BEJO

BEJO
PULAU MELAYANG Bag. 6


__ADS_3

"CEPAT BERKUMPUL JADI SATU.... LALU BERPEGANGAN TANGAN." ucap Bejo mememakai Qi.


Rombongan Bejo segera berkumpul jadi satu lalu saling berpegangan tangan,Bejo menggunakan ilmu menghilangnya lalu memasang array pelindung.Jali dan Muhtar memegang pundak Bejo.


Ribuan lebah datang menghampiri kelompok Bejo meskipun tak terlihat. Karena cairan tawon yang di bunuh Wira menempel di pakaiannya Wira.


Duuuk.... Boomm.... Duuuk...Duuukk....Booom...


Ada Lebah yang ukurannya lebih besar mengantam array pelindung sangat keras,Bejo dan rombongannya mengalirkan Qi pada Arrray tersebut agar arraynya tetap utuh.


"Sial....Hantamannya sungguh keras sekali.Tapi kenapa mereka mengetahui posisiku.." ucap Bejo dalam hati keheranan.


Duuuk....Booom....Booomm...Duukk...


Nampak Bejo berpikir mengenai ribuan lebah yang masih menyerang array pelindung.


Tak lama kemudian.


Duukk....Duuuk...Booomm...Duukk....Ribuan tawon silih berganti menabrak array pelindung.


"Apakah kalian ada yang membunuh lebah itu?" ucap Bejo#.


"Aku bos yang bunuh tawonnya..Habisnya dia mau nyerang aku.." ucap Wira#.


"Pantesan aja mereka menyerang kita meskipun mereka tak melihat kita.


" Segera ganti pakaianmu broo... Siapa tahu ada cipratan tubuh Lebah yang menempel di pakaianmu" ucap Bejo.#


"Siap Bos... " ucap Wira#


Wira melepas pegangan tangannya karena hendak melepas pakaiannya.


Wira terlihat oleh ribuan Lebah yang mengelilingi mereka. Lalu para lebah itu semakin agresif menyerang.


Duuk....Duuuk...Duukkk... Booom....Boomm...


Duuk....Duuuk...Duukkk... Booom....Boomm...


Array pelindung nampak retak karena para Lebah sangat agresif menyerang.


Tak lama kemudian Wira selesai mengganti pakaiannya,lalu pakaian yang terkena cipratan Lebah di simpannya.. Kemudian Dody menyentuh pundak Wira.


Ribuan Lebah yang melihat Wira kini tak bisa melihat Wira serta tak mencium aroma cairan kawanannya yang terbunuh lantas berkurang menyerang rombongan Bejo.


Perlahan ribuan Lebah itu menyingkir.


"Fiuuuuuuuh.... Untung mereka menyingkir." ucap Bejo # menghela nafas lega.


Sejam kemudian .


Para Lebah tak lagi menyerang rombongan Bejo, sebagian mereka kembali ke sarangnya sebagian lagi berpencar mencari pembunuh temannya itu.


Boom....Booomm....Booom.... Boom...


Nampak kelabang raksasa yang jaraknya 400 meter dari rombongan Bejo di serang ratusan lebah raksasa. Tak sampai 1 menit kelabang itu mati.


"Sepertinya ini bukan Lebah biasa,Array yang di aliri Qi saja bisa di buat retak" ucap Bejo dalam hati.


"Aku akan melepas array ini,setelah itu kalian pasang array pelindung kembali. Aku akan membunuh para tawon itu." ucap Bejo#.


Bejo berencana membunuh para lebah itu memggunakan elemen racunnya.


Bejo melepas Arraynya.Lalu menampakkan dirinya kemudian melesat agak menjauh.


Yeni memasang array Pelindung.


Nampak para Lebah melihat Bejo dan rombongannya,lalu menyerang kembali.


Bejo mengeluarkan pedang hitamnya. Lalu menggunakan jurus pedang tangga Langit.


Nampak puluhan pedang muncul di sekitar Bejo. Lalu puluhan pedang itu berputar - putar menebas kawanan Lebah yang hendak memyerang dirinya.


Segerombolan Lebah yang menyerang rombongan Bejo mencium aroma kawanannya terbunuh,lantas berpindah. Mereka menyerang Bejo.


