
Xian Sei Qing memeriksa cincin tersebut.
"Mereka adalah utusan kekaisaran Tao.." ucap Xian Sei Qing.
"APAAAA....!!!?? ucap mereka semua terkejut.
"Sial....Aku pikir mata - mata kerajaan Langit...Gak tahunya kekaisaran." ucap Bejo dalam hati.
Kedua mata - mata itu lantas di bawa ke penjara oleh penjaga atas perintah Xian Sei Qing.
"Elang 1 Elang 1...di sini elang 2... Ada 3 orang misterius berada di daerah barat." suara muhtar.
"Aku akan ke sana..." ucap Bejo #.
"Ada mata - mata lagi yah...Aku akan menangkapnya lagi.." ucap Bejo#.
Bejo melesat lagi ke arah Barat.
15 menit kemudian Bejo kembali membawa 3 orang ,Mereka dalam keadaan terikat,kedua tangan dan kakinya terpotong.
Xian Sei Qing lantas memeriksa ke tiga orang tersebut.
"Mereka adalah orang - orang dari perguruan Api langit dan kerajaan Langit." ucap Xian Sei Qing.
"Waaah.... Gak nyangka...Pemuda ini sungguh pintar dan ahli mengatur strategi... Mungkin aku sudah kecolongan.." ucap Ketua Xin dalam hati.
"Mereka ingin mengetahui kekuatan kita.. " ucap Qian Lie Han.
"Aku pamit undur diri dulu yah.." ucap Bejo#.
"Iya Nak..." ucap Xian Sei Qing.
Bejo kemudian pergi ke kamarnya.
"Ketua Xian..." ucap Ketua Xin.
"Iya ketua Xin.." ucap Xian Sei Qing.
"Bagaimana Bejo aku jodohkan dengan putriku..." ucap ketua Xin.
"Aku tak bisa bilang iya atau tidak,itu tergantung Bejo sendiri ketua Xin.." ucap Xian Sei Qing.
----***---
Didepan pintu kamar Bejo.
"Kemana Jali?" ucap Bejo.
"Ada di kamarnya bos...Biasa..Ngentup dulu baru itu dia kesini.." ucap Choki.
"Oalah.... Kira - kira berapa lama dia kesini?" ucap Bejo.
Coki melihat jam tangannya.
"10 menit kesini Bos.." ucap Coki.
"Elang 4...Kembalilah ke atas.." ucap Bejo.
"Siap bos..."suara Arkha.
"Aku kedalam dulu." ucap Bejo.
Bejo masuk dalam kamarnya.
Nampak ke empat istrinya tertidur, di tengah ada Ayu.
"Asem...Ada Ayu lagi...Ya udah..." ucap Bejo dalam hati.
Bejo hendak keluar,Yeni terbangun.
"Kang Mas..." ucap Yeni.
Bejo memutar badannya"Iya sayang...."
"Aku dan dik Novi lagi PMS... Jadi libur dulu ya kang mas..."ucap Yeni.
Bejo mendekati Yeni lalu mengusap rambutnya.
"Iya...Aku kesni cuman mau bilang,kalau aku sibuk..Jadi jarang memperhatikan kalian..Maaf ya sayang.." ucap Bejo.
"Iya...Kami ngerti kok kang Mas...Setelah peperangan ini kita langsung pergi ya..." ucap Yeni.
"Hem...Aku akan menghancurkan kekaisaran setelah peperangan ini,setelah itu pergi dari sini.Sebab pihak kekaisaran ikut campur masalah ini." ucap Bejo.
"Iya Kang Mas.." ucap Yeni.
Bejo mencium kening Yeni.
"Love you sayang.." ucap Bejo.
"Love you to.." ucap Yeni.
Bejo keluar kamar.Ia melihat Jali sudah berdiri di depan pintu kamar.
"Jali dan Choki...Kalian ikut aku. Sisanya jaga di sini,1 orang berjaga gak apa - apa..Lagian di sini banyak yang jaga." ucap Bejo.
"Siap Bos..." ucap anak Bejo serempak.
Bejo,Jali dan Coki keluar rumah lalu melesat ke arah puncak gunung.
Tak lama kemudian mereka sampai di atas gunung.
Nampak Muhtar mengawasi layar laptop. sedangkan yang lainnya tidur.
"Jali...Kamu temanin Muhtar. Arkha..Istirahatlah dulu" ucap Bejo.
__ADS_1
"Siap Bos..." ucap Jali dan Arkha.
Bejo keluar tenda.
"Poni..." ucap Bejo telepati.
"Iya Boss.." ucap Ponijan telepati.
"Sibuk apa enggak?" ucap Bejo telepati.
"Lagi makan batu kristal aku bos.." ucap Ponijan telepati.
"Diampuut... Berarti malingnya Ponijan to..Waasssuuu.." ucap Bejo dalam hati.
