
Pagi hari jam 05. 00 di sebuah komplek elit.
Di salah satu rumah itu di tinggali seorang pria kaya,atas hasil kerja kerasnya. Salah satu kamar tidur di tempati seorang remaja,yang baru tadi malam tiba. Dia adalah Bejo Hadi Kusumo.
Bejo membuka matanya lalu
"Hoooaaamm........,EH...!!!??? aku dimana?..
Bejo lupa jika ia tidur di rumah Bagaskara.
Tak lama kemudian.
"Oh iya.... Lali aku...." ucap Bejo.
Bejo kemudian bangun lalu berjalan ke kamar mandi.
"Orang kaya kamar mandinya seperti ini ya...
"Ada Shower,bathup,Wc duduk,....
"Aku juga pengen seperti pak bagas...
Bejo kemudian mandi.
Selang 15 menit kemudian ia selesai mandi.
Lalu Bejo membuka pakaian yang masih terbungkus plastik,setelah itu memakainya.
"Baju baru alhamdulih tuk di pakai di rumah,gak punya pun gak apa - apa masih ada baju tetangga....
"Istri baru alhamdulilah tuk di pakai setiap hari,gak punya pun gak apa - apa masih ada istri tetangga...
Bejo bernyanyi sambil memakai pakaian barunya.
Setelah berpakaian,Bejo kemudian keluar kamar.
Bejo menuruni tangga,Bejo mendengar suara orang beraktifitas.
Lalu Bejo mendekati asal suara tersebut.
Bejo melihat 1 orang Wanita yang umurnya sekitar 40 an,sedangkan satunya berumur 20 an tahun.
"Permisi Bu...Kak..." ucap Bejo.
Kedua wanita itu menoleh ke sumber suara.
"Ooo... mas Bejo dah bangun... Ada perlu apa mas.." ucap wanita berumur 40 tahun.
"Kalian tahu namaku?"ucap Bejo heran.
"Iya..Kami tahu... Sebab kemarin bapak bilang..Akan ada anak laki - laki di sini bernama Bejo. Begitu..." ucap Wanita yang berumur 20 an tahun.
"Ooo begitu... Maaf nama Ibu dan Kakak siapa?" ucap Bejo.
"Namaku Sumariyati panggil saja Bibi Yati,dan ini Lina Maheswari.. Panggil saja Mbak Lina.." ucap Wanita berumur 40 an tahun.
Bejo lalu bersalaman dan mencium tangan.
"Maaf Bi...Aku haus...Boleh minta Air minum ?" ucap Bejo.
__ADS_1
"Bentar mbak ambilkan." ucap Lina.
"Gak usah mbak Lina...Aku bisa ambil sendiri.." ucap Bejo.
Lina Maheswari memberi tahu tempat air minum dan gelas. Lalu Bejo mengambil air putih,Setelah itu duduk di lantai.
Glek...Glek...Glek...Glek...Glek....Glek...
"Ahhh....Segarrr..." ucap Bejo.
"Loh...Mas Bejo kok duduk di lantai... Kan ada kursi mas..." ucap Lina.
"Wes ngelak tenan aku mbak...." ucap Bejo. ( Sudah haus banget)
"Sampeyan iso ngomong jowo to.." ucap Lina.
"Gak bisa mbak..." ucap Bejo lalu berdiri.
"Lah itu tadi apa?" ucap Lina.
" Itu Contoh mbak...Aku sagette mung kromo biasa..Yen alus aku angkat sikil..." ucap Bejo.
"Ha....Ha....Ha....Ha....Ha....Ha... Ada - ada aja kamu Jo..." ucap Yati.
"Di mana - mana itu angkat tangan,kalau angkat kaki namanya Minggat Jo.." ucap Lina sambil mengupas bumbu dapur.
"Uduk minggat Mbak... " ucap Bejo.
"Lah...Kalau bukan minggat apa coba?" ucap Lina.
"Di hukum sama Ibu jika berbuat salah.."ucap Bejo.
Bejo menghampiri Lina,lalu mengambil pisau setelah itu mengambil tempe yang terbungkus plastik.
"Pernah Bi....Pas Bejo ngambil permen punya anak tetangga. Terus Bejo di suruh berdiri sambil angkat satu kaki lalu kedua telinga aku tarik." ucap Bejo sambil membantu Lina mengiris tempe.
"Ha...Ha....Ha... Ha... Ha...
"Salahmu sendiri ambil permen punya anak tetangga..." ucap Lina.
