo mengucapkan tak bisa tinggal lebih lama. Xi Wei Tang memperhatikan putrinya itu yang terus menatap Bejo,lalu menekuk wajahnya.


"Baiklah... Aku tak bisa melarang Tuan pergi dari sini...Sekali lagi terima kasih telah menolongku dan juga putraku....


"Yi'er....Antar mereka ke kamar istirahat.." ucap Xi Wei Tang.


Liu Yi Fei tak bergeming. Lalu menyentuh pundaknya..


"EH....!!??? Liu Yi Fei terkejut.

__ADS_1


"Ada apa bunda?" ucap Liu Yi Fei.


"Antarkan tuan Bejo dan yang lainnya kekamar istirahat..." ucap Xi Wei Tang.


"Baik ibunda..." ucap Liu Yi Fei.


Xi Wei Tang berdiri lalu meninggal ruangan tersebut,lalu di ikuti Huan Qin Fei.


Lalu Rombongan Bejo dan Liu Yi Fei. Bejo mengambil semua peti yang tadi di bawa oleh prajurit. Lalu berjalan keluar ruangan.


Liu Yi Fei berjalan di samping Sari. Sesekali melirik ke arah Bejo.


Yeni memperhatikan Liu Yi Fei.


"Gawaat.. Aku gak mau suamiku menikah lagi.. Aku harus mencari cara agar suamiku tak di lirik wanita lain.." ucap Yeni dalam hati. Yeni tak mau Bejo menikah lagi.


Tak lama kemudian mereka menempati kamar masing - masing. Lalu Bejo dan ke empat istrinya masuk kedalam. Liu Yi Fei pergi meninggalkan Bejo.


Bejo memasang Array pelindung dan array kedap suara.


"Kang Mas..." ucap Yeni.


"Iya sayang... Ada apa?" ucap Bejo.


"Kang mas pakai topeng saja ya kalau keluar kamar..." ucap Yeni.


"Yeni cemburu rupanya..." ucap Bejo dalam hati.


"Siap Ratuku...." ucap Bejo.


"Jangan pernah di lepas...." ucap Yeni.


"Heeeh...!!!


"Apakah aku pakai topeng selamanya yank..." ucap Bejo.


"Iya... Aku gak mau ada wanita lain naksir ke kang Mas..." ucap Yeni.


"Ya normal berarti kalau dia kalau naksir aku Yank..." ucap Bejo.


Yeni menggelitiki Bejo.


"Ha.....Ha....Ha....Ha....Ha.... Geli yank...... Ha...Ha... Ha...." ucap Bejo sambik tertawa.


Yeni menyudahi menggelitiki Bejo lalu ngambek.


Bejo memeluk Yeni.


"Iya sayang.. Aku akan pakai...Maaf ya..." ucap Bejo sambil mengusap rambut Yeni.


Kemudian mereka tidur,tapi tak di tempat tidur yang telah di sediakan,Mereka tidur di kasur angin. Karena tempat tidurnya tidak muat.


---***---


Pagi hari,Bejo terbangun. Di ikuti ke empat istrinya.


Lalu Bejo menghangatkan air dengan kekuatannya untuk istrinya mandi.


Selesai mandi,pintu kamar Bejo ada yang mengetuk.


Tok...Tok...Tok...


Bejo menghilangkan array pelindung sambil waspada.


Ceklek....Kriiiieeet... Saat pintu terbuka. Nampaklah beberapa pelayan membawakan makanan. Lalu pelayan itu masuk kemudian meletakkan makanan itu di meja.Setelah selesai meletakkan kemudian mereka pun keluar.


Bejo bersama ke empat istrinya menyantap makanan tersebut.


Selang 15 menit kemudian,mereka selesai sarapan.


"Aku mau keliling tempat ini sendirian untuk mengecek tempat yang bisa membuka elemen ESku ...."ucap Bejo.


"Jangan tanya sama Liu Yi Fei ya kang mas..." ucap Yeni.


"Baiklah...Aku akan tanya ke Huan Qin Fei saja" ucap Bejo.


Lalu Bejo dan ke empat istrinya berjalan keluar kamar.


***


Kini Bejo berada di teras bangunan lalu mengambil tumpukan salju.


"Hem.... Seperti ini rupanya salju itu..Seperti es di serut aja..." ucap Bejo dalam hati.


Bejo merasakan ada seseorang menyerang,lalu Bejo menghindar.


Rupanya Novita melempar bola salju ke arah Bejo.


Bejo balas melempar,Novita menghindar. Lalu Shanti,Sari dan Yeni ikut melempar bola salju ke arah Bejo.


Bejo tak menghindar,ia sengaja menerima lemparan bola salju tersebut.


Plook....Plokk...Plook...Plook... Tubuh Bejo terkena lemparan bola salju. Ada yang mengenai wajahnya.


