BEJO

BEJO
SECUIL INFORMASI DARI QIAN LIE HAN


__ADS_3

Pagi pukul 6.10


Bejo terbangun lalu melihat jam tangannya.Ia melihat Jali sudah terbangun duluan.


"Asem....Kesiangan....." gumam Bejo.


Bejo kemudian berdiri ,lalu berjalan ke kamar mandi.


15 menit kemudian Bejo selesai mandi lalu keluar kamar mandi.Ia melihat Jali bernyanyi di dekat jendela tapi suaranya agak pelan,kemudian Bejo mendekati Jali.


Berakhir sudah impian cinta 🎶


Tinggalah puing-puingnya🎶


"Ooo.... Nyanyi lagu Emas Hantaran " ucap Bejo dalam hati.


Mimpi yang indah tak jadi nyata🎶


Terkikis ombak menerpa🎶


Bejo kemudian ikutan bernyanyi tapi suaranya agak nyaring.


Aku yang dulu engkau sayangi 🎶


Qian Lie Han terbangun mendengar irama suara yang Bejo ucapkan.


Mengapa kau tinggal pergi🎶


Oh dimanakah janji yang suci🎶


Yang katamu tak berbagi🎶


"Waaah.... Suara Bos bagus...." ucap Jali.


"He...He...He...He...Suaramu juga bagus,tumben sampeyan nyanyi lagu itu..." ucap Bejo.


"Mengapa berhenti..." ucap Qian Lie Han.


Bejo menoleh ke arah Qian Lie Han.


"Apanya yang berhenti Tetua?"ucap Bejo #.


"Itu...Aku mendengar suara anda sangat merdu ... Enak sekali di dengar meskipun aku tak paham.." ucap Qian Lie Han.


"Tetua mandi saja dulu,." ucap Bejo #.


"Baiklah...." ucao Qian Lie Han.Lalu ia berjalan ke kamar mandi.


"Aku galau Bos...." ucap Jali.


"Galau kenapa?" ucap Bejo.


"Teringat mantan kekasihku...Lagu itu seperti aku yang dulu sebelum kerja di Keluarga Li Hua.." ucap Jali.


"Terus mantanmu kamu tinggalin begitu...?" ucap Bejo.


"Iya... Terpaksa... Mamanya minta Jujuran 750 Juta, Aku gak sanggup...Lalu aku tinggalin dia..Padahal aku sangat sayang dan cinta sama dia..Tapi karena harta... Aku mundur alon - alon.." ucap Jali.


"Seperti lagu dong" ucap Bejo.. Kemudian Bejo bernyanyi.


Aku mundur alon-alon mergo sadar aku sopo 🎶


Mung di goleki pas atimu perih🎶


Aku mundur alon-alon mergo sadar aku sopo🎶


Mung dibutuhno pas atimu loro🎶


"He eh Bos.... " ucap Jali.


Bejo kemudian memasukkan kembali perlengkapan tidurnya. Lalu mengeluarkan alat masak,lalu 3 bungkus Pop Mi dan 1 botol air minum yang besar.Lalu Bejo menyalakan kompor untuk merebus air.


"Kekasihmu orang mana?" ucap Bejo sambil merebus air.


"Orang Kalimantan Bos..." ucap Jali.


"Ooo...Kalimantan... Oh iya... Jujuran itu apa seh?" ucap Bejo sambil menuangkan bumbu.


"Mahar nikah Bos ."ucap Jali.


Qian Lie Han keluar dari kamar mandi.


"Oalah... Mahar nikah... Mahal juga ya...Aku juga kalau jadi dirimu mundur alon - alon,mending aku mencari gadis yang dari keluarga sederhana..." ucap Bejo sambil menuangkan air panas ke dalam pop mie.


"Kalau seumpama Orang tua nyonya Yeni minta jujuran gimana itu Bos..?" ucap Jali.


"Aku minggat..." ucap Bejo.


"Percuma saja Bos pergi... Jika nyonya Yeni sudah Suka,bakal di cari sampai ketemu...Contohnya saja pas Bos pergi dari rumah Papanya nyonya Yeni..Kita yang di suruh nyarii sampai dapat,Padahal sebelumnya gak pernah seperti itu...Dia punya pacar mah bodo amat,seperti gak punya pacar,begitu kenal sama si Bos...Sikapnya berubah" ucap Jali.


