BEJO

BEJO
BEJO PINGSAN


__ADS_3

Goa kolam es.


Bejo berendam di kolam itu sudah 3 hari. nampak Bejo masih menyerap energi ES tersebut. Retakan elemen Es makin membesar.Rambut Bejo perlahan berubah menjadi warna putih.


"Wassuuu... Kok lama banget seh selesainya..." ucap Bejo dalam hati.


"AAAAAAARRRRGGH.... JANCOOOOK...... teriak Bejo.


tiba - tiba saja.


Kraaack.... Pyarrr.... Segel elemen ES Bejo terbuka.


Rambut Bejo berubah menjadi warna putih seutuhnya seperti rambut keluarga Fei.


Ular naga putih menyudahi aksinya,ia merasakan energinya berkurang drastis.


Kini wilayah yang tertutup salju hanya seluas 10 Km saja.


Bejo lantas keluar dalam kolam tersebut,lalu ambruk.


Air kolam itu masih tersisa energi ESnya,tapi tak sebanyak saat sebelum Bejo menyerapnya.


"Bossss....." ucap ke empat hewan kontrak Bejo secara serempak.


Ular naga putih menahan tubuh Bejo dengan ekornya.


Bejo tak sadarkan diri,karena selama 3 hari 2 malam dirinya terus menyerap energi Es tanpa tidur dan makan.


"Gimana neh... Apakah kita bawa pulang atau kita tunggu bos sadar?" ucap Paijo.


"Kenapa kalian begitu khawatir sama dia? Kalau dia pingsan atau mati kan kalian bisa bebas kemana saja" ucap ular naga putih.


"Enak aja di tinggal pergi,tanpa dia kita gak punya kekuatan...."ucap Kakashi.


"Kita bawa pulang saja..." ucap Paijo.


Kakashi memperbesar tubuhnya,lalu Djarwo masuk kedalam batu di mensi,kemudian Paijo mengangkat Bejo ke atas punggung Kakashi.Setelah itu Paijo masuk ke dalam batu di mensi.


Lalu Ponijan melompat ke punggung Kakashi.


Kakashi kemudian terbang melesat keluar goa.


Saat Kakashi terbang menuju kerajaan es,ia melihat 5 monster sedang berjalan.


"Perasaan saat aku ke sini gak ada lihat itu monster..Kok sekarang ada ya..." ucap Kakashi dalam hati heran.


---***---


Kerajaan Es.


Kini kerajaan itu tak di selimutin oleh ES,karena es tersebut telah mencair.


Semua orang nampak membicarakan fenoma alam yang sangat langka tersebut.


Ada yang mengira ini akibat dari Liu Yi Fei keluar dari pulau sehingga para leluhur murka,ada pula yang mengira bahwa itu menandakan sebuah bencana besar yang akan terjadi.


Di ruang singgasana Ratu nampak membahas masalah fenoma alam tersebut. Lalu salah satu Mentri pertahanan mengatakan bahwa fenomena alam ini ada kaitannya dengan putri Liu Yi Fei,jadi ia mengusulkan agar putri Liu Yi Fei harus di hukum. Dengan cara di keluarkan dari pulau tersebut bersama pengikutnya yang ikut keluar pulau.


Semua orang nampak setuju,sedangkan Xi Wei Tang nampak bimbang,antara mengiyakan atau menolak gagasan tersebut.


"Yang mulia Ratu...Mohon putuskan sekarang juga,kita takut akan terjadi hal - hal buruk menimpa kita.." ucap salah satu bawahan Ratu.


Xi Wei Tang nampak berpikir.Tak lama kemudian ia hendak berkata tapi tidak jadi,karena salah satu prajurit berjalan ke arahnya lalu memberi hormat.


"Maaf yang mulia Ratu hamba telah lancang masuk kemari,di luar ada seekor burung raksasa menuju kemari" ucap Prajurit tersebut.


"APAAAA......!!!??? Semua orang yang hadir terkejut.


Lalu mereka pergi keluar ruangan untuk melihatnya.


---****----


Salah satu prajurit elit berlari ke arah kamar istri Bejo.


"Bos kita sudah pulang...." ucap Arkha.


"Seriussss....?" ucap Dody.


"Iya...Gue serius... Aku lihat ada burung besar menuju kemari,burung itu seperti kepunyaan Bos.." ucap Dody.


Dody kemudian mengetuk pintu kamar.


"Nyonya Bos....." ucap Dody agak nyaring.