Crasssh....Craasssh....Craaah.... Craaasshhh...


Crasssh....Craasssh....Craaah.... Craaasshhh...


Ratusan Lebah terbelah badannya di tebas oleh Bejo.


Kawanan Lebah lainnya berdatangan menuju ke arah Bejo.


Bejo melesat menjauh dari rombongannya.


"Buset dah... Ini Lebah kok gak ada habisnya...


Bejo terus menebas para Lebah tersebut.


"Aku harus mencari sarangnya nya..." ucap Bejo dalam hati.


Bejo melesat ke arah rombongan Lebah pertama kali muncul.


Bruuk....Bruuk....Bruukk...Bruuk...Bruukk....


Potongan tubuh Lebah terjatuh di tanah terkena tebasan pedang.


Tak lama kemudian Bejo melihat sarang lebah berada di pepohonan. Ada 4 pohon besar di depan Bejo


Sarang lebah berada di pohon raksasa yang tingginya -+380 meter,diameternya mencapai -+80 meter. Sarang itu menutupi ke empat batang pohon membentuk persegi.


"Woooww...Itu sarang apa Kotak raksasa..." ucap Bejo dalam hati merasa takjub melihat sarang lebah.


Nampak jutaan Lebah mengelilingi sarangnya,ada pula yang hinggap di sarangnya.


"Tadi yang nyerang kebanyakan warna hitam bergaris kuning,hitam bergaris perak sedikit saja.


"Sekarang di sekitarnya malah Hitam bergaris perak,Hitam bergaris Emas yang berjaga.Ada juga yang bewarna emas semua" ucap Bejo dalam hati sambil menebas.


Bejo mengeluarkan pil pemulih Qinya.


Glek....Glek...Glek...Glek....


"Pasti di dalam ada ratunya... Aku harus menemui ratunya..." ucap Bejo dalam hati.


Bejo melesat ke arah sarang lebah.


Nampak para lebah raksasa bewarna Hitam Emas menghadang Bejo,panjang lebah bewarna hitam bergaris perak 50 cm,lebah hitam bergaris emas panjangnya 1,5 meter, Lebah bewarna emas panjangnya 2,5 meter.


Ribuan lebah bewarna Emas hanya mengawasi dari sarangnya saja.


Ratusan ribu Lebah bewarna hitam bergaris kuning dan hitam bergaris perak menyerang Bejo.


"PANGGIL RATU KALIAN... KALAU TIDAK AKU AKAN MEMBUNUH KALIAN SEMUA...." ucap Bejo memakai Qi mengancam.


Bejo menyimpan pedangnya lalu mengeluarkan elemen racunnya


Wuuuuuusssshhh.... Kabut hitam menyelimuti tubuh Bejo.

__ADS_1


Nampak kabut hitam berbentuk bola berdiameter 3 meter menyelimuti Bejo.


Para lebah yang dekat dengan Bejo lantas berjatuhan karena terkena racun yang di keluarkan oleh Bejo.


Para lebah yang bewarna emas lantas ada yang masuk ke dalam sarang untuk melaporkan ke ratunya.


Bruuk.... Brukkk... Bruuk...Bruukk... Bruuk...


Tak terasa tumpukan lebah yang mati setinggi 50 meter akibat terkena Racun.


Para lebah bewarna hitam bergaris emas lantas mengeluarkan suaranya. Lalu ratusan ribu lebah bewarna hitam bergaris kuning,dan hitam bergaris perak berhenti menyerang Bejo.


"Kenapa mereka berhenti menyerang?" ucap Bejo dalam hati heran dan penasaran.


Dari kejauhan nampak ribuan lebah bewarna Emas mengelilingi seorang wanita, Wanita itu sangat cantik,memakai mahkota di kepalanya sambil membawa tongkat. Ujung tongkatnya ada sebuah batu bewarna hijau.


"Heeeeeehh.....!!!??? Bejo terkejut melihat ada seorang manusia di kelilingi ribuan tawon bewarna emas,ada pula yang hampir menyerupai manusia.


"Itu manusia apa bukan ya? mengapa bisa bersama para lebah." ucap Bejo dalam hati.


Tak lama kemudian rombongan Lebah bewarna Emas tiba di dekat Bejo.


Jutaan lebah berbaris di belakang Ratu mereka.


