BEJO

BEJO
MASUK DALAM PORTAL DI MENSI


__ADS_3

Bejo dan Yeni kini berada di Halaman belakang. Ada beberapa keluarga Li Hua berkumpul di halaman belakang,Yeni memperkenalkan keluarga lainnya,karena mendengar Yeni sudah sembuh. Mereka sebenarnya marah pada Bejo saat Yeni masuk rumah sakit ,tapi di redakan oleh Ayahnya Yeni,Mereka memberi batas waktu hingg pagi tadi,Jika Bejo tak muncul maka mereka akan menangkap Bejo lalu menyiksanya.


Setelah berkenalan dengan keluarga besar Li Hua,Bejo melihat seorang pria paruh baya seperti melakukan beladiri tapi gerakannya sangat pelan .


"Dia adalah kakekku yank." ucap Yeni.


Ada sebuah batu yang besar seperti bola basket, lalu batu itu di pukul.


Boooommmm..... Batu itu hancur.


"Heeeeh.....!!!!??? Bejo terkejut.


"Hebaaaatt.... Batu bisa hancur." ucap Bejo.


Kakek Yeni lantas memberi kode kepada Yeni untuk mendekat.


Yeni dan Bejo lalu mendekat,setelah dekat Yeni membungkukkan badan,Bejo mengikuti Yeni ikut membungkukkan badannya.


"Apakah dia calon suamimu Ni'er?" ucap Kakek Yeni #.


"Iya kek...Namanya Bejo.." ucap Yeni #.


"Namaku Tang Seng Li Hua...Panggil saja Kakek Tang... Aku ingin latih tanding denganmu.." ucap Kakek Yeni.


"Maaf... Bukannya Saya tidak mau,takut kualat Kek jika saya melawan orang tua..."ucap Bejo.


"Gak apa - apa Yank... Kakek akan marah jika sayang menolak..." ucap Yeni #.


"Ternyata benar,Bejo bisa bahasa cina..." ucap Tang Seng dalam hati.


"Baiklah.." ucap Bejo.


Yeni berjalan menjauhi Bejo.


Mereka berjalan ke arena untuk latih tanding.


Keluarga Besar Li Hua yang melihat Bejo latih tanding dengan pemimpin keluarga Li Hua lantas mendekat ke arena


Bejo dan Tang Seng memberi hormat,lalu Bejo memasang kuda - kuda pencak silat.


Tang Seng menyerang Bejo menggunakan jurus kungfunya.


Bejo hanya menangkis tak berani membalas,sebab takut Kakeknya Yeni tewas bila Bejo memukul.


Gerakan Tang Seng masih lincah meskipun sudah tua.


"Buseett... Ne kakek masih gesit gerakannya.." ucap Bejo dalam hati sambil menangkis serangan Tang Seng.


Bejo menghindar,pukulan Tang Seng mengenai patung batu di pojok arena,batu itu hancur.


"Juancoook....." ucap Bejo dalam hati.


Tang Seng kembali menyerang Bejo dengan serius.


Bejo menggunakan ilmu beladiri yang ia punya. karena gerakan Tang Seng sangat cepat.


"Waahh... Hebat sekali calon suami Yeni'er..."


"Nampaknya Ayah lebih serius sekarang... Bisa gawat jika terkena serangannya...


Bejo sedikit lengah,Tang Seng melesatkan pukulannya tepat di dada Bejo.


Bugghh....Bugh...Buggh...Bugghh.. Bejo termundur.


"Asem..... Keroso rek" ucap Bejo dalam hati merasakan sakit.Mulut Bejo sedikit mengeluarkan darah.Karena energi pukulan Tang Seng sampai menembus kulit Bejo.


"Sayaaang....." teriak Yeni. Ia hendak menghampiri Bejo,Tapi Bejo memberi kode jangan mendekat.


"Kuat juga anak muda ini, Biasanya pukulanku itu bisa menyebabkan gajah dewasa bisa langsung mati.." ucap Tang Seng dalam hati.


"Kenapa tak membalas seranganku anak muda? Apa kamu seorang pengecut ,atau kamu Banciii..." ucap Tang Seng # mencoba memancing emosi Bejo.


