
Malam hari pukul 20.00.
Biasanya suasana malam itu hanya terdengar suara jangkrik dan orang yang sedang mengobrol,Semenjak anak buah Bejo memperkenalkan alat musik yang dibuatnya,maka bertambah lagi suara itu. Mereka belajar bermain seruling dan angklung.
Bejo berkumpul dengan keluarganya di rumah.
"Mas.... Kapan kita bisa pulang?" ucap Novita.
"Gak tahu Dek... Ne aja baru elemen Api yang terbuka. Di sini ada gak ya gunung Es..." ucap Bejo.
"Coba tanya Ayah angkat kang mas...Siapa tahu saja dia tahu..." ucap Sari.
"Besok sajalah dek aku tanyakan." ucap Bejo.
Bejo teringat dengan 2 pilar yang ia dapat dari dalam cincin musuhnya.
"Yank... Aku nemu 2 pilar,Sepertinya pilar itu gerbang menuju alam dewa..." ucap Bejo.
"Mana kang mas? Coba lihat..." ucap Yeni.
"Ayoo kita keluar rumah...." ucap Bejo.
Mereka pun keluar rumah. Setelah itu Bejo mengeluarkan cincin ruang yang berisi dua pilar. Lalu Bejo mengeluarkannya.
Ke empat istri Bejo memgamati ke dua pilar tersebut.
Nampak ada tulisan aksara china dan garis yang bermotif,Yeni mengeluarkan hapenya,lalu menyalakan senter. Yeni mencoba membaca tulisan itu.
"Ini bahasa Kuno kang mas... Aku gak bisa baca..." ucap Yeni.
Bejo dan Shanti melihat tulisan pilar itu tanpa memggunakan senter.
"Dek Shanti bisa lihat tanpa senter?" ucap Bejo heran.
"Bisa kang mas...Aku pakai elemenku.." ucap Shanti.
"Ooo...Begitu..." ucap Bejo.
"Berarti yang punya elemen cahaya bisa melihat di tengah kegelapan malam." ucap Bejo dalam hati.
Bejo mengamati tulisan yang ada di pilar tersebut.
"Jika masuk memakai ini apakah tetap masuk di alam immortal apa tetap dewa ya,
"Lalu jika masuk...Di sana aman enggak.." ucap Bejo dalam hati, Di pikirannya muncul banyak pertanyaan mengenai portal tersebut.
Tak lama kemudian Xian Sei Qing datang,ia oenasaran dengan 2 tiang yang di amati oleh Bejo dan ke empat istri Bejo dari kejauhan.
"Tak mungkin.....!!
"Apakah nak Bejo mendapatkan ini dari sekumpulan orang misterius itu?" ucap Xian Sei Qing.
"Betul ayah... Hanya saja aku bingung... Jika kita memakai ini, ketika kita naik ranah alam Immortal apakah kita tetap di berada alam dewa atau kita di tarik ke alam immortal." ucap Bejo#.
"Ayah tak tahu nak... Sebab kita tidak ada mendapat informasi tentang itu..." ucap Xian Sei Qing.
"Oh iya ayah... Apakah ayah tahu di mana tempat yang banyak salju atau suku ES ..?" ucap Bejo#.
"Suku Es ya....
"Hem....
" Menurut legenda kalau tak salah suku Es ada di pulau Zhousu.
"Pulau itu 3/4 di selimuti Es, 1/4 tidak... Tapi itu hanya cerita. Untuk kepastian ayah tak tahu.,Sebab pulau itu sangatlah jauh.Belum lagi monster laut muncul menyerang kapal.
"Apakah Bejo'er akan kesana?" ucap Xian Sei Qing.
"Iya yah...Apakah ada orang yang pernah ke sana yah?" ucap Bejo#.
"Ayah tak tahu nak..." ucap Xian Sei Qing.
Tiba - tiba pilar itu bercahaya.
"EH.....!!!??? Bejo,ke empat istrinya dan Xian Sei Qing terkejut.
Dengan sigap Bejo menyimpan dalam cincin ruang yang ia pegang.
__ADS_1
"Selamet.....Untung saja aku tahu langsung aku simpan." ucap Bejo dalam hati sambil mengusap dadanya.
