BEJO

BEJO
TIGA PERGURUAN JADI SATU


__ADS_3

Nampak 7 orang duduk untuk menelan pil pemulih Qi, mereka adalah Bejo dan anak buahnya.


"Bos... Kalau boleh usul.. Kita tetap berjaga saja di atas gunung" ucap Alvian.


Bejo nampak berpikir.


"Kita gak tahu..Apakah ada mata - mata apa tidak.." ucap Alvian.


"Iya juga seh... Ya usah deh.. Nanti aku pasang lagi. Rencanya kita mau ngadain pesta kemenangan." ucap Bejo.


"Kalau bos gak mau juga gak apa - apa, aku cuman khawatir saja.."ucap Alvian.


"Baiklah... Kameranya juga belum aku ambil tadi,masih di tempat semula.." ucap Bejo.


Mereka pun melanjutkan lagi perjalanannya.


Sebelum matahari terbenam,Bejo dan anak buahnya sudah tiba di atas gunung,lalu Bejo mengeluarkan peralatannya kembali. Bejo memasang alat itu di bantu anak buahnya.


Tak lama kemudian mereka selesai memasang.


"Siapa yang mau jaga?" ucap Bejo.


"Aku Bos..." ucap Alvian.


"Aku ikut alvian Bos..." ucap Wira.


"Aku sama Surya bos.." ucap Dody.


"Oke...Cukup 4 orang saja.. Kalian berjaga bergantian ya..." ucap Bejo.


"Siap Bos...." ucap Mereka serempak.


Lalu Bejo dan 2 anak buahnya melesat ke arah perguaruan gunung emas.


Tak lama kemudian mereka sampai.


Nampak semua orang berkumpul.


"Aneh...Kenapa mereka tak melakukan pesta kemenangan?" ucap Bejo dalam hati.


Ketika Bejo lewat,orang - orang itu membungkukkan badannya.


Bejo menanyakan keberadaan ayah angkatnya kepada salah satu murid perguruan gunung emas,lalu murid itu memberi tahu,bahwa ayah angkatnya berada di ruang rapat.


Bejo dan anak buahnya segera pergi kesana.


Tak lama kemudian mereka sampai lalu masuk kedalam.


Semua orang yang hadir nampak menoleh ke arah Bejo dan anak buahnya.


Xian Sei Qing berjalan ke arah Bejo.


"Nak...Aku mendapat kabar bahwa kekaisaran ada yang menyerang,Kaisar Tao tewas dalam serangan itu." ucap Xian Sei Qing nampak khawatir


"Terus... Apa yang ayah khawatirkan..?" ucap Bejo heran.


"Kita khawatir perguruan ini akan di serang oleh penyerang misterius itu.." ucap Xian Sei Qing.


Bejo memasang array kedap suara.


"Aku ingin kalian mengucapkan sumpah, apa yang aku katakan,kalian tidak memberi tahukan pada orang lain." ucap Bejo#.


"EH....!!?? Mereka terkejut kecuali Qian Lie Han.


"Kalau gak mau ya udah....Aku akan pergi sekarang.." ucap Bejo# lalu membalikkan Badannya.


Orang - orang yang hadir lantas mengucapkan sumpahnya.


"Itu aku dan teman - temanku yang menyerang kekaisaran Tao." ucap Bejo #.


"APAAAAAAAA......!!!??? ucap semua orang terkejut kecuali Qian Lie Han.


"Se...Se...Serius nak...?" ucap Xian Sei Qing tak percaya.


"Iya... kalau tak percaya tanyakan saja sendiri pada pak guru Qian.." ucap Bejo#.


Semua orang melihat ke arah Qian Lie Han.


"Apa yang di ucapkan oleh tuan muda memang benar ketua.." ucap Qian Lie Han.


"Mengapa kau tak memberi tahuku tetua Qian..." ucap Xian Sei Qing geram. Sebab selama rapat,Qian Lie Han diam saja.


"Karena aku sudah bersumpah tidak memberi tahu kepada orang lain.." ucap Qian Lie Han.


Semua yang hadir itu lalu bersujud pada Bejo kecuali Qian Lie Han,karena Bejo melarang dia untuk bersujud.


Mereka mengira Bejo dan teman - temannya seorang dewa yang menyamar.


"Berdirilah.... Aku bukanlah dewa.Janganlah bersujud padaku.." ucap Bejo#.


Mereka semua berdiri. Xian Sei Qing memeluk Bejo.


"Terima kasih Nak... Kamu telah menyelamatkan kami berulang kali,ayah tak tahu harus berbuat apa.." ucap Xian Sei Qing lalu melepaskan pelukannya.


