
"Tidak... Aku tidak akan melupakanmu,
"Ada banyak monster datang menyerang,mereka menyerang kerajaan ES..." ucap Bejo#.
"Ya aku sudah tahu hal itu akan terjadi. Karena segel yang menutup pintu goa itu akan hancur. Aku di sini hanya bertugas menjaga agar segel itu tidak rusak.. Apakah para monster itu masih berkeliaran?" ucap ular naga putih.
Kakashi memberi tahu Bejo apa yang di ucapkan oleh ular naga putih .
"Sudah aku tutup kembali.. Apakah kamu tahu mengenai monster - monster itu?" ucap Bejo#.
"Iya... Aku tahu...
" Pulau ini dulunya di huni oleh bangsa monster..
"Lalu datanglah seorang Pemuda. Pemuda itu mengurung semua monster yang ada di pulau ini,lalu ia menugaskanku untuk menjaga agar sebagian pulau ini di selimuti ES agar segel itu tidak hancur.Karena Pemuda itu tahu bahwa aku bisa mengeluarkan Es. Pemuda itu juga tak sendiri,dia membawa teman - temannya.
"Lalu manusia itu membangun pemukiman hingga sekarang. Pemuda itu itu sering mengunjungiku,Tapi suatu hari...
"Pemuda itu bilang akan meninggalkan pulau itu,dan beberapa temannya,pemuda itu berpesan agar selalu menjaga salju itu tetap ada agar segel yang mengurung para monster itu tidak hancur. Karena aku takut segel itu hancur karena ulah manusia,maka aku meningkatkan suhu di pulau ini secara perlahan.sehingga pulau ini akan tertutup oleh salju seutuhnya."ucap ular naga putih
"Ooo...Begitu.. ta ceritanya...
"Sekarang kamu tenang saja.. Sebab ada pasukan Lebah yang menjaga pulau ini..." ucap Bejo.#
"Benarkah apa yang kau ucapkan itu?" ucap ular naga putih.
"Iya benar... Apa perlu kuantar kesana?" ucap Bejo#
Tak lama kemudian datang lah Mei Lisa bersama pengawalnya.
"Nah... Yang kita bicarakan muncul... Dialah Mei Lisa... Ratu lebah..." ucap Bejo.
Ular naga putih memperhatikan Mei Lisa dari atas ke bawah.
"Cantiik...." ucap ular naga putih.
"Apa lihat - lihat.. " ucap Mei Lisa kepada ular naga putih.
Ular naga putih langsung mundur.
"Jangan galak begitu... Dia adalah penyelamatku.. Jika tak ada dia.. Maka aku mati membeku..." ucap Bejo#.
"Maaf,aku tak tahu... Terima kasih telah membantu suamiku..." ucap Mei Lisa.
????? Ular naga putih.
"Kapan nikahnya? Kalau kawin mah sudah.. Cuman nikah aja yang belum" ucap Bejo dalam hati.
"Dia adalah penunggu pulau ini,aku harap kalian tidak berkelahi...
"Oh iya... Mengapa datang kemari?" ucap Bejo#.
"Aku tak mau di tinggal terlalu lama seperti waktu itu,jadi aku putuskan aku akan ikut bersamamu..." ucap Mei Lisa.
"Perjalananku masih panjang,ini aku berencana akan naik ke langit untuk naik tahap ke ranah Immortal..
"Jadi Kalian tidak bisa mengikutiku terus - terusan.." ucap Bejo#.
Nampak Mei Lisa menekuk wajahnya karena keinginanya tak terwujud.
"Aku akan sering mengunjungi kalian..." ucap Bejo#.
"Tapi... Aku tak ingin berpisah denganmu..." ucap Mei Lisa. Nampak air mata menetes.
"Jangkreek... Aku paling gak suka jika di hadapan seperti ini..." ucap Bejo dalam hati.
"Aku gak mau dia ikut kang mas...." ucap Yeni#
"Sama....Aku juga...." ucap Sari#
"Aku abstain..." ucap Shanti.
Novita melompat lalu menghampiri Mei Lisa.
"Ratu tak bisa ikut dengan kami, tapi suamiku pasti akan menemui Ratu bila sudah di alam immortal.." ucap Novita#.
"Novitaaaaa......" ucap Sari dan Yeni kesal.
