
Bejo mengeluarkan ,daun kering bahan rokok,coklat dan buku kusam dari cincin ruangnya.
Bejo memperhatikan daun kering tersebut
"Ini daun apa ya...?Gumam Bejo.
Bejo mengeluarkan rokok 1 slop surya 16 gudang garam,lalu membuka bungkusnya,kemudian mengeluarkan sebatang dan membongkar isinya.
"Itu apa Bos...?" ucap Ponijan telepati melihat rokok surya 16 di tangan Bejo.
"Ini namanya Rokok broo..Ujungnya di bakar lalu dihisap pelan - pelan...Wuussh ... Keluar asap.." ucap Bejo.
"Ooo...Rokok ta...Boleh minta gak Bos..? aku penasaran sama rasanya" ucap Ponijan telepati.
Bejo memberikan 1 bungkus Rokok itu pada Ponijan yang ada di atas kepalanya. Ponijan menggigit bungkus rokok lalu memasukkan dalam cincin ruangnya.
"Hem.....Gak sama..Nanti sajalah aku cobain." gumam Bejo sambil memasukkan kembali rokok tersebut..
Lalu Bejo mempelajarinya buku kusam sambil makan coklat.Ponijan melihat isi dalam buku tersebut.
20 menit kemudian,Bejo berdiri. Lalu mempraktekkan jurus itu tanpa pedang,hanya gerakannnya saja.Ponijan turun dari kepala Bejo.
Ponijan mengawasi gerakan Bejo.
"Gerakan ke 6 dan ke 12 itu salah Bos..." ucap Ponijan telepati.
Bejo menoleh ke arah Ponijan.
"Masa seh broo..?" ucap Bejo.
"Iyaa Boss..." ucap Ponijan telepati.
Bejo mengambil buku tersebut,lalu membukanya.
"Oh iya... Suwun yoo..." ucap Bejo.
Bejo mengulangi gerakannya tanpa menggunakan energi Qi.Seperti ia melakukan gerakan senam.
"Gimana Bro..." ucap Bejo setelah selesai.
"Gerakannya sudah sempurna,hanya saja posisi pedangnya itu...Kalau bisa jangan di dalam kamar Bos...." ucap Ponijan telepati.
Jedderrrr....... Suara petir...
"Ya iyalah...Kalau di dalam kamar aku gak bebas mengayunkan pedang Broo.Bisa hancur ini kamar." ucap Bejo.
Bejo mengeluarkan buku jurus pedang yang di dapat oleh Ponijan. Kemudian membacanya.
Selang 30 menit,Bejo selesai membaca.
"Hem....Gak sama...Meskipun namanya sama - sama ada langitnya...Yang tadi jurus pedang tangga langit,yang ini Pembelah Langit" gumam Bejo.
Bejo kemudian mengeluarkan buku array,Lalu membacanya.
"Array pelindung ,Array kedap suara,...
"Hemm....
Bejo melihat halaman terakhir.
"Array tingkat bumi..." ucap Bejo dalam hati.
Bejo pun mempelajari array kedap suara,sebab array pelindung sudah ia pelajari.
"Waahh... Gak perlu pakai kertas ini array nya,hanya ngucapin mantra sama gerakan saja..." ucap Bejo dalam hati.
Bejo fokus membaca buku array tersebut sambil menghapal.
20 menit kemudian.
"Bro... Coba kamu di luar pintu,aku mau ngetes array kedap suara.." ucap Bejo.
"Siap Boss... " ucap Ponijan telepati.
Bejo membuka pintu. Lalu Ponijan keluar,kemudian Bejo menutup pintu,lalu berjalan 3 langkah. Bejo mengucapkan mantra sambil menggerakkan tangannya.
"Broo... Dengar suaraku..." ucap Bejo.
"Iya aku dengar bosss..." ucap Ponijan telepati..
"Asem...Ada yang salah gerakanku" ucap Bejo dalam hati.
Bejo membuka buku array,lalu melihat lagi.Setelah itu mempraktekkan.
"Broo... Dengar suaraku" ucap Bejo.
Tak ada jawaban dari Ponijan.
"PONIJAAAAANNNN....." teriak Bejo.
Tak ada jawaban dari Ponijan.
"Tadi dengar suaraku gak broo..." ucap Bejo telepati.
"Enggak boss..." ucap Ponijan telepati.
"Yesssss..... Berhasilll...." ucap Bejo kegirangan.
Kemudian Bejo menggerakkan tangan sambil membaca mantra untuk melepas array kedap suara
"Broo... Sekarang kamu bisa masuk...Gak aku kunci pintunya.." ucap Bejo.
