BEJO

BEJO
MENYUSUP KE DALAM KERAJAAN.


__ADS_3

"Waaaah.... Di sini masih bebas polusi ya Boss.Bersih lagi." ucap Jali #.


"Lah iya... Kan belum ada mobil sama montor..." ucap Bejo #.


Nampak rombongan prajurit kerajaan melewati mereka.


Bejo dan Jali celingukan mencari sesuatu.


"Kalian ini mencari apa?" ucap Qian Lie Han heran.


"Mencari kamera..." ucap # Mereka serempak.


"Kamera itu apa??" ucap Qian Lie Han bingung


"Gak jadi..." ucap Bejo.#.


"Ora ono kamerane... Berarti ini benar - benar bukan di bumi broo." ucap Bejo.


"Ho oh Bos...Jika ada kameranya berarti kita di negara Cina" ucap Jali.


Suasana yang jalan yang mereka lalui sangat ramai sekali.


Bejo melihat ada penjual topeng,kemudian menghampirinya.Karena ia tidak ingin wajahnya di ketahui banyak orang.


"Silahkan di pilih Tuan - tuan .. Ini topeng sangat murah.. " ucap Penjual topeng.


Bejo mengambil topeng warna hitam.


"Berapa ini harganya?" ucap Bejo#.


"Itu Topeng dari pohon Cendanaa... Harganya 500 keping emas saja.." ucap penjual topeng.


Qian Lie Han menghampiri Bejo,lalu mendekatkan ke telinganya Bejo.


"Itu hanya dari pohon biasa,tak sampai 1 keping emas harganya.." ucap Qian Lie Han lirih.


"Aku pikir 1 keping emas saja... " ucap Bejo#.


"Tidak bisa... Yang 1 keping emas topeng sebelah ini " ucap Penjual topeng sambil menunjukkan deretan topeng yang di pajangnya.


"Gak jadi deh..." ucap Bejo #.sambil membalikkan badannya pura - pura tidak minat.


"2 keping emas saja tuan... Buat kami makan..." ucap Penjual topeng.


Bejo yang mendengar lalu membalikkan badannya lagi.


" Kamu mau gak Li..." ucap Bejo#.


"Hem.... Oke aku mau Boss..." ucap Jali.#.


Jali memilih topeng,setelah itu Bejo mengeluarkan 10 keping emas dari cincin ruangnya.


"Ini uangnya....Aku beli 3 " ucap Bejo # sambil menyerahkan uangnya.


Penjual itu menerima uang Bejo.


"Terima Kasih tuan...Terima kasih...." ucap Penjual topeng


Bejo dan Jali menganggukkan kepala saja,Lalu Bejo memakai topeng tersebut.


"Pakailah topeng ini...." ucap Bejo # pada Qian Lie Han.


Qian Lie Han menerima topeng itu lalu memakainya.


"Masih jauh gak?" ucap Bejo.#


"Bangunan yang besar itu adalah tempatnya." ucap Qian Lie Han.


Bejo melihat bangunan berjarak kira - kira 1 Km.


Selang waktu 20 menit mereka berjalan kaki. Nampak salah satu restoran di jaga puluhan prajurit.


"Mengapa di situ di jaga?" ucap Bejo #.


"Mungkin ada salah satu keluarga kerajaan yang mampir ke Restoran tersebut. "ucap Qian Lie Han.


Tak lama kemudian mereka sampai di gerbang pintu masuk kerajaan.


"Ini adalah pintu masuk kerajaan.." ucap Qian Lie Han.


"Oke.. Sekarang tugas anda selanjutnya.. Kami akan masuk..." ucap Bejo #.


Qian Lie Han berjalan kembali ke arah jalan yang ia lalui tadi,sedangakan Bejo dan Jali mengawasi.


"Temboknya lumayan tinggi.. 8 meter...." ucap Bejo #.


"Iya Boss...ngalah - ngalahin tembok Istana presiden." ucap Jali.#.


Mereka melihat pintu masuk terbuka,Beberapa prajurit memeriksa orang yang masuk ke dalam kerajaan.


Bejo berjalan lagi menjauh dari pintu masuk.Kemudian mereka melihat ada gangbagak sepi,lalu mereka masuk dalam gang.

__ADS_1


Bejo menyentuh pundak Jali,kemudian menggunakan ilmu menghilangnya lagi.


"Sampeyan bisa menaruh bom itu?" ucap Bejo.


"Bisa Bos... Aku nanti membunuh salah satu pengawal istana.Lalu menyamar." ucap Jali.


"Oke... Aku akan membantu dahulu,agar tidak ketahuan...Kita lakukan sekarang" ucap Bejo.


