
Pagi jam 8.30
Sebuah kapal phinisi membelah ombak lautan. Perahu itu memakai tenaga angin. Beruntung cuaca saat itu cerah. Perahu itu memuat Bejo dan rombongannya. Sudah 4 hari 4 malam kapal itu berlayar.
Anak buah Bejo secara bergantian mengemudikan kapal tersebut,berbekal peta dan kompas.
Nampak Bejo dan keluarganya selesai menikmati hidangan makan siang.
"Dari orok sampai sekarang,baru kali ini gue naik perahu.." ucap Shanti.
"Sama Kak... Novi juga..." ucap Novita.
"Ngobrolnya pakai bahasa yang aku mengerti dong... " ucap Ayu.
"Istriku bilang baru pertama kali naik kapal Dik.. Begitu..." ucap Bejo #.
"Oooo... Begitu..." ucap Ayu.
Tiba - tiba di radio Muhtar menghubungi Bejo.
"Bos... Di depan ada gumpalan awan hitam.." suara Muhtar.
"Oke... Aku segera keluar.." ucap Bejo menjawab radio.
"Di luar akan ada badai... Aku keluar dulu ya...Kalian tetap di dalam kapal" ucap Bejo#.
"Iya Kang Mas..." ucap ke empat istrinya.
"Iya Kak. " ucap Ayu.
Bejo meninggalkan ruang makan,berjalan menuju luar kapal.
----***---
Nampak di luar kapal,Bejo dan anak buahnya menurunkan sebagian layar agar tak rusak terkena badai.
Bejo terbang ke Tiang kapal tertinggi,Lalu mengikat layar yangbdi gulung,kemudian memasang Array pelindung.
"Semoga aja array ini bisa menahan badai" ucap Bejo dalam hati.
20 menit kemudian.
Angin berhembus sangat kuat.
Jeddeerr..... Jeederrr... Jedderrr....
Kilatan petir saling bersahutan.
Ombak yang semula tenang,kini nampak membesar.
"Siaall... Kalau naik pesawat pasti gak akan begini.." ucap Bejo dalam hati.
Perlahan air turun dari atas langit. Makin lama makin deras.
Sebagian orang mulai mabuk akibat guncangan ombak.Anak buah Bejo ada yang mabuk laut,lantas beristirahat.
Sebuah petir menyambar salah satu tiang kapal.
Jeddderrr.......
Kraaaackkk....Pyaarrrr.....
Array pelindung yang di pasang Bejo hancur.
Bejo naik ke atas lagi,lalu memasang Array.
Belum selesai memasang array pelindung tiba - tiba petir menyambar Bejo.
Jeddeeeeeeerrrr..........
Bejo terpental...Jatuh di geladak kapal.
Para anak buah Bejo menghampiri dirinya,mereka nampak khawatir
Mulut Bejo memgeluarkan seteguk darah.
"Aseemmm.....Kuat banget ini petirnya" ucap Bejo dalam hati.
"Bos di dalam saja..Biar kita yang sini" ucap Dody.
"Aku gak apa - apa..."ucap Bejo.
Bejo mengaktifkan elemen cahayanya untuk mengobati lukanya. Lalu melesat ke atas tiang untuk memasang array pelindung. Setelah selesai,Bejo tetap berada di atas tiang sambil berpegangan pada tali.
Kilatan petir kembali mengarah ke kapal,dengan sigap Bejo mengalirkan Qinya agar array pelindung tetap utuh.
Jeddeeeeeeeerrrrr........
"Kalau ada pawang hujan mah enak ini...Gak bakalan kena badai.." gumam Bejo.
"Bos.... Arah ada bayangan hitam muncul di permukaan laut" ucap Muhtar memakai Qi. Sebab radio yang di pakai Bejo tak bisa di hubungi.
Bejo yang mendengar lantas menoleh ke arah depan.
"Apa ya itu?" ucap Bejo dalam hati.
Bejo mengeluaran teropongya
Bayangan itu makin lama makin jelas.
"Jancoooook....Guritanya gede baget... " ucap Bejo dalam hati.
Nampak 5 ekor Gurita Setinggi 180 meter,yangbpaling tinggi 250 meter sedang bertarung dengan sekumpulan ikan Hiu.
"Putar haluan...." ucap Bejo menghubungi muhtar memakai radio.
Tak ada jawaban dari Muhtar.
"Putar haluaann...." ucap Bejo memakai Qi.
Muhtar memutar kemudinya untuk menjauh dari arena pertarungan.