Ponijan lantas mendorong pintu,lalu masuk.
"Bosss...."suara Jali di radio.
"Iya..." ucap Bejo.
"Tadi Bos nyariin aku kah..?" suara Jali#
"Iya...Cuman ngasih tau aku di kamar nomor 5" ucap Bejo #.
"Maaf Bos...Aku ketiduran..." suara Jali #
"Iya... Aku ngerti,namanya juga pengantin baru,pasti maen kuda - kudaan.." ucap Bejo#.
"He...He...He...He... Ini istriku minta lagi Boss...Dah dulu ya..." suara Jali.
"Iya... Silahkan.." ucap Bejo.
Tok...tok...Tok... Suara pintu kamar Bejo.
Bejo berjalan ke pintu,lalu membukanya.
Nampak Yizhen berdiri di depan pintu.
"Kok Nona tahu aku ada di sini?" ucap Bejo# heran.
"Tadi aku nanya sama pelayan penginapan tuan..Bolehkah saya masuk?" ucap Yizhen.
"Silahkan...." ucap Bejo#.
"Mengapa gelap sekali kamar tuan?" ucap Yizhen.Karena di luar sudah malam dan hujan dan lampu penerangan tidak di nyalakan oleh Bejo.
"Sebentar aku nyalakan dulu lampunya.." ucap Bejo #.
Bejo mengeluarkan korek lalu menyalakan lampu yang di gantung.
Yizhen masuk dalam kamar Bejo.Lalu duduk di ranjang.
Bejo berjalan ke arah ia menaruh buku lalu memasukkan dalam cincin ruang.
"Ada perlu apa Nona kemari?" ucap Bejo #.
"Aku cuman penasaran saja,mengapa tadi tuan tidak ikutan?" ucap Yizhen penasaran.
"Gak ingin saja... Soalnya aku sudah punya istri.Oh iya...Di mana Tetua Qian ?." ucap Bejo #.
"Tetua lagi tidur di kamar...
"Hemm..... Tuan asalnya darimana?" ucap Yizhen penasaran.Sebab penampilan Bejo dan Jali berbeda dari segi rambut. Rata - rata pria rambutnya panjang seperti wanita,sedangkan Bejo dan Jali rambutnya pendek.
"Dari Indonesia..." ucap Bejo #
"Indonesia itu ada di mana...?" ucap Yizhen.
"Hem...Sebuah pulau yang sangat jauh sekali... Kita berpetualang dari pulau satu ke pulau lainnya.." ucap Bejo #.
__ADS_1
"Ooo... Begitu..." ucap Yizhen.
Yizhen berjalan ke arah Bejo,lalu melepas pakaian atasnya.
"Aku ingin bercinta denganmu tuan.." ucap Yizhen.
Bejo menelan ludahnya melihat gunung kembar.
"Aku tidak ingin...Mohon nona keluar dari kamarku.." ucap Bejo #.
"Apakah aku kurang menarik?" ucap Yizhen sambil memainkan kedua gunungnya.
"Hajar sudah Bosss..." ucap Ponijan telepati.
"Maaf Nona...Aku sedang tidak ingin...Kumohon nona keluar dari kamarku" ucap Bejo #menahan gejolak di dalam dirinya.
"Siaal... Padahal aku sangat ingin bercinta dengan dia.Tapi mengapa dia menolaknya.." ucap Yizhen dalam hati.
Yizhen lantas memakai pakaiannya kembali.Kemudian ia keluar dari kamar Bejo.
"Laaah...Kenapa Bos gak mau?" ucap Ponijan telepati.
Bejo berjalan ke pintu lalu menguncinya
"Ogah broo... Bekasnya guruku... Entar aku kena penyakit lagi..." ucap Bejo.
"Penyakit? penyakit apa Bos...?" ucap Ponijan telepati.
"Penyakit AIDS... karena suka gonta ganti pasangan bercinta..Di tempatku belum ada obatnya,dan orang yang kena aids umurnya tidak lama,Aku tidak tahu dia bersih apa ada penyakitnya.Kalau bersih gak masalah,yang jadi masalah itu punya penyakit Aids" ucap Bejo.
"Ooo...Begitu..." ucap ponijan telepati
Bejo lantas mengeluarkan buku yang lainnya,lalu membacanya.
"Hem....Teknik panah langit.Ternyata ada teknik sendiri ya....." gumam Bejo.
Selang 30 menit kemudian Bejo selesai membaca buku tersebut,lalu membaca buku herbal dan buku pembuatan pil.
Selang 40 menit kemudian Bejo selesai membaca.
