
*Gudang penyimpanan barang.*
Cheng Lang terkejut saat membuka kotak yang sebelumnya terpasang segel,
Benda yang di dalam kotak itu melesat ke luar ruangan setelah kotak itu terbuka.
"Siaall...
".KEJAR BENDA ITU... " teriak Cheng Lang pada anak buahnya.
"Siap tetua..." ucap Anak buah Cheng.
Anak buah Cheng Lang yang bersembunyi di langit langit, ikut mengejar benda itu.
Cheng Lang memasang segel ruangan itu kembali,lantas melesat kearah benda itu terbang.
Benda itu adalah besi bewarna hitam pekat, panjangnya -+ 1meteran,Bentuknya seperti pedang bermata dua tanpa gagang,tengahnya kosong. Benda itu melesat ke arah jendela.
Pyaarrr.......Jendela itu hancur terkena hantaman benda yang melesat sangat cepat.
Anak buah Cheng Lang tak mampu menangkap Benda itu.
"Di mana benda itu?" ucap Cheng Lang saat berada di dekat anak buahnya yang berdiri di dekat jendela yang hancur.
"Maaf tetua,kami tak bisa menangkapnya, sebab benda itu menghancurkan jendela lalu hilang.." ucap salah satu anak buah Cheng Lang.
"Siaaall.... Itu benda akan aku lelang . Apa yang harus aku katakan pada ayahku nanti, pasti dia akan marah besar padaku..." ucap Cheng Lang.
"Benda itu dapat dari mana tetua?" ucap anak buah Cheng Lang.
"Ada pria tua yang datang kemari,dia menjual Besi hitam itu padaku,katanya ia dapat di hutan kematian. Lalu aku periksa,Besi hitam itu baru pertama kali aku lihat,lalu aku menerimanya. Kemudian aku berencana membuat gagang pedang itu,tapi sayang.... Semua pandai besi tak ada yang mampu membuatnya. " ucap Cheng Lang.
----***-----
*Lereng gunung*
Bejo berhenti berlari karena merasa energi Qi nya terkuras.Lalu ia menghentikan jurusnya.
Puluhan pedang yang melayang itu jatuh ketanah lalu menghilang.
Bejo memgeluarkan botol yang berisi pil pemulih energi Qi dari cincin ruangnya,lalu mengerluarkan pil sebanyak 5 butir.Lalu menelan pil itu.
Glek....Glek....Glek....Glek...glek...
Tak lama kemudian energi Qi Bejo terisi kembali,lalu Bejo menyimpan kembali botol pilnya lalu mengeluarkan jurus pedang tangga langit hingga gerakan ke 8 untuk membunuh orang - orang yang kabur.
Muncul puluhan pedang bewarna emas di sekitar Bejo,sebelumnya hanya pedang biasa,muncul sebilah pedang yang lumayan besar.Kemudian Bejo naik ke pedang tersebut.
Bejo melesat dengan cepat.
"Waaah.... Seperti naik papan luncur saja" ucap Bejo dalam hati sambil mengendalikan pedang itu.Puluhan pedang berputar - putar di depan Bejo menghancurkan apa saja yang ada di depannya.
Booom.....Booomm.... Booom...Booommm....
puluhan pohon hancur,dan beberapa batu besar juga hancur terkena pedang yang berputar.
Ketika akan melewati pasukan elit perguruan gunung emas yang berlari,Bejo mengarahkan pedangnya melompati pasukan tersebut.
"Mau lari kemana kamu....." ucap Bejo dalam hati melihat orang - orang yang kabur mengendarai kuda sambil membawa obor.
"EH.....!!!? Pasukan elit yang di lalui Bejo terkejut melihat Bejo lewat di atasnya mengendarai pedang besar.
Bejo menebas ke arah orang yang berkuda menggunakan elemen angin.
Wuuussshh...... Lesatan energi tebasan meluncur ke orang berkuda.
Craassshh..... Tubuh orang berkuda terpotong,leher kuda tak luput dari serangan Bejo ikut terpotong.
Bejo naik ke atas,untuk melihat sisa orang yang kabur.Ia melihat puluhan cahaya api obor menjauh ke arah pintu gerbang.
Kemudian Bejo melakukan gerakan terakhir sambil melesat ke arah orang - orang yang kabur.
Muncul lingkaran portal diatas kepala Bejo berdiameter 1 meter,Lalu lingkaran itu muncul puluhan pedang bewarna emas melesat ke arah orang - orang yang kabur. Lingkaran itu terus mengeluarkan puluhan pedang.
Wuusshhh....Wuuusshh.... Wuusshh... Wuuusshh... Wuuusshh.... Wuusshh....
