BEJO

BEJO
MERINGKUS MATA MATA MUSUH


__ADS_3

Bejo melihat umbul - umbul yang tak terlindungi oleh pepohonan tapi tak melihat orang yang memegang umbul - umbul tersebut karena terhalang pohon.


Bejo masuk dalam tenda.


"Alvian... Tolong kamu bantu surya awasin sekitar,Jika gelap gunakan kamera malam,Berjagalah bergantian.. Aku akan turun ke bawah.." ucap Bejo.


"Siap Bos..." ucap Alvian.


Bejo kemudian melesat kebawah,Tak lama kemudian Bejo sampai lalu menemui Xian Sei Qing di rumahnya.


Bejo mencari keberadaan Xian Sei Qing di dalam rumah tapi tak ketemu,lalu menanyakan pada pelayan.


"Maaf tuan...Dimana ayah angkatku?" ucap Bejo#.


"Ada di ruang rapat tuan muda.." ucap pelayan itu.


"Terima kasih..." ucap Bejo#.


Bejo lantas langsung berlari ke arah ruang rapat.


Tak lama kemudian Bejo sampai di depan pintu ruang rapat,lalu membuka pintu.


Krriiieeettt.... Suara pintu terbuka


Nampak 6 orang duduk 2 orang berdiri,mereka menoleh ke arah Bejo.


Bejo mengepalkan tangannya memberi hormat.


Xian Sei Qing memperkenalkan Bejo pada teman - temannya,setelah itu ia memberi tahu ke Bejo nama - nama temannya itu.


"Maaf aku mengganggu...Ada informasi yang harus aku sampaikan..." ucap Bejo #.


"Informasi apa itu Bejo'er..?" ucap Xian Sei Qing penasaran.


" Aku dapat informasi dari anak buahku, kerajaan Langit akan menyerang perguruan ini?" ucap Bejo#


#APAAAAAA.....!!!!??? ucap mereka terkejut.


"Kapan mereka akan tiba kesini Nak...?" ucap Xian Sei Qing. Sebab ia belum menerima informasi dari anak buahnya.


"Kurang tahu... Kemungkinan 5 hari ayah..." ucap Bejo#.


"Sial.... Kalau kekaisaran benar - benar menyerang,kita bisa kalah.." ucap Ketua perguruan pisau terbang.


Tiba - tiba cincin ruang Xian Sei Qing bergetar,lalu ia mengeluarkan batu komunikasi.


Batu itu besarnya sekepalan tangan orang dewasa.


" Lapor ketua... Kerajaan Langit mulai bergerak di ikuti oerguruan Api Langit." suara batu komunikasi.


" Pelayan... Pukul lonceng 2 kali.." ucap Xian Sei Qing.


"Baik ketua.." ucap pelayan tersebut.


Pelayan itu lantas keluar ruang rapat.


"Aku akan mengungsikan warga yang tak bisa ikut berperang.." ucap Xian Sei Qing.


Teng.....Teng.... Suara lonceng.


5 menit kemudian, Para tetua dan guru berkumpul.


Xian Sei Qing memulai rapatnya. Bejo hanya menyimak.


"Kok aneh ya... Mengapa tingkat kultivasi yang rendah dulu maju duluan..? kenapa gak barengan.." ucap Bejo dalam hati menyimak pembicaraan mereka.


Ketika mereka terdiam,Bejo angkat tangan,Xian Sei Qing lantas mempersilahkan Bejo Bicara.


"Mengapa tingkat kultivas yang rendah dulu yang maju duluan? Sedangkan yang tingkat kultivasi yang tinggi belakangan?" ucap Bejo #.


"Emang sudah peraturannya begitu Nak di dalam perang terbuka,kecuali tertutup dan terdesak seperti Keluarga Dong kemarin itu..." ucap Xian Sei Qing.


"Kalau seumpama kita campur bagaimana,separo tingkat rendah,separo lagi tingkat tinggi..?" ucap Bejo #.


"Itu melanggar peraturan perang Nak... Kita akan di cap sebagai pengecut.. Nama kita akan jelek." ucap Xian Sei Qing.


"Diampuuutt..... Ribet juga.." ucap Bejo dalam hati.


"Maaf Ayah... Dalam perang di tempatku berasal,tak ada yang namanya tingkat kultivasi. Kita berperang bersama - sama,tak ada istilah bawahan dan atasan,. Biarkan orang berkata apa.. Yang penting kita membela kebenaran..." ucap Bejo #.


"Di sini sudah memang peraturan begitu Nak.." ucap Xian Sei Qing.

__ADS_1


"Baiklah... Aku akan menyerang langsung pemimpin mereka.. Ayah fokus hadapi prajuritnya" ucap Bejo #.


