
Bejo berjalan ke luar goa,lalu memasukkan Bangkai Gorila ke dalam cincin,ia takut bangkai itu memancing hewan buas datang,lalu Bejo berjalan ke arah tandon mengeluarkan botol bekas yang tak ada airnya,kemudian mengisi botol itu dengan air hujan yang ada dalam tandon.
"Buat jaga - jaga jika mau kencing or boker.." gumam Bejo sambil mengisi botol bekas tersebut.Setelah terisi semua,lantas di masukkan dalam cincin ruangnya. Lalu bejo masuk kedalam,ia duduk bersender di batu besar lalu mengeluarkan buku yang ia dapat dari cincin ruang. Lalu membaca buku tersebut.
"Hem.... Ini buku Array...Berarti pemilik cincin itu ada yang ahli menggunakan array,tapi kenapa bisa tewas ya..Aneh." gumam Bejo.
Bejo kemudian mempelajari buku tersebut.
Shanti menghampiri Bejo.
"Buku apa itu kang Mas...?"ucap Shanti.
"Buku array Dek..." ucap Bejo.
"Emang kang mas bisa baca dalam kondisi gelap? "ucap Shanti heran.
"Bisa dek...Jangankan baca... Cari lubang surga punya adek saja aku bisa kok..." ucap Bejo.
"Kang Mas mau? Kalau mau ayoo..." ucap Shanti lirih
"Enggak.... Nanti Yeni ngambek,soalnya dia masih segel dan di sini banyak orang..." ucap Bejo lirih.
Shanti mengambil hapenya lalu menyalakan senter untuk melihat tulisan pada buku yang di pegang Bejo
"Tulisannya kok seperti cacing kena garam A'..." ucap Shanti.
"Bukan kena garam dek... Tapi kena minyak goreng..." ucap Bejo.
"A'a bisa baca tulisan ini?" ucap Shanti.
"Bisa....Kalau gak bisa gak bakalan aku baca dek..." ucap Bejo.
Yeni dan Sari menghampiri Bejo.
"Kalian sedang apa?" ucap Sari.
"Lagi merumus 4 angka mbak... tadi aku dapat bisikan. Siapa tahu tembus di singapur atau gak hongkong ." ucap Bejo.
Yeni mengambil buku di tangan Bejo lalu melihatnya memakai senter hape.
"Ini tulisan seperti huruf china,tapi mengapa aku gak bisa baca..." ucap Yeni.
"Masa seh Yank....?? aku loh bisa baca semuanya" ucap Bejo.
"Iya Cintaku.... Ini bacaannya apa?" ucap Yeni sambil menunjuk.
"Kebalik itu sayang....." ucap Bejo sambil membenarkan posisi buku yang di pegang .
"Oh iya..... He....He...He...He... Maaf..." ucap Yeni.
Yeni kemudian membaca buku itu.
"Ini Kitab Array ya kang Mas...?" ucap Yeni.
"Iya... " ucap Bejo.
"Array itu apaan Mas Bejo...?" ucap Sari.
"Suatu ilmu untuk melindungi diri,Kita bisa membuat dinding perlindungan tapi dinding itu tak kasat mata atau transparan seperti kaca bening Mbak..." ucap Bejo.
"Ooo.... Begitu..." ucap Sari.
"Mbak pernah baca cerita tentang kultivator gak?" ucap Bejo.
"Enggak...Mbak hanya baca cerita drama romatis sama detektif saja di Novel .." ucap Sari.
"Dek Yeni pernah baca buku Array?" ucap Bejo.
"Pernah Kang Mas...?" ucap Yeni.
"Di mana?" ucap Bejo.
"Neh di sini...." ucap Yeni.
"Jangkreeeekk...." ucap Bejo.
"Ini array tingkat Bumi Kang mas.... " ucap Yeni.
"Dari mana sayang tahu kalau itu array tingkat bumi?" ucap Bejo.
"Ne ada tulisan bagian halaman belakang.." ucap Yeni sambil menunjukkan tulisan di halaman terakhir.
"Jadi kita 100 % di dunia wakanda neh Yen...." ucap Sari.
"Iya mbak..Nanti ada Iron Man,Thor,Hulk." ucap Yeni.
"Itu kan Film Dek..." ucap Bejo.
Novita menghampiri mereka lalu memeluk Bejo dari belakang.
"Kirain dah tidur kamu Nov.." ucap Bejo.
"Gak bisa tidur adek mas... Teringat ayah... Biasanya kalau adek kangen selalu vidio call..."ucap Novita.
