BEJO

BEJO
KEDATANGAN TAMU


__ADS_3

Nampak 4 orang melihat wanita asing berbaring di ranjang.Kepala wanita itu di perban.


"Aku ada di mana...?Kalian ini siapa?" ucap Wanita asing #.Melihat 3 wanita dan 1 pria memakai pakaian aneh berdiri di dekatnya.


"Tenang... Kamu berada di dalam tendaku,Kami menemukanmu tak sadarkan diri...Jangan banyak bergerak." ucap Shanti #.


Wanita asing itu melihat pakaiannya yang di pakai juga sangat aneh,sebab pakaiannya di ganti oleh Indah dengan pakaian biasa. lengannya tertancap jarum infus,ia berusaha melepaskan jarum tersebut,namun di tahan oleh Indah.


"Jangan di lepas...." ucap Indah #.


"Namamu siapa?" ucap Yeni #.


"Namaku...???" ucap Wanita # itu kebingungan.


"Iya...Namamu siapa? Namaku Yeni.." ucap Yeni #.


"Aku.....?" ucap Wanita # asing sambil memegang kepalanya yang terasa sakit.


"Sudah...Gak usah dipaksakan...Kamu aman di sini...Kita menemukanmu dalam keadaan terluka dan tak sadarkan diri.." ucap Shanti.


Shanti mengambil suntikan bius,lalu menyuntikkan ke dalam selang infus.


Tak lama kemudian wanita asing itu tertidur. Shanti melakukan itu agar jahitan lukanya tidak terbuka,Sebab ada beberapa luka yang dibjahit belum kering.


"Hemmmm... Sepertinya dia terkena amnesia.." ucap Bejo.


"Bisa jadi kang mas...Atau dia pura - pura lupa " ucap Yeni.


"Hem....Bisa jadi Dek..Tapi sepertinya enggak deh... " ucap Bejo.


Novita masuk dalam tenda.


"Makan malam sudah siap.." ucap Novita.


Bejo melihat jam tangannya.


Pukul 18.45 .


"Dek Shanti...Indah.. Ayo makan dulu..." ucap Bejo.


"Iya Kang Mas..." ucap Shanti.


"Iya Kak..." ucap Indah.


Mereka pun keluar tenda,lalu bergabung dengan yang lainnya untuk makan bersama.


Mereka makan daging srigala perak.


Selang 20 menit kemudian mereka selesai makan.


"Wanita asing itu sudah siuman,Hanya saja ia sepertinya tak ingat namanya. Lalu Shanti memberikan obat penenang agar luka jahitannya tidak terbuka." ucap Bejo.


"Jo ' er... Apakah pakaian yang kamu temukan itu masih bagus?" ucap Tang Seng.


"Masih Kek..." ucap Bejo.


"Sini biar kakek pakai untuk bicara pada wanita itu " ucap Tang Seng.


Bejo mengeluarkan pakaian yang ia temukan dalam cincin ruang,lalu memberikan pada Tang Seng.


"Shanti... Kalau wanita itu sudah sadar... Beri tahu kakek..." ucap Tang Seng.


"Siap Kek..." ucap Shanti.


"Besok pagi jam 9 kita adakan acara pernikahan Antara Bejo dan Yeni Li Hua.." ucap Tang Seng lalu berdiri dan meninggalkan mereka .


"EH....!!! Yeni dan Bejo terkejut.


"Kakek sudah tau yank....?" ucap Yeni berbisik.


"Mungkin....Sayang seh pakai acara kebelet banget.." ucap Bejo juga berbisik.


"Kalian membisikkan apa?" ucap Shanti curiga.


"He...He...He... He...Nanti kita bicarakan di tenda sayang..." ucap Bejo.


"Gimana gak tahu...Lha wong kakek ada di sampingku..." ucap Sari dalam hati.


"Mencurigakan.... " ucap Shanti.


Shanti mendekat ke Bejo.


"Apa tadi Kang mas belah durennya Yeni?" ucap Shanti lirih.


Bejo tak menjawab,ia berdiri dari kursi lalu memegang tangan Shanti dan Yeni kemudian berjalan ke tenda.


Tak lama kemudian mereka sampai di dalam tenda.


Bejo kemudian bercerita tentang kejadian tadi sore.


"Oooo... Begitu... Aku salut sama kalian. Bermain di alam terbuka. Untung ada yang jaga,jika tidak.... Bisa di patuk ular.." ucap Shanti.