"Kalian curang...Main keroyokan..."ucap Bejo.


"Biarin....Weeeeeek...." ucap Sari 😛


Dari jauh Liu Yi Fei memperhatikan Bejo bersama ke empat istrinya bermain lempar salju.


Rombongan Bejo yang melihat Bejo dan istrinya saling lempar bola salju jadi ikut - ikutan.


Mereka saling tertawa bermain lempar bola salju.


Xi Wei Tang yang lewat melihat putrinya memperhatikan rombongan Bejo,lalu mendekati putrinya itu.


"Apakah Yi'er suka dengan Bejo?" ucap Xi Wei Tang.


"Ahh...Bunda...Mana mungkin aku suka dengan dia.. Dia sudah punya 4 istri..." ucap Liu Yi Fei.


"Baiklah... Bunda pergi dulu.. Ada urusan yang harus di selesaikan.." ucap Xi Wei Tang.


Tak lama kemudian,datanglah Huan Qin Fei.


"Hai adik...Sedang apa kamu di sini" ucap Huan Qin Fei.


Huan Qin Fei melihat rombongan Bejo bermain lempar bola salju.


"Tidak ngapa - ngapain..." ucap Liu Yi Fei kemudian pergi.


Huan Qin Fei melihat ke arah Bejo yang sedang tertawa bersama ke empat istrinya.


"Mereka nampak bahagia sekali..." gumam Huan Qin Fei.


---***---


pukul 11.00


Bejo dan rombongannya di undang untuk menghadiri acara eksekusi penghianat kerajaan.Mereka menyaksikan puluhan orang di ikat lalu posisinya duduk di lantai,tiap orang di jaga 1 prajurit sambil memegang sebilah pedang.Di saksikan ratusan orang.


Bejo memperhatikan orang - orang yang sedang berkumpul.


Rupanya Xi Wei Tang memutuskan puluhan orang itu di jatuhi hukuman mati. Karena telah berani berhianat dan mencoba merebut kekuasaan.


"INI ADALAH HUKUMAN UNTUK PENGHIANAT KERAJAAN,BARANG SIAPA YANG BERHIANAT MAKA HUKUMANNYA ADALAH MATI.."ucap salah satu Jendral yang berdiri di depan puluhan orang yang akan di eksekusi.


Puluhan orang itu kemudian di tebas lehernya.


Craassssssh.... kepala terpenggal.


Bruuuk.... Kepala jatuh ke tanah.

__ADS_1


Nampak darah mengucur deras.


"Jangkreek...Kalau lihat begini jadi merinding aku,tapi kalau bertempur malah enggak...Asem...Asem..." ucap Bejo dalam hati.


setelah acara eksekusi selesai Bejo berjalan menemui Huan Qin Fei.


Nampak Huan Qin Fei berdiri bersama beberapa prajuritnya.


Huan Qin Fei memberi hormat pada Bejo,begitu pula dengan Bejo.


"Ada apa tuan,?sepertinya ada hal yang ingin di bicarakan" ucap Huan Qin Fei.


"Iya... Yang mulia pangeran kok tahu,jangan - jangan anda ini peramal ya..." ucap Bejo# mencoba akrab dengan Huan Qin Fei.


"Tuan bisa saja... Aku bukan peramal,buktinya aku bisa kena racun...


"Ada hal apa tuan menemuiku?" ucap Huan Qin Fei.


"Begini... Mengapa kebanyakan orang tinggal di dekat dermaga?" ucap Bejo#.


"Karena udara di sini lebih dingin,Konon katanya menurut buku yang aku baca,istana ini tak ada saljunya," ucap Huan Qin Fei.


"Terusss..." ucap Bejo# penasaran.


"Entahlah...Ada yang bilang karena kutukan ada pula yang bilang di pulau ini terdapat gerbang yang di dalamnya ada monsternya...Tiap tahun salju itu bergerak menutupi area yang tak terkena salju.Dulu waktu aku masih kecil dermaga yang di pantai itu sepanjang 20 KM, kini daratan tak bersalju mulai tertutup salju.." ucap Huan Qin Fei.


"Ooo...Begitu...Apakah ada yang tinggal di tengah pulau?" ucap Bejo# mencoba mencari informasi.


"Tak ada... Sebab di tengah pulau itu daerahnya sangat dingin sekali,tak ada yang sanggup bertahan hidup.Aku saja tidak berani kesana. Ada yang mencoba pergi ke sana,tapi orang itu tak pernah kembali lagi" ucap Huan Qin Fei.


"Ooo Begitu...." ucap Bejo#.


"Aku sarankan... Tuan jangan kesana..." ucap Huan Qin Fei.


"Terima kasih atas sarannya yang mulia pangeran..." ucap Bejo#.


"Sama - sama..." ucap Huan Qin Fei.


Bejo kemudian berjalan menjauhi Huan Qin Fei.