Bejo dengan sigap menggunakan ilmu menghilangnya. Sebab ia melihat banyak kawanan Ikan Hiu sedang mengelilingi Gurita raksasa.Bejo takut ikan Hiu dan Gurita itu menyerang kapalnya.
"Ganal banar ikan Hiunya..." ucap Dody melihat ikan Hiu sepanjang 80 meter paling panjang 130 meter.
"Itu ikan Paus broo.." ucao Choki.
"Lain... Itu ikan teri broo..." ucap Jali.
"Ikan teri....??? Ikan teri loh gedenya cuman sejari doank.. Lah ini segedung bertingkat..." ucap Alvian.
"Kalian jangan berisik... Nanti ikan cebongnya dengar bisa berabe ..." ucap Surya.
Nampak tentakel Gurita itu ada yang putus menjadi santapan ikan Hiu,beberapa ekor ikan Hiu mati terkena lilitan tentakel Gurita lalu di hempas di air.
Byuuurrrrr..... Nampak tentakel Gurita menghempaskan Seekor ikan Hiu yang di lilitnya ke laut.
Muncul gelombang besar akibat hempasan tentakel Gurita.
Muhtar yang sendirian di ruang kemudi lantas memutar setirnya menghindari gelombang yang di ciptakan oleh monster Gurita.
Sebuah petir menyambar salah satu kepala Gurita.
Jedddeeeerrrrr........
Gurita itu nampak baik - baik saja.
"Kuat banget itu Gurita... Jika aku melawan belum tentu menang.
"Apakah kekuatan Gurita itu setara dengan dewa?" ucap Bejo dalam hati.
Tiba - tiba salah satu Gurita melempar ikan Hiu ke arah kapal Bejo.
"Jangkreeekk....." umpat Bejo.
Bejo melepas array pelindung dengan cepat lalu mengeluarkan pedangya,kemudian mengayunkan pedangnya ke arah ikan Hiu berulang kali dengan menggenakan elemen anginnya.Lalu memasang Array pelindung kembali.
Ikan Hiu itu menjadi potongan kecil - kecil.
Bruuk....Brruuk....Brruuk...Bruuukk.... Potongan daging itu mengenai Array pelindung.
"Untung aku sempat memasang array pelindung kembali. " ucap Bejo dalam hati.
Kapal Bejo perlahan menjauhi pertarungan Gurita dengan sekelompok ikan Hiu.
Muhtar tak memperhatikan kompas lagi,sebab ia fokus menghindari monster Gurita,sehingga kapal itu keluar jalur yang seharusnya ke pulau Mhou Feng
Setelah sangat jauh,Bejo menghilangkan jurus menghilangnya.
"Asem...Baru kali ini aku menggunakan ilmu menghilang untuk melindungi kapal. " ucap Bejo dalam hati.
__ADS_1
Kemudian Bejo mengaktifkan kembali elemen cahaya. Karena ia merasa keletihan menggunakan ilmu menghilang dengan daya jangkau yang luas.
Tak lama kemudian,Bejo merasa Fit kembali.
Byuuurrr...... Gelombang besar kembali menerjang kapal Bejo. Seekor ikan Hiu terhempas 150 meter dari posisi kapal.
"Sialll..." ucap Bejo.
Bejo melepas array lalu melesat menceburkan diri,lalu mengangkat kapal itu ke atas.Agar tak terkena gelombang laut yang tingginya 20 meter akibat hempasan ikan Hiu.
Bejo terbang agak menjauh sambil mengangkat kapal agar tak terkena efek pertempuran. Setelah di rasa aman.Bejo menurunkan kapal tersebut,lalu Bejo naik ke kapal. Begitu sampai di dek,ia mengeluarkan pil pemulih Qi lalu menelannya.
Glek...Glek...Glek...Glek... Tenaga Qi Bejo kbali pulih.
4Jam Kemudian Perahu mereka keluar dari Badai.
"Pantesan aja tadi Muhtar tak hubungi lewat radio gak jawab,gak tahunya rusak kena petir.." ucap Bejo dalam hati.
Bejo menyimpan radionya yang rusak,Lalu mengeluarkan radio dan teropong jarak jauhnya.Lau terbang ke atas untuk mengecek
"Seharusnya sudah ada ada penampakan pulau..Kok belum nampak ya..." ucap Bejo dalam hati.Lalu ia turun menghampiri muhtar.
Tak lama kemudian Bejo sampai di ruang kemudi.
"Broo...Seharusnya kita sudah dekat dengan pulau mhou Feng. Tapi kenapa tak ada tanda - tandanya.?" ucap Bejo.