"He...He...He... Habisnya aku sudah gak tahan Shan.... Ne aja pengen minta di coblos lagi sama burungnya kang mas Bejo.." ucap Yeni.


"Kita masih di hutan Yank..." ucap Bejo.


"Hem.... Begini saja.. Aku ada obat anti hamil. Jadi Jika kita bersenang - senang,tak perlu khawatir lagi bila kang mas Bejo keluarin di dalam..Gimana..Mau Gak Yen" ucap Shanti.


"Hem... Boleh juga..." ucap Yeni.


"Mau suntik, Pil,apa spiral?" ucap Shanti.


"Menurutmu bagus yang mana?" ucap Yeni.


"Suntik...Kalau pil bila lupa minum maka bisa hamil.Untuk sementara Pil,habis itu suntik." ucap Shanti.


Novita dan Sari masuk dalam tenda.


"Mas...Ibu manggil mas Bejo.. Katanya ada perlu.." ucap Novita.


"Iya Dek..."ucap Bejo.


Bejo keluar tenda,lalu Ponijan menghampiri Bejo lalu hinggap di pundaknya.Yeni,Shanti,Novita dan Sari mengikuti Bejo dari belakang.


"Bos..." ucap Ponijan telepati.


Bejo mengeluarkan 1 botol minuman alkohol.


"Iya Bro...Ini minumannya,maaf baru bisa ngasih.." ucap Bejo telepati sambil memberikan botol itu ke Ponijan.


"Ya gak apa - apa Bos..Suwun yo.." ucap Ponijan telepati.


Ponijan menggigit botol tersebut lalu masuk dalam batu di mensi.


"EH...!!!?? Sari yang melihat Ponijan lompat dari pundak Bejo tak melihat Ponijan turun di tanah terkejut.

__ADS_1


"Ponijan kemana Mas...?" ucap Sari heran.


"Ngumpet dia mbak...." ucap Bejo.


"Ngumpet di mana " ucap Sari.


"Ponijan gerakannya semakin cepat mbak..." ucap Bejo.


"Iya juga seh..." ucap Sari.


Bejo masuk dalam tenda.



Penampakan Paramitha.


"Ibu manggil saya..." ucap Bejo.


"Iya....Duduk di sini Nak..." ucap Paramitha.


Bejo duduk di samping Paramitha. Sedangkan Sari,Novita,Shanti dan Yeni duduk di dekat Paramitha.


"Begini... Sebelumnya Suamiku dan juga ayah Sari dan Novita memberi amanah pada Ibu. Beliau bilang jika terjadi apa - apa pada kita atau kita tidak bisa berkumpul lagi,maka Nak Bejo di pilih oleh suamiku menyerahkan kedua putrinya padamu...Kalau tak percaya Ibu ada rekaman videonya,Video ini Ibu terima sebelum pesawat yang kita tumpangi terbang meninggalkan Inggris." ucap Paramitha.


Paramitha memplay video dalam hapenya lalu memberikan pada Bejo.


"Asslam Mu'alaikum Sayangku... Tiba - tiba Aku memiliki firasat tak enak terjadi pada kalian,Bila terjadi sesuatu hal buruk pada kalian.. Aku Bagaskara Wijaya menyerahkan kedua putri kita pada Bejo Hadi Kusumo. Aku yakin dia bisa menganyomi ke dua putri kita,Maafkan bila aku sebagai suami dan juga seorang Ayah mempunyai salah pada kalian. Aku sangat menyanyangi kalian semua. Semoga saja firasatku ini tidak benar.Aku menunggu kalian di rumah.. Assalam mu'alaikum.."suara Bagaskara video itu habis.


Bejo mengembalikan hape pada Paramitha.


"Firasat Bapak ternyata benar adanya... " ucap Bejo sambil menundukkan kepalanya.


Paramitha mengusap punggung Bejo.


"Ibu juga awalnya tak percaya,tapi perkataan suamiku itu selalu benar - benar terjadi. Contoh saja dirimu Nak..1 tahun sebelum Suamiku bertemu denganmu ia pernah bilang ke Ibu bahwa ia bermimpi bertemu seorang remaja yang memiliki kekuatan tak seperti manusia biasa. Suamiku melihat remaja itu tak ada yang mengarahkan ke jalan yang benar,sehingga remaja itu bertindak kejahatan dan bisa menghancurkan negara.Lalu Ibu bilang,jika bertemu dengannya bicara baik - baik lalu sekolahkan di tempat sekolah yang baik. Dan mimpi itu menjadi kenyataan,Suamiku bertemu denganmu,lalu suamiku memberitahukan padaku jika menemukan remaja yang mirip dengan mimpinya itu,selain mimpi,yaitu firasat,firasatnya selalu benar" ucap Paramitha.