"Mengapa kamu bunuh anak buahku" ucap Wanita itu marah karena melihat tumpukan mayat anak buahnya banyak yang mati.Wanita itu kemudian mengeluarkan auranya.


"Sial...Auranya sungguh kuat..


"Tunggu dulu... Mengapa aku tak bisa melihat tingkat kultivasinya?


"Apa jangan - jangan dia itu Lebah yang menjelma menjadi manusia ya" ucap Bejo dalam hati penasaran.


"Maaf... Tadi kami di serang oleh anak buahmu.Makanya aku membunuh mereka.. " ucap Bejo# sambil menahan serangan aura.


Bejo menutup kembali elemen racunnya.


Wanita itu melesat menyerang Bejo menggunakan tongkatnya.


Bejo mengeluarkan pedang hitamnya sambil menahan aura yang di pancarkan wanita tersebut.


Baru berjarak 10 meter dari Bejo,wanita itu berhenti lalu mundur menjauh. Karena melihat pedang hitam yang di pegang oleh Bejo.


Bejo mengaktifkan elemen cahaya untukengurangi rasa sakit akibat aura yang di pancarkan oleh wanita itu.


"Tak mungkin.....!!!" ucap wanita itu tak percaya apa yang dia lihat.Ia teringat masa lampau dan merasakan aura kematian saat dekat dengan Bejo.


Wanita itu tak lagi mengeluarkan auranya,karena trauma akan di bunuh.


"Apanya tak mungkin??." ucap Bejo# heran karena wanita itu tak jadi menyerang. Serta tak merasakan aura dari wanita tersebut.


Lalu Wanita turun,ribuaan lebah emas pun turun, di ikutin jutaan lebah lainnya. lalu Wanita itu bersujud pada Bejo.


"Ampuni kami yang mulia dewa.. Kami telah lancang menyerang anda.." ucap Wanita itu ketakutan.


"Dewa....??" ucap Bejo dalam hati.


Bejo turun lalu menghampiri wanita tersebut.


"Berdirilah..." ucap Bejo #.


Wanita itu berdiri,tapi nampak ada ketakutan. Sebab ia merasakan aura kematian ,meskipun wanita itu sanggup melawan,tapi ia trauma dengan pedang tersebut.


"Apakah dia reinkarnasi dari pemuda yang membantai wargaku dan juga membunuh suamiku?" ucap wanita itu dalam hati melihat sosok Bejo yang memegang pedang hitam.Sebab wajahnya berbeda dengan pemuda yang ia temui.


Di sekitar Bejo ada Lebah yang menyerupai manusia,tapi memiliki sayap dan 2 sungut di kepalanya.


"Namaku Bejo Li Hua...Maaf kalau boleh aku tahu nama nona ini siapa?" ucap Bejo#.


"Oalah... Ratu ta... Pantesan memakai mahkota.." ucap Bejo dalam hati.


"Ooo.. Begitu.. " ucap Bejo#.


Bejo menyimpan pedangnya.


"Kalau boleh hamba tahu,yang mulia Bejo mau kemana?" ucap Wanita itu sudah tidak ketakutan lagi karena tak melihat pedang hitam tersebut.


{ Dahulu kala ada seorang pemuda,Pemuda itu bertempur melawan jutaan lebah memakai pedang hitam seorang diri,lalu sang Raja dan Ratu lebah murka kemudian melawan pemuda itu. namun akhirnya mereka kalah,sang Raja tewas tapi tak membunuh sang Ratu yang terluka.Pemuda itu lantas pergi,sebelum pergi ia berpesan,bila bertemu lagi dan berani menyerang dirinya maka pemuda itu tak segan - segan membunuh ratu tersebut.Dari jutaan pasukan Lebah,hanya tersisa ribuan saja,yang lainnya terbunuh oleh pemuda itu.}


"Jalan - jalan saja... Sebab aku melihat ada pulau melayang lalu aku mampir bersama keluarga dan teman - temanku" ucap Bejo#.


"Di mana keluarga dan teman - teman yang mulia?" ucap wanita itu.


"Ada di sana....


Bejo menunjuk arah.


"Oh iya... Bagaimana kalau Nona aku kasih nama,biar lebih enak aku memanggilnya.." ucap Bejo#.