Tak lama kemudian pintu terbuka. Yang muncul adalah Shanti.


"Ya ada apa?" ucap Shanti.


"Bos menuju kemari..." ucap Dody.


Novita,Yeni dan Sari yang mendengar ucapan Dody lantas mendekat ke arah pintu.


"Di mana dia..." ucap Shanti.


"sedang menuju kemari Nyonya bos.." ucap Arkha.


Mereka kemudian berjalan cepat untuk keluar ruangan.


Tak lama kemudian mereka sudah berada di halaman. Lalu ke empat istri Bejo terbang ke atas.


Sari mengeluarkan teropongnya. Ia melihat burung Phoenix melesat terbang ke arah kerajaan es.


Lalu tak lama nampak prajurit kerajaan es bersiaga.


Yeni yang melihat hal itu lantas turun menemui para prajurit tersebut.


"Jangan kalian serang burung itu.. Jika kalian serang maka kalian aku bunuh..." ucap Yeni #. sambil mengeluarkan aura puncaknya yang berada di tahap Saint puncak.


Para prajurit itu terduduk karena tak kuat menahan aura Yeni.


"Ba...Baik nyonya..." ucap para prajurit.


Kemudian Yeni menutup lagi auranya kemudian melesat ke atas.


"Sungguh kuat wanita itu..


"Iya.. Aku tak menyangka mereka semua memiliki kekuatan yang begitu hebat.


"Apakah mereka adalah dewa yang menyamar?..


"Bisa jadi...Aku awalnya melihat dia tak mempunyai energi Qi sama sekali,aku pikir wanita itu tak bisa berkultivasi. Rupanya mereka menyembunyikan kekuatannya..


Tak lama kemudian Kakashi tiba,lalu mendarat di halaman istana.


"Phoenix.....!!!?? ucap Liu Yi Fei yang melihat Kakashi mendarat di halaman istana terkejut dan tak percaya apa yang ia lihat.


Ke empat istri Bejo terkejut melihat Bejo terbaring di punggung Kakashi bersama Ponijan.Mereka hampir tak mengenali Bejo,sebab Bejo menggunakan topeng dan rambutnya memutih semua. Begitu melihat Ponijan,barulah mereka sadar bahwa itu adalah Bejo.


"Kang mass.........." seru ke empat istri Bejo.


Mereka kemudian melesat ke arah Kakashi lalu Shanti memeriksa keadaan Bejo.


Pasukan elit menghampiri Kakashi.


"Suami kita hanya pingsan karena kelelahan." ucap Sari.


Kemudian Jali berjalan mendekat,kemudian mengangkat tubuh Bejo. Lalu berjalan masuk kedalam sebuah bangunan,tepat di mana kamar Bejo berada.


Ke empat istri Bejo berjalan mengikuti Jali.


"Apakah itu Bejo? Tapi mengapa rambutnya sama sepertiku?" ucap Liu Yi Fei dalam hati.


Kemudian Liu Yi Fei diam - diam mengikuti ke empat istri Bejo.


Rombongan kerajaan es melihat Kakashi terkejut dan tak percaya apa yang mereka lihat,Sebab mereka melihat burung legenda yang selama ini mereka tahu dari buku saja. Kini mereka melihat secara langsung burung Phoenix tersebut.


"Siapa sebenarnya pemuda itu...." ucap Xi Wei Tang dalam hati penasaran.

__ADS_1


Sebagian mereka mendekat ke arah Kakashi agar lebih jelas melihatnya.


"Waah... Kita jadi artis kakak pertama..." ucap Kakashi melihat dirinya di kerumuni banyak orang.


"Iya... Mungkin mereka minta tangan kita..Tapi kita gak bisa memegang pulpen" ucap Ponijan.


"Iya... Seandainya saja kita sudah berada di ranah Dewa.. Pasti kita memberikan tanda tangan.." ucap Kakashi.


"Aku baru pertama kali melihat burung phoenix.. Pertanda apakah ini?" ucap prajurit 1.


"Semoga saja bertanda baik.." ucap prajurit 2.


---***---


Di dalam kamar Bejo.


Nampak ke empat istri Bejo,Ayu,Tang Seng dan Paramitha ada di dalam kamar Bejo.


Mereka nampak cemas dengan keadaan Bejo. Setelah 3 hari tidak ada kabar,begitu muncul malah tak sadarkan diri dan rambutnya memutih.