"Siap Bos.." ucap Jali.


Bejo memegang lengan Jali,lalu mereka berjalan ke arah pintu masuk.


Nampak Rombongan prajurit mengawal kereta kuda masuk ke gerbang kerajaan. Bejo dan Jali mengikuti rombongan tersebut dari belakang.


"Kenapa mereka tak melihatmu Bos..." ucap Ponijan telepati.


"Karena aku menghilang,begitu juga kamu Pon.. Kalau kamu lompat,maka kamu kelihatan.." ucap Bejo telepati.


"Ooo... Begitu....Pantesan.... Bos kok bisa masuk dengan mudah tidak di cegat oleh prajurit jaga." ucap Ponijan telepati.


Mereka terus berjalan menelurusi kerajaan tersebut sambil memantau.


"Aku turun di sini ya Bos..." ucap Ponijan telepati.


"Iya... Tapi jangan lama - lama ya...Aku tunggu di luar gerbang..Sebab kita hanya menaruh Bom saja..." ucap Bejo telepati.


"Siap Bos.." ucap Ponijan telepati.


Ponijan melompat dari pundak Bejo.


"Ponijan kemana Bos...? Apakah tidak apa -apa jika berkeliaran." ucap Jali lirih.


"Jalan sebentar,tenang saja... Itu kucing pintar sekali.. Gak bakalan nyasar.." ucap Bejo lirih. Hingga akhirnya ia menemukan target untuk di bunuh,karena orang itu bisa dengan mudah memasuki ruangan istana.


Mereka mendekati orang tersebut,Bejo menyentuh pundak Jali,lalu jali membunuh orang itu dengan cara mematahkan leher.


Kemudian Jali menggotong mayat itu ke tempat yang sepi.Lalu Jali melepas semua pakaian mayat itu kemudian Jali memakai pakaian tersebut.


Kemudian Mayat itu di tutupin.


"Ruang pertemuan dan kamar tidur keluarga kerajaan biar aku yang memasang Bomnya.Setelah selesai,segeralah keluar dari istana lalu susullah Qian Lie Han." ucap Bejo.


"Siap Bos..."ucap Jali.


"Berhati - hatilah.


Mereka pun berpisah. Jali menyamar sebagai pelayan istana dan mengubah sedikit wajahnya dengan akeseoris tambahan.


Lalu Bejo berjalan menyusuri lorong.


"Hem... Aku buat dia mengantuk,kemudian ketika di masuk kamar langsung aku pasang Bom." ucap Bejo dalam hati.


Bejo mengeluarkan botol spray kecil dari cincin ruangnya, botol itu memgandung obat tidur .Kemudian Bejo mendekati Pemuda itu tanpa terlihat.


Setelah dekat ia menyemprotkan ke dekat pemuda.


Pemuda itu celingukan karena mendengar suara dan mukanya sedikit lembab,lalu ia mengusap mukanya.


Tak lama kemudian pemuda itu ambruk.


Pemuda itu di tolong oleh para pelayan.


Mereka kebingungan mengapa pangeran tiba - tiba ambruk,lalu mereka membawanya ke kamar tidur.


Bejo mengikuti pemuda tersebut.


Tak lama kemudian Bejo sampai di dalam kamar,kemudia ia menaruh Bom di dekat tempat tidur.


Nampak para tabib istana datang,lalu memeriksa pemuda tersebut. Tabib itu mengatakan bahwa pangeran tidak apa - apa.. Hanya tak sadarkan diri saja.


Bejo keluar dari kamar tersebut.Lalu menaruh Bom di tempat yang tak kelihatan.


"Tetua Han..." ucap Bejo lirih.


"Iya... Kok Anda tahu saya ini tetua?" suara Qian Lie Han di radio.


"Saya tau dari teman anda,apakah tetua sudah membeli kuda?" ucap Bejo sambil meletakkan Bom.


"Sudah... Apaka aku pergi keluar sekarang?" suara Qian Lie Han.


"Betul sekali... Tunggulah kami di luar gerbang." ucap Bejo.


"Siap...Laksanakan..." suara Qian Lie Han.


Bejo melihat pintu ruangan terbuka yang di jaga prajurit,Lalu Bejo masuk ruangan itu.Ia melihat wanita setengah baya sedang mengobrol dengan seorang wanita muda. Bejo meletakkan 2 Bom,lalu keluar dari kamar tersebut.


Bejo menyusuri tiap tiap ruangan yang pintunya terbuka,jika tertutup ia tak berani,karena dirinya tak bisa menembus dinding,hanya menghilang saja yang ia bisa.