"Aku mau minta tolong bakarkan srigala emas..Tapi gak jadi deh.." ucap Bejo telepati.
"Sini bos aku bakarkan...Ada berapa srigalanya?" ucap Ponijan telepati.
"2 emas 3 perak...Kalian makan yang perak saja,diluar sepi" ucap Bejo telepati.
Ponijan lantas keluar dari Batu Dimensi.
Bejo mengeluarkan Srigalanya.
"Bumbunya masih ada gak Bro..?" ucap Bejo telepati.
"Masih Bos..Cuman kecap saja yang habis.." Ponijan telepati.
Bejo mengeluarkan 1 botol kecap besar.
Ponijan menyimpan srigala dan botol kecap kedalam cincin ruangnya. Lalu masuk ke dalam batu di mensi.
Bejo mengambil teropong yang ada di dekatnya. Lalu mengarahkan teropong itu ke arah kerajaan Langit.
Nampak cahaya api obor terlihat oleh Bejo.
"Hem....Aku serang langsung bagaimana ya.. Tapi sia - sia memasang jebakan,jika berperang di sini,pasti jatuh korban. " ucap Bejo dalam hati.
Bejo mengarahkan teropongnya ke arah lereng gunung.muncul sebuah ide Bejo.
" Aku kebawah dulu..." ucap Bejo.
Bejo melesat ke perguruan untuk menemui Qian Lie Han.
Tak lama kemudian Bejo sampai di tempat pasukan Elit lalu bertanya pada orang yang ada di situ,setelah mendapatnya informasi,lantas Bejo melesat ke tempat Qian Lie Han berada.
Nampak Qian Lie Han mengobrol dengan Tetua Quan.
"Pak guru.." ucap Bejo# lalu memberi hormat.
"Iya tuan Muda ada apa?" ucap Qian Lie Han.
Bejo mengeluarkan kertas denahnya lagi
"Kalau gak salah mereka akan di sini" ucap Qian Lie Han sambil menunjuk peta.
"Hem...sesuai dugaanku." ucap Bejo dalam hati.
"Ooo... Begitu... Baiklah.."ucap Bejo.
Bejo mengeluarkan Radio HT beserta batre cadangan.lalu memberikan pada Qian Lie Han. Bejo memberi tahu siapa saja yang memegang Radio tersebut dan memberi tahu cara melepas dan memasang batrei bila batrei itu habis.
"Oh iya tuan Muda...Ini pil pemulih Qi nya.." ucap Qian Lie Han sambil mengeluarkan botol berisi Pil oemukih Qi,kemudian memverikan pada Bejo.
"Terima kasih pak guru...
"Oh iya..Berikan radio ini,Jika batreinya habis,berikan pada teman - temanku,Aku akan ke atas gunung.. Bila ada yang mencariku gunakan radio itu pak guru ." ucap Bejo.
"Siap tuan muda.." ucap Qian Lie Han.
Bejo lantas melesat kembali ke atas gunung.
Tetua Quon memegang salah satu HT lalu memperhatikannya.
"Jika di lelang bisa mencapai jutaan ini Tetua Qian." ucap tetua Quan.
"Iya.. Lalu tuan Muda akan memburu tetua Quan...Ya kalau langsung di bunuh,kalau di siksa gimana?" ucap Qian Lie Han.
"Iya juga seh..Sedangkan pasukan Kerajaan bergerak saja langsung tahu.." ucap tetua Quan.
---***---
Bejo duduk bersender di bawah pohon. Sambil memandang foto di hapenya.Ia melihat foto - foto teman di kampungnya.
"Semoga saja mereka selamat.." ucap Bejo dalam hati.
Bejo kemudian masuk dalam tenda.
"Kalau ada yang mencurigakan bangunkan aku ya bro.." ucap Bejo.
"Siap Boss..ucap Alvian.
Bejo Berebah di karpet"Kalau dah matang simpan saja dulu ya Bro.. Aku mau tidur.." ucap Bejo telepati.
"Siap Bos..." ucap Ponijan telepati.
Bejo memejamkan matanya lalu tertidur.
4 jam kemudian.
Muhtar melihat di layar ada 4 orang memcurigakan,lalu ia membangunkan Bejo.
"Bos..." ucap Muhtar sambil menggoyangkan lengan Bejo.
Bejo terbangun,
__ADS_1
"Ada apa bro..." ucap Bejo.
"2 orang ada di sebelah barat,2 lagi di timur." ucap Muhtar.
Bejo lalu Berdiri,lalu melesat sambil menggunakan ilmu menghilanganya.
20 menit kemudian,Bejo kembali dengan membawa 4 orang terikat ,Kaki dan tangannya terpotong,mulutnya di perban.Bejo meletakkan di luar tenda.