"Jangan... Itu bahaya nak.. Sebab mereka di jaga ketat." ucap Xian Sei Qing.


"Jika Pemimpin mereka tewas...Apakah prajurit mereka akan menyerah?" ucap Bejo #.


"Iya... Dia langsung menyerah.." ucap Xian Sei Qing.


"Kita menyerang apa bertahan yah..?" ucap Bejo#.


"Kita akan menyerang ..." ucap Xian Seing Qing.


"Kalau boleh usul ,kita bertahan saja.... ucap Bejo#.


Bejo mengeluarkan kertas denah perguruan gunung emas,lalu memberi tahu rencana untuk menghadapinya.


"Ada berapa yang bisa memanah yah?" ucap Bejo#.


"Kita semua bisa memanah Nak.."ucap Xian Sei Qing.


"Baguss...Sebagian nanti ada di bawah sebagian di atas. Pemimpinnya biar aku saja yang hadapi bersama teman - temanku.." ucap Bejo#.


Para tamu melihat Bejo nampak salut dan berani,tapi mereka juga penasaran mengapa Bejo tak memiliki energi Qi.


"Bagaimana tuan muda melawan mereka,sedangkan tuan muda tak mempunyai energi Qi?" ucap Ketua Xin


"Aku punya energi Qi ketua Xin.." ucap Bejo#.


Ketua Xin lantas menoleh ke arah Xian Sei Qing.


"Yang di katakan Bejo 'er memang benar.." ucap Xian Sei Qing.


"Kalau boleh tahu.. Tuan muda saat ini sudah sampai tingkat mana?" ucap Ketua Quo penasaran.


"Baru di Nirwana tingkat 2 ketua Quo.." ucap Bejo#.


"APAAAAA....!!!?? " ucap para tamu terkejut.


Sebab usia Bejo masih muda sudah berada di ranah Nirwana.


"Padahal waktu itu dia bilang Nirwana tingkat 1,sekarang sudah Nirwana tingkat 2... Cepat sekali naiknya.. Bejo memakai apa ya..?"ucap Xian Sei Qing dalam hati penasaran.


"Benda apa itu Nak? "ucap Xian Sei Qing penasaran.


"Ini adalah alat komunikasiku.. Aku akan meminjamkan alat ini,tapi tak semua dapat,karena tersisa 7 saja..


Bejo lantas menghubungi anak buahnya yang berada di atas gunung.


"Elang 2 elang 2... Bagaimana keadaan di sana?" ucap Bejo #.


"Elang 2 di sini.. Kondisi masih aman Bos..."suara Muhtar#.


"EH.....!!!??? Mereka terkejut kecuali Qian Lie Han mendengar benda itu mengeluarkan suara seperti batu komunikasi. Bedanya hanya suara,dan juga cara membalasnya. Jika batu komunikasi membalas pesan harus menggunakan batu lainnya ,tak bisa 1 batu saja,Batu komunikasi hanya bisa menerima pesan 1 orang saja,Sedangkan untuk mengirim pesan harus memakai batu lainnya. Bila mengirim pesan harus menggunakan energi Qi.


Mereka melihat Bejo tak menggunakan Energi saat membalas pesan.


"Diatas gunung sudah dijaga oleh temanku..Jangan ada yang ke atas,karena di sana ada jebakan" ucap Bejo #


"Boss... Ada 2 orang mencurigakan di sebelah timur.."suara muhtar #di radio.


"Saya permisi dulu... Ada hal yang harus saya selesaikan segera..Nanti saya kembali kesini" ucap Bejo# lalu mengepalkan tangannya,kemudian pergi meninggalkan .


"Ketua Xian...Bejo asalnya dari mana?" ucap Ketua Quo penasaran.


"Dia dari Indonesia." ucap Xian Sei Qing.


"Indonesia.......?" ucap para tamu yang ada kebingungan.Sebab baru mendengar nama itu.


"Indonesia itu ada dimana ketua Xian..?" ucap ketua Xin penasaran.


"Entahlah... Aku tak tahu..Katanya seh tempatnya sangat jauh sekali,harus melewati puluhan pulau....Dan aku tak mempermasalahkan dia darimana. Yang terpenting putriku di selamatkan oleh mereka. " ucap Xian Sei Qing.


---***---


Sebelah timur perguruan Gunung Emas.


Bejo menggunakan ilmu menghilangnya sambil mencari 2 orang tersebut.


"Di mana mereka bro ?" ucap Bejo lirih.


"Tadi ada di layar kamera nomor 4 boss.." suara Muhtar.

__ADS_1


Bejo mengeluarkan kamera suhu panas,Lalu mencari keberadaan 2 orang tersebut.


Tak lama kemudian Bejo menemukan 2 orang tersebut berada di atas pohon.