"Aku bisa gak ya membuat pil tanpa tungku seperti cerita yang aku baca..Tapi aku gak punya elemen api...Nanti sajalah aku coba setelah aku mendapatkan kekuatan apiku" ucap Bejo dalam hati.
Bejo membuat array pelindung,lalu memasangnya.Lalu ia membuat Array kedap suara.
"Paijo..." ucap Bejo telepati.
"Iya Bos..." ucap Paijo telepati.
"Keluarlah...." ucap Bejo telepati.
Paijo keluar dari batu di mensi.
"EH....!!!??? Bejo tekejut dengan pertumbuhan Paijo. Kini panjang Paijo 1 meter.Mempunyai 2 pasang kaki,di punggungnya terdapat sayap yang kecil.
"Cepat juga ya kamu tumbuh besar Jo.." ucap Bejo.
" Namanya juga masa pertumbuhan Bos..." ucap Paijo.
"Kenapa Ponijan tetap aja segitu badannya..?" ucap Bejo.
"Karena aku malas memperbesar tubuhku Bos..." ucap Ponijan telepati.
"Emang kamu bisa memperbesar ukuran tubuhmu broo?" ucap Bejo.
"Bisa Boss...Paijo juga bisa.." ucap Ponijan telepati.
"Coba kamu kecilin badanmu broo.." ucap Bejo.
Paijo mengecilkan bentuk tubuhnya menjadi 10 cm.
"Wuihhhh... Keren...." ucap Bejo.
Bejo mengeluarkan Tuan dan araknya.
"Ini minuman Araknya...Kalau tuak jangan.." ucap Bejo.
Paijo mengembalikan bentuk tubuhnya ke semula,lalu mengambil botol arah menggunakan kaki atasnya,Lalu membuka penutup botol dengan mulutnya,lalu ia berdiri tegak.
Bejo diam mengamati Paijo.
"Diampuutt....Begitu ta kalau dia minum,gimana dengan Ponijan?" ucap Bejo dalam hati.
Kini badannya sepanjang 1 meteran lalu duduk seperti manusia,ia melepas penutup botol denga kaki depannya,lalu memegang botol menggunakan kedua kaki depannya.
"Anjirrrrrr..... Kalau di indonesia pasti dah viral ini mah..." ucap Bejo dalam hati melihat Ponijan meminum arak.
"Kalian bisa berubah menjadi manusia apa enggak?" ucap Bejo.
"Belum bisa bos..." ucap Ponijan dan paijo telepati.
"Kirain bisa...Gimana araknya Broo?." ucap Bejo.
"Gak enak Bos..." ucap Paijo dan Ponijan telepati.
"Kirain enak...Kalau enak ..Besok aku belikan yang banyak.." ucap Bejo.
Bejo membuka botol tuak,lalu meminumnya.
"Hem....Manis - manis kecut.." ucap Bejo dalam hati.
Bejo menutup kembali. Lalu mengeluarkan 1 telur batu dan botol yang pil pemulih Qi . Kemudian Bejo mengalirkan Qi pada batu itu secara perlahan.
Jeddeerr......Suara petir.
30 menit kemudian,bejo merasakan energi Qi nya berkurang separo,lalu ia menelan pil pemulih Qi lev 4 sebanyak 3 butir.
Glek...Glek...Glek...
Lalu Bejo melanjutkan lagi mengalurkan Qi pada telur batu.
Perlahan batu itu mengalami retakan.
Bejo menelan kembali Pil pemulih Qi,lalu melanjutkan kembali.
Retakan makin meluas.Bejo terus mengalirkan Qinya.Ketika energi Qinya berkurang,ia menelan pil pemulih Qi.
Tak terasa 2 jam Bejo mengalirkan Qi.
Retakan makin banyak muncul.Lalu....
Kraaacckk..... Pyaaaarr... Terlur batu pecah.
Muncul cahaya dari telur tersebut,lalu cahaya itu meredup.
Nampak seekor burung yang sangat indah sekali warnanya.
Bejo memegang burung itu,lalu memperhatikan secara seksama bentuk dan warnanya.Bentuk badannya seperti burung kakak tua Raja dewasa.hanya bentuk bulu,warna bulu dan paruh saja yang berbeda.Paruhnya seperti burung elang.
"Ini burung Phoenix kok seperti burung cendrawasih ya..." ucap Bejo dalam hati.
Bejo menggigit jarinya,lalu menempelkan ke kening burung tersebut.
"Ini burung jantan apa betina Pon?" ucap Bejo. Sebab Bejo kesulitan melihat jenis khelamin pada burung Phoenix,berbeda dengan Paijo dan Ponijan.