"Apakah tak ada pesta kemenangan?" ucap Bejo#.


"EH...!!?? Mereka tersentak kaget.


Lalu Xian Sei Qing memerintahkan pada bawahannya untuk mempersiapkan pesta kemenangan. Lalu para tetua perguruan gunung emas keluar ruang rapat.


"Oh iya ... Di dalam cincin ini terdapat harta rampasan perang Nak...Ambillah..." ucap Xian Sei Qing sambil menyerahkan srbuah cincin ruang pada Bejo.


"Ayah bagi saja pada semua orang... Aku masih punya simpanan.." ucap Bejo #.


"Baiklah...." ucap Xian Sei Qing.


Xian Sei Qing membagi rampasan perang kepada Ketua Xin dan Ketua Quo.


"Oh iya... Aku punya usul... Bagaimana perguruan Gunung emas,perguruan pisau terbang dan perguruan tombak langit jadi satu. Jadi perguruan ini akan semakin kuat.." ucap Bejo#.


Nampak mereka berpikir.


"Aku seh setuju saja,tapi itu tergantung ketua Xian.." ucap Ketua Xin.


"Sama...Aku juga setuju..." ucap Ketua Quo.


"Aku setuju Kak." ucap Fei Feng Qing.


"Baiklah...


"Tapi kalau bergabung namanya bukan perguruan gunung emas dong Nak..." ucap Xian Sei Qing.


"Gak usah di ganti yah...Biar tetap Gunung Emas...


"Kan posisinya tetap di gunung...


"Tapi..." ucap Bejo# sengaja menggantungkan ucapannya.


"Tapi apa Nak? " ucap Xian Sei Qing.


"Aku tak bisa berlama - lama di sini ayah..." ucap Bejo#.


"Apakah tuan muda akan meninggalkan kami?" ucap Ketua Xin.

__ADS_1


"Iya... Sebab kita harus meneruskan perjalanan . Orang tua kami menunggu di rumah.."ucap Bejo #.


"Bagaimana jika kita antar?" ucap Xian Sei Qing.


" Tempat kita sangat jauh ayah... Banyak sekali rintangan yang kita hadapi,aku takut kalian kenapa - kenapa.. Cukup do'akan kami saja...Agar kami bisa kembali dengan selamat. "ucap Bejo#.


"Baiklah...Kalau bisa tinggallah di sini beberapa bulan" ucap Xian Sei Qing.


Nampak Bejo berpikir.


"Aku akan mengajarimu jurus pisau terbang,jika tuan muda bersedia tinggal di sini sebelum tuan muda meninggalkan kami." ucap ketua Quo.


"Terima saja Bos...Buat nambah - nambah ilmu bos.." ucap Ponijan telepati.


"Baiklah...Aku mau..." ucap Bejo #.


Mereka kemudian keluar ruang rapat.


Nampak suasana di perguruan nampak ramai,mereka mengadakan pesta kemenangan.


Terdengar alunan musik yang memakai senar.


Bejo dan anak buahnya mendatangi asal suara tersebut.


Tak lama kemudian mereka sudah tiba,Bejo melihat murid - murid wanita memainkan alat musik tersebut,salah satunya ada Yeni ikut memainkan alat musik.



"Waaahhhh.... Ramai juga ya...." ucap Bejo#.


Ponijan melompat.


Sari,Ayu,Novita dan Shanti melihat Bejo datang,mereka berjalan mendekatinya.


Kemudian memeluk Bejo secara bergantian.


Novita mengambil Ponijan,lalu menggendongnya


Xian Sei Qing meminta menghentikan mereka memainkan musik sebentar,karena ia ingin menyampaikan sesuatu,mereka pun berhenti bermain.


"PERHATIAN SEMUANYA..." ucap Xian Sei Qing memakai Qi.


Orang - orang yang mendengar suara Xian Sei Qing lantas terdiam.


"PUTRAKU BEJO'ER MENGUSULKAN PERGURUAN GUNUNG EMAS,PERGURUAN PISAU TERBANG DAN PERGURUAN TOMBAK LANGIT MENJADI SATU. DAN KAMI MENYETUJUINYA.


"PERGURUAN INI TETAP BERNAMA PERGURUAN GUNUNG EMAS." ucap Xian Sei Qing memakai Qi.


"HIDUP PERGURUAN GUNUNG EMAS..." Teriak Bejo.


"HIDUUPP......." teriak semua orang.


"HIDUP PERGURUAN GUNUNG EMAS..." Teriak Bejo.


"HIDUUPP........" Teriak semua orang.


"SILAHKAN KALIAN MELANJUTKAN KEMBALI PESTANYA" ucap Xian Sei Qing memakai Qi.