"Kenapa Ibu baru bilang..." ucap Bejo lirih.


"Ibu minta maaf,Ibu mau mengatakannya langsung padamu,tapi Ibu harus mengetahui secara pasti,apakah ini benar - benar terjadi apa tidak,Setelah berhari - hari kita lalui,dari apa yang Ibu lihat,Ternyata perkataan suamiku benar - benar terjadi." ucap Paramitha.


Bejo mendongakkan kepalanya,lalu melihat ke arah Sari,dan Novita kemudian menatap Paramitha.


"Baiklah Bu.... Saya Bejo Hadi Kusumo dengan ini Saya menerima amanah dari Bapak. Saya akan menjaga Desi Permatasari Wijaya dan Novita Putri Wijaya dengan sepenuh jiwa raga." ucap Bejo tegas.


Bejo mengatakan itu karena Bagaskara telah berjasa dalam hidupnya. Bila tidak.. Dirinya tidak akan seperti ini,ia mengetahui nama lengkap ke dua putri Bagaskara karena sebelumnya Bagaskara memberitahu pada Bejo.


Paramitha memeluk Bejo.


"Terima kasih ya Nak...." ucap Paramita meneteskan air matanya.


Bejo membalas pelukan Paramitha.


Novita dan Sari mendekat lalu memeluk Bejo.


Lalu mereka melepaskan pelukannya.


"Aku berjanji akan membawa kalian pulang kembali.." ucap Bejo.


"Kapan Nak Bejo menikahi kedua putri Ibu?" ucap Paramitha.


"Heeeee....!!! Bejo terkejut.


"Lebih cepat lebih baik..." ucap Paramitha.


"Nanti ya Bu... Jangan terburu - buru..." ucap Bejo.


Bejo menatap Paramitha.


"Apa Kamu mau menggantikan Suamiku..?" ucap Paramitha.


"Iiiihh... Ibuuuu......" ucap Sari dan Novita.


"Becanda...Lagian Bejomu menatap Ibu terus.." ucap Paramitha.


"Aku penasaran Bu.. Kok ibu awet muda..?" ucap Bejo.


"Ibu menikah saat usia Ibu umur 16 tahun. Ibu di jodohkan.Tanpa pacaran langsung nikah,dan Ibu selalu merawat tubuh."ucap Paramitha.


"Kok Ibu mauu?" ucap Bejo.


"Karena Ibu sebelumnya sudah bertemu dan ngobrol,di ajakin jalan - jalan,Kebetulan cocok ya nikah. Begitu.." ucap Paramitha.


"Oalah... Begitu ta...Hem... Aku belum mastikan kapan menikahi kedua putri Ibu,." ucap Bejo


"Hem...Gimana kalau besok saja Yank...Barengan gitu..." ucap Yeni.


"Nikah itu bukan perkara mudah sayang. Menikah itu hal yang sakral dan suci..." ucap Bejo.


"Ibu sudah menyerahkan kedua putri Ibu pada Nak Bejo. Soal kapan nikahnya Ibu serahkan pada Nak Bejo,Ibu hanya menyarankan lebih cepat lebih baik." ucap Paramitha.


"Iya Bu.... Tapi teman - teman ada yang naksir mbak Sari bu..." ucap Bejo.


"Siapa itu Nak...?" ucap Paramitha.


"Bohong mas Bejo Bu....." ucap Sari.


"Dia belum menyatakannya seh Bu... Jika Mbak Sari mau juga gak apa - apa..." ucap Bejo.


"Aku gak mau titik gak pakai koma..." ucap Sari.


"Jika dalam perjalanan nanti bertemu pangeran tampan terus pangerannya itu naksir mbak gimana?" ucap Bejo bercanda.


"Gampang... Tinggal aku kirim Rudal saja.." ucap Sari enteng.


"Rudalnya kan aku yang bawa..." ucap Bejo.


"Isssshh... Sebel...Sebeel....


"Bu...Mas Bejo Bu..." ucap Sari manja pada Ibunya.


Paramitha geleng - geleng kepala.


"Kamu mirip seperti Suamiku Nak..." ucap Paramitha.


"Asem..... Mirip darimana coba... Lagian juga kenapa bapak membuat amanah itu seh." ucap Bejo dalam hati.