"Jantan Bos.." ucap Ponijan telepati.
Bejo memandang muka burung Phoenix.
" Aku kasih nama kakashi Hatake Kusumo ucap Bejo #.
Bejo mengeluarkan 1 toples sosis siap makan rasa daging sapi.Lalu mengupas bungkusnya lalu memberikan pada Kakashi.
Nampak Kakashi mencium sosis tersebut,Lalu mematuk sedikit.
"Makanan apa ini Boss..." ucap Kakashi telepati
"Sosis daging sapi..." ucap Bejo #.
Bejo membuka 3 sosis,lalu di berikan pada Ponijan dan Paijo.
"Bos.... Kita pergi ke hutan yuk... Biar kekuatan kita bertambah..." ucap Ponijan telepati.
"Iya..Tapi gak sekarang ya Broo.." ucap Bejo.
"Bos... Bicara apa? kok aku gak paham" ucap Lakashi telepati.
"Kita bicara memakai bahasa indonesia.... Nanti Ponijan dan paijo memgajarimu.." ucap Bejo # telepati.
__ADS_1
Bejo mengeluarkan buku kusam,lalu memperhatikan secara seksama.
"Kalian ada yang tahu gak... Mengapa di buku jurus ini ada halaman yang kosong?" ucap Bejo # sambil menunjuk halaman yang kosong.
"Penulisnya keburu meninggal bos kena serangan jantung makanya kosong." ucap Paijo telepati..
"Mungkin harus di aliri Qi baru bisa muncul itu Bos.." ucap Ponijan telepati.
"Teteskan darah saja Boss. Atau gak di beri 7 mata air sumur.." ucap Kakashi telepati.
"Bentar aku coba dulu..." ucap Bejo #.
Bejo mengalirkan Qi. Ia melihat tak ada reaksi. Lalu ia mengoleskan sedikit darahnya .
Tiba - tiba buku itu bercahaya..Lalu cahaya itu masuk dalam tubuh Bejo.
Bejo mendapat gambaran dan pahaman jurus pedang tangga langit pertama.
Lalu tulisan di buku itu hilang semuanya.
"Lah kok malah hilang semuanya...!!!! ??" ucap Bejo # heran sambil menunjukkan halaman awal yang ada tulisan dan gambar gerakan.
"Mungkin itu jurus akan menunjukkan tahap selanjutnya jika Bos benar - benar menguasainya..." ucap Paijo telepati.
"Kalau gak salah itu ilmu Dao pedang tingkat dewa Bos...Orang itu harus benar - benar memahami jurus itu,lalu ketika sudah memahami dan menguasai akan menunjukkan tahap selanjutnya... Bos dapat di mana buku itu?" ucap Kakashi telepati.
"Aku gak tahu Bos..." ucap Ponijan telepati.
"Ini aku dapat dari Pria tua... Jadi ini jurus sakti ya..." ucap Bejo #.
Hoooaaamm..... Bejo menguap,Lalu ia melihat jam tangan.
"Aku tidur dulu...Kalian jangan ribut..." ucap Bejo #.
"Siap Boss....." ucap Ponijan,Paijo,dan Kakashi telepati.
Bejo naik ke tempat tidur,lalu tidur
----***-----
Pagi hari pukul 05.30.
Bejo membuka mantanya,ia melihat Paijo,Ponijan dan Kakashi tidur di atas tempat tidur. Lalu ia bangun.
Mereka terbangun karena merasakan tempat tidur bergetar.
"Masih gelap Bosss..." ucap Paijo telepati.
"Aku mau olah raga di luar..Kalian masuklah ke dalam batu di mensi.." ucap Bejo#.
Mereka semua masuk ke dalam batu di mensi.
Kemudian Bejo berjalan ke arah pintu,ia melapas semua array. Lalu membuka pintu ,ia keluar kamar lalu menutup dan menguncinya. Kemudian berjalan keluar penginapan.
Bejo melakukan senam ringan,lalu berlari pagi.
"Asem.... Gara - gara hujan jadi banyak genangan air...Untung gak banjir bandang.." ucap Bejo dalam hati sambil berlari kadang melompat menghindari genangan air.
Bejo berlari dengan kecepatan sedang sambil mengelilingi Desa Melati. Ia melihat aktifitas warga.
Perlahan matahari menampakkan dirinya.
Ada seorang gadis mengangkat kacang tanah di teras rumahnya,ia melihat Bejo berlari pagi. Bejo tersenyum ke arah gadis itu.
"Mengapa pemuda itu tersenyum kepadaku..?" ucap Gadis itu dalam hati heran melihat Bejo melewati dirinya sambil berlari.