Bejo hendak marah karena di katakan pengecut dan bancii,tapi ia teringat perkataan Me Mei untuk tidak emosi mengatasi masalah. Bejo menarik nafas dalam - dalam,lalu mengeluarkan perlahan.


David yang melihat Bejo latih tanding dengan kakeknya lantas berlari dan mendekat.


"Maaf kek... Aku bukan pengecut... Tapi aku takut kualat..." ucap Bejo.


"Jangan terpancing Jo... Kakek emang sengaja memancing emosimu..." teriak David sambil berlari.


"Cucu kurang ajar...." ucap Tang Seng#.


David sudah berada di dekat arena.


"Tenang Bang... Aku gak emosi kok..." ucap Bejo.


Prookk... Prook... Prook.. Prook.... Prook... Suara tepukan tangan keluarga besar Li Hua.


Bejo menoleh ke sumber tepukan tangan.


Nampak Jackie berjalan mendekati arena.


"Kamu benar - benar mantuku yang hebat Jo... Yeni gak salah memilih dirimu..." ucap Jackie ketika sudah berada di dekat arena.


"Iya Pa... Bejoku emang hebat... 30 menit masih bisa berdiri tanpa melawan.Aku hanya 7 menit langsung terkapar sambil melawan kakek.." ucap Yeni.


"Maaf Kek....Kakek pakai ilmu apa? sampai kerasa pukulan kakek.." ucap Bejo penasaran.


"Kakek menggunakan energi Qi..." ucap Tang Seng #.


"Kakek seorang kultivator?" ucap Bejo terkejut.


"EH....!!! Dari mana kamu tahu..?" ucap Tang Seng .


"Aku cuman baca cerita saja Kek di novel,tentang kultifator..Aku pikir itu hanya cerita fiksi." ucap Bejo.


"Itu benar sayang... Bukan fiksi ataupun dongeng.... Tapi kalau mau mempelajari ilmu itu harus di tempat yang khusus.."ucap Yeni.


"Oooo... Begitu...." ucap Bejo.


"Apa kamu tak apa - apa Jo..." ucap Tang Seng# sambil memeriksa keadaan Bejo.


"Gak apa - apa Kek... Cuman sedikit nyeri saja tadi... Tapi sekarang sudah mendingan." ucap Bejo.


"Syukurlah... Dari mana kamu belajar beladiri Jo.." ucap Tang Seng # penasaran.. Sebab gerakan Bejo berubah - ubah.


"Belajar dari teman - teman Kek.. Teman saya itu berbeda - beladirinya.." ucap Bejo berbohong.


"Pantesan... Gerakanmu itu membingungkanku" ucap Tang Seng #.

__ADS_1


"Coba kamu pukul batu itu Dek Bejo.." ucap David sambil menunjuk batu setinggi 4 meter dengan lebar 3 meter. panjang 4


Bejo bejalan ,lalu memukul batu besar.


Boooomm..... Batu itu hancur.


"EH....!!!?? Keluarga besar Li Hua terkejut termasuk Tang Seng.


"Siall... Pantas saja dia tak membalas seranganku.. Rupanya dia memiliki kekuatan... Bila tadi dia membalas,mungkin aku sudah mati" ucap Tang Seng dalam hati.


Prook...Proookk...Prookk...Prookk... Tang Seng menepuk tangan.


"Aku sudah putuskan,Bejo adalah penerusku..." ucap Tang Seng.


"Heeehh....!!!!??? Keluarga Besar Li Hua terkejut.


"Penerus apa Kek ...? Penerus cicilan montor apa penerus cicilan hutang." ucap Bejo bingung.


"Penerus puncak kepemimpinan keluarga Li Hua..." ucap Tang Seng #.


"Waduuhh....Tapi sebelumnya saya minta maaf Kek..... Kan ada Bang David dan papa,Paman Shan ,Paman Qin Wei dan keluarga yang lainnya di sini.. Mengapa harus saya?" ucap Bejo #. Berusaha menolak secara halus.


"Keturunanku tak ada yang sanggup memukul batu besar itu dalam sekali pukul....Hanya dirimu yang mampu,Kamu juga perhatian padaku,bila kamu membalas seranganku,aku pasti sudah mati dan kamu adalah Calon suami cucu kesayanganku....." ucap Tang Seng#.