"Bu ... Aku pamit undur diri dulu..." ucap Bejo.


"Iya Nak...." ucap Paramitha.


Bejo keluar dari tenda lalu berjalan ke arah tendanya,lalu masuk ke dalam.


Bejo berebah,ia memikirkan kejadian barusan.


"Besok aku nikah dengan Yeni duluan,lalu Shanti...Ibu meminta menikahi kedua putrinya. Jadi empat dong istriku... Aku aja bingung.. Nanti kalau bertemu dengan penduduk sini gimana kondisi dan keadaannya. Apakah aku menetap atau berpetualang...? Kalau menetap gak bakalan bisa pulang ke Bumi,kalau berpetualang gak mungkin aku membawa anakku jika mereka melahirkan. Hem... Oh iya... Tadi Shanti bilang ada obat pencegah hamil. mending tunda dulu lah..Lalu berpetualang sambil memperkuat kekuatanku.." ucap Bejo dalam hati.

__ADS_1


Tak lama kemudian Yeni,Sari dan Novita masuk dalam tenda.


"Kang Mas..." ucap Yeni.


Bejo bangun .


"Iya sayang..." ucap Bejo.


"Apa Kang Mas gak mau menikahi Kak sari dan Novita.?" ucap Yeni.


"Jujur... Awalnya aku menganggap Kak Sari itu kakakku,dan Novita itu adikku.. Tapi setelah melihat video itu mau gimana lagi... Aku pun sudah berjanji akan menjaganya..." ucap Bejo.


"mbak jujur neh...Ayah sebenarnya sudah memilihkan calon pada mbak.. Tapi mbak selidiki dulu calon tersebut. Rupanya calon mbak memiliki sifat kasar,lalu sering menyakiti perempuan. Lalu mbak bilang ke ayah jika mbak menolak perjodohan itu,sambil menyerahkan bukti - buktinya.Kemudian ayah tidak lagi menjodohkanku,Ayah membiarkan mbak memilih sendiri.Selama mbak mengawasimu... Lama - lama mbak menyukaimu mas..Sifat mas Bejo itu berbeda dari cowok - cowok yang mbak kenal,Terutama melihat cewek cantik Mas Bejo gak berani melirik"ucap Sari.


"Jangankan aku ngelirik cewek Mbak.. Ngelirik plafon aja sudah kena omel aku.." ucap Bejo teringat saat dirinya jalan - jalan ke Mall bersama Yeni.


"He...He...He...Itu kan Kang Mas gak melihat aku memilihkan Baju..." ucap Yeni.


"Aku teringat pesan kakek misterius itu,Jika aku kuat maka kita bisa kembali ke Bumi,Nah... Jika aku menikahi kalian semua,maka akan sangat lama kita kembali ke Bumi. Kalian ingin di sini selamanya atau balik ke Bumi?" ucap Bejo.


"Balik Ke Bumi Kang Mas...." ucap Yeni, Sari,dan Novita


"Kalau balik ke Bumi,otomatis kita akan berpetualang,dan itu kita tidak tinggal selamanya di suatu tempat kan.?" ucap Bejo.


"Kang Mas Khawatir jika kita punya anak maka akan terhambat perjalanan kita..?" ucap Sari.


"Iya...Kita kan belum tahu keadaan di sini.. Dari cerita Novel yang aku pernah baca,akan banyak musuh yang kita hadapi,entah itu Preman,kerajaan, dan lain - lain..Aku takut tak bisa menjaga kalian saat aku menghadapi musuh tersebut." ucap Bejo.


Nampak mereka terdiam semua.


"Begini saja kang Mas...Kita mencari sekutu saja.. Jadi bila menghadapi banyak musuh maka dapat dengan mudah mengatasinya..Contoh perguruan gunung emas,kan muridnya ada bersama kita.." ucap Yeni.


Bejo nampak berpikir.


"Hemmm....Bisa juga...,kita Masuk lalu berlatih jurus di perguruan itu setelah mahir baru kita cabut dari situ" ucap Bejo.


"Boss... Ada pergerakan dari arah Barat..."suara Dody di radio.


"Pergerakan apa Bro...?" ucap Bejo


"Ada lampu obor...Nampaknya ada orang mau menuju kemari kira - kira jaraknya 200 meter" suara Dody.


"Matikan semua lampu yang terang,gunakan lampu kuning dan kamera malam.." ucap Bejo.


"Siap Boss..." suara Dody.


"Aku keluar dulu untuk mengecek..." ucap Bejo.


