BEJO

BEJO
KHAWATIR BERITU ITU BOCOR.


__ADS_3

"EH....!!!??? Ayu terkejut,karena tubuhnya bergerak sendiri.


Shanti mendekat ke bejo.


"Aneh...Padahal dia hilang ingatan...Mengapa dia lihai bermain pedang ucap Bejo # heran.


"Itu karena ada sel motoriknya yang menyimpan ingatan tentang jurus itu masih berfungsi Kang Mas." ucap Shanti #.


"Ooo...Begitu... Lalu kalau ingatan yang lainnya bagaimana?" ucap Bejo #.


"Otak kita kan banyak sekali jaringannya,untuk mengingat. Kasus Ayu hanya lupa jati dirinya dan orang - orang di sekitarnya.Jaringan otak Ayu akan kembali sedia kala,tapi membutuhkan waktu. Jika jaringan otak Ayu banyak yang putus maka ia bisa gila..." ucap Shanti#.


"Apakah Nona Shanti ini seorang Tabib..?" ucap Xian Sei Qing yang mendengar penjelasannya Shanti tentang putrinya itu.


"Saya bukan tabib tuan...Saya ini dokter..." ucap Shanti #.


"Dokterrr....???" ucap Xian Sei Qing bingung.


"Dokter itu sama seperti tabib ayah...Hanya saja kami memakai peralatan khusus untuk mengobati orang sakit..." ucap Bejo #.


"Oooo...Begitu..." ucap Xian Sei Qing.


"Coba keluarin stetoskopnya dek.." ucap Bejo.


Shanti mengeluarkan alat stetoskopnya.


"Ini salah satu alatnya Yah...Gunanya untuk mendengar suara organ di dalam tubuh seperti detak jantung,dan paru - paru" ucap Bejo#.


"Cara menggunakan alat itu bagaimana?" ucap Xian Sei Qing penasaran.


"Yang ini di taruh di lubang telinga,dan yang ini di letakkan di daada ayaah..." ucap Bejo # sambil memegang bagian stetoskop.


"Boleh aku coba nak.." ucap Xian Sei Qing.


Bejo memberikan stetoskopnya. Lalu ayahnya Ayu mencoba pada istrinya.


"EH...!!!?? Xian Sei Qing terkejut saat mendengar suara detak jantung istrinya sangat jelas.


Lalu ibunya Ayu ikut mencobanya,dan ia ikut terkejut.


Kemudian mengembalikan alat itu pada Bejo.


Bejo memberikan alat itu pada Shanti,oleh Shanti di masukkan dalam cincin ruangnya.


"Kak...." ucap Ayu.


Bejo menoleh ke arah Ayu.


Ayu menghampiri Bejo.


"Mandi bareng yuuk...." ucap Ayu.


"Heeeeeeeh.......!!!!!???


Semua orang terkejut mendengar ucapan Ayu.


"Mau ya...Soalnya Ayu dah pernah mandi bareng sama Ibu...Kak Shanti,Kak Yeni,Kak Novita dan Kak Sari...Tinggal kak Bejo saja yang belum...Mau ya kak..." ucap Ayu.


"Diampuuutt.....Aku ini lelaki dewasa bukan anak kecil lagi....Yang ada ada bukan mandi bareng,tapi ngentuu..." ucap Bejo dalam hati.


"Mandi sama Ibu saja dik..." ucap Bejo # mencoba menolak.


"Yaaaaahh...Kakak...Ayu pengennya itu mandi bareng sama Kak Bejoo...Ayoo nah kak..." ucap Ayu merengek.


"Ya tuhan.... Cobaan apa lagi ini..." ucap Bejo dalam hati.


"Adik Ayu mandi sama kita saja ya... Jangan mandi sama Kak Bejo... Kalau mandi sama dia,yang ada sabun kita di habisin sama dia..." ucap Sari # mencoba membujuk Ayu.


"Yang benar kak...?" ucap Ayu tak percaya.


"Iya...Ya kan Kak Bejo...?" ucap Sari# sambil mengedipkan mata.