***
"Hiyyyaa...Hiiyyaa..Hiiyaaa...
"Gawat.... Mengapa aku mau ikut keluarga Dong,jika aku tahu penyebabnya.. Pasti aku gak mau ikut meskipun di beri 1.000 keping emas " ucap pria itu dalam hati sambil memacu kudanya untuk kabur.
Tak lama kemudian.
Jleb.... Tubuhnya tertancap pedang,tak hanya satu pedang,melainkan 5 pedang menancap.
Puluhan orang - orang didepannya juga tertancap pedang. Lalu ambruk. Sebagian kuda selamat,sebagian tewas,penunggang kuda semuanya tewas.
Bejo melewati orang - orang yang terjatuh dari kudanya akibat tertancap pedang. Lalu melesat ke arah pintu gerbang utama untuk mencegat mereka yang kabur.
Tak lama kemudian Bejo sampai.Lalu melompat kemudian menghentikan jurusnya.
Lingkaran portal di atas Bejo hilang.
Ratusan pedang yang keluar dari lingkaran ikut menghilang.
"Diampuut.... Jurus itu banyak menguras energi Qi." ucap Bejo dalam hati.
Bejo mengeluarkan botol pil pemulih Qi,lalu Bejo menelan pil pemulih Qi.
Glek...Glek...Glek...Glekk....Glek....Glek.....Glek...
Bejo memasukkan botol pil pemulih Qi ke dalam cincin ruangnya. Lalu mengamati sekitarnya.
"Tak ada suara kuda berlari..." gumam Bejo.
6 orang penjaga gerbang tergeletak tewas di bunuh.
Bejo menghampiri 5 mayat tersebut,setelah sampai. Bejo melihat ikat kepala ada plat besi bersimbol perguruan Gunung Emas. Tubuh mayat penjaga gerbang di penuhi luka akibat senjata tajam,ada juga yang terkena luka bakar.Pos pemeriksaan terbakar. 1 mayat lagi tergeletak di dekat menara yang terdapat sebuah lonceng.
"Kurang ajar...Mereka membunuh penjaga gerbang." ucap Bejo.
Bejo mendengar suara kuda berlari ke arahnya.Lalu ia waspada
Tak lama kemudian Bejo mendengar suara hentakan kaki.
"Hem...Rupanya ada yang hapal jalan di sini. Pantesan aku gak ada lihat api.." ucap Bejo dalam hati .
__ADS_1
Tak lama kemudian muncul 6 orang berkuda berjarak 12 meter dari Bejo. Rupanya mereka orang - orang yang ikut dalam rombongan Ding Zhuanjing.
Bejo mengangkat pedang ke atas.
Hiyaa..Hiyaa...Hiyaaaa......
Bejo menggunakan jurus pedang tangga langit.Muncul puluhan pedang yang berputar,lalu Bejo melesat ke arah orang - orang tersebut.
"EH...... !!!??? orang - orang yang mengendarai kuda terkejut melihat Bejo ada di gerbang luar. Lalu mereka menghentikan kudanya.
"Menyingkirlah... " ucap salah satu pengendara kuda.
Bejo tak menjawab,ia melesat ke arah orang - orang itu.
5 orang melompat dari kuda lalu maju menghadapi Bejo menggunakan pedang.
Trang...Trang... Traang....Traaang....Traaangg..
Craasshh... Craasshh... Craass... Anggota tubuh mereka terpotong. Ada yang terpotong tangannya,kakinya. Mereka mengerang kesakitan.
"Aaaaaaaaaa.......
Bejo menebas leher orang - orang itu memakai pedang kayunya.
Craassh.... Craassh.... Craasshh....
Craassh...Craash...
Sedangkan 1 orang yang masih naik kuda nampak ketakutan.
"Jangaaan....Jangan kau bunuh aku.... Jika kau bunuh aku..Maka keluargaku yang ada di kekaisaran akan membunuhmu..." ucap orang itu ketakutan.
"Iya kah....Baiklah kalau begitu. " ucap Bejo #.
Bejo mengendalikan puluhan pedangnya ke arah orang itu,gerakan pedang itu sangat cepat.
Craasssh....Craaasshh .....Craaasshh...Craaasssshh...
dua tangan dan kaki nya terpisah.
"AAAAAAAAAA............" teriak orang itu kesakitan karena tangan dan kakinya terpotong.
Bejo menghentikan jurusnya lalu menyimpan pedang kayu hitam ke dalam cincin ruangnya.
Orang yang menaiki kuda lantas terjatuh.
Brruuukkk.....
"Untung kamu beri tempe tadi... Thanks ya..." ucap Bejo.
Bejo mengeluarkan pil untuk menghentikan darah yang keluar dari cincin ruangnya.