"Kita keluar jalur Bos...." ucap Muhtar.
"Susah ya jika punya radar satelit dan peta yang akurat..."ucap Bejo.
"Iya Bos... Sama saja kita di hutan tengah malam tanpa bawa peralatan,pasti nyasar..." ucap Muhtar.
"Ya udah,Aku tinggal dulu bro mau ngecek teman - teman..." ucap Bejo.
"Siap Bosku..." ucap Muhtar.
Bejo keluar ruang kemudi lalu menghampiri anak buahnya di dek.
"Apakah ada yang terluka.?" ucap Bejo.
"Gak ada bos...Hanya mabuk laut saja" ucap Dody.
Bejo menghampiri anak buahnya yang sedang mabuk laut,lalu mengaktifkan elemen cahaya untuk menghilangkan mabuk laut tersebut.
Satu persatu anak buah Bejo kembali Fit kembali.
"Terima kasih bos..." ucap anak buah Bejo.
"Ya sama - sama...
"Aku tinggal dulu mau cek yang lainnya... " ucap Bejo.
"Siap Bosss" ucap Para anak buahnya.
Bejo berjalan ke arah dalam kapal. Ia mendatangi istrinya lebih dahulu.
Begitu sampai,Bejo melihat ke empat istrinya mabuk laut akibat guncangan kapal yang terlalu keras.
Bejo menyembuhkan ke empat istrinya.
"Kok langsung sembuh kang mas...?" ucap Shanti heran.
"Pakai elemen cahaya sayang,sayang bisa kok nyembuhin diri sendiri dan juga orang lain.."ucap Bejo.
"Ooo....Begitu...Aku baru tahu kang mas..." ucap Shanti.
"Baju Kang mas kenapa hitam begitu?" ucap Yeni.
"Ooo...Ini.....Tadi aku kena petir sayang...
"Tak tinggal dulu ya sayang...Mau ngecek yang lainnya." ucap Bejo.
"Kang mas ganti baju dulu..." ucap Yeni.
"Iya...." ucap Bejo.
Bejo lantas ke kamar mandi,lalu mandi sebentar,kemudian mengganti pakaiannya yang gosong akibat tersambar petir.
"Aku tinggal dulu ya sayang...Mau ngecek yang lainnya.."ucap Bejo.
"Iya kang Mas...." ucap ke empat istrinya.
Bejo berjalan ke arah kamar Tang Seng.
Tok...Tok...Tok....
Kriiieeet.....Pintu terbuka.
Nampak muka Tang Seng pucat akibat mabuk laut.
Bejo menyembuhkan Tang Seng.
Seketika muka Tang Seng kembali segar dan Fit.
"Terima kasih cucuku..." ucap Tang Seng.
"Sama - sama Kek...Aku tinggal dulu ya Kek.." ucap Bejo.
Bejo berjalan ke arah kamar Paramitha.
Tok...Tok...Tok....
"Bu ....Ini aku Bejo.." ucap Bejo.
Kriiieett... Pintu terbuka.
Kondisinya sama seperti ke empat istri Bejo dan Tang Seng. Lalu Bejo menyembuhkan Paramitha.
"Terima kasih Nak..." ucap Paramitha sambil memeluk Bejo.
"Sama - sama bu...Aku tinggal dulu ya bu.. Mau ngecek yang lainnya." ucap Bejo.
Paramitha melepaskan pelukannya.
"Iya Nak..." ucap Paramitha.
Paramitha menutup pintu lalu di kunci.
"Dia seperti suamiku,selalu perhatian...
"Jadi kangen...
"Aku butuh belaian,dulu waktu aku ingin,langsung pulang ke indonesia,lah ini nyasar ke dunia entah berantah. Apakah aku harus selingkuh?
"Gak...Gak..Aku gak mau selingkuh. " ucap Paramitha dalam hati.
Bejo berjalan ke arah kamar anak buahnya.
Nampak kondisinya juga sama. Anak buah Bejo beserta wanita yang mereka bawa mabuk laut. Lalu Bejo menyembuhkan semuanya.
Kemudian Bejo berjalan ke arah kamar terakhir yaitu kamar Ayu.
Tok...Tok...Tok...
"Dik...Bukain pintunya.." ucap Bejo#.
Tak ada jawaban,lantas Bejo mendorong pintu tersebut.
Kriiieeettt.......Pintu terbuka.
Nampak Ayu terkapar di lantai.Bejo lantas menghampiri Ayu. Lalu memegang tangannya kemudian mengalirkan elemen cahaya untuk mengobati Ayu.