"Iya... Kalau mandi sama aku yang ada sabun kalian akan habis..." ucap Bejo #.


"Ya sudah deh gak jadi kalau begitu... Ayo Kak Sarii ,kak Yeni,kak Novi Kak Shanti kita mandi bareng..." ucap Ayu sambil menarik tangan Sari.


Sari mengikuti kemauan Ayu.


Ayu dan ke empat istri Bejo berjalan lalu di ikuti oleh Ibunya Ayu.


"Apakah putriku selamanya begitu Nak..." ucap Xian Sein Qing menatap pungung Ayu yang berjalan.


"Aku gak bisa memastikan ayah... Kita hanya bisa berdo'a saja semoga ingatan Ayu cepat kembali pulih.." ucap Bejo#.


"Oh iya... Aku dengar dari tetua Qian,Bejo'er akan ke kota Awan...Apakah itu benar?" ucap Xian Sei Qing


"Benar ayah... Aku ingin melihat Kota itu..." ucap Bejo #.


"Ooo...Begitu..Mengapa tak ke kota Langit saja yang lebih dekat" ucap Xian Sei Qing.


"aku dengar kota itu sedang kacau yah.. Jadi aku lebih memilih kota Awan saja.." ucap Bejo #.


#Iya juga seh... Ayah dengar juga begitu,ini ayah mengutus tetua Shang kesana untuk mengeceknya...Dan berita itu benar adanya" ucap Xian Sei Qing.


Bejo melihat jam tangannya.


"Hem.... Jam setengah 5..." ucap Bejo dalam hati.


"Apakah Nak Bejo akan meninggalkan perguruan ini?" ucap Xian Sei Qing.


"Iya ayah... Tapi itu masih lama...Sebab aku belum paham seluk beluk pulau ini..." ucap Bejo#.


"Baiklah.. Ayah tak memaksa dirimu... Pintu perguruan gunung emas selalu terbuka lebar untukmu nak...Dan juga teman - temanmu..

__ADS_1


"Tetua Qian... " ucap Xian Sei Qing.


"Iya Ketua..." ucap Qian Lei Han.


"Bawalah teman - teman putraku ke tempat istirahatnya..." Xian Sei Qing.


"Siap Ketua.." ucap Qian Lei Han.


"Ayoo nak kita kembali kerumah." ucap Xian Sei Qing.


Bejo dan Xian Sei Qing berjalan ke rumah,Ponijan mengikuti dari belakang.


Tak lama kemudian mereka sampai di rumah,lalu Xian Sei Qing menunjukkan kamar tidur untuk Bejo .


"Ini Kamarmu Nak...Anggap saja ini rumahmu sendiri..." ucap Xian Sei Qing.


"Iya ayah...." ucap Bejo #.


Xian Sei Qing menunjukkan ruangan yang lainnya.


30 menit kemudian. Mereka berada di halaman belakang rumah duduk di kursi.


"Apakah tetua Qian cerita tentang masalah perguruan ini dengan kerajaan Langit Nak?" ucap Xian Sei Qing.


"Iya ayah... Katanya pak guru Qian.. Lian Sei Mei Qing akan di jadikan selir oleh pangeran dari kerajaan Langit,lalu dia kabur.."ucap Bejo#


"Hem... Perguruan ini sempat was - was akan ancaman pangeran Chu Shang Wei. Jika dia benar - benar melakukannya,maka perguruan ini akan hancur,Aku sempat berpikiran,sebulan sebelum mereka datang,aku akan memindahkan perguruan ini ketempat yang lebih aman...


Xian Sei Qing menghela nafasnya,lalu lanjut bercerita.


"Aku menyuruh tetua Qian mencari putriku sambil membawa 20 orang murid elit. Setiap hari aku menanyakan pada tetua Qian melalui batu komunikasi,tapi belum menemukannya. Kami sangat cemas ..." ucap Xian Sei Qing.


"20 orang?? mengapa yang datang 13 orang berama Qian Lie Han yah..??" ucap Bejo #.