"Buka mulutmu..." ucap Bejo#.
Orang itu tak mau membuka mulutnya.
Bejo memencet hidung orang itu,orang itu kesulitan bernafas lalu membuka mulutnya. Dengan sigap Bejo menaruh pil itu dalam mulutnya,
Glek.... Orang itu menelan pil.
Tak lama kemudian datanglah para pasukan elit perguruan gunung emas.Qian Lie Han ikut bersama dengan pasukan elit tersebut.
"Tuan muda.... Apa tuan muda baik - baik saja ?" ucap Qian Lie Han.
"Iya aku baik - baik saja pak guru...Neh orang ngakunya punya keluarga di kekaisaran. Jadi tidak aku bunuh.." ucap Bejo # sambil menunjuk orang yang terpotong tangan dan kakinya.
Qian Lie Han melihat orang itu dengan seksama.
"Sheng Qian Dong?" ucap Qian Lie Han yang mengenal orang tersebut.
"Pak guru kenal ?" ucap Bejo #.
"Iya kenal... Dia dari keluarga Sheng dan keluaga Dong. Orang ini menikahi putri dari keluarga Dong. Pernah masuk ke perguruan ini lalu di keluarkan karena selalu berbuat onar.." ucap Qian Lie Han.
"Pantas saja dia tak memakai obor,rupanya sudah hapal jalan kesini.." ucap Bejo dalam hati.
"Kita apakan dia pak guru...?" ucap Bejo #
" Kita bawa lalu kurung dia..." ucap Qian Li Han.
"Hem.....Gimana kalau kita pendam hidup - hidup guru...Jadi ketika dia tewas akan nampak gelap di batu jiwanya..." ucao Bejo.
"Hem.....Lebih baik biarkan dia di hutan di makan binatang buas,tapi jangan di taruh di gunung ini. " ucap Qian Lie Han.
"Pak guru atur saja...Yang penting si anjing ini mati.." ucap Bejo #.
pasukan elit memadamkan api agar tak menjalar ke pagar yang terbuat dari batang pohon yang di tancapkan.
Bejo mengikat tubuh Sheng Qian Dong mengguna tali dan kain,mulut juga di ikat agar tidak bicara terus,Kain itu ia ambil dari pakaian orang yang tewas, selesai mengikat lalu Bejo mengangkat seperti tas jinjing. Bejo tak merasakan berat tubuh orang itu.
Setelah apinya padam,Qian Lie Han menuruh 10 orang berjaga,untuk mengantisipasi serangan lagi. Lalu mereka kembali ke perguruan dengan berjalan kaki.
Bejo sambil melihat kiri dan kanan memastikan tak ada yang sembunyi.
"Pak guru...Matikan obornya..." ucap Bejo#.
"Kalau di matikan kita tak bisa melihat tuan mudaa .." ucap Qian Lie Han.
"Matikan saja pak guru.. Aku mau lihat,apakah masih ada orang apa enggak" ucap Bejo #.
"Baiklah..Semuanya..Matikan obor kalian." ucap Qian Lie Han.
Mereka pun mematikan obornya.
"Jangan ada yang bicara..." ucap Bejo# lirih .
Bejo menyerahkan Sheng Qian Dong pada Qian Lie Han lalu mengeluarkan busur panah dan anak panahnya.
Mereka kemudian melanjutkan lagi jalannya secara perlahan.
Bejo mendengar suara langkah kaki yang tak jauh darinya.
"Berhenti..." ucap Bejo # lirih.
Bejo melihat 2 orang berjalan pelan agar tidak tertabrak pohon.Orang itu tak memakai ikat kepala.
"Guru tunggu di sini.." ucap Bejo #.
__ADS_1
Bejo menghampiri 2 sosok yang berjalan itu.
"Berhenti atau aku bunuh..." ucap Bejo# agak nyaring..
2 orang itu terkejut lalu lari.
Tapi nahaas... Mereka tak hapal jalan,mereka menabrak pohon.
Brruuk....Brruuuk...
Bejo melesatkan panah ke arah 2 orang itu.
Wuussshh.... Wuuussshh....Wuuusshh...
Jleb....Jleb....Jleb..
2 orang itu terkena panah di kakinya. Bejo mengeluarkan tari ravia. Lalu mendekati ke dua orang tersebut.
Nampak satu orang itu mengarahkan pedangnya ke segala arah.
" Kalian masih ingin hidup atau mati ?" ucap Bejo #.
"Ampun tuan... Jangan bunuh aku... Anak istriku ada di rumah.." ucap orang yang tak memegang pedang.
"Jatuhkan pedangmu atau aku bunuh" ucap Bejo #.