"Maaf kak... Aku tak tega melihat dia menangis" ucap Novita#
"Terima kasih.. Kamu perhatian padaku,tidak seperti mereka..." ucap Mei Lisa sambil menunjuk Yeni dan Sari.
"Iya ratu..." ucap Novita#.
"Oh ya ular naga putih...
"Sekali lagi aku ucapkan banyak - banyak terima kasih telah membantuku....
"Jika tak ada kamu,maka aku akan tewas...
"Aku tak bisa membalas kebaikanmu sekarang..Suatu saat aku akan membalas kebaikanmu.." ucap Bejo#.
"Tak perlu kau pikirkan wahai manusia,kau sudah menutup kembali pintu goa itu,aku sudah sangat senang sekali...." ucap ular naga putih.
"Dia bilang bos gak usah pikirkan itu,bos sudah menutup goa itu,dia sudah sangat senang sekali" ucap Kakashi.
"Baiklah... Ayoo kita kembali ke kerajaan Es..." ucap Bejo#.
Bejo melompat naik ke punggung Kakashi,begitu pula Novita.
Bejo memasang array pelindungnya. Lalu Kakashi melesat terbang ke arah kerajaan es. Di ikuti Mei Lisa dan pengawalnya.
"Sungguh beruntung pemuda itu,aku saja yang hidup sampai sekarang belum juga punya pasangan...Nasib...Nasib.. " ucap ular naga putih.
Lalu ular naga putih kembali masuk kedalam goa.
---***----
Kerajaan Es.
Bejo dan rombongannya sudah tiba di kerajaan es. Para warga yang awalnya datang mengungsi,kini sudah kembali ketempatnya.Sedangkan Mei Lisa berkeliling di kerajaan es dengan pengawalnya.
Daerah yang awalnya di tutupi salju,kini telah menjadi hijau,sungai - sungai terbentuk akibat cairan salju yang mencair,dan juga beberapa danau.
Saat ini Bejo mengumpulkan pasukan elitnya.
"Apakah peluru kalian masih banyak?" ucap Bejo.
"Punyaku sisa 1 magazine saja bos..." ucap Surya.
"Punya sisa 2 magazine boss..." ucap Arkha.
"Sama Bos...." ucap Dody.
"Punyaku masih 8 bos..." ucap Muhtar.
"8... ?? Banyak banget.. Minta 1 slot donk..." ucap Jali.
"1 slot apaan... 8 yang ku maksud itu 8 biji peluru... Tapi yang khusus sniper masih banyak." ucap Muhtar.
"Kirain masih 8 slot magazine.. " ucap Jali.
"Sudah...Sudah... Ne aku kasih lagi... Kalian tenang saja...." ucap Bejo.
Bejo mengeluarkan 20 kotak amunisi,lalu memberikan pada anak buahnya.
"Kita kumpulkan bekal,buat ke alam immortal. Begitu bekal dah siap.. Kita akan menerima petir ke sengsaraan" ucap Bejo sambil membagi kotak amunisi.
"Siap Boss....." ucap para anak buah Bejo. serempak.
"Oh iya... Aku akan memasang array pelindung pada cincin kalian,hanya kalian yang bisa membuka cincin tersebut." ucap Bejo.
Bejo memulai pada Dody.
"Ulurkan tanganmu broo.." ucap Bejo.
Dody mengulurkan tangannya yang tak ada cincin ruang di jarinya.
"Yang ada cincinnya...." ucap Bejo.
"Ya maaf boss...." ucap Dody sambil mengulurkan tangannya.
Kemudian Bejo mengucapkan mantra sambil menggerakkan jari dan tangannya.
__ADS_1
Cincin ruang yang semula terlihat,kini tak terlihat.
"Loh bos....!!!
"Cincinku kemana?" ucap Dody.
"Cincinmu masih ada di jarimu... Hanya saja,aku pasang array ilusi,jadi seolah - olah di jarimu tak ada cincin,padahal ada cincinnya.." ucap Bejo.
Nampak Liu Yi Fei melihat Bejo dari kejauhan bersama pengawal setianya.
"Oooo...Begitu..." ucap Dody.
"Iya... Orang lain tidak akan tahu cincin ruang kalian..." ucap Bejo.
Bejo melanjutkan ke yang lainnya.
Satu persatu Bejo memasang array ilusi di jari anak buahnya.
Tak lama kemudian Bejo selesai.