Melani,mendatangi Bejo.


"Kak...Bisa keluarin biolaku apa enggak yang ada di dalam bagasi?" ucap Melani #.


"Biola?? Tunggu sebentar..." ucap Bejo#.


Bejo memeriksa cincin ruangnya.


"Ada,Ne juga ada Organ tunggal,gitar,Drum, seruling, speker,Mic,Ampli,Saksofon..Lengkap.." ucap Bejo #.


"Keluarin semuanya Bos..." ucap Muhtar # yang di dekat Bejo.


Bejo mengeluarkan 1 set alat Band yang ia ambil dalam pesawat saat memeriksa semua ruangan.


Orang - orang di sekitar anak buah bejo yang merakit alat tersebut nampak saling bertanya pada temannya.


"Benda apa itu?...


"Tak tahu...Aku saja baru melihatnya


"Mungkin itu alat musik mereka..


"Bisa jadi...


Lalu Bejo mengeluarkan Genset.


20 menit kemudian mereka selesai merakit. Lalu Genset di nyalakan.


"EH.....!!!??? Semua orang terkejut kecuali Qian Lie Han dan anak buahnya yang pernah ikut. Mendengar benda itu mengeluarkan suara.


"Tes...Tes...Cek sound..." ucap Muhtar.


Lalu yang lain mengetes alat musik tersebut.


"EH.....!!!??? Semua orang terkejut.


Lalu orang - orang yang jauh dari lokasi,mendekat ke arah asal suara.


"Nah...Kebetulan...Melani kan bisa biola..Ayoo bergabung.." ucap Bejo.#.


"Siap Kak..." ucap Melani.


Bejo berjalan ke arah Muhtar.


"Bos mau nyanyi apa? # ucap Muhtar.


"Pamer bojo..." ucap Bejo.


Lalu anak buah Bejo dan Melani memainkan alat musik tersebut.


"HAAAAAAAAHHHH......!!!!??? Semua orang terkejut saat alat itu di mainkan oleh rombongan Bejo.


Lalu Bejo Bernyanyi Pamer Bojo.


Rombongan Bejo yang tak memainkan musik lantas berjoget di depan Bejo.


Nangis batinku nggrantes uripkušŸŽ¶


Teles kebes netes eluh neng dadakušŸŽ¶


Begitu Bejo selesai mengucapkannya lantas Rombongan Bejo menyanyikan versi cendol dawet.


Semua orang terpana melihat aksi yang di lakukan Bejo dan teman - temannya itu.


Begitu Bejo selesai bernyanyi,Lantas Jali menggantikan posisi Bejo.


Jali menyanyikan Lagu Emas hantas versi bahasa cina sambil memainkan gitar.


Melani ikut bernyanyi.


"Waaah...Lagunya baguss....


"Iyaaa kereeen...


"Lagunya seperti aku..

__ADS_1


"Ahh...Yang benar..


"Iya...Aku menyukai gadis dari keluarga bangsawan. Tapi karena aku dari orang tak punya,jadi aku mundur..


Anak buah Bejo rata - rata bisa memainkan alat musik,sebab mereka bila naik pesawat Pribadi, Keluaga Li Hua menyuruh pasukan Elitnya memainkan alat musik,kemudian keluarga Li Hua yang bernyanyi untuk melepas penat selesai mengurus pekerjaan yang mereka kerjakan.


Begitu Jali selesai bernyanyi.


"Siapa yang ingin bernyanyi?" ucap Jali#.


"Aku....


"Aku....


"Akuuu...


Nampak semua orang ingin bernyanyi.,Lalu Xian Sei Qing berjalan ke arah Jali.


Jali memberikan mic pada Xiang Sei Qing.


Xian Sei Qing menerima Mic itu lalu memeriksanya.


"Benda ini kenapa bisa mengeluarkan suara?" ucap Xian Sei Qing penasaran.


Suara Xian Sei Qing terdengar oleh semua orang.


"Sebab memakai listrik ayah..." ucap Bejo#.


"Listrik itu apa?" ucap Xian Sei Qing.


"Listrik itu seperti petir,hanya saja energinya tidak sebesar petir ayah..." ucap Bejo#.


"Ooo...Begitu..." ucap Xian Sei Qing.


Lalu Xian Sei Qing bernyanyi.


???? anak buah Bejo kebingungan saat mengiringi lagu yang di nyanyikan Xian Sei Qing.


"Maaf Ayah...." ucap Bejo#.


Xian Sei Qing lantas berhenti bernyanyi.


"Coba ayah ulangi lagi.." ucap Bejo#.


Xian Sei Qing lantas mengulangi lagi.