Xian Sei Qing mengeluarkan batu komunikasinya lalu memberikan pada Bejo.


Bejo memperhatikan batu itu.


"Saat perjalanan ke Hutan Srigala ,Mereka di serang srigala perak,.. Itu alat komunikasi kami,berbeda dengan punya kalian.Cukup alirkan Qi lalu mengucapkan pesan.Maka pesan kita akan terkirim." ucap Xian Sei Qing.


"Ooo....Begituu" ucap Bejo# sambil mengembalikan batu komunikasi itu.


"Waktu itu istriku sempat mimpi buruk tentang Lian Shi Mei Qing,seharian ia menangis...Sempat 2 hari tak mau makan .. Aku sangat khawatir,karena kondisi istriku menurun,lalu aku mempunyai ide,kalau putriku sudah di temukan oleh Tetua Qian.Aku sengaja berbohong agar istriku mau makan. mendengar Lian Shi Mei Qing di temukan,istriku mau makan,setiap hari ia selalu menyakan terus tentang Lian Shi Mei Qing.Kapan datangnya putri kita.... Aku jawab 15 hari lagi akan sampai di rumah... Istriku mengancam...Bila 15 hari tak di temukan maka ia pergi mencari sendiri.Aku selalu berdo'a pada Dewa dewi agar Putriku segera cepat di temukan. 2 hari kemudian,tetua Qian menghubungiku,bahwa putriku telah di temukan,tapi tak bilang secara rinci,Aku mengabari kabar tersebut pada Istriku,tapi tak memberi tahu pada semua orang,Hanya pada Ayahku dan istriku saja yang aku beritahu. Beberapa hari kemudian,kami mendapat kabar bahwa kerajaan Langit di serang oleh orang misterius sampai saat ini belum di temukan. Aku menyuruh tetua Shang pergi untuk mengeceknya. Apakah berita itu benar apa tidak. Jika benar kami sangat senang sekali.. Sebelum kalian tiba,tetua Shang telah kembali,


ia menceritakan apa yang terjadi di kerajaan Langit. Bahwa berita itu benar..Kami sangat senang sekali mendengar berita itu..


"Oh iya... Bagaimana kalian bisa bertahan lama di hutan Srigala itu dan sampai mana tingkat kultivasimu Nak?" ucap Xian Sei Qing.


"Kami menggunakan cara kami untuk bertahan dari serangan srigala itu. Aku baru berada di ranah pendekar Nirwana tingkat 1 Yah..." ucap Bejo #.


"Se...Se..Serius Nak...!!?" ucap Xian Sei Qing tak percaya.


Bejo melihat tingkat kultivasi Xian Sei Qing.


"Nirwana tingkat 7 " ucap Bejo dalam hati.


"Tak ada.." ucap Xian Sei Qing.


Bejo memperhatikan mimik muka Xian Sei Qing Lalu memperhatikan sekitarnya.Bejo memasang array kedap suara.


"Jawab jujur saja Yah..Aku paling gak suka di bohongi." ucap Bejo #.Karena Bejo melihat ada yang di sembunyikan darinya.


"Baiklah... Tetua Qian memberi tahu bahwa Nak Bejo bersama Jali akan menyerang kerajaan Langit,Aku tak percaya apa yang tetua Qian katakan,Setelah itu dia memberi tahu jangan memberi tahu kabar penyerangan itu pada orang lain,Aku pun mengiyakan saja. Setelah itu tetua Qian tak memberi kabar lagi sampai ia kembali keperguruan.Tapi tenang saja Nak...Aku tidak memberitahu pada yang lain termasuk istriku.Aku berani bersumpah demi Langit dan bumi,bila aku mengatakan pada orang lain maka aku akan mati di sambar petir.." ucap Xian Sei Qing


Jeddeeerrr...... Suara petir tiba - tiba muncul.


"Baiklah....Aku percaya sama ayah dan aku berharap informasi ini tak sampai keluar dari perguruan..Jika aku mendengar informasi ini bocor sampai keluar perguruan gunung Emas...Maka aku tak segan - segan pula menghancurkan perguruan ini" ucap Bejo #.