Topeng Bejo di lepas oleh Sari.


Sari mengeluarkan botol minyak kayu putihnya lalu menempelkan ke hidung Bejo.


Perlahan mata Bejo terbuka. Ia melihat ke empat istrinya terkejut.


"EH....!!!!???


"Kok aku ada di sini yank?" ucap Bejo heran.


Sepasang mata nampak mengintip dari celah lubang.


"Kakashi dan Ponijan yang membawa kang mas kemari " ucap Sari.


"Oooo... Begitu..


"Di mana mereka ?" ucap Bejo.


Sari hendak menjawab tiba - tiba suara perut Bejo berbunyi.


Krucuuk...Krucuuuk...


Paramitha mengambil buah apel yang berada di atas meja,kemudian memberikannya pada Yeni.Lalu Yeni mengupasnya.Lalu memberikan pada Bejo.


"Mereka ada di luar kang mas..." ucap Yeni.


"Lah... Kalau di luar berarti mereka pasti mengetahui kalau Kakashi adalah burung Phoenix donk sayang... Gawaat..." ucap Bejo.


"Kang mas tenang saja... Mereka tidak kenapa - kenapa..." ucap Sari.


Bejo kemudian menelepati Kakashi dan Ponijan.


"Bro... Datanglah ke kamarku.." ucap Bejo telepati.


"Siap Bos...." ucap Kakashi dan Ponijan telepati.


Bejo membuka mulutnya ketika di suapi oleh Novita.


"Kang mas dari mana? kenapa rambut kang mas jadi putih begini?" ucap Yeni.


"Masa seh rambutku putih yank?" ucap Bejo tak percaya.


Yeni mengeluarkan cermin kecilnya lalu memberikan ke Bejo.


Bejo menerima cermin kecil tersebut lalu melihat rambutnya.


"EH...!!?? Bejo terkejut melihat rambutnya yang memutih semua.


"Aku dari tengah pulau yank... Di sana ada goa,lalu aku masuk. Ada seekor ular yang besar sekali,kepalanya itu mirip Paijo..


"Lalu aku menyegel energi Qi ular naga itu,kemudian aku masuk ke dalam kolam. Begitu aku keluar dari kolam tiba - tiba gelap, begitu bangun aku ada di sini. " ucap Bejo.


Ponijan dan Kakashi muncul kemudian Ponijan naik ke tempat tidur lalu berbaring.


"Apakah Kang mas berhasil membuka elemen ES?" ucap Sari.


"Bisa jadi... Aku lihat keluarganya Liu rambutnya putih semua..." ucap Shanti.


"Ada apa bos...?" ucap Kakashi.


"Gak ada apa - apa.. Ular naga putih ada di mana?" ucap Bejo.


"Ada di goa boss..." ucap Kakashi.


"Kenapa gak di masukin ke dalam batu di mensi.." ucap Bejo.


"Bos pingsan begitu.. Kita cemas tahu bos.. Makanya cepat - cepat kita bawa ke sini.." ucap Kakashi.


"Ooo... Begitu.. Suwun yooo..." ucap Bejo.


Ke empat istri Bejo dan yang lainnya hanya diam menyimak saja.


"Sami - sami bos...


"Oh iya.. Pas aku terbang menuju ke sini,aku melihat beberapa monster sedang berjalan bos. Padahal sebelumnya aku tak ada melihat monster itu.." ucap Kakashi.


"Monster....!!??


"Monster apa broo..?" ucap Bejo heran.


"Salah satunya itu wujudnya seperti kodok bos.." ucap Kakashi.


"Ada berapa monsternya broo..?" ucap Bejo.


"Yang aku lihat sekitar 50 an lah..." ucap Kakashi.


"Gawaaaat... Sepertinya ucapan Huan Qin Fei ada benarnya..." ucap Bejo.


"Gawat kenapa kang mas?" ucap Yeni.


"Kakashi melihat sekitar 50 an monster. Mungkin ada lagi lainnya yang belum terlihat." ucap Bejo.


"Berarti ada pintu penghubung dunia monster terbuka kang mas...Jadi kita harus bagaimana?" ucap Sari.


"Apakah ini ada hubungannya dengan salju yang mencair.." ucap Tang Seng.


"Salju mencair...?? Salju yang mana kek..?" ucap Bejo.


"Salju di wilayah sekitar kerajaan kang mas. Sebelum kang mas pergi,kerajaan ini di selimuti salju,setelah 2 hari kang mas pergi, Salju itu perlahan menyusut kang mas.." ucap Tang Seng.


