
Baru saja 5 Km berjalan,tiba tiba ada sekelompok orang yang berjumlah 100 orang menghadang perjalanan mereka.
100 orang tersebut menutup wajahnya sambil menenteng senjata.
Rombongan Liu Yi Fei yang berjumlah 24 orang sebagiannya melindungi Liu Yi Fei.
"Waaah.... Ada begal neh..." ucap Bejo.
"Kang mas.... Kenapa berhenti?" ucap Yeni dari dalam kereta.
"Ada begal yank...." ucap Bejo agak nyaring.
"Begaal.....???" ucap Yeni
Ke empat istri Bejo yang ada di dalam kereta keluar dari kereta.Begitu pula yang lainnya yang berada dalam kereta.
"Kita bunuh pakai senjata api atau manual bos..?" ucap Surya#
"Manual saja,gunakan pedang,panah,dan pisau.Kalau jumlahnya lebih banyak,baru pakai senjata api. Hitung - hitung latihan..." ucap Bejo#.
Ke empat istri Bejo melihat puluhan orang menenteng senjata tajam berbagai macam terkejut,lalu ke empat istrinya waspada sambil mengeluarkan senjatanya. Begitu pula dengan yang lainnya.
"Siapa kalian....? "ucap salah satu pengawal Liu Yi Fei.
100 orang itu tak menjawab.
"SERAAAAAANG........"teriak salah satu 100 orang tersebut.
Rombongan Bejo yang melihat puluhan orang yang mengepung itu bergerak melesat menyerang tak mau kalah,mereka ikut melesat maju menyerang,sebagian tak maju sambil melesatkan anak panah dan juga pisau terbang.
Trang....Trang....Trang....Trang.... Suara pedang beradu.
Wusssh....Wuussshh.... Wusshh... Wussshh...
Jleb....Jleb....Jleb...Jleb...Jleb...
Rombongan Bejo melesatkan anak panahnya dan pisau terbang.
Sementara Bejo melesat ke orang yang berteriak untuk menyerang.
Orang tersebut kaget karena tiba - tiba ada pemuda muncul didepannya,ia tak sempat menarik pedangnya.
paak...Bugh....Paaak...Buughhh...Paaakkk... Bughh...
Bejo memukul hanya menggunakan 5 % kekuatannya.
Orang itu terkena beberapa pukulan dari Bejo,lalu orang berkelit kemudian melompat mundur menghindar.
Hoeeeek..... Orang itu memuntahkan seteguk darahnya.
Bejo mengeluarkan pedang biasa lalu melesat ke arah orang tersebut sambil mengayunkan pedangnya.
Craash... Craassh... Craassh...Craaasshh....
Bruukk.... Potongan tangan terjatuh ke tanah.
"AAAAAAARRGGGGHHHHHH..........Orang itu mengerang kesakitan. Sebab kedua tangan dan kakinya putus di tebas oleh Bejo.
Bejo sengaja tak membunuh orang tersebut, Lalu Bejo menggunakan jurus pedang tangga langitnya untuk membunuh musuh yang tersisa.
Di samping Bejo muncul puluhan pedang,lalu Bejo memggerakkan puluhan pedang itu menggunakan pikirannya. Puluhan pedang tersebut melesat ke arah musuh yang tersisa.
Jleb..... Salah satu pedang Bejo menembus dada musuh,lalu pedang itu melesat ke arah musuh yang lainnya.
Tak sampai 5 menit,ke 100 orang tersebut tumbang,hanya 1 saja yang masih hidup sisanya tewas.
Rombongan Bejo ada yang terluka,terutama wanita yang menemani tidur para anak buah Bejo. Shanti mengobati orang - orang yang terluka.Sedangkan pasukan elit dan keluarga Bejo tak ada yang terluka.
Bejo menghampiri orang yang masih hidup,dalam keadaan tangan dan kakinya terpotong.
"Siapa yang menyuruhmu....?" ucap Bejo# .
Cuuuiiihhhh........ Orang tersebut meludah.
"Ooo... Baiklah kalau gak mau memberi tahu..." ucap Bejo#.
Salah satu pemgawal Liu Yi Fei hendak membunuh orang tersebut.
"Jangan di bunuh..." ucap Bejo#.
Kemudian Bejo teringat dengan jurus array untuk membaca ingatan seseorang,jurus itu membuat orang yang terkena akan merasakan sakit luar biasa bila di lakukan dalam keadaan sadar dan bisa berakibat kematian.
Bejo menggerakkan tangan dan jarinya.Kemudian meletakkan telapak tangannya di tanah.