"Suatu kehormatan bagi hamba bila yang mulia memberi sebuah nama pada hamba" ucap wanita itu.


"Hem....... Nama nona Mei Lisa,panggilannya Lisa.." ucap Bejo#.


"Terima kasih yang mulia..." ucap wanita itu kini bernama Mei Lisa.


"Oh iya Ratu Lisa..Bolehkah aku dan rombonganku berkunjung ke istana Ratu? " ucap Bejo#.


"Boleh yang mulia..." ucap Mei Lisa.


"Baiklah...Aku akan menjemput mereka.." ucap Bejo#


"Mari hamba antar yang mulia..." ucap Mei Lisa.


Bejo dan Mei Lisa terbang ke arah rombongan Bejo di ikuti Ribuan lebah Emas.


Tak lama kemudian mereka sampai,


Nampak ratusan lebah menyerang rombongan Bejo melihat Ratu mereka datang langsung berhenti menyerang.


"HEEEEEH........!!!!??? Rombongan Bejo terheran - heran melihat Bejo bersama seorang wanita dan di ikuti ribuan lebah bewarna emas yang sangat besar itu.


Yeni melepas array pelindungnya.


Para istri Bejo mengampiri Bejo.


"Dia siapa kang mas...?" ucap Yeni.


"Dia adalah Ratu lebah bernama Mei Lisa." ucap Bejo#.


Rombongan Bejo memberi hormat pada Mei Lisa.


"Kita akan berkunjung ke istana lebah dek.." ucap Bejo#.


"Ooo...Begitu...." ucap Yeni.


Mereka pun terbang lalu melesat ke arah sarang Lebah.


"Kok dia gak nyerang kang Mas?" ucap Sari heran.

__ADS_1


"Nanti akan aku ceritakan dek." ucap Bejo.


Tak lama kemudian mereka sampai di gerbang masuk.


Nampak istana mereka terbuat dari tanah liat yang sudah membatu.


Lalu mereka masuk ke dalam istana Ratu. Mereka berjalan ke lorong yang tingginya 5 meter lebarnya 6 meter.


Di dinding terdapat batu cahaya sebagai lampu penerangan,sebab semakin ke dalam kondisinya semakin gelap karena tak terkena cahaya matahari.


"Wuuiihhh... Keren..Ada batu cahaya di sini.." ucap Bejo dalam hati melihat batu cahaya yang menempel di dinding.


Tak lama kemudian mereka sampai di ruang singgasana Ratu lebah.


Hanya terdapat 2 kursi saja yang terbuat dari emas dan permata.


"Wooww...Kursinya mantap banget...Tapi kenapa ada dua,lalu rajanya kemana?" ucap Bejo dalam hati.


Sang Ratu memerintahkan anak buahnya membawakan kursi dan meja dari kayu juga makanan berupa buah - buahan.


Nampak puluhan lebah yang menyerupai manusia sibuk menaruh meja dan kursi,setelah itu meletakkan buahnya.


"Silahkan yang mulia di nikmati hidangannya,maaf hanya ini yang bisa kami berikan..." ucap Mei Lisa ramah.


"Terima kasih Ratu .." ucap Bejo#.


"Bos..." ucap Ponijan telepati.


"Iya bro..Ada apa?" ucap Bejo telepati


"Kok dia bisa takluk sama bos..?" ucap Ponijan telepati penasaran.


Ponijan di gendong oleh Novita.


"Ya gak tahu...Emangnya kenapa bro?" ucap Bejo telepati.


"Aku merasa dia berada di ranah surga bos..." ucap Ponijan telepati.


"Maksudnya?" ucap Bejo telepati tak paham


"Dia itu setara dengan Dewa bos ..." ucap Ponijan telepati.


"Masa seh broo..??" ucap Bejo telepati.


"Iya Bos... Sebab dia sudah menyerupai manusia,pasti umurnya sudah ratusan ribu tahun atau gak jutaan tahun lah." ucap Ponijan telepati


"Serius usianya 1 juta lebih?" ucap Bejo telepati.


"Iya Bos....Aku saja kalau di suruh melawan langsung mati..


"Oh iya Bos.... Aku dah ingat tentang kotak itu" ucap Ponijan telepati.