"Oh iya... Bagaimana nasib para wanita kalian? Sebab aku lihat kultivasinya masih rendah,sedangkan daging srigala yang aku simpan tak mampu membuat mereka sampai di ranah Saint..." ucap Bejo.
Nampak semua berpikir.
"Bos...." ucap Jali.
"Iya Jali.. Ada apa" ucap Bejo.
"Array teleportasi yang bos buat itu bisa menembus kemana saja kah,maksudku ketika sudah di alam immortal,apakah array itu bisa sampai kesini..." ucap Jali.
"Aku gak tahu... Menurut buku yang aku baca seh bisa,asal array yang kita tuju itu tidak rusak secuil pun..." ucap Bejo.
"Naaah... Kalau bisa.... Nanti kita akan jemput mereka bos..." ucap Jali.
"Ooo... Aku tahu maksudmu... Baiklah...
"Aku akan ke penduduk pesisir untuk mengumpulkan bekal. " ucap Bejo.
"Biar kita saja bos yang mencari bekal..." ucap Surya.
"Hem...Baiklah." ucap Bejo.
Kemudian Bejo mengeluarkan ribuan keping koin emas,lalu membagikan pada anak buahnya.
"Banyak banget bos..." ucap Surya.
"Buat bekal nanti di alam immortal..." ucap Bejo.
Para anak buah Bejo menyimpan uang emas tersebut. Lalu Surya mengajak 2 orang untuk ikut bersama mencari bekal dengan mengendarai kuda.
"Ada yang memperhatikan bos dari tadi.." ucap Jali.
"Siapa broo..." ucap Bejo.
"Arah pukul 5 bos..." ucap Jali.
Bejo melihat ke arah yang di ucapkan Jali. Ia melihat Liu Yi Fei bersama pengawalnya.
Liu Yi Fei terkejut lalu berjalan ke arah yang lain.
"Sepertinya dia menyukaimu bos..." ucap Jali.
"Aku dah punya 4 istri broo.." ucap Bejo.
"Lah..Itu ratu lebah bukannya istri bos juga..?" ucap Arkha
"Lain... Kamu mau kah nikah sama dia.. Kalau mau aku serahkan mahkota ini padamu.." ucap Bejo sambil memegang mahkota yang ada di atas kepalanya.
"Eng...Enggak bos...
"1 Wanita saja gak habis kok..." ucap Arkha.
"Oh iya... Aku akan mengajari kalian array yang aku dapatkan..
Bejo mengeluarkan Hpnya.
"Kalian punya hp kan..." ucap Bejo.
"Keluarkan Hp kalian.." ucap Bejo.
Para pasukan Bejo mengeluarkan Hpnya.
Bejo kemudian mengucapkan mantra sambil di rekam di hapenya.
"Nyalakan blutut kalian..." ucap Bejo.
Para pasukan Bejo mengaktifkan blututnya,kemudian Bejo mengirim rekaman suara tadi.
Begitu sudah selesai mengirim.
"Perhatikan gerakanku dengan baik - baik.Ketika mengucapkan mantra,tangan dan jari kita mulai bergerak." ucap Bejo.
Bejo lalu mempraktekkan jurus array pelindung.
Nampal pasukan elit meperhatikan secara seksama.
Lalu Bejo mengulangi kembali gerakan tersebut.
"Apakah kalian sudah paham..." ucap Bejo.
"Gerakannya paham bos...Cuman mantranya itu yang agak bingung... Bahasanya bikin lidahku keseleo..." ucap Jali.
"Pelan - pelan saja....Jika kalian bisa,maka kalian tidak perlu kertas lagi untuk masang array.." ucap Bejo.
Nampak anak buah Bejo mendengarkan suara mantra yang di rekam oleh Bejo.
Tiba - tiba datanglah Tang Seng menghampiri Bejo.
"Bejo'er... " ucap Tang Seng.
"Iya Kek...." ucap Bejo.
"Kakek tidak ikut ke alam immortal,karena tubuh kakek tak mampu menahan petir kesengsaraan itu..." ucap Tang Seng.
"Kakek tenang saja,aku dah punya alat peredam petir itu Kek dan juga aku akan memasang berlapis - lapis array pelindung ... Jadi kakek tidak akan merasakan sakit." ucap Bejo.
"Kalau kita berpisah gimana saat berada di alam immortal?" ucap Tang Seng.
"Aku akan memberikan Kakek radio,jadi Kakek bisa berkomunikasi bila ada kelompok kita di dekat kita.." ucap Bejo.