"Aku malah teringat teman - temanku di kampung... " ucap Bejo.
"Kok teringatnya sama teman - teman... Emangnya mas gak ingat Ayah dan Ibu Mas...?" ucap Novita.
"Kalau itu mah jangan di tanya Dek... Mereka sudah tenang di alam sana..." ucap Bejo meneteskan air matanya
"EH....!!!?? Maaf Mas...Adek gak tahu.." ucap Novita.
"Gak apa - apa..." ucap Bejo.
Selang 20 menit kemudian.
"Ada kertas sama pulpen gak Kang Mas...?" ucap Yeni.
"Buat apa Yank...?" ucap Bejo.
"Buat surat untuk mama dan papaku..." ucap Yeni.
"Bentar..." ucap Bejo. Bejo memeriksa cincin ruangnya.
"Kalau gak salah aku taruh di tas...Nah ketemu." gumam Bejo.
Bejo mengeluarkan tasnya,lalu membuka dan mengeluarkan buku dan pulpen.
"Ini Dek..." ucap Bejo sambil menyerahkan buku dan pulpen.
Yeni menerima,lalu menulis di buku. Tulisan huruf cina.Yang lain hanya memperhatikan saja.
Lalu Yeni merobek kertas tersebut.Setelah itu berdiri lalu berjalan,lalu Yeni membaca mantra sambil memggerakkan tangannya kemudian menempelkan kertas itu di udara.
"Coba kalian kesini..." ucap Yeni.
Mereka pun menghampiri Yeni.
Duk...Duk...Duk... Duk...Mereka menabrak dinding tak kasat mata.
"Berhasilll......." ucap Yeni.
"Asem....."ucap Bejo.
"Kenapa aku gak bisa lewat..." ucap Sari sambil meraba dinding transparan.
"Ini Array pelindung mbak...." ucap Bejo.
Yeni melepaskan array pelindungnya.Mereka bisa menghampiri Yeni.
"Wahhh... Sayang hebat..." ucap Bejo.
"Iya donk..." ucap Yeni sombong
Tiba - tiba Bejo teringat dengan cerita kultivator tentang mengeluarkan kekuatan elemen.
"Dek Yeni...." ucap Bejo.
"Iya Kang Mas..." ucap Yeni.
"Di dalam tubuhmu terdapat elemen api dan air,Aku ingin sayang mencoba mengeluarkan elemen itu..." ucap Bejo.
"Heeeh... !!!!Serius Kang Mas..." ucap Yeni.
"Iya aku serius... Coba Lihat telapak tanganmu,lalu fokuskan pikiran adek...Bayangkan yang keluar itu api sambil alirkan energi Qi ke telapak tanganmu itu..." ucap Bejo.
Yeni pun mencobanya. perlahan muncul titik api,titik api itu makin lama makin membesar.
"Siaal.... Cerita di Novel itu ada benarnya...Apa pengarangnya pernah ke dunia Kultivator yaa ?" ucap Bejo dalam hati.
__ADS_1
Shanti,Sari, dan Novita terpukau melihat api muncul di telapak tangan Yeni.
"Kalau aku apa Kang Mas...?" ucap Shanti.
"Dek Shanti elemen Cahaya saja." ucap Bejo.
"Kalau mbak apa ganteng...." ucap Sari
"Mbak punya elemen Air.." ucap Bejo.
"Kalau adek apa mas. ?" ucap Novita.
"Hem..... Petir dek..." ucap Bejo.
Shanti kemudian ikut mencobanya,begitu pula Novita dan Sari.
Telapak Shanti mengeluarkan cahaya,Sedangkan Novita mengeluarkan petir,Sari mengeluarkan air
"Cara menghilangkan stop aja aliran Qi kalian.." ucap Bejo.
Mereka pun melakukan apa yang di ucapkan oleh Bejo.Setelah itu mereka memeluk Bejo.
"Aku gak iso ambek kan " ucap Bejo. (aku gak bisa bernafas).
Mereka melepaskan pelukannya.Bejo melihat jam tangan.
"Jam 11lewat loh.. Ayoo tidur... " ucap Bejo.
"Ayoo...." ucap mereka serempak.
Novita dan Sari ikut masuk dalam tenda Bejo.
"Loh...Kalian kok masuk di sini...???" ucap Bejo heran.
"Gak apa - apa... Pengen aja Mas Bejo..." ucap Sari.
"Sama... Adek juga pengen tidur sama Mas..." ucap Novita.