"Diampuut..." ucap Bejo dalam hati.


Keluarga Besar yang berkumpul di dekat arena lalu bersujud pada Bejo termasuk Yeni.


"Kenapa kalian bersujud padaku... ?" ucap Bejo Heran.


"Karena hari ini... Kamu resmi masuk dalam keluarga besar Li Hua. " ucap Tang Seng #.


Keluarga besar Li Hua lalu berdiri.


"Waassuuu... Apa ini ujian lagi..." ucap Bejo dalam hati.


"Maaf Kakek... Saya belum layak menjadi pemimpin keluarga Li Hua,karena saya masih anak kemarin sore,yang belum tahu apa - apa dan saya akan masuk kuliah." ucap Bejo # menolak halus.


"Layak gak layak kakek bisa melihat dari dalam dirimu...Kamu bisa memimpin keluarga ini,selama kamu menuntut ilmu... Kakek akan memegang sementara kepemimpinan keluarga Li Hua." ucap Tang Seng #.


"Jiangkreeek.... Tetap aku yang di tunjuk..." ucap Bejo dalam hati.


"Ya sudah lah... Aku pasrah saja...." ucap Bejo.


Tak lama kemudian,datanglah Bagaskara.


"Sepertinya ada yang aku lewatkan..." ucap Bagaskara.


"Eh...!! kamu Musang....Kirain siapa" ucap Jackie.


Bagaskara dan Jackie bersalaman persahabatan seperti biasa ia lakukan waktu masih muda.


" Bejo kini bagian keluargaku..."ucap Jackie.


"Ooo... Begitu... " ucap Bagaskara.


"Dan dia menjadi pemimpin keluarga Li Hua." ucap Jackie.


"APAAAAA.....!!!??? " ucap Bagaskara terkejut.


"Kok bisa.... Cil..." ucap Bagaskara memanggil Jackie dengan sebutan kancil.


"Bejo menghancurkan batu yang sangat besar...Dan tadi habis latih tanding dengan ayahku..." ucap Jackie.


"Apakah Bejo kalah ?" ucap Bagaskara.


"Tidak kalah,tapi mengalah,Saat latih tanding... Bejo hanya menangkis dan menghindar tak berani menyerang....Oh iya... Kamu ada perlu apa kesini sang?" ucap Jackie.


"Mau menjemput Bejo,sebab mau aku bawa ke Akademi militer." ucap Bagaskara.


"Ooo... Begitu... Padahal rencananya besok mau aku ajakin jalan - jalan ke perusahaanku...."ucap Jackie.


"Keburu banyak tertinggal pelajaran Cil.." ucap Bagaskara.


Tak lama kemudian,Bejo bersalaman kepada keluarga besar Li Hua untuk minta do 'a restu agar kuliahnya berjalan sukses.


Bejo dan Yeni berpelukan.


"Kalau ada waktu senggang,aku akan menghubungi sayang," ucap Bejo sambil memeluk Yeni.


"Iya sayang.... Jangan menambah pacar ya sayang,jika itu terjadi maka aku gak segan - segan motong burung sayang..." ucap Yeni lirih di dekat kuoing Bejo.


"Iya sayang... Aku gak akan menambah pacar.." ucap Bejo lirih.


"Asemm.... Ancamannya sadis juga eee...." ucap Bejo dalam hati.


Bejo naik ke mobil bagaskara.. Lalu Bejo di kawal 6 mobil yang jalan beriringan. Sebab Bejo sudah menjadi pemimpin keluarga Li Hua.


"Loh... Mbak Sari....!!!." ucap Bejo terkejut,Sari ada di dalam mobil. Duduk di kursi tengah.


"Makasih ya mas Bejo ganteng jam tangannya... Mbak suka ...." ucap Sari.


"Iya sama - sama mbak..." ucap Bejo.


Bejo melambaikan tangan ke keluarga besar Li Hua.


Mobil Bagaskara berjalan.


" Sekarang adikmu yang ganteng itu menjadi pemimpin keluarga Li Hua " ucap Bagaskara.


"Heeeeeh....!!!?? Serius Yahh..." ucap Sari terkejut dan gak percaya.