"Hem....Baiklah.. Kakek akan ikut..." ucap Tang Seng.
"Oh iya... Kakek bisa menggunakan senjata api?" ucap Bejo.
"Bisa... " ucap Tang Seng.
Bejo mengeluarkan senjata api,radio HT dan amunisi serta uang emas.
"Simpanlah Kek" ucap Bejo.
Tang seng menyimpan barang itu semua.
"Ulurkan tangan kakek yang ada cincin ruangnya" ucap Bejo.
Tang seng mengulurkan tangannya.
Bejo memasang array ilusi di jari Tang Seng.
"Kemana cincin ruangku Bejo'er...???" ucap Tang Seng.
"Cincin kakek masih di jari,hanya saja aku samarkan dengan array ilusi,jadi kelihatan kakek tak memakai cincin ruang." ucap Bejo.
"Ooo... Begitu... Kapan kita ke alam immortalnya Jo'er.." ucap Tang Seng.
"Kalau tak ada halangan,besok siang kek.." ucap Bejo.
"Baiklah... Kakel kekamar dulu..." ucap Tang Seng.
Lalu Tang seng berjalan ke arah bangunan.
"Aku tinggal dulu ya man teman..." ucap Bejo.
"Iya Bos..." ucap anak buah bejo secara serempak.
__ADS_1
Bejo berjalan mencari keberadaan ke empat istrinya.
Tak lama kemudian Bejo melihat Sari,Yeni,Shanti dan Novita sedang duduk di dekat peralatan yang Sari keluarkan,lalu Bejo berjalan menghampiri Sari.
"Lagi apa yank?" ucap Bejo.
"Lagi ngecek peralatan kang mas...Takutnya ada yang rusak.." ucap Sari.
Nampak beberapa prajurit heran dengan benda asing,namun tak berani menyentuh.
"Oooo...Kebetulan neh... Batrei radioku mau lobet,dan juga batrei hpku.." ucap Bejo.
Bejo mengisi daya pada Hpnya dan juga radionya.
"Apakah besok kita jadi ke alam immortal kang mas..." ucap Shanti.
"Iya yank... Biar cepat kita kembali kebumi.." ucap Bejo.
"Kalau Kang mas mencari di alam ini saja bagaimana?" ucap Yeni.
"Gimana ya....." ucap Bejo nampak bingung.
"Jika kang mas bisa membuka semua elemen di sini,kan kita bisa langsung pulang ke bumi" ucap Yeni.
"Iya juga seh....Kalau aku bisa membuka semua elemenku di sini,maka aku akan bisa kembali pulang" ucap Bejo dalam hati.
"Hem... Aku akan mencari informasi lebih dulu yank..." ucap Bejo.
"Cari informasi di mana kang mas?" ucap Sari.
"Di perpustakaan kerajaan es ini.. Siapa tahu mereka punya informasinya..." ucap Bejo.
Bwjo kemudian menemui seorang prajurit.
"Permisi... Dimana tempat yang ada banyak buku itu tuan..." ucap Bejo#
"Ada di ruang pribadi ratu yang mulia..." ucap prajurit.
"Terima kasih..." ucap Bejo# lalu berjalan le arah bangunan yang terdapat singgasana.
Tak lama kemudian Bejo sampai di bangunan tersebut.
"Apakah yang mulia ratu ada di dalam?" ucap Bejo# pada prajurit jaga.
"Yang mulia ratu tidak ada di dalam yang mulia..." ucap prajurit jaga.
"Di mana yang mulia ratu..." ucap Bejo#.
Baru saja prajurit jaga mau bicara,tiba - tiba Huan Qin Fei lewat.
"Yang mulia Bejo...Apalah yang mulia ingin bertemu dengan ibundaku.." ucap Huan Qin Fei.
"Iya... Aku mau minta izin untuk masuk kedalam ruangan yang terdapat banyak buku.." ucap Bejo#.
"Mari yang mulia...Ikuti saya..." ucap Huan Qin Fei.
Bejo mengikuti Huan Qin Fei.
Tak lama kemudian,Bejo sampai di sebuah taman yang indah,ia melihat Xi Wei Tang bersama Liu Yi Fei duduk di kursi panjang.
"Itu ibundaku... Aku hanya mengantar sampai di sini saja yang mulia.." ucap Huan Qin Fei.
"Iya.. Terima kasih..." ucap Bejo#.