Muncul lingkaran cahaya yang di penuhi simbol kuno.Lalu Bejo meletakkan Jarinya di kening orang tersebut.
"AAAAAAAAAARRRRRRRGGGHHHH........." orang itu merasakan sakit di kepalanya. Ia merasakan kepalanya mau pecah saat Bejo meletakkan jari di keningnya.
Rombongan Bejo dan Liu Yi Fei diam memperhatikan Bejo.
"Apa yang di lakukan Bos pada orang itu yaa...?" ucap Arkha penasaran.
"Hem....Seperti genjutsu pada film Naruto.." ucap Dody.
Surya yang di dekat Dody dan Arkha yang mendengar ucapan mereka lantas teringat film yang ialihat.
"Ahaaaa....Aku tahu...."ucap Surya.
"Tahu apa kamu broo..." ucap Dody.
"Bos sedang mengendalikan si buntung itu.." ucap Surya.
"Mengendalikan gimana?" ucap Arkha.
"Ya pokoknya mengendalikan gitu..." ucap Surya.
Sementara Bejo membaca ingatan orang tersebut. Orang yang terkena jurus array nampak memberontak,ia bersikeras mempertahankan ingatannya. Bejo terus memaksa.
Dalam ingatan orang itu,Bejo melihat sosok pemuda memerintahkan orang itu membunuh putri Liu Yi Fei.
Hingga telinga orang itu keluar darahnya.
"Hem.....Rupanya di suruh oleh pangeran busuk itu..." ucap Bejo dalam hati melihat ingatan orang tersebut.
Bejo menyudahi jurus tersebut. Nampak orang yang terkena jurus array pembaca ingatan molototkan matanya,kuping,hidung dan mulut mengeluarkan darah. Orang itu sudah tidak bernyawa lagi.
Bejo berjalan ke arah Liu Yi Fei.
"Maaf tuan putri... Apakah di istana ada yang bernama Xian Ji Fei?" ucap Bejo#.
"EH....!!!!??? Liu Yi Fei terkejut,sebab ia belum pernah mengatakan nama itu di depan Bejo maupun.
"Iya ada... Dari mana tuan tahu nama itu?" ucap Liu Yi Fei penasaran.
"Dari orang yang barusan aku baca ingatannya .." ucap Bejo#
"Xian Ji Fei adalah anak dari selir pertama ayahku yang bernama Jin Mei Xouyan..." ucap Liu Yi Fei.
"Xian Ji Fei yang menyuruh mereka mencegat dan membunuh tuan putri.." ucap Bejo#.
"APAAAAAAA.......!!!??
"Mari tuan.... Kita harus cepat - cepat ke istanaku...Aku takut terjadi apa - apa pada Ibu dan kakakku.." ucap Liu Yi Fei.
"Bentar.... Aku mau buat pasukan tambahan dulu..." ucap Bejo#.
"Pasukan tambahan???...." ucap Liu Yi Fei kebingunan.
Bejo menghampiri anak buahnya.
"Gaaaiiissss....... Kumpulkan semua mayat - mayat itu dalam satu tempat...." ucap Bejo.
"Siapp boooooosss..." ucap para anak buah Bejo.
Para anak buah Bejo mengumpulkan 99 mayat.
Selang 10 menit kemudian mereka selesai menyusun 99 mayat tersebut.
__ADS_1
Bejo berdiri menatap mayat yang bejejer rapi.
"Yoosshh...Aku akan mencoba menggunakan Jurus array pembangkit pasukan bayangan.." ucap Bejo dalam hati.
Kemudian Bejo menggerakkan tangan dan jarinya sambil mengucapkan mantra.
Setelah Bejo selesai merapalkan mantranya. Tiba - tiba 99 mayat itu muncul bayangan warna hitam,lalu bayangan hitam itu perlahan menyerupai wujud mayat tersebut.
"Kyaaaaaaaaaa.......... Jerit para wanita melihat mayat tiba - tiba berdiri sendiri.
"EH......!!!!??? Sebagian terkejut melihat kejadian tersebut.
"Salam hormat tuanku...." ucap para pasukan bayangan.
"Jangan takut.... Mereka adalah pasukan bayanganku. Ayooo kita lanjutkan lagi perjalanan ini..." ucap Bejo#.
Para pasukan bayangan tersebut kemudian melesat ke bawah telapak kaki Bejo. Ke 99 mayat tersebut kini menjadi tulang belulang.
"Boss..... Tadi itu apa?" ucap Arkha penasaran.
"Tadi itu aku membuat pasukan bayangan broo..."ucap Bejo.