"Gilaaa....cepat amat Bos meringkusnya,jika aku yang kesana,yang ada pasti bentrok dulu..Sejam lebih baru bisa meringkus" ucap Muhtar dalam hati.
"Aku keluar dulu,Aku akan menaruh Bom di tempat mereka akan mendirikan tenda." ucap Bejo.
"Siap Bos..." ucap Muhtar.
Bejo kemudian melesat ke arah tempat di mana kemungkinan musuh mendirikan tenda.
Tak lama kemudian Bejo sampai,Lalu menanam Bom tersebut di beberapa titik. Setelah itu Bejo kembali ke tenda. Kemudian tidur lagi.
Sampai matahari terbit tak ada mata - mata musuh yang muncul.
Bejo terbangun. Lalu minum air putih,ia melihat Jali berjaga.Lalu Bejo keluar tenda.
Nampak Wira meluhat sekitar memakai teropong.
"Poni..." ucap Bejo telepati.
"Iya Bos..." ucap Ponijan telepati.
"Srigala Emas sudah matang apa belum?" ucap Bejo telepati.
"Sudah Bos...." ucap Ponijan telepati.
"Keluarlah..." ucap Bejo telepati.
Ponijan keluar dari batu dimensi.Lalu Ponijan mengeluarkan daging srigala emas,Bejo Menyimpannya.
Ponijan hinggap di pundak Bejo,lalu Bejo masuk ke dalam tenda.
Bejo mengeluarkan sisa potongan srigala Emas,lalu memotongnya menjadi puluhan potong daging. kemudian memberikan pada Jali.
"Istirahat dulu..Ini daging srigala..Makanlah..." ucap Bejo.
"Siap Bos.." ucap Jali.
Jali Menerima daging itu lalu memakannya.,Bejo menggantikan posisi Jali.
"Kalian tidak akan bisa memata - matai perguruan ini,Meskioun ratusan irang yang kamu kirim" ucap Bejo dalam hati sambil menatap layar.
Bejo mengeluarkan buah lalu memakannya.
----***----
Di tempat yang sangat jauh dari perguruan gunung emas,nampak seorang pria berjalan ke arah tenda yang di tempati oleh seorang Raja dari kerajaan Langit yang bernama Chang Lu Tao,lalu masuk pria itu masuk dalam tenda.
"Lapor yang mulia...Mata - mata yang kita kirim sampai sekarang belum ada memberi kabar." Pria itu.
"Hem...Apakah kamu sudah mengirim pesan kepada mereka?" ucap Raja Chang Lu Tao.
"Sudah yang mulia,24 dupa yang terakhir mereka memberi kabar,setelah itu tak ada lagi yang mulia.." ucap pria itu.
"Apa pesan yang terakhirnya itu?" ucap Raja Chang Lu Tao.
"Mereka bilang keadaan sepi,dari kejauhan.." ucap pria itu.
"Batu jiwanya bagaimana?" ucap Raja Chang Lu Tao.
"batu jiwanya masih terang yang mulia.." ucap Pria itu lagi.
"Hem...Mungkin mereka lelah lalu istrirahat. Kita tunggu saja sampai tengah hari." ucap Raja Chang Lu Tao.
"Siap yang mulia.." ucap Pria itu lalu pergi meninggalkan tenda.
Siang harinya.
Rombongan pasukan kerajaan langit berhenti untuk memulihkan stamina kuda dan juga prajurit yang berjalan kaki.
Pria itu kembali melapor pada Raja.
"Mereka belum ada memberi kabar yang mulia,padahal batu jiwanya masih menyala terang." ucap pria itu.
"Heeeeh....!!???
"Apakah mereka berhianat?" ucap Raja Chang Lu Tao.
"Tidak mungkin yang mulia,sebab mereka sudah di sumpah untuk tidak berhianat.." ucap Pria itu lagi.
"Aneeh....Apa jangan - jangan mereka di tangkap.." ucap Raja Chang Lu Tao.
"Bisa jadi yang Mulia... Biasanya mereka akan mengirim pesan" ucap Pria itu lagi.
"Kirim 8 orang lagi... Suruh mereka menyebar ke 4 penjuru." ucap Raja Chang Lu Tao.
"Siap yang mulia" ucap pria itu.
Lantas pria itu berjalan ke pasukan mata - mata lalu menyuruh 8 orang untuk mengintai perguruan gunung emas.
Malam harinya.
Pria itu mendatangi Raja.
"Maaf yang mulia...Nampaknya mereka mengetahui keberadaan mata - mata kita,karena orang yang aku kirim sampai sekarang belom memberi kabar.." ucap pria itu.
"Siaal... Mereka sangat ketat penjagaanya....
" Kembalilah...Jangan kirim pasukan mata - mata lagi.." ucap Raja Chang Lu Tao.
__ADS_1