Anak buah Bejo memainkan alat musik itu sesuai irama lagu begitu tahu irama lagu yang pertama di nyanyikan.


Begitu Xian Sei Qing selesai bernyanyi.


"Ketua Xian.... Biarkan mereka saja yang bernyanyi," ucap Ketua Xin.


"Suaraku jelek ya ketua Xin?" ucap Xian Sei Qing.


"Bagus...Hanya saja mereka kebingungan untuk memainkan benda itu.." ucap Ketua Xin.


"Iya juga seh...Ya udah deh...Padahal aku mau nyanyi lagi tadi .." ucap Xian Sei Qing.


Yeni kemudian maju,


"Kang Mas...Ayooo duet sama aku.." ucap Yeni#.


Bejo maju,Kemudian mereka bernyanyi secara bergantian.


Tak terasa 3 jam mereka bernyanyi,


"Maaf ya teman - teman... Musiknya sudahan dulu... Kapan - kapan di lanjutkan kembali"ucap Bejo#.


Lalu anak buaglh Bejo merapikan kembali alat itu. Setelah itu Bejo menyimpan kedalam cincin ruangnya.


Bejo tak ingin berlama - lama mereka memainkan alat itu,sebab ia teringat dengan orang yang kultivasinya sudah sampai di ranah Dewa. Jika orang itu mendengar suara musik yang di mainkan maka mereka penasaran lalu mendatangi perguruan gunung emas.


"Maaf ya semuanya... Aku mau istirahat dulu,jika kalian masih ingin berpesta..Silahkan kalian melanjutkan kembali." ucap Bejo.


"SIAAP TUAN MUDA...." ucap semua orang.


Bejo,ke empat istri Bejo,Ayu dan anak buahnya berjalan ke arah rumah Ayu.


Baru 20 langkah tiba - tiba Alvian menghubunginya.


"Bos... Arah timu 10 orang bergerak kesini.." suara Alvian.


"Oke....Aku akan periksa..." ucap Bejo#.


"Bos...Aku ikut..." ucap Ponijan telepati,ia masih di gendong oleh Novita.


"Ada apa kang mas...?" ucap Sari #.


Meong...Meooong...Meoong...


"Ada 6 orang dari arah timur menuju kemari..


"Oh iya... Ponijan mau ikut aku dek..." ucap Bejo.


Novita menyerahkan Ponijan pada Bejo.


"Aku pergi dulu ya sayang..." ucap Bejo#


"Iya Kang Mas...Hati - hati...Kang mas..." ucap para istri Bejo.#.


Bejo melesat pergi ke arah timur,begitu melewati tembok pagar luar perguruan,Bejo menggunakan ilmu menghilang.


"Kak Bejo mau kemana itu Kak Yeni?" ucap Ayu.


"Mau memeriksa orang diluar.." ucap Yeni#.


---***----


Sebelah timur perguruan gunung emas.


Bejo menggunakan kamera suhu panas,lalu ia menemukan 6 orang berada di atas pohon.


Bejo menyimpan kameranya,lalu mengeluarkan senjata biusnya kemudian melesat ke arah 6 orang tersebut.


Tak lama kemudian Bejo sampai.


"Sepertinya kita kalah...


"Tak mungkin kalah... Pasukan kerajaan membawa 4000 pasukan,sedangkan dari kita 700 orang..


"Kalau kita menang... Kemana mereka semua? Leluhur pasti menghukum kita jika kita tak dapat memberikan informasi yang akurat dan tanpa bukti..


Bejo menyimak pembicaraan mereka.


Mereka tak melihat mayat prajurit dan teman - temannya yang tewas,karena mayat - mayat itu sudah di kubur. Jika tidak di kubur maka akan menimbulkan penyakit. dan juga sisa - sisa pertempuran sudah di ambil,Seperti anak panah,Pedang,tombak dan lain - lain.Kecuali jebakan,Perguruan gunung emas di bantu yang lainnya memasang kembali jebakan yang rusak akibat musuh terperosok lalu tewas.


"Oooo... Dia dari perguruan api langit to." ucap Bejo dalam hati.


"Bunuh mereka bos...Aku bisa menghadapi 3 orang itu." ucap Ponijan telepati.


"Oke..." ucap Bejo telepati.


Bejo menyimpan senjata biusnya lalu memgeluarkan pedang berlianya. Bejo sengaja tak memakai pedang hitam,khawatir orang - orang yang berada di ranah Dewa itu datang menghampiri Bejo.

__ADS_1


"Kenapa gak masuk ke dalam saja,dari pada duduk diatas pohon " ucap Bejo #.


"EH...!!!???. Ke enam orang itu terkejut saat mengar suara Bejo


__ADS_2