"Pasukan bayangan....?? Apakah mereka bisa membunuh " ucap Arkha.
"Bisa.... " ucap Bejo.
Chou Yang Fei berjalan menghampiri Bejo.
"Apakah tuan ahli array....? dan array apakah tadi itu? sebab aku pertama kali melihat diagram simbol array tersebut." ucap Chou Yang Fei.
"Hem.... Aku masih belajar tuan... Dan untuk jenis array nya aku gak tahu..." ucap Bejo# sengaja tak memberi tahu.
"Siapa nama guru tuan?" ucap Chou Yang Fei.
"Nama guruku Ki Hajar Dewantara..
"Ayooo kita lanjut...Keburu malam ini." ucap Bejo # asal bicara.
"Ki Hajar Dewantara ...???.
Chou Yang Fei nampak kebingungan dengan nama yang di ucapkan Bejo..
"Baiklah.... Ayooo...." ucap Chou Yang Fei.
"Tunggu kang mas... Masih ada yang terluka..." ucap Shanti.
"Tunggu sebentar....." ucap Bejo#.
Bejo menghampiri Shanti. Nampak 1 orang lagi menunggu giliran di obatin oleh Shanti. Bejo menghampiri orang tersebut,lalu mengarahkan telapak tangannya pada luka.
Liu Yi Fei melihat Shanti memasang perban pada seorang wanita yang terluka. Bisa saja Shanti menggunakan elemen cahayanya. Tapi ia enggan menggukannya kecuali kepada para pasukan Elit dan keluarganya saja..
"Apa dia seorang tabib ya? Tapi mengapa cara mengibatinya sangat aneh..." ucap Liu Yi Fei dalam hati.
Nampak luka terkena sabetan pedang perlahan tertutup,lalu menghilang tanpa bekas.
Selesai Bejo mengobati,Mereka pun melanjutkan perjalanan lagi.
Langit sudah nampak akan malam,Bejo menghampiri rombongan Liyu Yi Fei.
" Berapa lama lagi kita akan sampai?" ucap Bejo # bertanya pada salah satu rombongan Liu Yi Fei.
"3 dupa lagi tuan...."ucap orang tersebut.
"Oooo... Begitu...Baiklah..." ucap Bejo#.
Bejo kembali duduk di samping surya.
"Boss...." ucap Surya.
"Iya... Ada apa broo?" ucap Bejo.
"Kalau kita ke alam berikutnya... Apakah kita sampai di sana itu bersatu atau berpencar?" ucap Surya.
"Hem..... Gak tahu aku broo... Kenapa emangnya?" ucap Bejo.
"Iya juga seh...Ya semoga aja gak terpisah...." ucap Bejo.
"Amiin..." ucap Surya.
----***---
Matahari telah tenggelam,rombongan Liu Yi Fri dan Bejo sampai di depan gerbang istana tanpa hambatan.
Nampak tembok istana setinggi 7 meter. Pasukan jaga melihat rombongan Liu Yi Fei langsung membuka pintu. Lalu mereka pun masuk.
Rombongan Bejo mengikuti rombongan Liu Yi Fei hingga di depan bangunan utama.
Lalu Liu Yi Fei turun. Di ikuti rombongan Bejo.
Liu Yi Fei berjalan ke arah ruang perawatan ibu dan kakaknya berada. Begitu Liu Yi Fei masuk. Bejo dan yang lainnya menunggu di depan pintu.
10 menit kemudian Liu Yi Fei keluar kamar.
Liu Yi Fei berdiri di depan Shanti.
"Apakah nyonya seorang tabib?" ucap Liu Yi Fei. Sebab ia melihat Shanti mengobati oerang yang terluka.
"Iya... Aku tabib..." ucap Shanti#.
"Tolong sembuhkan Ibu dan Kakakku Nyonya... Bila Nyonya bisa menyembuhkan...Maka kami akan memberikan Nyonya imbalan yang sangat besar...' ucap Liu Yi Fei.
"Aku akan mencobanya...Tapi tolong jangan ada yang masuk...
"Indah...Bantu aku" ucap Shanti#.
"Baiklah...." ucap Liu Yi Fei.
"Siap kak..." ucap Indah.
Liu Yi Fei memerintahkan para pelayan untuk keluar dari ruangan itu.
Kemudian Shanti dan Indah masuk ke dalam kamar untuk mengobati Ibunya Liu Yi Fei dan juga kakaknya.
"Pengawal... Seret Jin Mei Xouyan dan Xian Ji Fei kepenjara... Sekarang..." ucap Liu Yi Fei.