"Setelah ini yang mulia mau kemana?" ucap Mei Lisa.


"Kotak apaan broo?" ucap Bejo telepati.


"Berkeliling pulau ini Ratu. Siapa tahu aku menemukan hal yang menarik.." ucap Bejo #.


"Kotak yang gak bisa bos hancurin itu" ucap Ponijan telepati.


"Hamba akan menemani yang mulia berkeliling di pulau ini,karena pulau ini akulah yang berkuasa..." ucap Mei Lisa.


"Heeeeeh.....!!!!!??? Bejo dan rombongannya terkejut.


"Bentar broo..." ucap Bejo telepati.


"Gak usah repot - repot Ratu Mei Lisa. Kami sendiri bisa kok..." ucap Bejo#.


"Tak apa... Sebab menurut perhitunganku 8 hari lagi pulau ini akan kembali ke dasar lautan." ucap Mei Lisa.


"Jika pulau ini tenggelam,apakah seluruh penghuni di sini tidak mati tenggelam?" ucap Bejo#.


"Tidak.... Ada sebuah kubah khusus mengunci pulau ini secara otomatis sehingga pulau ini terlindungi dari air laut ,Manusia yang masuk tak keluar harus menunggu 1.000 tahun,baru bisa keluar,itu pun jika dia masih hidup." ucap Mei Lisa.


"Ooo Begitu.... Baiklah jika Ratu Mei Lisa mau menemani kami..." ucap Bejo#.


Setelah mereka makan,Mereka di antar oleh Mei Lisa ke ruangan beristirahat,sebab di luar sudah malam hari.


Bejo dan ke empat istrinya dalam satu ruangan.Lalu ia menceritakan kejadian saat mendatangi sarang lebah.


"Sepertinya dia menyimpan sesuatu kang mas,jika tidak.. Maka dia tidak akan ketakutan." ucap Sari.


"Bisa jadi yank.. Tapi biarin saja,asal mereka tak mengganggu kita....


Bejo mengeluarkan peti dari cincin ruangnya.


"Tadi Ponijan bilang ingat soal peti ini yank.." ucap Bejo.


"Bos... Suruh keluar aja Kakashi,Djarwo dan Paijonya..." ucap Ponijan telepati.


"Broo... Keluarlah..." ucap Bejo telepati ke Kakashi,Paijo,dan Djarwo.


Mereka pun keluar.


"Ada apa Bos....?" ucap Kakashi,Paijo,dan Djarwo serempak.


Ke empat istri Bejo tak terkejut melihat ada Naga,sebab sebelumnya ia pernah lihat. Hanya mereka berempat saja yang melihat Paijo..


Ponijan lompat dari Novita.


"Katanya Ponijan,dia ingat sama kotak ini" ucap Bejo telepati.


Lalu Ponijan berbicara ke 3 temannya itu melalui telepati.


"Bos...Bantuin aku menempelkan kakiku di kotak itu" ucap Djarwo telepati.


Bejo mengangkat Djarwo,lalu meletakkan kakinya di kotak tersebut lalu menekannya. Sedangkan yang lainnya menempelkan di sisi yang berbeda.


Nampak 4 kaki menempel kotak itu.


Ceklek...... Kunci terbuka. Segel yang melindungi kotak itu telah hilang saat ke empat kaki menekan lambang cap kaki.


"Buseet dah... Cuman begini saja membukanya" ucap Bejo dalam hati.


Bejo meletakkan Djarwo.Lalu membuka kotak tersebut.


Nampak ada cahaya saat kotak terbuka ,lalu keluar 5 bola cahaya,ke lima bola cahaya itu melesat ke Bejo, Ponijan,djarwo,Kakashi dan Paijo .


Ke empat istri Bejo tak bisa melihat cahaya tersebut juga ke lima bola cahaya.


Cahaya itu maauk ke dalam tubuh kemudian redup.


"Tadi itu bola cahaya apa ya....??" ucap Bejo dalam hati heran dan penasaran.


Bejo kemudian melihat ke dalam kotak,hanya 2 buah buku. Lalu Bejo mengambilnya.


"Segel dan array " ucap Bejo.

__ADS_1


Bejo menoleh ke Paijo.


"Heeeeeh......!!!!??? Bejo terkejut saat melihat Paijo.


__ADS_2