"Tenang saja Nak...Aku tidak akan mengingkari sumpahku.. "ucap Xian Sei Qing.


"Jadi kerajaan langit hancur itu karena ulah Bejo dan Jali.... Sungguh luar biasa hebat pemuda ini..Aku saja tidak bisa menghancurkan kerajaan langit,bahkan bila di bantu dengan semua muridku,tetap tidak bisa,seandainya dia mau menjadi menantuku,pasti aku akan dengan senang hati menerima dia...."ucap Xian Sei Qing dalam hati.


Tak lama kemudian Ke empat istri Bejo,Ayu dan Shi Juan Qing menghampiri mereka.


Bejo melepas array kedap suara.


Ayu mendekati Bejo.


"Kak Bejo belum mandi ya...?" ucap Ayu.


"Belum dek..Neh ayah ngajakin ngobrol..." ucap Bejo #.


"Mandi dulu sana kak... Apa Ayu mandiin.." ucap Ayu.


"Ayooo....Sebelum mandi ku coblosin lubangmu ya dik..." ucap Bejo dalam hati.


"Aku bisa mandi sendiri....Yah aku mandi dulu ya..." ucap Bejo#.


"Iya nak..." ucap Xian Sei Qing.


"Siaal.... Aku lupa kalau di sini ada batu komunikasi..Kapan Qian Lie Han kirim pesannnya ya.Aku gak ada lihat,bahkan teman - temanku gak ada lihat. Coba saja aku bisa baca pikiran orang lain atau ucapan hati orang lain,pasti aku dengan mudah mengetahuinya." ucap Bejo dalam hati sambil berjalan ke kamarnya,Ponijan mengikuti Bejo dari belakang.


Tak lama kemudian Bejo sudah sampai di kamarnya Lalu mandi. Tak lama kemudian Bejo selesai Mandi lalu mencuci baju yang tadi ia pakai,setelah mencuci kemudian Bejo keluar kamar mandi.


"Broo.. Tolong jemurin baju ini,baju yang kemarin bawa keluar." ucap Bejo.


"Siap Boss...." ucap Ponijan telepati .


Ponijan mengambil pakaian Bejo yang basah lalu masuk dalam batu dimenai,tak lama kemudian Ponijan keluar ,lalu menyerahkan baju Bejo yang sudah kering. Bejo memasukkan Baju tersebut dalam cincin ruangnya.


"Suwun Yo..." ucap Bejo.


"Sami - sami Bos.." ucap Ponijan telepati.

__ADS_1


Bejo mengeluarkan radionya.


"Jali..." ucap Bejo.


"Iya boss..." suara Jali.


"Apakah sampeyan ada cerita tentang penyerangan ini pada Meilin?" ucap Bejo.


"Tidak Boss.." suara Jali


"Apakah Sampeyan menunjukka persenjataan kita pada Meilin..?" ucap Bejo.


"Hanya pistol dan hape saja bos..Soalnya pas di restoran dia tanya,lalu aku memberi tahu saat sudah di kamar saja..Sedangkan hape saat aku memfoto dia di dalam kamar Bos" suara Jali.


"Baguslah....Ya udah kalau begitu.." ucap Bejo.


"Yang lain tolong jangan perlihatkan persenjataan kita pada orang lain di dalam perguruan ini" ucap Bejo.


"Siap Boss...." suara para anak buah Bejo.


Bejo keluar kamar,Ponijan hinggap di pundak Bejo,lalu Bejo keluar rumah untuk mencari tetua Qian


Bejo melihat ada murid perempuan yang masih muda.


"Permisi Nona..." ucap Bejo#.


"Iya tuan...Ada apa?" gadis itu.


"Di mana tempat tetua Qian berada?" ucap Bejo#.


Gadis itu memberi tahukan tempatnya.


"Terima kasih nona...." ucap Bejo #.


Bejo kemudian berjalan ke tempat tetua Qian.


Tak lama kemudian Bejo sampai di sebuah rumah,lalu melihat pemuda yang ikut bersama rombongannya Bejo,Bejo lantas menghampiri.