"Siaaap tuan putri..." ucap Para pengawal Liu Yi Fei.
----***---
Di ruangan Selir Jin Mei Xouyan.
Nampak seorang Wanita berusia 30 an tahun mondar mandir di dalam ruangan ,ia adalah Jin Mei Xouyan,dan ada seorang remaja duduk di kursi,ia adalah putra Jin Mei Xouyan yang bernama Xian Ji Fei.
"Siaaall.... Mereka selalu lolos..." ucap Jin Mei Xouyan.
"Bagaimana kalau kita racun saja bu...." ucap Xian Ji Fei.
"Kalau dia makan yang di antar para dayang istana,pasti bisa aku lakukan.Yang jadi masalahnya itu dia tak mau makan. Selalu pamannya yang memasakkan untuk dia.." ucap Jin Mei Xouyan.
"Semoga saja mereka bisa membunuh putri busuk itu..." ucap Xian Ji Fei sambil tersenyum penuh arti.
"Mereka....???" ucap Jin Mei Xouyan bingung.
"Iya ibunda... Tadi ada yang melapor dari mata - mata yang aku kirim. Lalu aku memerintahkan Lien Bing membunuh Liu Yi Fei. " ucap Xian Ji Fei.
Tiba - tiba 20 orang masuk ke dalam ruangan itu sambil membawa senjata lengkap.
"EH.....!!!??? Mereka berdua terkejut.
"Lancang sekali kamu masuk tanpa permisi Jendral Chan Phang..." ucap Jin Mei Xouyan menatap tajam ke arah Jendral Chan Phang.
"Aku di perintahkan oleh tuan putri untuk menangkap Kalian,karena telah berbuat kejahatan....
"Tangkap mereka...." ucap Jendral Chan Phang.
"Apaaaaaa....!!???
__ADS_1
"Kalian tidak bisa menangkap kami karena tak memiliki bukti..." ucap Xian Ji Fei.
Mereka tak memggubrisnya,lalu berjalan mendekat ke arah mereka berdua sambil mengarahkan senjata ke arah mereka.
Xian Ji Fei hendak melawan,tapi yang di hadapinya Jendral Chan Phang dan anak buahnya,ia tak bisa melawan. Karena tingkat kultivasinya masih rendah. Mereka pun di ikat lalu di bawa ke penjara.
----****----
Di dalam ruangan tepat di mana Ibu dan Kakak Liu ayi Fei berada.
Shanti mengeluarkan Stetoskopnya,lalu memerika Ibunya Liu Yi Fei.
Setelah itu memerika lainnya.
Shanti menaruh ke dua telapak tangannya di dada ibunya Liu Yi Fei,lalu mengeluarkan elemen cahayanya.
"Semoga berhasil...." ucap Shanti dalam hati. Sebab Shanti mau melakukan pengobatan dengan alat medisnya tak yakin sembuh,karena racun sudah menyebar,mau tak mau memggunakan elemen cahayanya.
Nampak telapak tangan Shanti mengeluarkan cahaya. Cahaya itu masuk ke dalam tubuh ibunya Liu Yi Fei.
Perlahan awalnya muka ibunya Liu Yi Fei pucat menjadi cerah.
Nampak keringat membasahi muka Shanti.
Shanti merasakan energinya berkurang,karena racun yang di dalam tubuh ibunya Liu Yi Fei sudah merusak sebagian organ dalam tubuh.
Shanti berusaha sekuat tenaga untuk menyembuhkannya.
Begitu tenaganya tersisa sedikit,Shanti menelan pil pemulih Qi.Lalu lanjut mengobati lagi.
Perlahan tapi pasti,organ tubuh yang semula tak berfungsi,kini sudah berfungsi kembali.
10 menit kemudian Shanti selesai mengobati Ibunya Liu Yi Fei. Lalu Shanti beralih ke kakaknya Liu Yi Fei.
Shanti melakukan hal yang sama pada kakaknya Liu Yi Fei,karena kondisinya sama seperti ibunya Liu Yi Fei.
Indah membuka baju Kakaknya Liu Yi Fei,lalu memiringkannya,Shanti meletakkan kedua telapak tangannya.
Selang 15 menit kemudian Shanti telah selesai.
Kakaknya Liu Yi Fei membuka matanya,lalu terbangun,ia melihat ada 2 wanita di sampingnya.
"EH....!!!??? Kakaknya Liu Yi Fei terkejut.
Lalu berdiri. Tapi karena lama di tempat tidur,ia tak menjadi tak seimbang. Kemudian Shanti menyambutnya.