"Aseem......Salah dia ngejar - ngejar aku... Padahal aku itu gak tertarik sama dia.. Tapi melihat kegigihannya hatiku menjadi luluh...." ucap Bejo.


"Kenapa Bos gak tertarik sama Nyonya Yeni? kan dia cantik?" ucap Jali .


"Sebelum melihat orang yang kamu sukai,lihatlah dirimu sendiri... Apakah kita pantas?... Kan sampeyan pernah mengalami juga...Iya toh..." ucap Bejo.


"Iya juga seh... Awalnya aku berteman saja sama dia,lalu jadian.. Tapi aku gak tahu kalau dia anak orang kaya... Karena aku lihat pakaiannya biasa saja,lalu dia selalu naik montor buntut.Aku pikir dia seperti diriku,begitu aku maen kerumahnya... Jantungku terasa mau copot Bos..Rumahnya bertingkat,mobilnya berjejer...Aku awalnya pede saat berangkat menuju rumahnya,begitu sampai aku jadi minder Bos...." ucap Jali.


Bejo memberikan Pop Mie pada Jali dan Qian Lie Han.


"Waaah... Berarti dia suka merendah di depan orang lain,dia gak suka pamer...Aku salut sama mantanmu itu.." ucap Bejo.


Bejo mengeluarkan hapenya,lalu menyetel lagu Mp 3 emas hantaran.


"EH....!!!?? Qian Lie Han terkejut melihat benda itu mengeluarkan suara alunan musik,lalu terdengar suara orang bernyanyi


"Mengapa benda itu bisa mengeluarkan suara musik dan orang bernyayi ?" ucap Qian Lie Han penasaran.


"Benda ini bisa menyimpan suara orang,Contohnya seperti ini " ucap Bejo #.


Bejo mematikan musik lalu mencari perekam.


"Tetua Qian Lie Han sedang memakan Pop Mie.." ucap Bejo# .


Bejo memutar hasil rekaman tersebut.


"Tetua Qian Lie Han sedang memakan Pop Mie " suara rekaman Bejo.


"EH....!!!??? Qian Lie Han terkejut mendengar suara rekaman itu.

__ADS_1


"Benda aneh itu dapat menyimpan suara...Sungguh hebat....." ucap Qian Lie Han dalam hati.


Bejo memutar musik kembali.


"Mari makan dulu..." ucap Bejo #.


Mereka pun makan Pop Mie sambil di temani alunan lagu Hantaran cinta.Lagu itu habis,lalu terdengar suara lagu Didi kempot.


Koyo ngene rasane wong nandang kangen🎶


Rino wengi atiku rasane peteng🎶


Tansah kelingan kepingin nyawang🎶


Sedelo wae uwis emoh tenan🎶


Mereka selesai menyantap Pop Mie.


Bejo mematikan musiknya..


".Siapakah yang bernyanyi itu?" ucap Qian Lie Han.


"Sang Maestro legendaris Didi Kempot." ucap Bejo #


"Maestro lengendaris Didi Kempot? Rumahnya di mana?" ucap Qian Lie Han.


"Aku gak tahu tetua... Soalnya aku rekam di hape punya teman saya. " ucap Bejo # asal bicara,karena dirinya malas menjelaskan,jika di jelaskan juga Qian Lie Han tidak akan paham.Di hapenya banyak lagu yang ia simpan,tak hanya lagu saja.semua tentang industri makanan,persenjataan dan teknologi ia simpan berupa video,lalu meminta pada cincin untuk bisa mengetahui cara pembuatannya,Bejo lakukan itu untuk membuat sendiri bila telah lulus di sekolah akademi militer.. dirinya akan membangun perusahaan sendiri,tidak bergantung pada keluarga Li Hua.


"Apakah anda punya lagi alat seperti itu?" ucap Qian Lie Han.


"Tidak punya.. Ini saja yang aku punya..Mari kita lanjutkan perjalanan ini ." ucap Bejo #.