"Kalau gak percaya tanya saja langsung Nak..." ucap Bagaskara.


"Wuuuiihhh.... Kereeeennn... Mbak salut sama kamu Jo..." ucap Sari.


"Keren apaan mbak... Aku di paksa kok... Padahal aku dah berusaha menolak..." ucap Bejo.


"Bagus itu mas... Jadi kamu setelah lulus nanti bisa pemimpin yang tangguh dan bisa di andalkan..." ucap Sari.


"Mbak aja yang gantiin aku gimana...?" ucap Bejo.


"Emmooohh...." ucap Sari.


"Emmooh nolak ya mbak..." ucap Bejo.


Sari mendekat ke kuping Bejo.


"Kalau mbak jadi pemimpin Li Hua... Segera lamar mbak..." ucap Sari lirih.

__ADS_1


"Diaampuuut..." ucap Bejo dalam hati.


"emmohh aku..." ucap Bejo.


"Ha....Ha....Ha....Ha...Ha.... Sari tertawa.


Bejo melihat gapura besar bertuliskan Akademi Militer.


"Nanti kamu nginap di sini Nak... Kamu akan di latih oleh orang - orang yang ahli..Dan ingat.. Jangan berbuat hal yang tidak baik,jagalah nama baik bapak." ucap Bagaskara.


"Siap Pak...." ucap Bejo.


Ketika Bejo mau turun,Sari memeluk Bejo.


"Jangan nakal ya mas Bejo.." ucap Sari.


"Iya Mbak..." ucap Bejo.


Bejo masuk bersama Bagaskara ke dalam bangunan,sedangkan Sari hanya menunggu di mobil.


---***----


Hari berganti minggu,minggu berganti bulan,bulan berganti tahun,Bejo menjalani pendidikan Militer. Kini Bejo lulus,Dengan nilai sangat memuaskan.Bejo mahir memanah,Mengendarai pesawat,memimpin pasukan,Bisa semua bahasa asing (Bejo minta pada cincin agar bisa menguasai semua bahasa manusia yang ada di dunia)Mampu melihat dalam kegelapan tanpa alat( Bejo meminta pada cincinya)dan mampu berenang sejauh 100 Km tanpa henti.


Keadaan negara Barat , eropa,timur tengah,afrika timbul ketegangan politik.saat Bejo menjalani pendidikan,Begitu 1 bulan mau lulus,meletus peperangan. Peperangan itu perlahan merembet ke negara lainnya.


Bejo pulang ke rumah Yeni,ia di jemput oleh keluarga besar Li Hua dan Bagaskara.


Baru 3 hari Bejo tinggal di rumah Yeni.


Bejo dan Yeni sudah menentukan tanggal pernikahan.


Tiba - tiba Bagaskara mendatangi Bejo.


Bejo memberi hormat lalu mencium tangan Bagaskara.


"Maaf jika bapak mengganggumu nak..." ucap Bagasakara.


"Bapak tidak mengganggu kok..Ada apa Pak.." ucap Bejo.


"Ibu dan adikmu tertahan di KBRI,Di sana sedang di landa perang... Bapak ingin Nak bejo menjemput Ibu dan adikmu.Bapak ingin kesana tapi tak bisa,karena di perintahkan oleh pak presiden untuk siaga 1,Seluruh maskapai penerbangan di luar negeri tutup,kecuali malaysa,singapura" ucap Bagaskara.


"Kapan berangkatnya Pak..?" ucap Bejo.


"Lebih cepat lebih baik...." ucap Bagaskara.


"Baiklah... Saya akan akan mempersiapkan perlengkapan dulu pak.." ucap Bejo.


"Bapak sudah menyiapkannya ,Jadi Nak Bejo tinggal berangkat... Nanti Nak Shanti dan Mbakmu Sari ikut kesana..." ucap Bagaskara.


"Yank...Aku ikut..." ucap Yeni.


"Tapi di sana bahaya sayang...." ucap Bejo.


Yeni meneteskan airmatanya.


"Ajaklah Calon istrimu.Karena dia itu gak mau jauh darimu Nak" ucap Bagaskara.


"Baiklah..." ucap Bejo.