"Ya salaaaam...... " ucap Bejo.
Bejo berada di tengah - tengah.
"Jika kita berjalan terus... Gak sampai sebulan kita dah keluar dari hutan itu,tapi kalian pasti kelelahan.." ucap Bejo.
"Ya jelas dong kang mas...Kang mas seorang prajurit..Lah kita - kita ini baru berjalan 15 Km saja kaki rasanya mau copot." ucap Shanti.
"Kakek punya elemen apa Kang Mas...?" ucap Yeni.
"Kalau gak salah elemen angin dek..Dah yuk tidur...Kalau ngobrol terus gak ada habisnya..." ucap Bejo.
"Lah... Yang duluan ngomong itu siapa?" ucap Sari.
"Aku.....He...He...He...He..." ucap Bejo cengengesan.
"Elemen kita kok beda - beda ya Mas..." ucap Novita.
"Gak tahu Dek..Tapi ada yang gak punya elemen." ucap Bejo.
"Kirain tahu... Siapa yang gak punya elemen itu Mas ?"ucap Novita.
"Dah....Sudah... Sampe subuh gak tidur - tidur kalau ngobrol terus..." ucap Bejo.
"Xi...Xi...Xi...Xi...Xi...Xi...Xi..Xi.....Mereka ketawa cekikikan.
"Terasa punya 4 istri kalau tidurnya berlima..." ucap Bejo.
"Emangnya Kang Mas sanggup?" ucap Yeni.
"Enggak tahu dek..." ucap Bejo.
"Kok gak tahu mas.." ucap Novita.
"Nikah aja belom....."ucap Bejo.
"Mas..." ucap Novita.
"Apa dek...?" ucap Bejo.
"Kalau seperti ini teringat sama ayah,dulu kita pernah tidur bareng begini" ucap Novita.
"Di mana seh Kakek - kakek itu Yank....Ingin rasanya ku suntik mati itu orang." ucap Shanti.
"Betul itu Shan.... Kalau ketemu ,aku tembak kepala... Baru badannya ku berikan pada Buaya..." ucap Sari.
"Aku ketemunya lewat mimpi dek... Katanya seh suatu saat kita akan bertemu...Begitu ..." ucap Bejo.
Bejo melihat jam tangan.
"sudah Jam 2 loh... Ayooo Tidur..." ucap Bejo.
"Mas..." ucap Novita.
"Iya..." ucap Bejo.
"Adek kebelet pipis...Antarin nah...Adek takut" ucap Novita.
"Ayooo..." ucap Bejo. Bejo lalu bangun,begitu pula Novita.Lalu mereka keluar tenda.Bejo mengeluarkan Botol berisi air hujan lalu memberikan pada Novita. Novita memakai senter di hapenya.
"Mbah... Permisi...cucumu buang air kecil,jangan di ganggu ya..." ucap Novita sebelum pipis.
"Aneh... Padahal sekolahnya di luar negeri,tapi masih seperti itu.." ucap Bejo dalam hati.
Novita masuk dalam Kotak toilet. Pintu tidak di tutup karena takut.
"Mas... Lihatin adek,...adek takut jika ada ular.." ucap Novita melihat Bejo membelakanginya.
"Iya..ya..." ucap Bejo sambil memutar badannya
Bejo melihat di sekitar Novita.
"Kira - kira... Di sini ada gak ya Genderuwo atau gak pocong..." ucap Bejo dalam hati.
Novita sudah selesai,lalu berjalan ke arah Bejo.
"Kok tadi pakai acara permisi segala Dek..?" ucap Bejo.
"Di ajarin sama ayah....Takut di ganggu makhluk halus Mas.. Sebab ada temanku main nyelonong saja tanpa permisi,lalu dia kerasukan.." ucap Novita.
"Ooo....Begitu..." ucap Bejo. Lalu mereka masuk dalam tenda. Kemudian mereka tidur.
----***----
Pagi Jam 05.00
Bejo membuka matanya. Badannya di peluk oleh Yeni dan Novita.
"Sial...... Masih ngantuk aku...Tapi kalau gak bangun nanti kesiangan..." ucap Bejo dalam hati.
Bejo memindahkan tangan Novita lalu Yeni.
"Kang Mas mau kemana..?" ucap Yeni masih memejamkan matanya.
"Loh... Adek gak tidur...?" ucap Bejo.
"Tidur.... Kang Mas mindahin tanganku lalu aku terbangun.." ucap Yeni.
"Mau keluar Dek... Olah raga ..." ucap Bejo.