"Jangan - jangan.....


"Apa karena aku menyerap energi es di kolam itu ya,jadi salju di sini menyusut.Lalu ada pintu yang terbuat dari es lalu pintu itu mencair" ucap Bejo.


"Bisa jadi kang mas..." ucap Yeni.


"Tak mungkin jumlahnya hanya 50 an,Mereka biasanya memiliki jumlah yang sangat banyak.


Novita mengeluarkan senter lasernya,lalu mengarahkan ke Ponijan.


Ponijan yang melihat titik merah itu menjadi penasaran,kemudian mencoba menangkapnya.


Nampak Ponijan mengejar titik merah tersebut.


Glodaaak.... Ponijan menabrak lemari.


Ha....Ha....Ha....Ha....Ha...Ha.....Ha..... Novita tertawa saat Ponijan menabrak lemari.


Bejo ,dan yang lainnya menoleh ke arah Ponijan.


Bejo hanya mengelengkan kepala saja melihat tingkah laku Novita dan Ponijan.


Lalu laser tersebut mengarah ke guci. Ponijan melompat ke arah guci.


Pyaaaar.... Guci itu pecah.


"Ya ampun bro...Broo... Kok kamu ngebet banget seh ngejar itu laser.." ucap Bejo.

__ADS_1


"Laser....??? Laser itu apa bos..." ucap Ponijan sambil mengejar sinar laser.


"Itu yang kamu kejar. Itu namanya sinar laser. Sampe kiamat gak bakalan kamu bisa menangkapnya.." ucap Bejo.


Kemudian Ponijan berhenti mengejar sinar laser tersebut.


"Aisshhh..Kang mas kasih tahu.. Ponijan gak jadi ngejar lagi kan..." ucap Novita.


"Nanti kamar ini jadi berantakan sayang karena di tabrak oleh Ponijan.


Bejo merasakan ada yang mengintai dirinya. Lalu mencari sosok tersebut.


"Kang mas mencari apa?" ucap Yeni.


"Ada yang mengintip kita..." ucap Bejo.


Ke empat istri Bejo dan yang lainnya lantas mencari pengintip tersebut.


Yeni melihat ada lubang dan sepasang bola mata. Kemudian sepasang bola mata itu menghilang.


"Siaaal...Siapa yang berani mengintip... " ucap Yeni.


Yeni dan Sari segera melompat ke arah jendela,setelah sampai di luar,ia tak menemukan sesuatu yang mencurigakan. Hanya para prajurit yang sedang berjaga. Lalu Yeni menghampiri prajurit tersebut.


"Apakah kalian melihat seseorang yang mengintip kamar kami?" ucap Yeni#.


"Tidak nyonya..aku tak melihatnya..." ucap prajurit tersebut.


Yeni memperhatikan prajurit itu bicara tak ada kebohongan. Sebab prajurit itu nampak santai dan tak gugup.


"Baiklah.. Terima kasih..." ucap Yeni#.


Yeni menghampiri Sari.


"Aku tak menemukannya..." ucap Sari.


Kemudian mereka kembali ke kamarnya melalui jendela.


"Aku tak menemukan pengintip itu.." ucap Yeni.


"Untung kita bicara memakai bahasa indonesia,kalau bahasa cina maka pengintip itu mengetahui percakapan kita." ucap Sari.


"Aku akan keluar dulu untuk mengeceknya.." ucap Bejo.


"Kang mas istrihat saja dulu..." ucap Novita.


"Aku sudah baikan sayang..." ucap Bejo.


bejo memakai topengnya,lalu berdiri.


Bejo dan lainnya keluar dari kamar.


Tak lama kemudian mereka sampai di luar.


Bejo melihat tak ada salju di istana tersebut.


Lalu Bejo melesat ke atas. Ia tak melihat salju di sekitaran Istana tersebut.


"Buseet dah... Esnya hilang..." gumam Bejo.


Bejo mengeluarkan teropong jarak jauhnya.Ia melihat gunung putih yang sangat jauh,lalu ada beberapa titik hitam mendekat. Bejo memutar kameranya agar lebih jelas melihat titik hitam tersebut.


"EH....!!!??? Bejo terkejut saat mengetahui titik hitam tersebut. Rupanya titik hitam itu segerombolan monster yang bergerak mengarah kerajaan Es dalam jumlah yang sangat banyak.