Pemuda itu memeluk Shanti. Ia mencium aroma wangi di tubuh Shanti.
Shanti memapah pemuda itu ke tempat tidur.
"Jangan bergerak dulu..." ucap Shanti#.
"Iya... Terima kasih...
"Apakah Nona yang menyembuhkanku?" ucap Pemuda itu.
"Iya... Aku yang menyembuhkanmu..." ucap Shanti.
Pemuda itu menatap Shanti dari atas ke bawah.
"Maukah Nona menjadi istriku....." ucap Pemuda itu.
"Maaf... Aku sudah punya suami.. Suamiku ada di depan pintu kamar ini..."ucap Shanti.
Shanti dan Indah kemudian berjalan ke arah pintu.
"Tungguu...." ucap Pemuda itu.
Shanti dan Indah menghentikan langkahnya.
Ibunya Liu Yi Fei membuka matanya.
"Kalau boleh tahu... Siapa namamu?" ucap Pemuda itu.
"Namanya Shanti Li Hua... Dia adalah istriku..." ucap Bejo# sambil berjalan ke arah Shanti bersama Liu Yi Fei dan ke tiga istrinya.
Liu Yi Fei yang melihat ibunya segar tidak pucat seperti terakhir kali ia melihat dan membuka matanya langsung berlari.
"IBUUUUUUU......"teriak Liu Yi Fei.
Nampak Ibunya Liu Yi Fei menoleh ke sumber suara.
Liu Yi Fei memeluk ibunya sambil menangis bahagia. Karena ibunya telah kembali sehat seperti sedia kala.
"Yi'er...... " ucap ibunya Liu Yi Fei sambil mengusap rambut Liu Yi Fei.
"Maaf... Aku pikir dia belum punya suami..." ucap Pemuda itu.
"Iya.. Tak apa - apa... Tapi kalau anda bersikeras ingin memiliki istriku,maka yang ada kematian untukmu..." ucap Bejo#.
Nampak ibunya Liu Yi Fei berusaha duduk di bantuk oleh putrinya.
"Bu...
"Perkenalkan...
" Dia adalah Nyonya Shanti yang menyembuhkan Ibu....
"Dan itu adalah suaminya bernama Tuan Bejo ...
"Lalu ketiga wanita itu adalah istrinya..." ucap Liu Yi Fei.
"Heeeeeeeh....!!!!??? Istrinya.... " ucap Pemuda itu terkejut dan tak percaya.
"Terima kasih Nyonya telah menyembuhkan Aku dan juga putraku..." ucap ibunya Liu Yi Fei.
"Iya yang Mulia Ratu..." ucap Shanti#.
"Yi'er bertemu dengan Shanti di mana?" ucap ibunya Liu Yi Fei.
"Di lautan bu...." ucap Liu Yi Fei.
"Lautan....???
"Apakah Yi'er keluar pulau ini?" ucap ibunya Liu Yi Fei.
"Iya bu... Aku terpaksa melakukan itu untuk mencari seorang tabib dan obat - obatan,untuk memgobati Ibu dan kakak." ucap Liu Yi Fei.
"Baiklah.... Semoga aja para leluhur mengampunimu.. Jangan di ulangi lagi ya nak .." ucap ibunya Liu Yi Fei.
"Iya ibunda..." ucap Liu Yi Fei.
Nampak ibunya Liu Yi Fei hendak berdiri,Liu Yi Fei membantu ibunya berdiri.Lalu menghampiri Shanti,lalu hendak bersujud. Namun Shanti segera menahannya.
"Ibu jangan bersujud padaku..." ucap Shanti #.
Lalu Ibunya Liu Yi Fei memeluk Shanti.
"Terima kasih.....
"Terima kasih telah menyembuhkanku...
"Aku tak tahu harus berbuat apa pada Tabib agung...." ucap ibunya Liu Yi Fei.
"Ini sudah sumpahku untuk menyembuhkan seseorang yang membutuhkan pertolongan yang mulia Ratu.
Ibunya Liu Yi Fei melepaskan pelukannya.
"Aku sudah memenjarakan Jin Mei dan Xian Ji Fei ibunda.." ucap Liu Yi Fei.
"Heeeh....!!!??
"Mengapa Yi'er memenjarakan mereka?" ucap ibunya Liu Yi Fei heran.
"Sebab mereka telah meracuni ibunda dan juga kakak Huan " ucap Liu Yi Fei.
"Kurang ajar.... Jadi dia dalangnya... Akan aku bunuh mereka berdua..." ucap kakaknya Liu Yi Fei emosi sambil mengeratkan kepalan tangannya.
__ADS_1