"Kang mas...tadi kenapa muncul cahaya..?" ucap Yeni penasaran.
"Ada yang mau keluar dek.... Makanya cepat - cepat aku masukin dalam cincin. Jika tidak maka ada orang yang keluar dari cahaya itu. Kita tak tahu,apakah orang itu jahat atau baik." ucap Bejo #.
"Siall... Berarti di sana ada yang jaga..." ucap Bejo dalam hati.
"Berarti di sana ada yang menjaga Nak...Lebih baik jangan di keluarkan lebih lama.." ucap Xian Sei Qing.
"Iya ayah..." ucap Bejo #.
Tak lama kemudian Ayu datang sambil memainkan seruling bambu.
" Kak... Ayu dah bisa maen seruling ini" ucap Ayu.
"Pinterr...." ucap Bejo # sambil mengusap rambut Ayu.
"Kak Bejo bisa maen gak?" ucap Ayu.
"Bisa... Tapi gak seberapa lancar.." ucap Bejo #.
Ayu memberikan seruling bambunya pada Bejo.
"Coba kak Bejo mainkan..." ucap Ayu.
Bejo lantas meniup seruling itu.
Bejo memainkan irama kidung wahyu kolosebo.
Xian Sei Qing menyimak irama suara seruling tersebut.
"Yank... Jangan maenkan irama lagu itu donk... Nanti setan - setan pada berdatangan." ucap Sari.
Bejo menghentikan bermain serulingnya.
"Di sini mah gak ada setan atuh sayang....." ucap Bejo.
"Tadi itu irama apa nak?" ucap Xian Sei Qing.
Tiba - tiba Bejo memiliki sebuah Ide.
"Yah... Apakh di sini ada peraturan tertulis,bila melanggar akan terkena hukuman?" ucap Bejo#.
"Ada... Tapi tak terlalu banyak peraturannya." ucap Xian Sei Qing.
"Kalau bisa buat aja peraturan,bila melanggar akan di hukum,tapi sebelum di hukum harus di adili dulu,apakah bersalah atau tidak sesuai bukti - bukti yang ada. Orang yang mengadili haruslah orang yang jujur,tegas,tak pandang bulu,meskipun keluarganya bersalah dia tetap di hukum.." ucap Bejo #.
Nampak Xian Sei Qing berpikir.
"Bentuk kesatuan khusus keamanan yah... Jadi wilayah ini akan aman,Nanti kita bantu.." ucap Bejo #.
"Ayah masih bingung nak..." ucap Xian Sei Qing.
"Besok pagi saja Yah..kita kumpulkan para tetua..."ucap Bejo#.
"Baiklah...." ucap Xian Sei Qing.
Lantas mereka membubarkan diri.
---***---
Pagi Jam 5.45
Suara burung di sertai alunan Suara seruling khas sunda terdengar sampai sekitaran gunung. Sebab yang memainkan seruling memakai Qi.
Nampak orang - orang sudah mulai beraktifitas,ada yang memversihkan halaman rumah,mandi Dll.
Jam 8.30.
Bejo berada di ruang rapat bersama para Leluhur,para Ketua dan para Tetua.
Bejo menjelaskan keinginannya membuat sebuah Hukum. Di mana hukum itu sifatnya mutlak,bahkan leluhur bisa di hukum bila membuat kesalahan.Awalnya mereka menolak. Tapi ketika Bejo menjelaskan lebih rinci. Akhirnya mereka menyetujui. Lalu Bejo mengusulkan tatanan dalam pemerintahan. Pemilihan Pemimpin Perguruan gunung emas akan di lakukan secara demokrasi. Bejo menganut sistem demokrasi yang ada di indonesia. Setelah itu Bejo mengusulkan membentuk kesatuan khusus keamanan seperti polisi.Ada yang pro ada juga yang kontra. Bejo menjelaskan secara perlahan.
Jam 12.30.
Akhirnya rapat itu menyetujui usulan Bejo. Karena di nilai tak merugikan,malah menguntungkan.