Bejo memasukkan sampah lalu memasukkan semua barang -barang dalam cincin ruang beserta sampah. Ia tak mau meninggalkan sampah yang bisa membuat orang curiga.


Bejo menekan radionya.


"Dek... Bagaimana keadaan di sana..?"ucap Bejo.


"Kita sedang keluar desa suamiku..." suara Sari.


"Oooo... Ini kita juga akan keluar desa.. Hati - hati di jalan ya sayang" ucap Bejo.


"Iya Sayang... Mas juga hati - hati di jalan...Aku tak mau menjadi janda kembang..."suara Sari.


"Iya sayang..." ucap Bejo.


"Poni... Kamu dimana?" ucap Bejo telepati tak melihat keberadaan Ponijan.


"Di dalam batu di mensi Bos..." ucap Ponijan telepati.


"Ooo... Ya sudah... Kirain kamu nguber kucing kampung.." ucap Bejo telepati.


Qian Lie Han keluar dari kamar lalu Jali kemudian Bejo.Kemudian mereka berjalan ke arah pelayan penginapan.


"Enggak Bos... Kita sedang pesta arak bos.... Oh iya...Bos masih punya minuman kah? " ucap Ponijan Telepati.


"Ada... Nanti aku kasih... Emang arak yang kamu bawa sudah habis?" ucap Bejo telepati.


"Permisi tuan...Saya mau kembalikan kunci kamar.." ucap Bejo # sambil menyerahkan kunci kamar.


"Iya tuan... Terima kasih tuan telah mengunjungi penginapan kami..." ucap Pelayan sambil mengepalkan tangan kanan lalu tangan kiri memegang kepalan tangan kanan.


Bejo menganggukan kepala.


"Tetua Han..." ucap Bejo #.


"Iya....Ada apa?" ucap Qian Lie Han.


"Apakah di sini ada yang jual pakaian?" ucap Bejo #


"Ada... Apakah anda mau beli pakaian?" ucap Qian Lie Han.


"Iya... Aku mau beli pakaian.." ucap Bejo#.


Mereka pun berjalan ke arah tempat penjual baju.Tak lama kemudian mereka sampai lalu turun dari kuda,kemudian mengikat kuda.Lalu berjalan ke toko penjual Pakaian.


"Selamat datang tuan - tuan...


"Mari...Tuan - tuan mau beli pakaian yang seperti apa?" ucap pelayan toko ramah.


"Aku ingin pakaian yang di pakai itu tidak terasa panas jika di pakai di terik matahari " ucap Bejo #.


"Ooh itu... Mari sini Tuan... Pakaian itu ada di sini.." ucap Pelayan toko.


Bejo dan yang lainnnya mengikuti pelayan toko tersebut.


"Nah ini pakaiannya tuan... Ini terbuat dari sutra terbaik..." ucap pelayan toko.


Bejo memeriksa pakaian tersebut.


"Berapa 1 pakaian ini tuan..." ucap Bejo #.


"Murah saja tuan.... Hanya 15 keping emas..." ucap Pelayan Toko.


"Ada berapa pakaian ini tuan..?" ucap Bejo #


Pelayan toko menghitung pakaian tersebut.


"Sisa 14 saja tuan..." ucap pelayan toko.


"Saya ambil semua..." ucap Bejo.#.


Bejo mengeluarkan uangnya lalu memberikan pada pelayan toko


Pelayan toko menghitung uang tersebut.


"Apakah ada yang mau di beli lagi Tuan?" ucap pelayan toko.


"Tidak... Ini saja... Oh iya.. Di mana ruang untuk mengganti pakaian?" ucap Bejo#.


"Ada di sebelah sana tuan.." ucap pelayan toko.


Bejo mengambil pakaian itu,Separo ia masukkan dalam cincin ruangnya lalu separo lagi di berikan pada Jali. Bejo berjalan ke ruang ganti.


Setelah selesai mengganti pakaian.


"Poni... Keluarlah.." ucap Bejo telepati.


Ponijan keluar dari batu dimensi,lalu hinggap di di pundak Bejo.

__ADS_1


Bejo keluar dari kamar ganti,kemudian Jali masuk untuk mengganti pakaian.