Kemudian Bejo menyimpan teropongnya,lalu turun kebawah.


"Aku lihat segerombolan monster menuju kemari.." ucap Bejo.


"APAAAAAA......!!!!??? Rombongan Bejo terkejut.


"Mungkin sekitar 6 jam mereka akan tiba di sini" ucap Bejo.


"Terus kita gimana kang mas...Apakah kita pergi dari sini?" ucap Yeni.


"Tidak..Kita jangan pergi. Mungkin ini adalah kesalahanku karena membuka gerbang monster tersebut..


Bejo teringat dengan kerajaan Lebah yang ada di pulau melayang.


"Aku akan meminta bantuan pasukan lebah..." ucap Bejo.


"Bagaimana Bejo' er kesana? Sedangkan pulau itu sudah kembali ke dasar lautan.." ucap Tang Seng.


"Aku akan menggunakan Array teleportasi.Sebab aku sudah menaruh Arrayku di sana kek..." ucap Bejo.


Bejo melihat Liu Yi Fei beserta paman dan pengawal lainnya berjalan bersama beberapa prajurit.Karena penasaran Bejo pun menghampiri salah prajurit yang mengawal.


Ketika sampai,Bejo melihat Liu Yi Fei dengan wajah tertunduk sambil meneteskan air matanya.


"Kalian mau kemana?" ucap Bejo#.


"Kita di perintahkan untuk mengantar tuan putri kekapal,karena tuan putri di usir dari pulau ini.." ucap prajurit itu.


"APAAAA....!!!???Bejo terkejut mendengar ucapan prajurit itu.


"Berhenti... Jangan keluar istana... Sebab di luar aku melihat banyak monster sedang menuju kemari" #


Rombongan prajurit itu lantas berhenti.


"Tapi ini perintah dari yang mulia Ratu tuan...Kami tak bisa menolaknya,jika menolak maka kami di anggap penghianat." ucap Prajurit tersebut.


"Aku akan menemui Ratu kalian...Kalian jangan pergi dahulu..." ucap Bejo#.


"Tapi...." ucap prajurit lalu di potong oleh Bejo.


"Gak ada tapi - tapian... Kalian jangan keluar dulu.Aku mau menemui ratu kalian...


"Oh iya....Dimana Ratu kalian.." ucap Bejo#.


"Ada di ruang singgasana tuan..." ucap prajurit itu.


"Tunjukkan padaku letaknya..." ucap Bejo#.


Nampak prajurit itu berpikir. Lalu Bejo menarik tangan prajurit tersebut.


"Ayooo... Mikirnya nanti saja... Yang penting antarkan aku ke Ratu kalian..." ucap Bejo#.


"Baiklah...." ucap prajurit itu pasrah.


Mereka pun berjalan ke arah singgasana Ratu es.


Liu Yi Fei melihat Bejo berjalan menuju ke sebuah bangunan tempat di mana Ibunya biasa mengatur pemerintahan.


"Mengapa pemuda itu menolongku lagi?.. Aku sudah senang tak bisa melihat dia lagi,Jika Bunda membatalkan perintahnya,maka aku jadi sedih lagi..." ucap Liu Yi Fei dalam hati.


---***---


Ruang singgasana Ratu Es.


Nampak beberapa bawahan ratu sedang mendiskusikan pemerintahan.


Lalu seorang prajurit masuk kedalam.


"Mohon maaf yang mulia Ratu... Di luar tuan Bejo ingin bertemu dengan yang mulia Ratu..." ucap Prajurit tersebut.


"Bawa dia kemari..." ucap Xi Wei Tang.


"Baik yang mulia Ratu..." ucap prajurit tersebut.


Tak lama kemudian Bejo bersama rombongannya masuk ke dalam lalu memberi hormat.


"Mohon maaf yang mulia ratu,kami telah lancang datang kemari..." ucap Bejo#.


"Iya tak apa.. Ada hal apa tuan datang kemari?" ucap Xi Wei Tang.


"Saya hanya ingin mengatakan mengapa putri Liu Yi Fei di usir dari pulau ini" ucap Bejo#.


"Karena putriku melanggar peraturan,orang yang keluar dari pulau ini tak boleh kembali lagi" ucap Xi Wei Tang.

__ADS_1


"Putri Liu Yi Fei keluar pulau dalam keadaan gawat karena mencari obat.. Apakah tak ada keringan hukuman untuk dia?" ucap Bejo#.


__ADS_2