Bejo memberi tahukan pada keluarga Li Hua. Kakek Tang Seng ikut dalam penjemputan itu. Lalu menyarankan naik pesawat milik keluarga Li Hua saja.


Mereka pun berangkat menuju Inggris memakai Pesawat keluarga Li Hua. Pesawat itu sangat besar karena di lengkapi persenjataan,Pesawat itu memuat bahan makanan, persenjataan,amunisi ,Peralatan medis,pesawat drone,solar panel,kendaraan Humvee ,Sepeda montor trail,Perahu karet plus mesin, Genset dan juga BBM.untuk berjaga - jaga.


Bejo membawa Yeni, Sari,Shanti, Tang Sang, dan 10 pengawal elit keluarga Li Hua.


Pesawat mereka mendarat di bandara tanpa hambatan,Karena di kawal oleh pasukan jet tempur keamanan Inggris saat memasuki wilayahnya.


Rombongan Bejo menjemput Istri Bagaskara, Adik Sari,dan 5 teman adik sari. Lalu mereka bertolak kembali ke indonesia.


Namun tiba - tiba cuaca berubah,Awan hitam menggumpal,banyak kilatan petir.


"Perhatian semua...Pegangan yang erat... Karena kita akan masuk dalam badai.." ucap Bejo melalui pengeras suara sambil mengemudikan pesawat.


"Siall.... Jika aku lewat jalur lain yang ada pesawat ini kena rudal,dan mereka bisa tewas" ucap Bejo dalam hati.


Sebab pesawat itu melintasi samudera,ia tak berani mendekat daratan,karena kondisi yang mereka lalui sedang berperang.


Tanpa mereka sadari,Pesawat itu memasuki sebuah portal di mensi. Cincin yang di pakai Bejo menyatu dalam tubuhnya. Cincin itu memberikan kekuatan Elemen cahaya,Tanah,Logam,dan Udara.


Saat keluar dari portal,keadaannya hampir sama sebelum mereka masuk dalam portal.


Pesawat itu berhasil melewati Badai..


Bejo melihat radar.Radar itu nampak berbeda.


"Ini mataku yang eror apa alatnya yang rusak.." ucap Bejo.


Rekan Bejo bernama Zein melihat radar.Zein adalah pengawal keluarga Li Hua yang bertugas mengemudikan pesawat.


"EH.....!!!?? Iya tuan.. Biasanya gak begini..." ucap Zein.


Bejo dan Zein melihat ada daratan di bawah,Padahal mereka yakin bahwa mereka masih melintasi samudera.


"Kita masuk di negara mana neh Zein..." ucap Bejo.


"Saya tak tahu tuan..." ucap Zein.


Bejo membuka Hape satelitnya untuk mengecek posisinya berada.


"Waaahh... Aku gak dapat sinyal... Bangkeek..." ucap Bejo.


"Tuan... Jika kita belok arah ke kiri ,kita berada di benua afrika,jika ke kanan kita di benua amerika selatan. Tapi benua itu masuk zona merah karena ada yang berperang dan juga siaga perang.tapi di bawah tidak ada kepulan asap ataupun pesawat jet tempur..."ucap Zein.


"Iya juga ya...Radio komunikasi juga gak ada yang bunyi,biasanya jika kita masuk ke negara lain pasti ada suara radio " ucap Bejo.


Zein lalu menggunakan Kamera pengintai,ia menangkap sebuah bangunan yang besar,lalu memperbesar.


"Seperti bangunan kerajaan...Tapi kerajaaan apaa?" ucap Zein.


Pesawat itu terus terbang ,tak terasa bahan bakar sisa 1/4 ,


"Pesawat akan kehabisan bahan bakar tuan,mungkin bertahan 40 menit.." ucap Zein.


Bejo berusaha menghubungi orang - orang di bandara terdekat ataupun yang berada di indonesia,tapi nihil.


"Kita mendarat di tanah lapang saja Zein..." ucap Bejo.


"Baik tuan..." ucap Zein.

__ADS_1


"Perhatian semua... Pesawat ini akan mendarat darurat,karena mau kehabisan bahan bakar... Mohon pegangan yang erat.." ucap Bejo memakai pengeras suara.


Zein melihat padang rumput yang luas,lalu mereka mendaratkan pesawat tersebut.


__ADS_2