Tak lama kemudian muka Ayu kembali cerah.Lalu Bejo mengangkat Ayu kemudian meletakkannya di tempat tidur.
Ayu membuka matanya.Lalu memegang tangan Bejo.
"Kak....Jangan tinggalin Ayu...
"Tadi Ayu terlempar ke sana ke sini karena mabuk laut...Mau keluar gak bisa.." ucap Ayu.
Bejo tersenyum.
"Kakak harus menjaga kapal ini agar selamat dik..Tadi itu ada monster yang sedang bertarung.." ucap Bejo#.
"Ayu lapar kak...Tadi makanan yang Ayu makan keluar semua di kamar mandi.." ucap Ayu.
Bejo lantas mengeluarkan Sepotong ayam bakar,dan sebungkus nasi yang di bungkus memakai daun pisang.
"Suapin nah kak..." ucap Ayu manja
"Bangun dong dik...Gak baik makan sambil berbaring begitu.." ucap Bejo#.
__ADS_1
Ayu kemudian bangun.
Bejo menyuapi Ayu.
"Kak..." ucap Ayu.
"Iya...Kalau lagi makan jangan bicara,nanti kesedakan.." ucap Bejo#.
"Ayu mau ngasih Kado sepesial buat kak Bejo.
"Kak Bejo harus mau menerimanya,gak boleh nolak." ucap Ayu.
"Iya..." ucap Bejo#.
"Janji..." ucap Ayu.
"Iya...Janji..." ucap Bejo#
20 menit kemuadian Ayu selesai makan.
Ayu turun dari tempat tidur lalu berjalan ke arah pintu,kemudian menguncinya,lalu kembali ke tempat.
"Kok di kunci dik.?" ucap Bejo# heran.
"Karena Ayu mau memberi kado spesial pada kakak.." ucap Ayu.
Ayu mendekatkan mukanya ke muka Bejo.
"Mana kadonya dik...?" ucap Bejo penasaran,sebab Ayu tak mengeluarkan apapun.
Ayu memegang tangan Bejo lalu menempelkan di depan lubang depannya.
"Asem....Apa jangan - jangan kadonya itu lubang kenikmatan.." ucap Bejo dalam hati.
"Kak Bejo tadi sudah janji tidak boleh menolak...
"Waktu itu Ayu mengintip kak Bejo sedang bercinta,lalu Ayu jadi pengen." ucap Ayu.
"Tahu gitu aku gak janji...Apa yang harus aku katakan pada orang tuanya..." ucap Bejo dalam hati.
"Kalau bisa jangan yang itu dik.."ucap Bejo# mencoba menolak.
"Kakak sudah janji.. Kalau gak mau,Ayu bunuh diri.." ucap Ayu mengancam.
"Jangkreekkk... Ya udah deh..Di kasih apem gratis masa nolak" ucap Bejo dalam hati.
Entah siapa yang mulai duluan,mulut mereka menempel,Tak lama kemudian mereka sudah tak memakai pakaian sehelai benang pun.
Bejo memasang array pelindung dan array kedap suara
"Ayooo kak...Masukiin...." ucap Ayu.
Bejo tak menggubris,ia melahap lubang Ayu.
Nampak Ayu tersentak,seperti tersengat. Karena baru pertama kali merasakan lubangnya di jilat. Ayu melenguuh keenakan.
5 menit kemudian.
"Kak....Ayu mau kenciing....." ucap Ayu.
Ser....Ser...Ser.....
Kemudian Bejo mengubah posisinya,ia menempatkan kepala bawahnya tepat di lubang Ayu,lalu mendorongnya.
"AAAAAAAAAA......SAKIIIIIIIIT... KAAAAAAK......" teriak Ayu.
Bejo kemudian melhumaat bibir Ayu sambil menyerang ke dua gunungnya,untuk mengurangi rasa sakit. Setelah itu menggerakkan secara perlahan keluar masuk.
Ketika Ayu sudah tak merasakan sakit,perlahan Bejo menaikkan ritmenya.
2 jam kemudian mereka selesai bercinta.
"Gimana kak kadonya..." ucap Ayu sambil memeluk Bejo.
"Tapi kenapa harus itu yang adik berikan.." ucap Bejo#.
"Karena Ayu sayang Kak Bejo. Kak Bejo orangnya baik...Suka menolong,dan memberiku nama yang bagus.Dan...Kak Bejo adalah kakakku sendiri.." ucap Ayu.
"Tapi kan bisa kasih yang lain dik..." ucap Bejo.
"Gak apa - apa Kak..Lagian Ayu pernah melihat kedua anak paman sedang melakukan yang barusan kita lakukan kak." ucap Ayu.