__ADS_1
Seminggu kemudian. Para Tetua memberikan penyuluhan pada warganya. Semua orang menerima dengan senang hati,
2 Minggu kemudian. Terbentuklah sistem pemerintahan,Pasukan keamanan dan undang - undang.
Anak buah Bejo melihat ada pohon kakao,lantas menyuruh warga menanamnya untuk di jadikan coklat.Ada juga yang melihat pohon karet,lantas mereka memberi tahu cara mengolahnya,Di bantu teman - teman novita.
Sedangkan Bejo pergi ke hutan srigala untuk meningkatkan kultivasi rombonganya.Karena stoknya habis.
Perlahan tempat itu semakin besar,karena di bangun pabrik untuk mengolah berbagai macam barang,Ada yang membuat makanan,ada pula benda.Bejo ikut membantu membangunkan pabrik.
Kehidupan masyarakat perguruan gunung emas semakin berkembang,karena di bantu Bejo dan rombonganya. Selain itu,Bejo juga mencari informasi di pulau yang di huninya sambil terbang menaiki Kakashi (Burung Phoenix)
Bejo duduk di teras rumah minum kopi dan Kue,di temanin ke empat istrinya.
Nampak anak kecil bermain sepeda riang gembira bersama teman - temannya.
"Apakah kalian siap untuk naik ke atas langit Yank..." ucap Bejo.
"Hem... Aku dah betah di sini Kang mas.." ucap Yeni.
"Dek Novi gimana?" ucap Bejo.
"Novi pengen ketemu ayah..." ucap Novita.
"Sama..Aku juga Kang Mas..." ucap Sari.
"Aku juga Kang Mas..." ucap Shanti
"Ya udah deh... Aku ikut..." ucap Yeni.
"Tenang yank... Aku dah minta di buatkan penahan petir,Penahannya sudah jadi,sehingga petir itu tidak akan melukai sayang...Sama kapal buat melintasi pulau sebelah.." ucap Bejo sambil mengusap rambut Yeni.
"Kita ke pulau sebelah dulu gimana Kang Mas?" ucap Yeni.
"Dek Sari,Dek Shanti dan Dek Novi gimana?" ucap Bejo.
"Hem.... Boleh deh... Siapa tahu ada hal yang menarik.." ucap Sari.
"Aku ngikut aja" ucap Shanti.
"Ya udah deh..Novi juga ikut.." ucap Novita.
"Aku hubungi yang lainnya dulu." ucap Bejo#.
Bejo menghubungi teman - temannya melalui radio untuk berkumpul.
Tak lama kemudian rombongan Bejo berkumpul.
"Aku berencana untuk kepulau lainnya,siapa yang mau ikut?" ucap Bejo#.
Nampak semua rombongan Bejo Ikut.
"Baiklah...Persiapkan peralatan dan bekal,Besok pagi kita akan berangkat.
----***----
Pagi Jam 8.30.
Rombongan Bejo berkumpul di halaman untuk pergi kepulau lainnya.Bejo dan yang lainnya pamitan.
"Jika kalian datang kepulau ini,singgahlah kemari ya Nak.." ucap Xian Sei Qing.
"Iya ayah..Itu pasti .." ucap Bejo#.
Ayu ikut bersama Bejo,Awalnya tidak di bolehkan oleh Yeni,namun Ayu tetap besikukuh ikut. Mau tak mau Yeni mengiyakan saja.
Nampak juga ada beberapa wanita ikut bersama Bejo,mereka adalah kekasih anak buahnya.
Mereka bersalaman,dan berpelukan. Lalu Rombongan Bejo meninggalkan perguruan itu sambil menaiki kuda dan kereta kuda.
Nampak warga berbaris rapi di pinggir jalan. Mereka menangis karena di tinggal pergi oleh rombongan Bejo. Sebab mereka menganggap Bejo dan yang lainnya adalah pelindung perguruan itu.
Hari berganti hari ,tak terasa mereka sudah di pesisir pantai.
Bejo memasukkan Kuda ke dalam Batu di mensi,Lalu mereka terbang 1Km0kemudian Bejo mengeluarkan Kapal,lalu Mereka Naik ke kapal itu.
Nampak kapal itu seperti kapal Phinisi.Dengan berbekal Peta pemberian Xian Sei Qing. Rombongan Bejo menuju pulau Mhou Fang.
__ADS_1