"Tiap Hari kamu main di panas - panasan kah Jo?" ucap Yati melihat kulit Bejo agak hitam terkena panas matahari.
"Aku mengais rejeki Bi di TPA..." ucap Bejo.
"Ooo.... Begitu....." ucap Yati dan Lina.
Tak lama kemudian Bagaskara datang setelah sarapan roti di meja makan.
"Wuiiihhh... Dah akrab rupanya...."ucap Bagaskara.
"Injih Ndoro..." ucap Yati.
" Gimana tidurmu Jo...Apakah kamu bangun di samping kuburan?" ucap Bagaskara.
"Aku seperti orang linglung pak...Pas melek kok seperti di surga saja.. ." ucap Bejo.
" Ini bukan surga,tapi Alas purwo..." ucap Bagaskara.
"Serius aku pak...Pas bangun itu aku merasa di surga... Lalu aku teringat cerita alamrhum ayahku,di surga itu ada Bidadarinya... Terus aku cari bidadari itu,Aku cari di dalam kamar tidur gak ada,di kamar mandi gak ad... Begitu di dapur baru dah ketemu,ini di sampingku Bidadarinya..." ucap Bejo.
__ADS_1
"Ha....Ha...Ha...Ha....Iso - Iso wae awakmu Jo... Awakmu wes wani Rabi ta ?" ucap Bagaskara.
"Yen Rabi durung Wani pak,tapi nak khawiin aku wani pak..." ucap Bejo.Kalau nikah belum berani,tapi kalau Khawin aku berani pak.)
"Jancooook.......Ha....Ha....Ha...Ha...Ha...Ha..." ucap Bagaskara.
"Sekolah seng rajin disek Le... Ojo mikir khawin waee..." ucap Yati.
"Lah piye maneh Bi... Aku iki gak sekolah og... Jadi yo seng tak pikirne mung khawin... Kapan yoo aku Iso khawin karo bojoku dewe.." ucap Bejo.
"Tanggal 30 Februari wae awakmu rabi.... Ada itu putrinnya pak lurah,wonge ayu Jo.Awakmu tak nikahin sama dia.." ucap Bagaskara.
"Serius itu Pak...?" ucap Bejo.
"He eh...Serius...Wonge ayu .. Gelem opo ora??." ucap Bagaskara.
"Mau...Mau Pak...." ucap Bejo.
"Mas bejo...Sampeyan punya hp ap enggak?" ucap Lina.
"Punya Mbak... Emangnya ada apa?" ucap Bejo.
"Coba mas bejo lihat kalender di Hp bulan Februari." ucap Lina.
Bejo mengeluarkan hapenya lalu mengecek kalender bulan dua.
"Diampuut... Aku lali jika bulan 2 itu gak sampai tanggal 30..." ucap Bejo.
"Ha...Ha....Ha....Ha...Ha...Ha...Ha... Bagaskara tertawa.
"Sudah sarapan apa belum kamu Jo.." ucap Bagaskara.
"Dereng Pak... Ne aku mau beli nasi di tempat mpok Ijah.." ucap Bejo.
"Pantesan saja pikiranmu kya gitu..Ambil roti di atas meja makan,lalu di minum susunya...Mbak Lina sudah capek - capek bangun pagi nyiapin buat kamu Jo.." ucap Bagaskara.
"Ya maaf Pak...Aku gak tahu.. Bapak gak ada bilang kok, jadi aku gak berani makan yang bukan punyaku,takut di hukum..." ucap Bejo.
Bagaskara lalu menghampiri Bejo.
"Ayo...Kamu sarapan dulu...Kamu sudah ku anggap anakku sendiri...Jadi anggap saja ini rumahmu ya... Makanan yang ada di sini boleh kamu makan,tapi jangan yang ada di dalam kamar tidurku dan kamar anakku jangan kamu makan Jo..." ucap Bagaskara.
"Injih pak..." ucap Bejo.
Bejo dan Bagaskara berjalan ke arah ruang makan.
Bejo duduk di kursi kemudian mengambil rotiblalu memakannya.
"Makanlah yang banyak... Bapak tinggal dulu mau ngurus sekolahmu..." ucap Bagaskara.
Bejo mengangukkan kepalanya saja,sebab di mulutnya penuh roti.
Bagaskara kemudian oergi meninggalkan Bejo.
"Waah... Enak sekali roti ini..." ucap Bejo dalam hati.
Lalu Bejo mengambil gelas berisi susu.
Glek...Glek....Glek...Glek..
__ADS_1
"Woooww....Mantap susunya..." ucap Bejo.