"Masa seh...!! Kapan adik melihatnya?" ucap Bejo# tak percaya dan penasaran.
"Lupa ayu kak....Lalu Ayu pergi kekamar kak Bejo. Kemudian mengintip.. Kak Bejo sedang memasukkan ini (sambil memegang burung Bejo) kakak ke lubang kak Sari,tak lama kemudian ke Yeni...
"Ternyata kalau baru pertama kali di masukin itu sakit ya kak...Tapi setelah itu enak banget kak.." ucap Ayu dengan polosnya.
"Iya... Namanya juga baru pertama kali dik. Paman Fei tahu apa enggak yang di lakukan kedua anaknya itu dik?" ucap Bejo#.
"Ayu gak tahu kak...Tapi sepertinya mereka sembunyi - sembunyi kak. Kalau ada paman dan Bibi di rumah,mereka mainnya di hutan." ucap Ayu.
"Heeeeh....!!!??? Adik ngikutin mereka?" ucap Bejo#.
"Iya Kak....Punya Kak Bejo lebih besar dari pada punyanya Hua Lie,dan Kak Bejo bisa maen lama,kalau Hua Lie hanya 1 dupa saja. " ucap Ayu.
"Apakah kakak beradik boleh menikah?" ucap Bejo#.
"Gak boleh kak.. Kalau mereka menikah akan di usir dari perguruan ini dan mereka tidak boleh memakai marga Qing,
"Oh iya... Kenapa Kak Bejo marganya Li Hua bukam Qing? dan mengapa Ayu tak memakai marga Qing. Kan kita kakak beradik" ucap Ayu.
"Waduh...Aku harus jawab apaa neh..." ucap Bejo dalam hati.
"Kakak di usir sama Ayah..Karena melakukan kesalahan.Lalu gak boleh pakai marga Qing. Begitu..." ucap Bejo#.
"Ooo...Begitu..Kenapa waktu itu kakak gak peluk Ayu saat siuman....Kan Ayu adik kakak."ucap Ayu.
"Adik lagi terluka,kakak gak ingin luka Adik jadi parah." ucap Bejo#.
Kepala Ayu turun kebawah lalu melahap burung Bejo,Begitu sudah berdiri tegak lagi.Ayu bangun lalu menaiki Bejo. Ia menempatkan burung Bejo di lubangnya.
Blesshhh.... Burung Bejo masuk.
Mereka pun bermain lagi.
2 jam kemudian mereka selesai bercinta.Nampak nafas mereka ngos ngosan.
"Kak...Jangan bilang ayah sama ibu ya kalau kita bercinta.." ucap Ayu.
"Iyaa..." ucap Bejo#.
"Jangan bilang juga sama istri kakak,nanti mereka marah ke Ayu..." ucap Ayu.
"Iya dik..." ucap Bejo#.
"Terima kasih kak.... Emmuaachh...
"Ayu sayang kakak..." ucap Ayu.
"Kakak juga sayang sama Ayu...
"Ku tinggal dulu dik..Mau ngecek teman kakak" ucap Bejo#.
"Iya Kak...Nanti kita maen lagi ya kak" ucap Ayu.
"Iya...." ucap Bejo #.
Bejo memakai pakaiannya,Lalu menutup tubuh Ayu dengan selimut. Bejo mencium kening Ayu lalu melepas semua arraynya.Kemudian membuka pintu lalu menutup kembali.
Bejo berjalan ke arah ruang kemudi.
Nampak Wira dan Choki yang berjaga.
"Bos...." ucap Wira.
"Iya.. Ada apa broo...?" ucap Bejo.
"Aku dan Choki gak pengalaman soal mengemudikan kapal tanpa navigasi yang akurat. Kata Muhtar pokoknya lurus aja,jangan sampai belok. Begitu... " ucap Wira.
"He...He...He...He...Sama aku juga gak pengalaman Broo...Kalau pesawat aku bisa" ucap Bejo.
---***---
Hari berganti hari mereka lalui,beruntung tak ada Monster yang bertarung ataupun menyerang mereka. Hingga suatu hari.
"Bos..... Aku lihat ada daratan.." suara Jali di radio.
Bejo bergegas ke luar kapal lalu melesat ke tiang kapal untuk melepas array pelindung,setelah itu terbang ke atas sambil memegang teropong jarak jauh.
Bejo mengarahkan teropongnya ke arah pulau yang terlihat.
__ADS_1
"EH...... !!!???? tak mungkin.. Bejo terkejut melihat pulau itu.