Bejo berjalan ke arah Xi Wei Tang.
Begitu sudah dekat,Bejo memberi hormat.
"Yang mulia Bejo tak perlu memberi hormat padaku..." ucap Xi Wei Tang.
"Sudah sepantasnya yang muda memberi hormat pada orang yang lebih tua." ucap Bejo#.
"Apakah aku sudah tua..?" ucap Xi Wei Tang.
"Ti..Tidak yang mulia...Yang mulia masih nampak muda..." ucap Bejo#.
"Benarkah... " ucap Xi Wei Tang.
"Maaf yang mulia ratu,aku ke sini hanya ingin meminta izin untuk masuk di ruang yang terdapat banayk bukunya.." ucap Bejo#.
"Oooo... Aku pikir yang mulia ingin melamar putriku ini..." ucap Xi Wei Tang.
"Bundaaaaaa......" ucap Liu Yi Fei.
"Maaf..Maaf...Maaf... Becanda....
"Apa yang yang mulia cari di ruang buku kerajaanku ini" ucap Xi Wei Tang.
"Aku hanya ingin mencari informasi kekuatan elemen yang mulia ratu.." ucap Bejo.#.
"Ooo.. Begitu... Baiklah.. Aku menginjinkan yang mulia.
"Yi'er... Antarkan yang mulia Bejo ketempat penyimpanan buku kerajaan..." ucap Xi Wei Tang.
"EH.... Liu Yi Fei terkejut.
"Baik ibunda...." ucap Liu Yi Fei.
Liu Yi Fei berjalan menghampiri Bejo.
Baru saja 1 langkah
"Tunggu dulu yang mulia Bejo,aku punya 1 pertanyaan,aku harap yang mulia menjawab dengan jujur." ucap Xi Wei Tang.
Bejo menghentikan langkahnya lalu memutar balik badannya.
"Pertanyaan apa itu yang mulia ratu.." ucap Bejo#.
"Mengapa rambutmu berubah menjadi putih seperti kami?" ucap Xi Wei Tang.
"Karena aku memiliki elemen ES yang mulia ratu..." ucap Bejo#.
"Berarti dugaanku benar..." ucap Xi Wei Tang dalam hati.
"Baiklah... Itu saja yang aku tanyakan..." ucap Xi Wei Tang.
Lalu Bejo dan Liu Yi Fei melanjutkan jalannya.
"Hem...nganu... Saat kita pertama kali berjumpa,rambut tuan eh... Maksudku yang mulia warna hitam,lalu sekarang putih.. Mengapa bisa begitu?" ucap Liu Yi Fei.
"Mungkin karena efek kena salju,jadi rambutku putih" ucap Bejo asal bicara.
"Oooo... Begitu ya..." ucap Liu Yi Fei.
Tak ada lagi percakapan,karena Liu Yi Fei ingin berbicara tapi mulutnya susah untuk memgucapkannya,hingga akhirnya mereka sudah tiba di ruangan pribadi milik Xi Wei Tang.
Kemudian Bejo mencari informasi tentang elemen dan cara membuka portal dunia lain.
"Buku pengeluaran kerajaan,Buku pemasukan kerajaan,buku asal muasal pulau.." ucap Bejo dalam hati melihat judul buku.
Bejo mengambil buku yang menurutnya penting,lalu membacanya.
Liu Yi Fei nampak memperhatikan Bejo membaca buku.
"Apakah kau menyukaiku?" ucap Bejo#.
"EH....!!!??? Liu Yi Fei terkejut,lalu salah tingkah.
"Aku ini pria yang punya banyak istri,ada pria lain yang lebih baik dari aku..." ucap Bejo sambil membaca buku.
"Ta.... Ta...Tapi.. Aku jatuh cinta padamu saat tuan menyelamatkan diriku di kapal waktu itu..." ucap Liu Yi Fei.
"Seandainya aku belum punya istri,aku akan menjadikanmu istriku,tapi aku sudah punya 4 istri..: ucap Bejo#.
"Bukannya 5 tuan?" ucap Liu Yi Fei.
"Mei Lisa bukan istriku,dia yang memberiku mahkota raja,agar mereka memiliki raja." ucap Bejo.
Bejo tak menemukan apa yang di cari,lalu mengambil buku lainnya.
¤¤¤
Maaf baru bisa update. Hari jum'at badanku down.. Batuk pilek,demam. Ne dah mendingan.
__ADS_1