Orang yang memegang pedang lantas melempar pedang kedepan.
"Lepas cincin ruang kalian lalu tiarap" ucap Bejo#.
Kedua orang itu melepas cincin ruang lalu tiarap.
Bejo mengikat tangan mereka menggukan tali ravia, lalu mencabut panah yang menacap itu.
"AAAARRHH..... Mereka mengerang kesakitan akibat panah yang menancap di kakinya.
"Makanya... Tadi kan sudah aku bilang berhenti.. Keras kepala kalau di kasih tahu.." ucap Bejo.
Bejo mendengar suara orang berjalan ke arahnya.
"Berhenti atau aku bunuh..." ucap Bejo # masih mengikat tangan ke orangb terakhir
"Saya Chou San tuan muda.." ucap orang itu.
"Ooo...Begitu...Bawa satu orang ini.." ucap Bejo #.
"Baik tuan muda " ucap Chou San.
Chou San membawa 1 orang.
Tak lama kemudian 5 murid perguruan gunung emas datang membawa obor menghampiri Bejo.
Bejo mengambil cincin ruang yang tergeletak di tanah,lalu berdiri. Ia melihat banyak sekali lampu obor.,mereka menyisir area lereng gunung untuk mencari sisa - sisa orang yang kabur..
Bejo menyerahkan orang yang dia ikat.Lalu Bejo menghampiri Qian Lie Han
Rupanya di sana sudah ada Anak buah Bejo bersama Qian Lie Han
"Ayoo kita kembali..." ucap Bejo #.
Qian Lie Han menyalakan obornya kembali,Sebab ratusan murid membantu menyisir orang - orang yang kabur. Lalu mereka melanjutkan jalannya.
"Tadi itu jurus apa tuan muda?" ucap Qian Lie Han yang melihat Bejo menghancurkan pohon di depannya menggunakan puluhan pedang penasaran
"Itu jurus pedang penghancur pohon pak guru.." ucap Bejo# asal bicara.
Tak lama kemudian mereka sampai.
Nampak para murid perguruan mengangkat mayat - mayat di depan gerbang,mayat itu di jadikan satu.
Xian Sei Qing dan Fei Feng Qing ikut membantu membersihkan sisa kekacauan tadi.
Ke empat istri Bejo,Ayu,Paramitha dan Tang Seng ada di depan pintu pagar.
Begitu mereka melihat Bejo,ke empat istri Bejo dan Ayu berlari ke arah Bejo.
Mereka memeluk Bejo secara bergiliran.
"Kang mas gak apa - apa kan.." ucap Yeni #.
"Gak papa sayang... Cuman baju saja yang robek..." ucap Bejo.#.
"Kenapa tidak pakai senjata kakak saja,tinggal arahkan...Mati dah.." ucap Ayu.
"Enggak... Yuk... Kesana..." ucap Bejo.#.
parah murid perguruan menutupi darah yang tergenang menggunakan tanah.
Xian Sei Qing dan Fei Feng Qing menghampiri Bejo.
"Apa kau terluka Bejo'er...?" ucap Xian Sei Qing.
"Tidak yah... " ucap Bejo #.
"Dari mana Bejo mendapatkan jurus mengeluarkan asap itu?" ucap Fei Feng Qing penasaran.
"Dari guruku,aku tak bisa memberikan jurus itu pada orang lain.." ucap Bejo # alasan.
Mereka pun masuk kedalam gerbang lalu naik kuda. Novita,Yeni,Shanti dan Paramitha naik kuda bersama anak buahnya Bejo.
Tak lama kemudian Bejo sampai di rumah Xian Sei Qing.
"Aku mandi dulu ya... Sayang..." ucap Bejo # pada ke empat istrinya. Karena tubuh Bejo terkena darah,bajunya pun tak luput dari cipratan darah.
"Sini...Ayu mandiin kak Bejo.." ucap Ayu.
"Iya kang Mas..." ucap ke empat istrinya.
"Aku bisa mandi sendiri dik... " ucap Bejo #.
---***---
Di suatu tempat yang sangat jauh dari tempat Bejo.
Sebuah benda melesat ke arah tempat Bejo itu bewarna pekat,Benda itu terbang di ketinggian 4.000 meter.
Begitu Benda itu berada di atas gunung yang aktif,tiba - tiba Benda itu jatuh bertepatan Bejo memasukkan pedang kayu hitamnya ke dalam cincin ruang.
__ADS_1
Besi hitam pekat itu meluncur bebas ke bawah. Lalu Besi hitam itu jatuh tergeletak di pinggiran puncak gunung yang suhunya sangat panas. Manusia biasa tak sanggup mendekat ke puncak gunung tersebut.