"Permisi tuan..." ucap Bejo #.


"Iya Tuan muda ada apa?" ucap Pemuda itu.


Bejo menoleh kekanan ke kiri untuk memastikan aman dari orang lain.


"Apakah kalian ada bilang ke yang lainnya soal aku pergi bersama tetua Qian?" ucap Bejo # lirih.


"Tidak tuan muda,sebab kami sudah bersumpah untuk tidak memberitahukan pada yang lain" ucap Pemuda itu.


"Syukurlah...Kalau peralatan kami,apakah kalian ada memberitahukan pada yang lain.?" ucap Bejo #.


"Tidak tuan muda.. " ucap Pemuda itu.


"Di mana tempat Tetua Qian berada?" ucap Bejo #.


"Lorong ini lurus,belok kanan,pintu sebelah kiri nomor 2 tuan Muda.." ucap Pemuda itu.


"Terima kasih..." ucap Bejo #.


Bejo berjalan ke arah kamar tetua Qian.


Tak lama kemudian Bejo sampai,lalu mengetuk pintu.


Tok...Tok...Tok... suara pintu di ketuk.


"Sebentar..." suara Qian Lei Han dari dalam.


Ceklek...Krriiieet....Pintu terbuka.


"EH...!!??Tuan muda...Ada apa tuan Muda kemari ." ucap Qian Lie Han.


"Apakah aku boleh masuk?" ucap Bejo#


"Silahkan tuan muda.." ucap Qian Lie Han.


Bejo kemudian masuk ke dalam.Lalu Bejo menutup pintu.Lalu memasang array kedap suara.


"Apakah pak guru memberi tahu pada yang lain soal perjalanan kita?" ucap Bejo #.


"Ada... Aku mengabari pada ketua bahwa tuan putri sudah kita temukan,lalu memberi tahu kalau kita merencanakan penyerangan,Selain itu tak ada lagi..."ucap Qian Lei Han.


"Apakah pak guru memberi tahu persenjataan kita pada orang lain.." ucap Bejo #.


"Tidak ada tuan muda...." ucap Qian Lie Han.


"Syukurlah...Aku harap pak guru jangan beri tahukan pada yang lainnya..Karena tadi ayahnya Ayu cerita padaku,aku sempat kaget" ucap Bejo#.


"Aku berani bersumpah tidak memberitahukan perjalanan kita dan persenjataan tuan Muda pada orang lain,aku hanya menceritakan bahwa tuan putri telah di temukan oleh tuan muda,dan penyerangan itu pada ketua" ucap Qian Lie Han.


"Iya..Aku percaya...Aku gak ingin perjalananku nanti banyak halangan karena di kejar oleh mereka.." ucap Bejo #.


"Tuan muda sudah menyembuhkan tuan putri saja aku merasa senang sekali,,hanya saja saat aku menunggu tuan muda di luar ,aku memberi tahu pada ketua jangan memberi tahu penyerangan itu.Setelah itu aku tak memberi kabar lagi.


"Lalu aku memberitahukan pada pasukan Elit perguruan yang ikut denganku agar tak menceritakan perjalanannya pada siapapun saat berada di penginapan desa Melati,lalu aku menyuruh mereka bersumpah" ucap Qian Lie Han.


"Apakah Yizhen tahu hal ini?" ucap Bejo #.


"Tidak tuan muda.." ucap Qian Lie Han


"Baiklah kalau Begitu. Itu saja yang ingin aku katakan pada pak guru...Maaf mengganggu pak guru. Qian.." ucap Bejo #.


"Iya tuan Muda..." ucap Qian Lie Han.


Bejo melepas array kedap suara lalu keluar dari ruangan itu lalu berjalan ke arah rumahnya Ayu.

__ADS_1


"Lega sudah...Jika mereka memberitahu pada yang lain bisa berabe nanti." ucap Bejo dalam hati sambil berjalan.


Tak lama kemudian Bejo sampai lalu masuk dalam rumah.


__ADS_2