"Kalau kang mas menikah dengan Mbak Sari dan Novita gimana?" ucap Yeni lirih.
"Azzzz.... Adek neh... Pagi - pagi dah bahas yang begitu." ucap Bejo lalu bangun dan berjalan keluar tenda,
Bejo mengambil air minum,lalu meminumnya,setelah itu merebus air untuk membuat kopi.Sambil menunggu air mendidih,Bejo berolah raga di tempat, Setelah Airnya mendidih ia membuat 4 gelas kopi lalu berjalan pasukannya yang berjaga.
"Ini ada kopi broo.." ucap Bejo.
"trima kasih Bos..." ucap para pasukan elit.
Bejo Mengambil rokok elektrik.
"Kalau begini aku jadi teringat waktu tugas di afrika Bos.." ucap Wira.
"Emang di afrika sampeyan tugas apa?k ucap Bejo.
"Membunuh keluarga Johan Bos... "ucap Wira.
"Heeeeh.....!!!?? Bejo terkejut.
"Aku di suruh sama ketua,Sebab mereka masih dendam sama Bos...Dan mereka ada korupsi di perusahaan Li Hua...Kemudian kabur ke afrika." ucap Wira.
__ADS_1
"Wuuiihh......Apakah keluarga Johan masuk ke hutan afrika?" ucap Bejo.
"Iya Bos.... Kita bisa balik ke Bumi lagi gak Boss.." ucap Wira.
"Hemm...Bisa ...Hanya saja aku harus menguasai semua elemen dan menjadi kuat...Begitu.." ucap Bejo.
"Lama gak Bos.." ucap Wira.
"Gak tahu aku,emangnya kenapa?" ucap Bejo.
"Aku gak bisa bahasa cina Bos...Kalau ketemu orang di sini lalu mereka memakai bahasa cina maka sangat kesulitan aku untuk berkomunikasi.Kecuali jika mereka bisa bahasa inggris ya aku pasti gak kesulitan." ucap Wira.
"Iya juga seh... Yang bisa bahasa cina hanya aku,Yeni dan Kakek.
Nampak Muhtar,Zein,dan Dody baru bangun karena waktunya menggantikan temannya berjaga.
Cahaya matahari perlahan menampakkan sinarnya,kicauan burung saling bersahutan.
Kretak...Suara dari kejauhan. Bejo lantas mengeluarkan senjatanya. Lalu berjalan sumber suara sambil waspada.
Dody dan Muhtar mengikuti Bejo.
Nampak Biawak merayap ke arah mereka,panjang Biawak itu sekitar 3 meter.
Bejo lantas memasang peredam pada senjatanya. Lalu menembak Biawak itu tepat di kepalanya di sertai energi Qi
Beeesshh... Kepala biawak pecah terkena peluru.
"Masukkan bangkai itu dalam cincin ruang" ucap Bejo.
"Siap Boss..." ucap Muhtar dan Dody.
Kemudian mereka kembali ke dalam gua. Nampak Paramitha membuat sarapan di bantu oleh Diana, dan Sari.
Bejo melihat dalam tendanya ,Nampak Shanti ,Novita,dan Yeni masih tidur.
"Sayang....Bangun.... Dah Jam setengah 8 neh..." ucap Bejo.
Mereka pun Bangun,Sari menggoyangkan tubuh Shanti.
Bejo lalu duduk di atas batu besar,Kemudian mengeluarkan pakaian yang ia dapat dari cincin ruang.
"Hem..... Ini pakaiannya terbuat dari sutra," ucap Bejo. Bejo melihat pakaian itu seperti pakaian yang di pakai pada Film china zaman dulu. Terdapat gambar naga. Lalu Bejo mengeluarkan botol berisi Pil. Lalu memeriksanya.
"Ini pil pemulih Qi " gumam Bejo.
Nampak pasukan Elit membuat sekat di dekat tandon untuk mandi.
"Kak Shanti... "ucap Melina.
"Iya... Ada apa?" ucap Shanti.
"Stevan badannya panas..." ucap Melina.
Shanti dan Melina masuk dalam tenda,lalu Shanti memgeluarkan peralatannya untuk mengecek keadaan Stevan. Setelah itu mengeluarkan obat - obatan.
"Ambilkan air minum" ucap Shanti.
Melina lantas mengambil botol minuman,lalu memberikan pada Shanti.
"Stevan sakit apa Kak?" ucap Melina.
Shanti memberika obat pada Stevan,lalu Stevan meminum obat itu.