Gadis itu melanjutkan kembali aktifitasnya.
"Cantik - cantik cewek di sini.." ucap Bejo dalam hati sambil berlari.
Bejo melihat 2 orang berjaga di pintu gerbang rumah.
"Hem....Rumah bangsawan " ucap Bejo dalam hati ketika melewati 2 penjaga gerbang.
Bejo mengulangi lagi rutenya tadi. Ia melihat Gadis itu lagi sedang membersihkan halaman rumahnya menggunakan sapu lidi.
Gadis itu melihat Bejo berlari akan melewati depan rumahnya,tapi Bejo tak melihat ke arahnya.
"TUNGGUU...." teriak gadis tersebut.
Bejo berhenti lalu membalikkan badannya.
Gadis itu menghampiri Bejo.
"Ada apa Nona?" ucap Bejo #.
"Mengapa tuan berlari - lari,dan tersenyum padaku tadi?" ucap gadis itu.
"Aku sedang olah raga nona... Supaya badanku tetap sehat bugar . Soal tersenyum.... Aku memang begitu...Masa iya aku cemberut pada Nona.." ucap Bejo #.
"Ooo... Begitu...Kirain ada apa.." ucap Gadis itu.
Bejo melihat ada kacang tanah di jemur.
"Itu kacang tanah... apakah nona yang menanamnya? " ucap Bejo # sambil menunjuk kacang tanah.
"Iya... Kami menanamnya..." ucap gadis itu.
"Mas... Lagi apa ?" suara Sari di radio.
"Aku lanjut lagi ya Nona..Mau olah raga dulu.." ucap Bejo#.
"Silahkan...." ucap gadis itu.
"Mas...Kang Mas..." suara Sari.
Bejo memutar badannya,Lalu lanjut berlari.
"Siapa dia ya... Mengapa begitu berbeda dari pemuda yang aku lihat dan kenal "ucap gadis itu dalam hati.
"Iya sayang...Ne lagi lari - lari...Maaf tadi aku lagi ngobrol sama warga.." ucap Bejo.
"Ooo.... Kirain Kang mas kenapa - kenapa..." suara Sari.
Bejo berhenti di bawah pohon yang ada kursinya,kemudian duduk.
"Apakah kalian baik - baik saja " ucap Bejo.
"Kami baik - baik saja...Sekitar jam 3 an kita sampai kang Mas.."suara Sari.
"Hati - hati ya sayang..." ucap Bejo.
"Iya Kang Mas...." Suara sari.
Bejo mengeluarkan Hape dam headsetnya lalu mengecek batreinya.
"Hem... Terakhir 80 % aku lihat,sekarang masih 80%... Seharusnya kan berkurang....Berarti dalam cincin ini tidak berpengaruh pada dunia nyata,dalam artian seperti ada penghenti waktu....
"Waaah... Yang buat cincin ini sungguh hebat.." ucap Bejo dalam hati.
Bejo memasang headset di telinga sebelah kiri,sebab telinga sebelah kanan ada headset radio.Lalu memutar lagu.
Bejo melanjutkan lagi lari paginya.
Dalam perjalanannya,ia melihat ada rumah yang sedang di bangun,lalu Bejo mendekat untuk melihat.
"Hem....Pakai batu bata yang sudah ada bagian sambunganya.." gumam bejo saat melihat tumpukan batu bata yang berbeda dengan di Indonesia.
Bejo juga melihat ada batu pasir halus lalu ada kapur gamping.
"Ini mah seperti jawa..."ucap Bejo dalam hati.
Bejo memperhatikan para tukang memasang batu bata,lalu ada yang memasang rangka atap.
Meskipun tak ada alat modern,mereka sudah mengenal paku besi untuk menyambung bagian kayu.
Ia melihat seorang pria mengangkat batang kayu yang besar,lalu di letakkan di penyangga,lalu di potong menggunakan gergaji.
"Kenapa gak pakai jurus pedang aja,tinggal ayunkan,terbelah deh...
Bejo melihat tingkat kultivasi tukang tersebut.
"Di ranah perak tingkat 6.." ucap Bejo dalam hati .
Bejo melanjutkan lagi perjalanannya.
Ia melihat seseorang menarik gerobaknya yang berisi kacang tanah,lalu Bejo membantu mendorongnya.
__ADS_1
Orang yang menarik gerobak terkejut karena ia menarik gerobak terasa ringan,lalu menoleh ke belakang.
"EH....!!!???Ia melihat pemuda bertopeng itu lagi sedang mendorong gerobaknya.