"Dapat..Aku harus memutar dulu,jika langsung terbang kesana,mereka akan mengetahui keberadaanku meskipun aku tak terlihat" ucap Bejo dalam hati.


Bejo menyimpan kembali kameranya.Lalu Bejo terbang melewati daerah jebakan yang terpasang.


Bejo terbang melewati jebakan yang terpasang,Lalu ia berjalan mendekati kedua orang tersebut.


Tak lama kemudian Bejo sampai di dekat kedua orang itu.Ia melihat penampilannya seperti seorang pria,karena rambutnya tak ada perhiasan.


"Dua orang pria...Musuh apa bukan ya.." ucap Bejo dalam hati penasaran karena tak memakai atribut perguruan gunung emas.


"Apa kamu percaya ada orang bisa mengeluarkan asap tanpa api?" ucap pria 1 lirih


"Tidak... Mungkin mereka sedang mabuk saat menyerang. "ucap pria 2.


Kreseeek..Kresek..Suara daun kering terinjak.


2 orang itu lantas terdiam lalu menoleh sekitar pohon.


Karena kondisinya gelap,banyak pohon dan semak ,jarak pandang mereka hanya mampu melihat 4 meter saja kecuali tak ada pepohonan atau semak.


"Suara apa itu..?." ucap pria 1 penasaran.


"Mungkin suara kelinci lewat..Karena aku tak merasakan Qi seseorang di sini.." ucap pria 2


Tiba - tiba saja ada seekor kelinci putih ada di bawah mereka.


"Nah...Benarkan ucapanku" ucap pria 2 melihat warna putih bergerak di bawah mereka.


"Gimana kalau kita maju lagi kedepan?" ucap pria 1.


"Jangan dulu,kemungkinan mereka masih banyak yang berjaga di balik pohon - pohon itu" ucap orang 2 yang melihat ke arah perguruan gunung emas,Didepan meraka tak ada di tumbuhin pohon berjarak 300 meter.Karena pohon - pohon itu di tebang.


"Hem...Menurutmu...Apakah mereka akan hancur melawan keluarga Sheng yang di bantu yang mulia kaisar?" ucap pria 1.


"Ya jelas hancurlah.. Percuma mereka meminta bantuan...Pasukan kita 4.000 orang,ditambah lagi perguruan api langit yang berjumlah 700 orang. " ucap pria 2.


"Rupanya mereka mata - mata dari kerajaan Langit,Tingkat kultivasinya pendekar suci tingkat 1.... Mayan kuat..Apa mereka pasukan elit kekaisaran ya.." ucap Bejo dalam hati.


Bejo mengeluarkan senjata bius khusus manusia. Lalu mengarahkan ke dua orang tersebut.


Bessh.....Besssh..... Suara senapan bius.


"EH.....!!!?? mereka terkejut lalu melompat. Mereka merasakan sesuatu menancap di tubuhnya.Kemudian mereka mencabutnya.


"Benda apa ini? mengapa menancap di lenganku.." ucap pria 1 sambil menunjukkan peluru bius.


"Haaaah....!!??? Aku juga kena..." ucap pria 2 sambil menunjukkan peluru Bius.


Lalu mereka waspada sambil mengeluarkan pedang.


"Kalian mau memata - matai kami?" ucap Bejo# sambil menyimpan senjatanya.


"Siapa kamu...Keluarlah.." ucap orang 2 celingak celinguk mencari keberadaan sosok suara tersebut.


Kedua orang itu lalu ambruuk. Bejo mengeluarkan pedang kayu hitam,lalu mengambil cincin ruangnya kemudian menebas kaki dan tangan ke dua orang tersebut agar jika terbangun tak bisa melawan. Setelah itu Bejo mengeluarkan elemen cahaya untuk menghentikan pendarahan,Bejo menyimpan pedang dan cincin ruang.


Bejo mengangkat tubuh orang itu lalu melesat ke arah perguruan.


Tak lama kemudian Bejo sampai di depan pintu ruang rapat lalu meletakkan dua orang tersebut.


Bejo masuk ke dalam ruang rapat.


"Aku menemukan 2 mata - mata.." ucap Bejo #.


"Ada di mana mata - mata itu Bejo'er..?" ucap Xian Sei Qing.


"Ada di depan yah.." ucap Bejo #.


Mereka pun keluar dari ruang rapat.


Bejo memberikan cincin ruang yang tadi ia ambil kepada Xian Sei Qing.


Xian Sei Qing memeriksa cincin tersebut.


"Mereka adalah utusan kekaisaran.." ucap Xian Sei Qing.


"APAAAA....!!!?? ucap mereka semua terkejut.

__ADS_1


__ADS_2