"Hanya Demam saja..Nanti akan sembuh" ucap Shanti.
Shanti memasukkan peralatannya kembali dalam cincin ruang.
"Ne obat di minum 3 x sehari,kamu yang rawat dia dulu. Nanti kakak akan menyuruh yang lain bergantian merawatnya." ucap Shanti.
"Iya kak..." ucap Melina
"Sarapan sudah siap...." ucap Paramitha.
"Iya Bu...." ucap semua orang kecuali Stevan dan Melina. Mereka pun berjalan mendekat.
"Berikan ini pada Jali,Dody,dan Muhtar, yang jaga di depan.." ucap Bejo pada Diana sambil menyerahkan piring.
"Siap Kak..." ucap Diana.
Zein membantu Diana membawakan piring.
"Stevan Badannya panas kang mas.." ucap Shanti pada Bejo.
"Oke...Kita tunggu Stevan sehat,baru kita lanjutkan kembali perjalanan ini. " ucap Bejo.
Selang 20 menit Mereka selesai sarapan.
Bejo berjalan menjauh,lalu mengeluarkan buku array dan rokok elektriknya.
Selang waktu 20 menit,Bejo memamahi isi dalam buku tersebut tapi tidak semua.,,
"Begitu saja to caranya...Tapi...bisa gak ya peluru menembus array yang terpasang" ucap Bejo dalam hati.
Bejo kemudian mempraktekkan array tersebut.
Bejo menaruh Kaleng kosong bekas minuman.
"Jali..." ucap Bejo memanggil Jali yang jaraknya 10 meter darinya.
Antara Bejo dan Jali ada Array.
"Iya Bos...." ucap Jali.
"Coba tembak kaleng ini pakai pistol saja dari tempatmu berada...." ucap Bejo.
"Siap Bos..." ucap Jali.
Jali mengambil pistolnya kemudian menembak .
Doorr....... Suara tembakan pistol.
Peluru itu tak bisa menembus dinding array.
"Kok gak bisa Boss...?" ucap Jali heran.
"Karena aku pasang array Broo... Nah sekarang coba alirkan Qi pada tanganmu itu lalu alirkan ke pistol,setelah itu tembak lagi Sampai isi pelurumu habis." ucap Bejo.
Bejo bereksperimen,apakah peluru yang mengandung energi Qi itu bisa menembus array tingkat Bumi apa tidak.
Jali mengalirkan energi Qinya,lalu menembak lagi.
Dorrr....Dor...Dooorr...Array pelindung retak.
"Tembak terus Broo..." ucap Bejo.
Dooorrrr.....Doorrr.... Array itu hancur Doorr......Klontang......Kaleng itu terkena peluru.
"EH......!!!??? Bejo kaget,begitu pula Jali.
"Kok bisa tembus ya... Apa ada yang salah..." ucap Bejo.
Yeni mendatangi Bejo.
"Kang mas ada mengalirkan Qi pada array itu apa enggak?" ucap Yeni.
"Enggak dek..." ucap Bejo.
Yeni menempelkan kertas array di udara,Lalu membaca mantra,kemudian ia mengalirkan Qi pada array tersebut.
"Coba tembak lagi pakai Qi..." ucap Yeni.
Jali mengisi ulang peluru lalu menembak lagi kaleng tersebut.
Dooorrrr..Doorr... Doorrr... Sampai Peluru itu habis tak menembus array dan tak memgalami keretakan.
"Ooooo.... Kalau sambil kita alirkan Qi maka array itu tetap utuh.." ucap Bejo.
"Iya... Kan ada di buku kang Mas....Emangnya Kang Mas gak baca semua?" ucap Yeni.
"Enggak...Hanya buat Kertas array lalu menghapal mantra dan gerakannya saja." ucap Bejo.
"Pantesan... Kalau di aliri Qi maka Array ini semakin kuat,tapi Qi kita perlahan akan habis,Dan bila yang menyerang itu orang banyak atau yang menyerang itu sekelas Dewa atau immortal..,maka bisa langsung hancur array ini kang mas.."ucap Yeni.
"Ooooo.....Begituuu
"Oh iya... Ada yang mau ikut kedalam goa?" ucap Bejo.
"Mau....Mau..." ucap Sari,Novita,Yeni,Zeni,Indah dan Shanti.
__ADS_1
"Jali... Muhtar...Ayoo temani kita masuk kedalam.." ucap Bejo.
"Siap Boss..." ucap Jali dan Muhtar.