Tak lama kemudian Jali keluar.


"Ayoo kita lanjutkan lagi.." ucap Bejo #.


"Terima kasih atas kunjungannya tuan - tuan..." ucap Pelayan toko.


"Iya sama - sama....." ucap mereka serempak.


Mereka pun melanjutkan perjalanan.


---***---


Jam 12.10.


Mereka bertiga beristirahat di bawah pohon yang rindang.


"Kalau naik montor mah cepat ini Bos..Wusssh...Wuusshh... Sampai dah . " ucap Jali .


"Iya... Tapi masih banyak orang di jalan... Nanti mereka terkejut lalu curiga bagaimana?" ucap Bejo.


Bejo mengeluarkan Charger solar cell untuk mengisi batrei radio.


" Iya juga seh..Coba di sini ada pabrik sepeda montor" ucap Jali.


"Mereka sedang bicara apa ya..." ucap Qian Lie Han mendengar percakapan Bejo dan Jali.


Bejo mengumpulkan kayu kering.,Jali ikut membantu. Qian Lie Han yang melihat Bejo dan Jali mengumpulkan kayu kering lantas ikut membantu.


Tak lama kemudian kayu kering terkumpul banyak.


Bejo Membakar sedikit kayu tersebut,lalu mengeluarkan 4 potong daging srigala perak yang mentah bersama bumbu dan baskom,kemudian Bejo mengolesi daging tersebut lalu menusuknya menggunakan besi kemudian meletakkan di perapian.


"Di sini masaknya pakai bumbu apa ya...? kok rasanya daging ayam itu sedikit agak aneh.Apakah di sini tak mengenal bumbu masakan seperti di indonesia." ucap Bejo dalam hati.


"Bro... Tanaman yang kamu tanam sudah tumbuh apa belum?" ucap Bejo telepati.


"Sudah Bos... Paijo yang merawatnya.." ucap Ponijan telepati.


"Ooo... Begitu..Syukurlah"ucap Bejo telepati sambil membalik daging agar tidak gosong.


Qian Lie Han memegang botol kecap sambil memperhatikannya.


"Ini namanya apa?" ucap Qian Lie Han penasaran.


"Itu namanya kecap Tetua " ucap Bejo#.


Qian Lie Han mencolek kecap yang menempel di dekat tutup lalu mencicipinya.


"Manis....Gurih... Enaaak..Pantas saja masakan mereka terasa enak." ucap Qian Lie Han dalam hati.


Tak lama kemudian daging itu matang.


Lalu Bejo membagikan daging tersebut.


"Tetua Han....Apakah di sini ada bangsa Peri.." ucap Bejo #.


"Hem.... Aku pernah membaca di buku kuno,tapi aku tak penah menemukannya,karena makhluk Peri itu selalu menjauh dari manusia.. " ucap Qian Lie Han.


"Apakah ada yang pernah menemukannya?" ucap Bejo #.


"Belum ada... Jika ada maka yang menemukannya pasti kaya raya... Harga 1 peri bisa membangun 5 kerajaan..Anda tahu dari mana tentang Peri itu ? " ucap Qian Lie Han.


"Aku tahu dari buku juga... Di situ menjelaskan bahwa orang yang meminum darah peri maka usianya menjadi awet muda.. Apakah itu benar?" ucap Bejo # sambil mengecek dagingnya,karena Bejo gak ingin makan daging itu panas - panas.Padahal Bejo tahu tentang Peri dari cerita di novel Kultivator.


"Benar... Tapi tak ada yang bisa menemukannya,Tapi menurut rumor yang aku dengar... Peri itu ada di dalam hutan.. Hutan itu di pulau Phong. Pulau itu di huni banyak binatang Buas dan tidak ada yang menghuni pulau itu...Bahkan orang yang di tingkat Saint saja belum bisa masuk lebih dalam " ucap Qian Lie Han.


Bejo memakan daging tersebut karena sudah hangat.Begitu juga Qian Lie Han.


Tak lama kemudian mereka selesai makan,Lalu meereka merasakan gojolak energi di dalam tubuh.


Bejo duduk semedi,sambil menahan gejolak energi Qi yang meledak - ledak.