"Kang mas jadi pergi kesana? " ucap Sari.


"Ho oh yank...Aku mau menyerap hawa ES itu.. Siapa tahu elemenku terbuka" ucap Bejo.


"Aku ikut..." ucap Yeni.


"Sayang di sini saja...Tadi dengar kan ucapannya Huan kalau ada yang mencoba pergi tapi tak kembali?" ucap Bejo.


"Tapi..." ucap Yeni.


Bejo tersenyum lalu mengusap pundak Yeni.


"Jangan khawatir... Aku kan punya elemen api,jadi aku bisa bertahan..." ucap Bejo.


"Baiklah.....Apakah kang mas pergi sekarang?" ucap Yeni.


"Iya yank...Lebih cepat lebih baik" ucap Bejo.


Bejo berpamitan pada ke empat istrinya,setelah itu Bejo melesat ke arah tengah pulau.


Liu Yi Fei melihat Bejo dari kejauhan melesat pergi menjadi penasaran.


"Mau kemana dia..?" ucap Liu Yi Fei dalam hati.


---****---


Bejo berhenti 2 Km dari kerajaan ES.


"Broo... Keluarlah..." ucap Bejo telepati.


Kakashi kemudian keluar dari batu dimensi.


"Ono opo Bos..?" ucap Kakashi telepati.


"Jalan - jalan...." ucap Bejo.


Kakashi memperbesar tubuhnya,lalu Bejo naik ke atas tubuh Kakashi. Lalu Kakashi melesat terbang.


"Kita ketengah pulau itu ucap Bejo telepati.


"Siap Bos...." ucap Kakashi.


Bejo memperhatikan daratan yang tertutup salju.


"Buset dah...... Hampir semuanya tertutup salju..." ucap Bejo dalam hati.


Bejo melihat ada beruang putih sedang berjalan,Lalu ada beberapa orang sedang berjalan.


Setelah 60 Km terbang,tiba - tiba hembusan angin sangat kuat menerpa Bejo.


"Bisa lanjut gak broo?" ucap Bejo telepati.


"Bisa Bos...Tenang saja... Aku tahan terhadap cuaca seperti ini..." ucap Kakashi telepati.


Bejo merasakan udara dingin menusuk dalam tubuhnya. Lalu Bejo mengaktifkan elemen apinya supaya tak membeku. Kemudian Bejo memasang array pelindung untuk mengurangi hawa dingin dan badai yang menerpa dirinya.


"Aku merasakan aura yang sangat besar Boss.." ucap Kakashi telepati.


"Sama...Aku juga.. Apakah kamu tahu aura itu asalnya dari mana broo ? ucap Bejo telepati


"Aku gak tahu Bos...Tepat di depanku Bos...Kira - kira 5 Km Bos..." ucap Kakashi telepati.


Tak lama kemudian mereka telah sampai di tengah - tengah pulau.


Pandangan Bejo terhalang badai salju. Lalu Kakashi turun kebawah.Kemudian Bejo melompat turun.


"Masuklah ke dalam batu broo.." ucap Bejo telepati.


"Siap boss.." ucap Kakashi lalu mengecilkan tubuhnya kemudian masuk dalam batu dimensi.


Ada sebuah gua yang di selimuti ES yang tebal.


Bejo menggunakan jurus menghilangnya serta menghilangkan aura keberadaannya.


"Juaancoook......Masih tetap dingin.. Ini minus berapa seh suhunya..


"Padahal sudah pasang array pelindung sama elemen api.." ucap Bejo dalam hati merasakan hawa dingin yang menyerang dirinya meskipun menggunakan elemen apinya.


Bejo perlahan berjalan memasuki goa tersebut.


"Auranya berasal dari sini.. Tapi apa ya..." ucap Bejo dalam hati penasaran.


Bejo terus berjalan memasuki goa.


Makin ke dalam suhu ruangan itu semakin dingin.


"Jancooook......" umpat Bejo dalam hati.


Tak lama kemudian Bejo sudah sampai di tempat yang ruangannya lebih luas.


Bejo melihat sekeliling ruangan itu,Ruangan itu seperti stadion sepak bola gelora bung karno. Bejo melihat ES yang mengeras berubah menjadi batu kristal bewarna - warni di dinding goa.


Nampak sosok putih melingkar di tengah - tengah ruangan tersebut.


"Itu apa ya....???" ucap Bejo dalam hati penasaran.


Bejo perlahan berjalan mengitari sosok tersebut.Kemudian terbang agar lebih jelas melihatnya.


Di tengah - tengahnya terdapat sebuah kolam,lalu Bejo melihat kepala yang melingkar tersebut.. Betapa terkejutnya Bejo saat mengetahui sosok yang melingkar tersebut.


"Tak mungkin......!!!??" ucap Bejo dalam hati tak percaya apa yang ia lihat.

__ADS_1


__ADS_2