Tak lama kemudian Bejo melihat ruangan yang luas,nampak orang - orang berkumpul,Ada satu orang yang mencolok dari penampilannya.


"Pasti dia rajanya..." ucap Bejo dalam hati.

__ADS_1


Bejo menaruh Bom yang tak terlihat oleh mereka.


"Oh iya... Aku kan punya racun.. Aku teteskan saja... Biar modar sekalian...Punya anak kok gak di didik dengan benar" ucap Bejo dalam hati.


Bejo berjalan ke arah Raja,lalu meneteskan ke buah - buahan lalu minuman.,kemudian para bawahannya. Mereka sibuk membahas masalah pemerintahannya.Lalu Bejo berjalan keluar ruangan tersebut.


"Jali...Apa kamu sudah selesai.?" ucap Bejo lirih.


"Sudah Bos... Ini aku sudah keluar dari gerbang istana " suara Jali #.


"Good Job...Susullah Qian Lie Han ..Nanti aku menyusul." ucap Bejo.


"Siap Boss...." suara Jali.


"Poni...Kamu ada di mana?" ucap Bejo telepati.


"lagi berjalan ke arah gerbang Bos..." ucap Ponijan telepati.


"Oke...Aku akan keluar.." ucap Bejo telepati.


Bejo berjalan ke arah pintu gerbang sambil meletakkan Bom.


Tak lama kemudian Bejo sudah keluar dari gerbang.


"Kamu di mana Broo..." ucap Bejo telepati


"Di dekat penjual ikan Bos..." ucap Ponijan telepati.


"Oke... Tungguin aku di situ.." ucap Bejo telepati.


Bejo berjalan ke tempat yang sepi lalu menampakkan diri.Kemudian berjalan keluar gang.


Bejo mencari penjual ikan,lalu ia menemukannya,Ia melihat Ponijan duduk di bawah gerobak penjual ikan .


Ponijan menghampiri Bejo lalu naik ke pundaknya kemudian ke atas kepala.


Bejo bejalan menuju gerbang keluar istana.


"Untung Bomnya itu bisa di ledaakkan dalam radius 5 Km.. Jadi begitu aku sampai ke mereka kemudian aku ledakkan." ucap Bejo dalam hati.


"Poni..." ucap Bejo telepati.


"Iya Bos.." ucap Ponijan telepati.


"Apa yang kamu ambil?"ucap Bejo telepati.


"Harta benda mereka Bos dan arak.." ucap Ponijan telepati.


Bejo sudah keluar gerbang,ia melihat Jali dan Qian Lie Han berada di jarak 90 meter.


"Busett... Jadi kucing garong dong kamu broo.. ucap Bejo telepati.


"Aku kan Kucing imut Bos.. Bukan kucing garong.." ucap Ponijan telepati.


Tak lama kemudian mereka sampai.


Bejo mengeluarkan remot pemicu bom dari cincin ruangnya.Lalu memposisikan On lalu memberikan pada Qian Lie Han.


"Silahkan Tetua Han menekan tombol merah itu." ucap Bejo #.


Qian Lie Han menekan tombol bewarna merah.


BOOOM.....BOOOMMMM.....


BOOOMMM....BOOOMMM...


BOOMM......BOOMMM.....


Ledakan itu terdengar sampai ketempat mereka.


"Eh....!!?? Qian Lie Han terkejut.


Orang - orang yang berlalu lalang di jalan juga terkejut mendengar suara ledakan.


Nampak asap hitam membumbung tinggi ke langit.


Bejo mengambil lagi alat itu dari tangan Qian Lie Han,lalu memposisikan Off,kemudian memasukkan dalam cincin ruangnya.


"Radionya mana?" ucap Bejo #.


Qian Lie Han menyerahkan radio HT pada Bejo.


"Ayo kita pulang.." ucap Bejo #.


"Tadi itu tombol apa? " ucap Qian Lie Han.


"Setelah sampai di rumah saja aku ceritakan.." ucap Bejo#.


Mereka pun naik Kuda,lalu berjalan ke arah perguruan Gunung emas.


---***---

__ADS_1


Nampak Kerajaan yang awalnya bagus kini luluh lantak terkena Bom.


Keluarga kerajaan tewas semua,sebab,saat ledakan terjadi,mereka berada di dekat Bom yang di taruh Bejo dan Jali,sedangkan Raja itu meminum air yang di campur racun oleh Bejo tewas,Hanya leluhur mereka yang selamat,sebab leluhur mereka sedang keluar dari kerajaan. Ribuan orang tewas terkena Bom dan juga reruntuhan bangunan.


__ADS_2