Tak lama kemudian ledakan energi itu tak terasa lagi,Bejo membuka matanya.


"Mayan naik satu tingkat. " ucap Bejo dalam hati.Ia melihat Qian Lie Han juga duduk semedi.


"Di sini tingkatannya sampai mana ya..." ucap Bejo dalam hati penasaran.


Qian Lie Han membuka matanya.Ia tak merasakan kenaikan tingkat,karena daging yang ia makan kurang banyak.. Ia harus makan setidaknya 1 ekor srigala perak barulah ia naik tingkat.


"Tetua... Apakah ada orang yang kekuatannya berada di ranah Immortal?" ucap Bejo #.Karena ia tak pernah melihat orang di ranah Immortal.


"Orang yang naik ke ranah Immortal maka akan di tarik ke langit.Tapi sebelum itu ...Dia akan menerima petir kesengsaraan,bila berhasil menerima petir itu maka di langit muncul sepasang mata,hanya orang itu yang bisa melihat,lalu menarik orang tersebut ke atas langit. Orang itu tak bisa kembali ke sini.Kecuali dia memiliki semua elemen yang ada atau mempunyai artefak khusus,itu yang aku tahu dari buku.. Tapi orang yang memiliki semua elemen sangat jarang terjadi,Belum tentu 1 juta tahun ada orang yang memiliki semua elemen itu muncul di dunia ini" ucap Qian Lie Han.


"Bagaimana cara mengetahui orang itu memiliki banyak elemen..?" ucap Bejo # penasaran


"Ada alat khusus,di Kekaisaran pulau Chi Zhang punya alat itu.. Pulau itu memiliki 20 kerajaaan 1 kekaisaran.Kalau di sini hanya 4 kerajaan 1 kekaisaran.Alat itu berupa batu,kita meletakkan kedua tangan di batu itu,lalu muncul elemen apa saja yang kita punya " ucap Qian Lie Han.


"Ooo... Begitu...Jika tak berhasil menerima petir bagaimana?"ucap Bejo #.


"Maka bisa tewass... " ucap Qian Li Han.


"Apakah kita bisa menghindarinya?" ucap Bejo#.


"Tidak bisa di hindari,karena itu sudah takdir .. Kita hanya bisa menahan , Menahannya itu memakai array pelindung berlapis - lapis,Lalu sediakan Pil penyembuh...Bila mempunyai elemen cahaya maka lebih mudah,karena bisa menyembuhkan diri sendiri tanpa pil penyembuh,tapi yang punya elemen cahaya itu sangat jarang yang punya,Bila seseorang punya elemen cahaya,maka akan jadi rebutan semua orang,bahkan bisa menyebabkan peperangan " ucap Qian Lie Han.


"Sial... Aku harus menghubungi Shanti..." ucap Bejo dalam hati.


"Ooo... Begitu..." ucap Bejo #.


"Apakah di tempat kalian tidak ada yang sampai ke immortal? " ucap Qian Lie Han heran.


"Tidak ada,soalnya di sana tidak ada bahan untuk membuat Pil ataupun hewan buas untuk meningkatkan energi Qi dan di sana energi Qi sangat tipis.. Berbeda dengan di sini.." ucap Bejo #.


" Dek Shanti...." ucap Bejo mencoba menghubungi Shanti.


"Iya Kang Mas..." suara Shanti.


"Jangan perlihatkan kekuatan elemen cahaya sayang pada orang lain.." ucap Bejo.


"Iya Sayang...." suara Shanti.


Bejo mengeluarkan sampah,lalu membakarnya.


"Ayoo Kita lanjutkan lagi..." ucap Bejo #.


Bejo memasukkan peralatannya,kayu bakar yang tersisa ia masukkan buat nanti.Lalu mereka melanjutkan perjalanan.Ponijan hinggap di pundak Bejo lalu naik di kepala Bejo.

__ADS_1


"Senang banget kamu tidur di kepalaku broo.." ucap Bejo telepati heran.


"Gak tahu aku Bos... Reflek gitu aja... Terasa nyaman jika tidur di atas kepala Bos.." ucap Ponijan telepati.


__ADS_2