Bejo mematikan mengganti lampunya ke warna kuning,lalu keluar.


Bejo mematikan Genset. Lalu berjalan ke arah Dody berada.


Setelah sampai,Bejo mengeluarkan Senapan serbu dan alat pendeteksi suhu badan lalu mengarahkan alat itu ke cahaya obor.


"Hem.... Sekitar 12 orang...Waspada..." ucap Bejo.


Nampak cahaya obor itu berjalan ke arah Bejo.


10 menit kemudian nampak 14 orang datang, 10 Pria,dan 4 wanita . Mereka menunggangi kuda lalu berhenti di dekat pagar kawat.


Salah satu Pria turun dari kudanya.


"Jangan sentuh pagar kawat itu..." ucap Bejo #.Sebab pagar itu di aliri listrik menggunakan aki ketika genset di matikan.


"EH.... !!! Mereka terkejut.


Bejo melihat Pria yang turun itu berada di ranah Pendekar Suci tingkat 7. Ia mendatangi pria tersebut sambil waspada.


"Permisi Tuan... Saya Qian Lie Han dari perguruan Gunung emas..Apakah tuan ada melihat seseorang yang lewat sini?" ucap Pria itu #.


"Cabut kabel Bro..." ucap Bejo # pada Dody.


"Siap Bos..." ucap Dody #.


"Bisakah kalian tunjukkan identitas kalian?" ucap Bejo #.


"Mengapa mereka memakai pakaian aneh..? Semoga saja Tuan putri dapat aku temukan,bisa gawat kalau sampai kenapa kenapa." ucap Qian Lie Han dalam hati.


"Sudah ku lepas Bos.." suara Dody di radio.


Qian Lie Han mengeluarkan identitasnya lalu memberikan pada Bejo dari sela - sela kawat.


Sedangkan teman - teman Qian Lie Han menunjukkan sikap Waspada sambil memegang senjata.


Bejo memeriksa plat tersebut.


Tang Seng Mendatangai Bejo lalu mengambil plat identitas tersebut.


"Kami mencari seorang Wanita,menurut kabar yang kami dengar,ada beberapa orang melihat wanita itu masuk dalam hutan ini..."ucap Qian Lie Han.


"Tadi siang kami menemukan seorang wanita,Wanita itu terluka parah,dan terkena racun,Kami menyelamatkan wanita itu.. Plat yang anda tunjukkan sama seperti plat wanita itu." ucap Bejo#.


"Bisa kami melihat wanita itu..?" ucap Qian Lie Han #.


"Semoga saja itu tuan putri.." ucap Qian Lie Han dalam hati.


"Hanya satu orang boleh masuk,Sebelum masuk tolong tinggalkan semua senjatanya.." ucap Bejo #


Qian Lie Han menaruh semua senjatanya di kudanya,Bejo membuka pagar kawat.


Pasukan Elit membidik para penunggang kuda bila mereka bertindak kejahatan.


Qian Lie Han berjalan ke arah Bejo


"Mari saya antar...." ucap Bejo #sambil waspada.


Mereka berjalan kearah tenda tempat di mana wanita asing itu di rawat.


Mereka sudah sampai,lalu Bejo mengambil obor di tangan Qian Lie Han lalu menyerahkan pada Muhtar ,mereka masuk ke dalam.


Di dalam hanya di terangi lampu emergensi bewarna kuning,Qian Lie Han melihat wanita yang terbaring di ranjang,dengan pakaian aneh seperti pria di luar.


"Lian Shi Mei Qing...!!!." ucap Qian Lie Han.


"Tadi sempat sadar,lalu kami tanya namanya,tapi dia gak bisa nyebutkan namanya,ia sedikit berontak,lalu kami bius karena luka jahitannya belum kering." ucap Bejo #.


"Terima kasih Tuan...Terima Kasih... Tuan telah merawat Tuan putri kami.." ucap Qian Lie Han# sambil membungkukkan badannya.


"Tuan Putri....!!!??" ucap Bejo#.


"Benar sekali.. Dia adalah putri dari ketua Perguruan gunung emas." ucap Qian Lie Han #.


"Ooo... Begitu ta... Kenapa dia bisa sendirian di hutan?" ucap Bejo #.


"Dia kabur dari perguruan,Sudah 2 bulan kami mencari" ucap Qian Lie Han.

__ADS_1


Qian Lie Han lantas keluar dari tenda.


"TUAN PUTRI SUDAH KETEMU..." teriak Qian Lie Han.


__ADS_2